Unisba

International Office | Karir | Login Sisfo

KOMHUMAS- Idul Fitri 1443 H merupakan fajar baru di bulan Syawal yang perlu dihiasi dengan perbuatan-perbuatan yang penuh dengan pengabdian baik kepada umat sebagai salah satu pemangku kepentingan Unisba maupun pengabdian yang tulus dan penuh dengan kerendahan hati kepada Allah SWT, sebagai bentuk tunduk dan bergantung kepada-Nya.

Demikian disampaikan Rektor Unisba. Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., dalam Silaturahmi Virtual Idul Fitri 1443 H yang diikuti ± 1.200an civitas akademika Unisba dan dilaksanakan secara hybrid dengan kombinasi online melalui Zoom Meeting dan offline di Aula Unisba, Selasa (10/05).

Rektor mengatakan, pengabdian sebagai umat muslim hanya tunggal yaitu mengabdi, beribadah hanya kepada Allah SWT. “Sepanjang kita masih bisa bernafas sudah selayaknya semua yang kita lakukan diwarnai dengan niat ibadah, bahkan tidur pun bisa bernilai ibadah seperti tidurnya orang berpuasa ibadah apalagi aktifitas lain yang jelas mendatangkan manfaat,” tuturnya.

Rektor berpesan, kepada dosen agar membaca literatur, menjalankan riset, menulis artikel, mengikuti seminar dan menjadi pembicara, mengajar mahasiswa atau mengoreksi tugas dan hasil ujian mahasiswa yang semuanya dapat bernilai ibadah. “Tugas –tugas ini janganlah dijadikan sebagai beban atau hanya memenuhi kewajiban saja akan tetapi harus diniatkan sebagai ibadah supaya hidup kita bermakna,” katanya.

Sedangkan kepada tenaga kependidikan lanjut Rektor, agar melayani mahasiswa dengan baik, ramah dan sopan sebagai aktiftas mulia bernilai ibadah yang diberikan kepada para mujahid penuntut ilmu.

Sementara kepada mahasiswa, Rektor mengingatkan sabda nabi bahwa menuntut ilmu adalah berada di jalan jihad. “Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah mengambil air kehidupan berupa ilmu dan hikmah di telaga yang jernih yang bernama Unisba. Perlu anda ingat-ingat ilmu sebagai sebuah hidayah harus diperjuangkan dengan keras, dengan jihad,” ujarnya

Rektor menegaskan, point-point inilah yang harus dipegang dan tentu jika dibarengi dengan niat lurus dan ketulusan dalam mengerjakannya, maka akan menjaga fitrah sebagai manusia untuk selalu mengabdi kepada Allah SWT.

Lebih lanjut Rektor berharap, Idul Fitri kali ini dapat menjadi momentum untuk menemukan kembali fitrah dan menjadikannya sebagai acuan dan mewarnai aktifitas.

“Momentum Idul fitri ini kita jadikan untuk memperbaiki diri. Semoga shaum dan semua amalan terbaik yang kita jalankan selama Ramadhan, menjadikan kita pribadi-pribadi yang suci, pribadi-pribadi yang lebih khusyuk dalam beribadah, pribadi-pribadi yang lebih menghargai orang lain dan pribadi pribadi yang menjauhi prasangka buruk kepada sesama,” ungkapnya.

Wakil Ketua Badan Pengurus Yaysan Unisba. Dr. H.M. Faiz Mufidi, SH., MH., berharap, Idul Fitri ini dapat menjadikan momentum untuk mampu menangkap dan meresapi semangat dan nilai-nilai ibadah Ramadhan yang telah dijalani sebulan penuh. “Paling tidak nilai sabar, nilai disiplin dan teratur dalam menjalani shaum, serta nilai solidaritas. Insya Allah kita mampu mengaplikasikainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, diisi pula tausiyah yang dibawakan oleh Guru Besar Universitas Langlangbuana Kota Bandung, Prof. Dr. Dedi Mulyasana, M.Pd., dengan tema “Memperkokoh Kebersamaan dengan Menebar Kebaikan”.***



Translate »