Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Unisba Bangun Sepctic Tank Komunal untuk Warga Tamansari

Unisba Bangun Sepctic Tank Komunal untuk Warga Tamansari

KOMINPRO – Dalam rangka Milad Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) yang ke-16, divisi pengabdian kepada masyarakat (PKM) FK Unisba menggandeng masyarakat Tamansari dalam program percepatan Open Defecation Free (ODF). Dibawah pimpinan Dekan Prof. Dr. Nanan Sekarwana, dr., SpA(K)., MARS, FK Unisba meresmikan pembangunan septic tank komunal di Kelurahan Tamansari Wetan, Rabu, (21/10).

Ketua tim PKM, Dr. Yani Triyani, dr., SpPK., M.Kes. mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian FK Unisba untuk warga yang bermukim di wilayah sekitar kampus Unisba. Beliau menuturkan, Kelurahan Tamansari merupakan lingkungan sangat padat yang 89% penduduknya belum memiliki septic tank sebagai sarana sanitasi dasar yang memadai atau dikenal dengan istilah Open Defecation. Meskipun tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi, namun padatnya jumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut membuat masyarakat kesulitan untuk membuat septic tank pribadi.

“Jadi Kelurahan  Tamansari adalah wilayah yang sangat padat penduduknya sehingga rata-rata dalam setiap rumah tidak memiliki septic tank pribadi. Hal ini ternyata menyebabkan beberapa warga menyalurkan pembuangan untuk kebutuhan buang air besar langsung ke sungai dan hal tersebut berdampak pada tercemarnya lingkungan dan menurunya tingkat kesehatan masyarakat,”ujarnya.

Dr. Yani menjelaskan, adanya akses air yang bersih dan sanitasi yang layak akan memastikan masyarakat berada pada lingkungan yang sehat. Kedua faktor tersebut dapat mereduksi jalur penularan berbagai macam penyakit infeksi yang sampai saat ini masih menjadi beban besar, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Menurutnya, sekitar 10% dari beban penyakit, khususnya diare, penyakit infeksi saluran napas dipengaruhi oleh kondisi sanitasi yang buruk. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan infeksi saluran napas, berbagai laporan menyebutkan bahwa 26% infeksi saluran napas bawah di antara anak yang malnutrisi berhubungan dengan riwayat diare sebelumnya. Peningkatan kualitas sanitasi memiliki dampak yang signifikan tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga pembangunan sosial dan ekonomi.

Berdasarkan latar belakang tersebut Dr. Yani mengungkapkan, pembangunan septic tank komunal menjadi solusi yang tepat. Selain dianjurkan pemerintah adanya program percepatan ODF juga menjadi harapan Sebagian warga di kelurahan Taman sari. Dalam program tersebut FK Unisba membantu membangun Septic tank komunal tipe BT-20 sesuai kapasitas lahan yang didapatkan dan diprioritaskan yaitu di wilayah RW 13. Septic tank komunal ini dapat dipergunakan oleh sekitar 30 KK yang tersebar di RW 12, 13 dan 15.

“Dengan rata-rata KK beranggotakan 4 orang maka septic tank komunal ini dapat dipergunakan oleh kurang lebih 120 orang. Pemasangan septic tank komunal diharapkan dapat mengurangi pencemaran sungai Cikapundung dan dapat mengurangi penyebaran penyakit saluran pencernaan dan infeksi saluran napas di wilayah bantaran sungai Cikapundung,” tuturnya.

Dekan FK Prof. Dr. dr. Nanan Sekarwana, Sp. A (K), MARS, berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan menjadi bentuk kontribusi nyata FK Unisba dalam meningkatkan derajat social Kesehatan masyarakat Kota Bandung, khususnya warga Tamansari.

“Semoga apa yang kami lakukan hari ini, bisa memicu fakultas dan institusi lain untuk melakukan langkah serupa dan mengambil peran dalam pembangunan di wilayah Taman sari dalam berbagai sektor,”ujarnya.”

Sementara itu, Camat Bandung Wetan Kota Bandung, H. Soni Bakhtiyar S. Sos,  M. Si, menungkapkan pihaknya menyambut baik kerja sama yang dilakukan Unisba dengan Pemkot Bandung, khususnya Kelurahan Tamansari. Menurutnya untuk membangun Kota Bandung yang lebih baik diperlulkan kolaboras dan inovasi dari berbagai pihak.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Unisba. Rasa Bahagia ini tidak dapat diungkap dengan  kata-kata karena di masa pandemic, anggaran pemerintah untuk proses pembangunan fisik sangat terbatas karena Sebagian dana dialokasikan utntuk penanganan COVID-19. Bantuan pembangunan septic tank ini bagaikan bantuan air untukorang yang sedang kahasuan di padang pasir,” ujarnya. (Feari/Wiwit)

Translate »