Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Jelang Pensiun, Pegawai Unisba Ikuti Pembekalan Perencanaan Keuangan

Jelang Pensiun, Pegawai Unisba Ikuti Pembekalan Perencanaan Keuangan

KOMINPRO – Menghadapi masa pensiun dengan tenang dan bahagia tak bisa disiapkan secara mendadak. Banyak orang tak siap menghadapi masa pensiun karena merasa kurang memilki persiapan terutama dalam hal finansial. Sehingga kemampuan untuk menyusun rencana keuangan yang baik merupakan hal penting untuk dimiliki seseorang agar kehidupan di masa tua lebih terjamin.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, Unit Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar workshop bertema “Literasi Peluang Investasi Bagi Pegawai dan Pensiunan Universitas Islam Bandung” di Student Center Unisba, Senin (2/12). Dalam acara tersebut perencana keuangan pensiunan Dr. H. Mokh, Adib Sultan, ST., MT hadir dan membagikan ilmunya mengenai tips jitu menghadapi masa pensiun.

Menurutnya, tak cukup waktu setahun dua tahun untuk memupuk kesiapan masa pensiun. Paling tidak, seseorang mulai menyiapkan diri, khususnya dari segi finansial, minimal sejak 10 tahun sebelumnya. Dia mengatakan, bahkan seseorang yang telah memiliki dana pensiun tetap merasa risau karena pada kenyataanya uang bulanan yang dihasilkan tidak selalu mencukupi.

“Banyak pegawai negeri sipil dan swasta menerapkan sistem potong gaji untuk disisihkan ke dana pensiun.Tapi pada kenyataannya nilai uang semakin lama juga semakin turun karena secara ekonomi kita akan treus mengalami inflansi. Maka tak heran jika sebagai manusia timbul rasa khawatir meskipun sudah memliki dana pensiun,”ujarnya.

Adib mengatakan, jika hanya mengandalkan tabungan hari tua seseorang tentu tak akan merasa cukup. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan calon pensiunan agar mapan saat purnatugas yakni, menyelesaikan masalah hutang, menyiapkan dana darurat, dan mulai berinvestasi. Dia mengatakan, dalam menghadapi masa pensiun setidaknya seseorang harus memilki dana darurat sebesar enam kali lipat dari jumlah pengeluaran selama satu bulan.

“Dari dana pensiun yang dimiliki Bapak dan Ibu harus memiliki dana darurat. Uang ini jangan di simpan dalam bentuk uang atau tabungan agar tidak terpakai.Konversikan dana darurat dalam bentuk logam mulia karena memilki nilai invetasi cenderung naik. Bahkan tahun ini  pertumbuhan harga emas mencapai 26%. Gunanya untuk digunakan jika suatu saat terjadi bencana yang tidak diinginkan” ujarnya.

Selain itu, Abdi menjelaskan, untuk menghindari perilaku konsumtif di masa pensiun, seseorang harus memilki tabungan khusus untuk menyimpan biaya operasional.Dia menyarankan, biaya operasional tersebut diperhitungkan hanya untuk satu hingga dua tahun ke depan agar seseorang yang menghadapi masa purna bakti dapat menggunakan sisa dana pensiun untuk memulai usaha.(Feari)