Unisba

International Office Karir | Login Sisfo

Komhumas – Dalam rangka meningkatkan kualifikasi dan jabatan fungsional dosen, Unisba menyelenggarakan kegiatan Pencerahan dan Startegi Usul Lektor Kepala/Guru Besar di Aula Utama Unisba, Kamis (21/4). Kegiatan ini diikuti oleh 246 dosen yang memiliki jabatan fungsional lektor dan lektor kepala.  Wakil Rektor 1 Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM., mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Unisba dalam mengokohkan program Rektor di tahun 2021-2025 untuk menjadikan Unisba sebagai Perguruan Tinggi unggul.

“Dalam proses peningkatan kualitas dosen, kami juga memfasilitasi berbagai kegiatan dan sarana yang kepada dosen untuk meningkatkan karir. Untuk dosen yang sedang mengurus jafung tapi terkendala dengan karya ilamiah, berbagai kegaitan telah kami lakukan mulai dari paper camp, kegiatan Scientic Academic Writing, dan Join Research,” ujarnya.

Pada kegiatan ini para dosen mendapatkan arahan dari Direktur Karier dan Kompetensi Kemenristekdikti, Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, M.Pd, MA mengenai kiat-kiat meningkatkan jabatan fungsional. Warek 1 mengatakan, jumlah dosen yang hadir pada kegiatan ini 50% memiliki jabatan fungsional lektor kepala dengan kualifikasi S3 dan sisanya lektor. Dia menilai, SDM yang dimiliki Unisba saat ini merupakan aset yang dikembangkan, terutama dalam kepengurusan jabatan fungsional.

“Dari 246 ini, sebanyak 10 dosen jafungnya sudah masuk ke Dikti dan sedang dalam proses penilaian angka kredit. Proporsosinya 5 mengusulkan guru besar yaitu dari Fakultas Teknik satu orang, Fakultas Dakwah satu orang , Fikom satu orang, dan dua orang dari Fakultas Ekonomi. Kemudian untuk jabatan fungsional lektor kepala baru keluar dua orang yaitu dari Fakultas Syariah dan Ekonomi, sementara tiga lagi masih dalam proses penilaian,” jelasnya.

Selain itu, Warek 1 menambahkan, tahun ini jumlah dosen yang sebelumnya masih berstatus tenaga pengajar sudah mulai terhilangkan. Sebanyak 65 dosen FK telah mengubah statusnya menjadi asisten ahli bahkan langsung ke lektor kepala karena mayoritas dosen sudah berstatus doktor. Beliau berharap, hal tersebut bisa menjadi motivasi untuk dosen lain agar senantiasa terus berupaya meningkatkan kualitasnya.

“Beberapa upaya juga kita lakukan terkait dosen yang mengalami kendala dengan pendidikan seperti mendatangi pascasarjana di masing-masing prodi karena yang kami inginkan adalah dosen-dosen menyelesaikan studinya. Bagi dosen yang terkendala S3 karena kertebatasan kuota di Fikom, kami juga membuat program S3 doktor komunikasi. Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan dosen fikom untuk meningkatkan kulifiaksi dosen di jenjang S3,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unisba Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH., mengatakan, kualitas dosen akan berpengaruh terhadap profil Perguruan Tinggi. Menurutnya, jika SDM tidak memenuhi persyaratan makan hal tersebut akan berpengaruh terhadap beberapa aspek seperti akreditasi dan keberlangsungan prodi.

“Peningkatan jabatan fungsional dosen menyangkut pada nasib prodi. Nasib satu prodi juga nasib kita karena akreditasi prodi bisa merosot atau bahkan ditutup. Mungkin kita merasa kualifikasi ilmu sudah mencukupi karena sudah memenuhi jabatan akademik doktor. Tapi kita juga harus memikirkan nasib lembaga, untuk apa kita mendirikan prodi kalo kita tidak pelihara karena kita tidak mau meningkatkan diri,” ujarnya.

Rektor berharap, upaya yang dilakukan Unisba dalam mefasilitasi dosen dapat dimanfaatkan dengan baik. Beliau berharap, kegiatan ini bisa menjadi motivasi untuk dosen dalam meningkatkan kapasitas diri dan intitusi. (Feari)



Translate »