Unisba

International Office | Karir | Login Sisfo

KOMINPRO-Rangkaian Milad ke 17 Fakultas Kedokteran (FK) Unisba telah memasuki puncaknya. Hal ini ditandai dengan Sidang Terbuka Senat FK Unisba dan Orasi Ilmiah yang dilaksanakan secara hybrid dengan perpaduan luring di Aula Unisba dan daring melalui Zoom Meeting, Rabu (27/10).

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Abdul Kadir, MARS, Ph.D., Sp. THT-KL(K), didaulat menyampaikan orasi ilmiah dengan tema ‘Synergy and Collaboration to Bulid Human Resources Capacity Toward Internasional Recognition’.

Dekan FK Unisba, Prof. Dr. dr. Nanan Sekarwana, Sp.A.(K), MARS., mengatakan, situasi Covid-19 yang masih terjadi saat ini membawa dampak dan perubahan yang besar dalam pelaksanaan kegiatan tri darma perguruan tinggi. Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di tahun akademik 2020/2021 ini dijalankan sepenuhnya dengan metode daring untuk tahap akademik, sedangkan tahap profesi menggunakan sistem blended learning dengan perpaduan antara daring maupun luring.

Untuk memberikan perlindungan terhadap semua dosen, karyawan, dan mahasiswa kata Dekan, FK Unisba melakukan kerjasama dengan RSUD Al Ihsan Kab. Bandung dan UPT Kesehatan Unisba untuk memfasilitasi pemberian 2 kali vaksinasi COVID-19. “Sebagian dosen dan mahasiswa tahap profesi juga sudah mendapatkan vaksinasi ke-3. Tentunya kami terus berupaya menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengupayakan semua pegawai dan mahasiswa mendapatkan vaksin ke-3,” ungkapnya.

Beberapa dosen di FK Unisba kata Dekan, telah berhasil menyelesaikan studi lanjut S3 dan sebagiannya sedang melanjutkan studi S3 baik di dalam maupun luar negeri. Percepatan studi lanjut pun terus diupayakan untuk meningkatkan kualifikasi semua tenaga pengajar serta peningkatan jabatan fungsional sudah berhasil direalisasikan.

Sementara dalam peningkatan bahan referensi FK Unisba kata Dekan, sudah merealisasikan dengan berlangganan sumber pembelajaran digital pada salah satu medical publisher partner terkemuka yaitu access medicine, medline complete, OVID, dan 3D visual body anatomy.

Dekan mengungkapkan, keinginan mempunyai laboratorium anatomi sendiri akhirnya dapat diwujudkan di tahun ini. Laboratorium tersebut bertempat di samping RSUD Al
Ihsan. Gedung ini pun dilengkapi dengan ruangan kuliah besar dan ruangan diskusi kelompok kecil, juga bak khusus untuk menyimpan kadafer.

Adapun prestasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang membanggakan diraih salah satu staf dosen, yaitu Widhy Yudistira Nalapraya, dr., SpP. Ia berhasil meraih predikat tenaga kesehatan teladan Provinsi Jawa Barat tahun 2021. “Sebuah hasil kerja keras yang pantas didapatkan mengingat perannya menjadi garda terdepan penanganan pasien COVID dari awal pandemi hingga saat ini,” ungkap Dekan.

Terkait luaran penelitian dan PKM tutur Dekan, FK Unisba meraih 4 Hak Kekayaan Intelektual berupa hak paten, 3 Hak Kekayaan Intelektual untuk Hak Cipta dan Desain Produk, serta 2 buku ber-ISBN, book chapter.

Dalam 1 tahun terakhir lanjut Dekan, terdapat 13 prestasi membanggakan yang diraih mahasiswa FK Unisba antara lain 2 prestasi di tingkat internasional sebagai juara 2 presentasi terbaik & pembicara ASEAN Youth Initiative Conference serta 11 prestasi tingkat nasional sebagai relawan COVID nasional, Program Kreativitas Mahasiswa, juara lomba video, poster, dan games.

Lebih jauh Dekan berharap, lulusan dokter FK Unisba mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta  menghasilkan berbagai karya sebagai bentuk akuntabilitas institusi pendidikan kedokteran dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. “Semangat inilah yang kami sederhanakan menjadi tiga kata, yaitu “Quality-Innovation-Reputation,” tutupnya.

Sementara itu Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., mengatakan, di usianya ini FK Unisba telah mampu mensejajarkan dengan FK lainnya yang telh maju. “Ini tentu saja sangat menggembiarakan sekaligus merupakan peluang besar untuk lebih berkiprah lebih luas, terutama berupa kemanfaatan kepada masyarakat,” ungkap Rektor.

Rektor mengingatkan, dalam menghadapi program internasionalisasi yang telah dicanangkan  untuk mengingat definisi profil lulusan dokter apa yang akan dicetak. “Apakah hanya sekedar memenuhi standar WHO plus nilai-nilai yang kita tanamkan, atau ada peran lain yang harus terus kita sampaikan kepada para lulusan. Terlepas dari berbagai rencana dan aksi yang sudah disusun, maka kompetensi lulusan harus diasah terus untuk menjalankan berbagai peran lainnya tadi,” ujarnya.

Yang tidak boleh dilupakan kata Rektor adalah nilai-nilai
Islam abadi yang dapat terus dipegang dan mewarnai semua peran yang dimainkan manakala sudah berhidmat di masyarakat.

 “Kami memberi kebebasan kepada dekan dan jajarannya untuk mengkreasikan
‘pembelajaran”, berijtihad tentang tata kelola tanpa mengabaikan tatanan yang telah kita sepakati secara Bersama, semata-mata demi keberlangsungan program mencetak dokter-dokter yang paripurna,” pungkasnya.

Acara Prosesi ini dilanjutkan dengan pembagian penghargaan kepada jasa bakti dan purna bakti. ***



Translate »