Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Perlunya Sinergi Brand dalam Menghadapi Persaingan Global

Perlunya Sinergi Brand dalam Menghadapi Persaingan Global

KOMINPRO-Optimalnya sebuah bisnis tentu tidak lepas dari “brand” yang melekat. Dengan brand, persaingan bisnis baik online maupun offline mampu teratasi baik dilevel nasional maupun internasional. Demikian disampaikan Founder & CEO Elcorps, Elidawati Ali Oemar saat menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Talkshow Wirausaha Mahasiswa “Peluang dan Tantangan Industri Kreatif untuk Mahasiswa” di Aula Unisba, Jumat (02/08).

Dengan jumlah penduduk yang banyak, dikatakannya, Indonesia menjadi sasaran para produsen luar negeri untuk pengembangan bisnisnya. “Peluang di Indonesia sedemikian besar sehingga orang hadir dan datang ke Indonesia untuk berbisnis,” ujarnya.

Lebih juah, bisnis startup lokal yang menjamur di Indonesia perlu bersinergi dalam menghadapi persaingan global melalui peningkatan brand. Salah satunya adalah dengan melihat perilaku belanja konsumen Indonesia yang beragam dengan menerapkan dua kunci berjualan yaitu berjualan ditempat yang ramai dan ajak masyarakat yang ramai untuk berkunjung.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Komunikasi  (Fikom) Unisba, Dr. Ferry Darmawan, M.Ds., mengatakan, diera industri 4.0 ini, minat berwirausaha mahasiswa melalui usaha digital menjadi salah satu yang paling banyak dikembangkan. “Dari hal-hal yang kecil bisa jadi pekerjaan yang serius,” katanya.

Senada dengan Wadek III, Ketua IKA Fikom Unisba, Elba Damhuri, mengungkapkan, hobi dan semua kesenangan bisa menjadi bisnis. Walaupun saat ini kompetensi dibidang bisnis begitu tinggi, Elba mendorong harus memiliki keterampilan dan kemampuan diluar kemampuan akademis agar mampu bersaing secara global.

Dalam kesempatan yang sama, dua alumni Fikom Unisba yang kini berwirausaha masing- masing Yanuar Ilmawan S. sebagai salah satu owner jam tangan Matoa dan Costume Maker, Rangga, membagikan pengalaman berbisnisnya kepada para peserta. Keduanya sama sama menjalankan bisnis berangkat dari peluang dan hobi masing-masing. Yanuar melihat peluang jam tangan kayu pada saat itu belum ada yang memproduksinya di Indonesia dan Rangga yang memiliki hobi mengoleksi mainan dan costplay.

Selain itu, dua pemateri lainnya yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah Head of Community Development & CSR PT. Smartfren Telecom, Dani Miftahul Akhyar dan Kepala Humas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Nur Budiantoro.***