Unisba

International Office | Karir | Login Sisfo

KOMHUMAS- Dimasa pandemi Covid-19 ini, peran sebagai tenaga kesehatan (nakes) khususnya dokter spesialis paru sangat penting dan krusial dalam membantu mengurangi sakit pasien dan kematian akibat Covid-19. Peran serta mereka juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dedikasinya tidak hanya pada pekerjaannya saja, namun juga nyawa.

Segala jerih payah nakes tersebut, Alhamdulillah diapresiasi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMKes) yang memberikan penghargaan kepada 232 tenaga kesehatan (nakes) dan SDM penunjang tingkat nasional tahun 2021 dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hal yang membanggakan adalah, salah satu nakes yang menerima penghargaan tersebut merupakan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unisba, dr. Widhy Yudsitira Nalapraya, Sp.P., yang bertugas sebagai nakes di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat.

Alumnus FK Unisba ini memperoleh penghargaan dalam kategori nakes di pelayanan kesehatan  selain Puskesmas dan Provinsi sebagai garda terdepan serta memiliki dedikasi tinggi dalam penanganan pandemi Covid-19 di masyarakat (Keputusan Menkes RI Nomor : HK.01.07/Menkes/6592/2021). Disamping itu ia juga meraih Terbaik II dengan kategori Tenaga Kesehatan Rumah Sakit. Penghargaan ini diberikan di Jakarta, Kamis (11/11).

Saat diwawancara melalui sambungan telefon, ia yang pernah menjadi salah satu relawan dokter paru di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta ini mengungkapkan rasa bahagia, senang dan haru ketika menerima penghargaan ini.

Menurutnya ini buah dari semangat dalam menangani pandemi ini. Meski diakuinya, ketika awal pandemi muncul rasa takut dari para dokter spesialis paru terkhusus dirinya karena harus mempertaruhan nyawa. Namun karena tekad dan niat mulianya. maka ia tergerak untuk turut serta turun tangan menangani pandemi ini.

“Kalau tidak bergerak, maka siapa lagi yang menangani masyarakat yang terinfeksi virus ini. Jadi ini jihad saya, saya minta izin ke keluarga untuk melawan virus ini. Dengan bekerja yang tidak kenal lelah, Alhamdulillah bisa tertangani dengan kasus yang turun dan tidak mengalami kolaps yang lebih parah. Jadi terbayarkan pada saat terpilih memperoleh penghargaan ini,” tuturnya sembari menahan haru.

Dengan diraihnya penghargaan ini ia berharap, Indonesia bisa keluar dari pandemi covid-19 dan kehidupan normal di Indonesia bisa segera tercapai segera.

Awal mula yang mengantarkannya meraih penghargaan ini adalah perolehan Juara I Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu. Kemudian ia menjadi salah satu nakes yang diusulkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti seleksi pemberian penghargaan tingkat nasional tersebut dengan mengirimkan karya tulis berupa essai berjudul “Dokter Paru dalam Masa Pandemi Covid-19 Sebagai Tantangan untuk Mendapatkan Pengalaman Tidak Terbatas”.

Sementara itu Dekan FK Unisba, Prof. Dr. dr. Nanan Sekarwana, Sp.A.(K), MARS., merasa bangga dengan prestasi yang diperoleh dr. Widhy. Menurutnya, ia pantas meraih penghargaan tersebut karena dedikasinya yang luar biasa terhadap pandemi ini. “Pantas karena dia bekerja sangat bagus. Meski kaget, tapi saya bangga ternyata dia terpilih salah menjadi salah satu yang terbaik,” ujarnya.

Dekan berharap, prestasi semacam ini bisa menular dan menjadikan contoh bagi dosen di lingkungan FK Unisba lainnya untuk memperoleh prestasi yang serupa bahkan lebih tinggi.***



Translate »