Unisba

International Office | Karir | Login Sisfo

Komhumas – Kemahasiswaan Unisba menyelenggarakan acara sarasehan dengan tema “Diskusi Bersama Dalam Rangka Penguatan Organisasi Mahasiswa untuk Unisba yang Unggul dan Maju” di Situ Cileunca, Senin (23/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari setiap organisasi mahasiswa yang ada di Unisba antara lain UKM, LKM, DAMU, dan BEMU. Tujuan diselenggarakannnhya kegiatan ini adalah sebagai forum diskusi antara Kemahasiswaan dan Ormawa guna meningkatkan pemeringakatan Unisba baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Wakil Rektor III , Dr. Amrullah Hayatudin, S.HI., M.Ag. mengatakan, kontribusi Ormawa untuk pemeringkatan ini sangat dibutuhkan.  Ormawa diberi kebebasan untuk melaksanakan kegiatannya sekreatif mungkin namun tetap diberi pengarahan sehingga nantinya apa yang menjadi tujuan bersama antara Ormawa dengan Kemahasiswaan yaitu mewujudkan Unisba yang unggul dan maju dapat terealisasikan. Secara singkat Wakil Rektor III menyampaikn apa-apa saja yang menjadi fungsi Ormawa di kampus diantaranya yaitu sebagai agen of change dan social control  dimasyarakat.

     ”karena peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sosial. misi, tekad dan perjuangannya untuk kepentingan masyarakat secara luas…. Sekali  lagi yang paling penting, ditunggu dan diharapkan adalah bahwa mahasiswa mampu memainkan peran yang strategis , kesatuan visi, tekad dan perjuangan untuk kepentingan masyarakat luas” tutur beliau

            Selanjutnya  disambung oleh Kabag Kemahasiswaan Hikmat Taufiq S.Ag yang menjelaskan secara terperinci bagaimana cara membangun karakter dengan berlandaskan pada  karakter ahlakul karimah dan karakter 3M (Mujahid, Mujtahid dan Mujaddid) dilingkungan kampus Unisba. Dengan menjadikan Rasulullah Saw sebagai sosok yang sempurna untuk menjadi panutan karena setiap apa yang Rasulullah Saw ucapkan dan katakan merupakan cerminan (interpretasi) dari ayat-ayat al-Qur’an. Dan  tentu hal ini yang harus kita tiru guna mewujudkan sifat atau karakter yang sangat penting dalam berorganisasi yaitu kejujuran. Jujur terhadap diri sendiri.

            Lebih jauh Kasi Penalaran, Kreatifitas dan Pengembangan Mental Kebangsaan Muhammad Andri Ibrahim, S.T., M.E.Sy menyampaikan terkait sinkronisasi program kemahasiswan dengan menyebutkan bahwa Ormawa adalah sebagai salah satu program MBKM karena sebagai cara untuk pengembangan diri yang materinya tidak dipelajari didalam kelas. Selanjutnya beliau menyebutkan 9 program MBKM yang ada yaitu Penelitian/Riset, Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik,  Proyek Kemanusiaan, kampus mengajar. magang/Praktik Kerja, Studi/Proyek Independen. Kegiatan Wirausaha, Pertukaran Pelajar.

            Setelah cukup materi pengantar disampaikan oleh tiga narasumber, agenda dilanjut kepada  session sharing antara perwakilan Ormawa yang ada untuk menyampaikan solusi, aspirasi pertanyaan serta pernyataan terkait organisasi yang ada. Untuk sesi pertama Wakil Rektor III, Kabag Kemahasiswaan, dan kasi-kasi Kemahasiswaan ikut berdiskusi bersama Ormawa. Acara diawali dengan penyampaian permasalahan-permasalahan yaitu terkait SOP Organisasi, kendala fundamental yang dialami Ormawa serta pertanyaan yang lainnya. Dari acara sharing session tersebut dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya, bahwa dalam kegiatan kreatifitasnya  Organisasi tidak dibatasi, justru sebisa mungkin nalar nya dipergunakan untuk mengekplor kreativitas seluas mungkin guna meningkatkan pemeringkatan Unisba namun tetap harus berpegang pada SOP yang ada serta tetap dalam koridor norma dan etika yang harus dijaga. Karena SOP ini berpengaruh juga terhadap koordinasi antara Ormawa dengan Kemahasiswaan , disana terdapat susunan hierarki yang harus terlibat dalam setiap kegiatan kreativitas Ormawa. Kemudian SOP ini juga berpengaruh terhadap karakter Mahasiswa aktivis ini yaitu untuk menanamkan kejujuran sehingga terhindar dari penyalahgunaan wewenang yang merupakan cikal bakal korupsi. Sehingga tentu hal tersebut harus sebisa mungkin dihindari.

 Kemudian, kedepannya diharapkan ada pembaruan serta komunikasi 2 arah yang lebih intens antara Ormawa dengan Kemahasiswaaan sehingga koordinasi berjalan dengan baik agar bisa bekerja sama mencapai tujuan yang sama. Dengan begitu nantinya akan ada kebijakan yang lahir atas masukan Ormawa sehingga sejalan dan memang diinginkan Kehadirannya. Selain itu disampaikan juga bahwa kedepannya Unisba memiliki beberapa program yang diantaranya berkaitan dengan peningkatan Kaderisasi Organisasi yaitu Mapping minat bakat sehingga nantinya hasil Psikometrik tersbut dapat digunakan sebagai panduan untuk para mahasiswa mengikuti UKM atau UKM yang ada di Unisba berdasarkan Minat dan bakat yang mereka miliki, perencanaan program ini merupakan hasil adopsi dari sistem informasi UGM yang memuat beberapa hal yang memudahkan mengimplementasikan beberapa program yang sebelumnya sulit diaplikasikan. Kemudian program lain yang kedepannya akan dilaksanakan yaitu adanya bimbingan konseling kesehatan mental serta bimbingan konseling karir, Inkubator bisnis Unisba sebagai program untuk  kewirausahaan, Karier Fair, Expo kewirausahaan dan lainnya. 

Baru pada sesi ke 2 Sharing dilaksanakan hanya antara Ormawa Perwakilan Ormawa yang ada. Sharing session  ini berlangsung dengan ramai dan disambut antusias oleh para Ormawa serta ditanggapi dengan sikap keterbukaan dari Kemahasiswaan terhadap setiap solusi dan aspirasi yang masuk sehingga komunikasi yang terjalin 2 arah dengan saling memberi dan menerima serta kedepannya diharapkan komunikasi seperti halnya kegiatan tersebut bisa berlangsung lebih intens guna meningkatkan chemistry dan meningkatkan koordinasi antara Ormawa dan Kemahaiswaan.

            Sebelum acara Sarasehan sampai kepada agenda penutupan, para peserta yang hadir berkesempatan mengikuti wahana yang tersedia ditempat wisata tersebut sebagai salah satu ice breaking setelah hampir 1 hari penuh dihabiskan dengan agenda sharing dan diskusi. (***)



Translate »