Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Tak Ada Kekerasan dalam Ta’aruf Unisba

Tak Ada Kekerasan dalam Ta’aruf Unisba

HUMAS – Dalam rangka memperkenalkan mahasiswa baru, Universitas Islam Bandung akan mengadakan Ta’aruf dan melantik lebih dari 3000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2016-2017. Dengan mengusung tema “Menyongsong Generasi Islami Milenium”, Taaruf dilaksanakan pada Senin, 19 September 2016 di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung.

Pesan tegas ditujukan bagi panitia Ta’aruf dan mahasiswa senior di Kampus Unisba. Rektor Unisba, Prof. Dr. dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, MS., Sp.THT-KL(K) akan ‘memecat’ mereka bila diketahui melakukan kekerasan fisik dan kata-kata yang kasar yang merendahkan martabat seseorang. “Saya berpesan agar semasa ospek mahasiswa baru, tidak ada kekerasan fisik dan kata-kata yang merendahkan martabat seseorang, jika itu sampai terjadi, mahasiswa bisa melaporkan kepada dekan masing-masing fakultas. Sudah diingatkan, tak ada kekerasan dan akan ada sanksi. Saya sudah mengancam akan ada sanksi berat, dikeluarkan dari kampus.” kata Rektor.

Selain kegiatan belajar dalam program akademik di kelas. Rektor Unisba mengungkapkan jika kegiatan ekstrakulikuler Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) di Unisba juga harus patut diikuti oleh setiap mahasiswa. Hal itu beralasan guna mengembangkan keahlian diri, melatih jiwa kepemimpinan dan sebagai ajang memperoleh pengalaman. “Unisba mempunyai berbagai kegiatan ekstrakulikuler, kegiatan-kegiatan bersifat di luar kelas ini berguna dalam mengembangkan keterampilan. Ikut organisasi adalah penting sebagai penunjang ilmu-ilmu di kelas, seperti melatih kepemimpinan, dan memperoleh pengalaman.”

Hal ini sesuai dengan surat edaran Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi nomor 253/B/SE/VIII/2016 tanggal 15 Agustus 2016 dalam rangka menyambut tahun akademik 2016-2017, khususnya Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang tertib dan berkualitas maka harus mengikuti hal-hal sebagai berikut:

  1. Perguruan tinggi adalah institusi yang mendapat amanah untuk menghasilkan insan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa;
  2. Program PKKMB merupakan program institusi bukan program mahasiswa, karena itu PKKMB menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi dengan kepanitiaan melibatkan unsur pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Perguruan tinggi dapat menertibkan peraturan tentang tata perilaku mahasiswa yang berisi tata tertib dan sanksi untuk menghindari pelanggaran atas norma, etika, dan hukum;
  3. PKKMB diisi dengan materi tentang pengenalan kehidupan kampus baik akademik maupun non akademik disertai materi wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, pencegahan, penanggulangan dan penyalahgunaan narkoba, serta meredam radikalisme dengan metode yang tepat;
  4. PKKMB diharapkan mampu menumbuhkan keakraban diantara mahasiswa agar terjadi transfer informasi tentang pengembangan penalaran dan kreativitas mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus;
  5. Penyelengaraan PKKMB difokuskan pada upaya pendewasaan dan pembelajaran dengan tertib dan tidak ada kekerasan verbal, fisik, maupun mental.

Rektor pun mengatakan bahwa Unisba selalu menanamkan kebiasaan yang baik untuk pembentukan karakter mahasiswanya. Bahkan, hal itu dilakukan jauh sebelum pemerintah menetapkan kurikulum baru. Hal ini karena Unisba menanamkan pendidikan agama Islam. Sehingga, semua mahasiswa bisa kompetitif dan berakhlaqul karimah. “Kami selalu menanamkan Islam sebagai rahmatan lil‘alamin. Mereka adalah ujung tombak kami,” tutur Rektor. (Fuad/Putri)