Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Membanggakan! Mahasiswi FK Unisba Raih Second Best Oral Presentation Award di Malaysia

Membanggakan! Mahasiswi FK Unisba Raih Second Best Oral Presentation Award di Malaysia

KOMINPRO-Mahasiswi Unisba kembali menorehkan prestasinya dikancah internasional. Kali ini, Nur Maulida Najwa Rahima, yang baru saja menyandang gelar S.Ked. (Sarjana Kedokteran) dari Fakultas Kedokteran (FK) Unisba dan akan menempuh studi Tahap Profesi berhasil meraih juara Second Best Oral Presentation Award dalam ajang “1st Cyberjaya International Undergraduate Colloquium for Health Sciences (CIUCHS) 2021” yang diselenggarakan oleh University of Cyberjaya Malaysia secara daring melalui Microsoft Team, Kamis (18/03). Dari kejuaraan ini, Najwa berhak memperoleh hadiah uang tunai sebesar RM300.

Judul penelitian yang mengantarkannya meraih juara tersebut yakni “Differences in the Ability of Memorizing Al-Quran based on the Z-Score of Nutritional Status in Elementary School Students Aged 6-12 Years at the Babussalam Al-Quran Islamic Boarding School, Bandung Regency”.

Penelitian ini merupakan penelitian skripsinya dalam menempuh sarjana S.Ked. yang dibimbing oleh Prof. Herry Garna, dr., Sp.A(K)., Ph.D. dan Ike Rahmawaty Alie, dr., M.Kes. Sedangkan dalam mengikuti ajang ini, ia dibimbing oleh oleh R. Rizky Suganda Prawiradilaga, dr., M.Kes., Ph.D, Meike Rachmawati, dr., M.Kes., Sp.PA, Mia Kusmiati, dr., M.Pd.Ked, Ph.D. dan Mirasari Putri, dr., Ph.D.

Diakuinya, mengikuti ajang tersebut merupakan impiannya. Kesempatan tersebut diraihnya karena penelitian skripsinya telah ter-publish di Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains (JIKS) Unisba serta memperoleh peringkat 1 dari reviewer. “Reviewer dan kemahasiswaan FK Unisba menawarkan untuk ikut ajang ini. Saya tertarik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini  untuk ikut karena ini merupakan salah satu impian saya yakni hasil penelitian yang go international,”ungkapnya.

Peserta ajang ini merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi  di Malaysia dan Indonesia seperti Sultan Idris Education University, University Malaya Medical Center, University of Cyberjaya, Institut Jantung Negara, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Islam Bandung. Selain oral presentation, kategori lainnya adalah e-poster. Kurang lebih ada 45 makalah yang dipresentasikan dalam forum tersebut. Jika ditotal dengan peserta e-poster presentation, terdapat puluhan peserta dari berbagai peserta yang berpartisipasi.

Dari penelitiannya tersebut bungsu dari 4 bersaudara ini berharap, dua program yang akan dicanangkannya dapat terealisasikan khususnya bagi pihak Babussalam. Pertama, bagaimana agar orang tua dapat turut andil dalam menjaga asupan gizi untuk anaknya dengan membiasakan anak-anaknya membawa bekal dari rumah agar orang tua dapat benar-benar memastikan bahwa makanannya benar-benar sehat.

Sedangkan kedua, terkait gizi yang indikatornya dari tinggi badan per usia yang jika ada gangguan akan menggambarkan gizi yang kronis. Ia akan menawarkan program susu murah karena kebutuhan susu pada anak usia 0-6 tahun itu sangat tinggi dan ini sangat berpengaruh nantinya untuk kesuksesan dimasa yg akan datang.

Dengan diraihnya kejuaraan ini Najwa berharap, seluruh mahasiswa Unisba khusunya FK sadar bahwa karya ilmiah itu sangat menyenangkan dan dapat diselesaikan tepat waktu. “Asalkan memiliki ilmu yang cukup, memiliki keinginan mempelajari secara mandiri dan kesadaran memperdalam ilmunya. Sebetulnya kampus (Unisba) pun sudah memfasilitasinya, namun perkuliahan di FK itu sangat padat dan kita harus menuntut diri untuk belajar mandiri,” ujarnya.

Disamping itu harapan besarnya adalah hasil penelitiannya dapat memiliki impact yang besar bukan hanya bagi dirinya dan FK Unisba, namun utamanya bagi tempat penelitian serta pemerintah Indonesia bahwa status gizi itu penting karena indikator penelitian masyarakat dari sisi gizi, kesehatan dan pendidikan sangat berkaitan.

“Gizi iuga bukan hal yang mudah ditangani. Untuk itu mahasiswa juga perlu mengkaji, meneliti dan membantu pemerintah dalam menemukan akar permasalahnya. Barangkali kita punya rekomendasi atau program yg bisa ditawarkan, setidaknya sebagai mahasiswa bisa membantu pemerintah untuk menyelesaikan masalah gizi,” tuturnya.***

Translate »