Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Unisba Akan Buka Prodi Apoteker

Unisba Akan Buka Prodi Apoteker

KOMINPRO-Salah satu upaya dalam rangka mendirikan Program Studi (Prodi) Apoteker, Universitas Islam Bandung (Unisba) menjalin kerjasama dengan PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung. Kerja sama tentang Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. dan Manager PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung, Muhardiman, S.Si, Apt. di Gedung Rektorat Unisba, Rabu (13/02).

Dikatakan Rektor, saat ini Unisba terus mempersiapkan persyaratan administrasi untuk pembentukan prodi Apoteker. “Dibanding prodi lain, Prodi Apoteker banyak persyaratan yang harus dipenuhi secara administratif. Saya harap prodi Apoteker bisa terbentuk di tahun akademik ini,” ungkapnya.

Jalinan kerjasama dengan PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung, menurutnya bisa dikembangkan perihal apa yang bisa dilaksanakan antara prodi Farmasi Unisba dengan PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung. Adanya kerjasama ini diharapkan, bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak yang dapat memberikan kemajuan dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, Manager PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung dalam sambutannya, mengungkapkan, kerjasama ini mampu memenuhi kebutuhan PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung dalam memperoleh sumber daya yang potensial dan kompeten yang dilahirkan oleh Perguruan Tinggi khusunya dari Unisba.

Muhardiman, S.Si, Apt. berharap, kerja sama ini mampu menghasilkan nilai tambah untuk Unisba maupun PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Bandung sehingga apa yang menjadi kebutuhan user atau konsumen dapat ter-create dari awal karena dengan perkembangan kebutuhan pasien saat ini seperti adanya BPJS dan adanya perkembangan di dunia kesehatan, maka kebutuhan pasien ikut berkembang.

“Dahulu taunya apotek hanya resep saja. Saat ini paradigma sudah berubah dimana resep hanya 10% saja dari total revenuew apotek. Tetunya paradigma ini harus berubah sampai ke SDM yang bekerja di apotek itu,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Unisba diharapkan bisa menghasilkan apoteker yang handal sesuai dengan tuntunan pasar saat ini dan masa yang akan datang.

“Saat ini seorang Apoteker kurang memiliki jiwa entrepreneur. Ini menjadi tantangan bagi kampus khusunya Unisba untuk bisa melahirkan Apoteker yang berjiwa entrepeneur. Karena tanpa jiwa entrepreneur, akan sulit untuk bersaing,” jelasnya.(Eki/Sari)