Unisba

International Office | Karir | Login Sisfo

KOMINPRO –  Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan pada hampir seluruh sektor kehidupan dan berbagai aktivitas kehidupan manusia. Pada dasarnya, revolusi ini menitikberatkan pada otomatisasi melalui kolaborasi teknologi digital. Jika berbicara mengenai teknologi, kehadiran big data menjadi salah satu aspek penting yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Melalui pengelolaan data yang baik, suatu organisasi akan mampu mendatangkan berbagai keuntungan mulai dari mendorong pendapatan, mengelola biaya, memastikan tingkat profitabilitas, dan daya jual yang berkelanjutan.

Demikian diungkapkan Prof. Dr. Abdul Razak Bin Abdul Hadi, Ph. D, Lecturer in Applied Finance and Economics Universiti Kuala Lumpur Malaysia, saat menjadi keynote speaker dalam acara Studium Generale yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba melalui zoom, Sabtu (16/9). Prof. Abdul mengatakan, setiap perusahaan harus berusaha untuk menjadi perusahaan yang cerdas. Perusahaan cerdas menggunakan Buisness Inteleigence (BI)  untuk memajukan bisnisnya melalui kemampuan untuk memprediksi bagaimana perubahan ekonomi dan pasar di masa depan akan memengaruhi bisnis.

“Setiap perusahaan harus menggali manfaat dari data mining dan BI untuk kesuksesan masa depan dan keberlanjutan jangka panjangnya. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mendirikan Buisness Intellignece Competency Center (BICC).”ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkembang di bawah kondisi baru untuk mendorong budaya inovasi dan adaptasi. Prof. Abdul menjelaskan BI merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat.

“Data mining dan BI bekerjabeririingan.  BI mencakup semua kemampuan yang diperlukan untuk mengubah data menjadi kecerdasan yang dapat digunakan semua orang di organisasi anda untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif. Kuncinya capability harus dimiliki, kapabilitasi tidak gratis ada harganya,” jelasnya.

Sementara itu, dosen Unisba, Rizka Estisia Pratiwi, S.E.,M.S. yang juga menjadi pembicara dalam Studium Generale bertajuk “Managing Big Data : Roadmap for Improving Firm’s Performance,” mengatakan, keberadaan big data juga mempengaruhi berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari mulai dari texting, googling, menonton tayangan, mendengarkan musik, bahkan memesan makanan secara online. Menurutnya, kehadiran big data, Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) adalah solusi yang tepat untuk kehidupan yang lebih baik.

“Neelie Krose pernah berkata. Sama seperti minyak yang disamakan dengan emas hitam, data menjadi penting dan bernilai baru di era digital. Ada beberapa alasan yang membuat kita menggunakan aplikasi yang berbasis big data saat ini antara lain kebutuhan mengakses setiap waktu dan di manapun, mudah digunakan, mengerti apa yang kita mau, praktis, dan adanya pengurangan biaya,” jelasnya. (Feari)



Tinggalkan Balasan

Translate »