Unisba

International Office Karir | Login Sisfo

KOMHUMAS – Demi meningkatkan kualitas dosen di lingkungan Universitas Islam Bandung, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Publikasi Ilmiah Unisba menggelar pelatihan penulisan buku ilmiah pada Selasa (26/04). Pelatihan yang diselenggarkan secara daring tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Wakil Rektor 1 Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM. dan Direktur Unisma Press Dr. Hayat, S.Ap., M.Si.

Rektor Unisba, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa pelatihan penulisan buku ilmiah sangat penting bagi sivitas akademika Unisba. “Meskipun peserta pelatihan beberapa merupakan adalah dosen dengan jabatan fungsional Asisten Ahli atau Lektor, namun pada suatu saat nanti akan membutuhkan karya berupa buku sebagai syarat khusus di jabatan fungsional guru besar. Maka pelatihan ini perlu dimanfatkan secara maksimal,” ungkapnya.

Wakil Rektor 1 Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa dosen memiliki tugas yang berbeda dengan guru. Selain mengajar, dosen wajin melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Menurut Undang-undang Dikti No. 12 tahun 2012 menyatakan bahwa dosen secara perorangan atau berkelompok wajib menulis buku ajar atau buku teks yang diterbitkan perguruan tinggu dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber ajar dan untuk pengembangan budaya akademik. Diharapkan nanti akan membentuk budaya mutu dalam meningkatkan pendidikan,” jelasnya.

Harits mengungkapkan bahwa dosen perlu terus memperbaharui referensi dalam mengajar sehingga akan membentuk budaya membaca hingga menulis artikel, baik publikasi nasional dan internasional. Dosen perlu menghindari budaya plagiasi sebagi sebuah budaya akademik. “Dengan budaya menulis akan memberikan peluang bagi para dosen untuk meningkatkan karir jabatan fungsional. Karena itu dosen harus meraih jabatan tertinggi sebagai guru besar,” ucap dosen Fakultas Teknik Unisba tersebut.

Direktur Unisma Press, Dr. Hayat, S.Ap., M.Si. memaparkan bahwa dalam menulis buku harus sistematis dan mematuhi etika penulisan. Penulis, menurutnya, juga perlu menggunakan kaidah tata bahasa yang baik agar mudah dibaca oleh orang lain.
“Sebelum menulis buku pastikan bahwa telah membawa outline terlebih dahulu. Selain outline juga harus memastikan referensinya sudah ada agar bila butuh mengutip sudah ada. Untuk menulis buku juga harus tahu pola penulisan buku yang akan ditulis agar menjadi pedoman menyusun menjadi buku yang sesuai,” jelasnya.

Sebelumnya UPT Publikasi Unisba juga telah menyelenggarakan workshop optimalisasi mendeley yakni dalam penggunaan aplikasi penulisan referensi. untuk karya ilmiah pada Rabu (20/4) lalu. Kepala UPT Publikasi Ilmiah Dadi Ahmadi, S.Sos., M.Si menyebutkan bahwa UPT Publikasi Ilmiah berfungsi untuk melayani sivitas akademika untuk mempublikasikan karya ilmiahnya. “UPT Publikasi Ilmiah mengelola beberapa jurnal yang dimiliki Unisba. Setiap program studi di Unisba diharapkan memiliki minimal satu jurnal untuk mewadahi karya ilmiah, baik dosen maupun mahasiswa,” tambahnya. (Firmansyah)



Translate »