Sep 18, 2018 Last Updated 8:42 AM, Sep 18, 2018
Webmaster

Webmaster

Jajaran pimpinan Unisba berdialog dengan mahasiswa perihal penyelenggaraan kelas malam

KOMINPRO-Isu akan diselenggarakannya kelas malam yang memicu demontrasi mahasiswa membuat pihak Rektorat dan Yayasan turun tangan. Seluruh jajaran pimpinan yang terdiri dari Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dan Sekretaris, Dr. Irfan Syafrudin, M.Ag. hadir bersama Rektor, Prof. Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., Wakil Rektor (Warek) I, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Ph.D.,IPM., Warek II, Dr. Hj. Atih Rohaeti Dariah, SE.,M.Si., Warek III, Drs. Asep Ramdan Hidayat, M.Si., dan jajaran pimpinan berdialog dengan mahasiswa di kampus, Senin (17/9).

Pada kesempatan ini Rektor kembali menegaskan bahwa Unisba tidak akan menyelenggarakan kelas malam. “Jika kehawatiran Saudara terjadi, kami akan menyewakan gedung untuk menyelenggarakan perkuliahan, sehingga tidak akan terjadi kelas malam,” kata Rektor. Dalam rapat pimpinan yang rutin dilaksanakan satu bulan sekali pun, lanjutnya, kelas malam tidak pernah dibahas.

Menurut Rektor, 3293 mahasiswa baru T.A. 2018/2019 yang diterima Unisba tidak mempengaruhi jam perkuliahan hingga malam hari (perkuliahan masih berjalan normal). Rektor mengakui, banyaknya jumlah mahasiswa tahun ini di luar perkiraan, melebihi target yang ditentukan. Jumlah tersebut diperoleh karena mahasiswa baru di Fakultas Dirosah (Syariah, Dakwah dan Tarbiyah) dan program studi Ilmu Ekonomi mengalami peningkatan yang drastis. “Di satu sisi kita gembira dan di lain pihak kita harus menyusun jadwal kuliah semakin ketat. Namun begitu, untuk jadwal kuliah masih memenuhi jam seperti biasanya jadi jangan terpancing isu kelas malam,” tegas Rektor.

Jumlah mahasiswa baru tersebut, lanjut Rektor, sudah sesuai dengan target perhitungan dan kapasitas dosen yang dimiliki.  Kalaupun jumlah dosennya kurang, Rektor berjanji akan memberikan solusi dengan merekrut ataupun mengontrak dosen dan akan berusaha untuk meminimalisir berbagai efek yang ditimbulkan dari meningkatnya jumlah mahasiswa baru.

Kepada para mahasiswa, Rektor mengimbau, jika akan melakukan diskusi dengan Pimpinan Universitas maupun Yayasan, agar membuka dialog dengan tertib yang diawali dengan penyelesaian di fakultas. Jika mengalami kebuntuan, lanjutnya, maka Rektorat akan menerima diskusi tersebut.

Sementara itu, Warek I, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Ph.D.,IPM. menyadari bahwa jumlah mahasiswa saat ini melebihi kapasitas dan terkendala fasilitas ruang kuliah. Walaupun begitu, Warek I menegaskan, rasio dosen dan mahasiswa masih sesuai yaitu 1 : 40. Upaya mengatasai keterbatasan ruang kuliah yang dimiliki Unisba, saat ini sedang dibangun gedung baru di Jl. Tamansari no. 24 yang dilengkapi dengan fasilitas parkir yang mumpuni.

Mengenai fasilitas air minum yang dipertanyakan mahasiswa, Warek II Unisba, Dr. Atih Rohaeti Dariah, SE., M.Si., menjawab, penggunaanya bisa diakses oleh seluruh mahasiswa selama menjadi mahasiswa Unisba. Mahasiswa lama memiliki hak untuk menggunakan hanya saja tidak menggunakan tumbler.

Sedangkan mengenai letak Kopsyarkardos yang berada di Kampus Ranggagading, Warek II mengatakan, dalam waktu dekat akan ada upaya pemindahan ke Kampus Utama Unisba Jl. Tamansari No. 1 Bandung, hanya tanggal pastinya belum bisa ditentukan.

Senada dengan Warek II, Warek III Unisba, H. Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si., mengungkapkan mahasiswa lama memiliki akses untuk menggunakan fasilitas air minum. Mahasiswa lama akan diberikan chip khusus untuk bisa mengakses fasilitas tersebut. Warek III pun mengatakan, tidak ada biaya bagi mahasiswa lama untuk fasilitas ini.

Mewakili Yayasan, Sekretaris Yayasan Unisba, Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag., meminta maaf atas ketidaknyamana selama kuliah berlangsung hingga saat ini. “Sampai saat ini yayasan terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan fasilitas perkuliahan, salah satunya dengan membangun gedung baru,” terangnya.

Pembangunan gedung baru tersebut, menurut Pak Irfan, banyak mengalami kendala diantaranya tidak mudah mendapatkan izin pembangunan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan pembangunan gedung yang ditargetkan selesai di bulan Desember 2019 ini. “Semoga segera bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa dan masalah fasilitas perkuliahan bisa teratasi,” pungkasnya.(Eki/Sari)

 

 

Tagged under

Berita Duka

  • Sep 17, 2018
  • Published in Berita

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

H. Sulaeman Baihaki, SE.

(Pembina Yayasan Unisba)

Pada hari Selasa, 17 September 2018 pukul 06.30 WIB

di RS Borromeus Bandung

Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga almarhum

mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

*Mohon maaf foto tidak dapat ditampilkan karena sedang ada kendala teknis

 

 

Tagged under

WR I memberikan keterangan tentang penyelenggaraan kelas malam kepada wartawan.

KOMINPRO- Wakil Rektor I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man.MT.,Ph.D.,IPM. mengatakan, Unisba tidak menyelenggarakan kelas malam. Hal tersebut diungkap terkait demo mahasiswa (14/9)  yang menolak penyelenggaraan kuliah (kelas) malam.

“Saya sudah mengecek ke seluruh fakultas melalui Wakil Dekan I, untuk memastikan penyelenggaraan perkuliahan. Alhamdulillah mereka semua menyatakan kuliah tetap berjalan tanpa adanya kelas malam,” terang Warek I.

Issue yang beredar di kalangan mahasiswa, berdasarkan berita di Suara Mahasiswa yang menyebutkan bahwa Unisba akan menyelenggarakan kuliah malam. Sehubungan dengan diterimanya mahasiswa baru yang jumlahnya mencapai 3292 orang. “Ungkapan itu baru kemungkinan karena waktu itu Bagian Akademik Universitas belum menghitung secara ril kondisi di lapangan,” terang Warek I.

Setelah dilakukan pengecekan berdasarkan data mahasiswa yang mengikuti perwalian, maka dapat dipastikan bahwa semua kelas dan jadwal kuliah dilaksakan sampai pukul 18.10 Wib.

Setelah semua fakultas mengetahui permasalahan kekurangan kelas, akhirnya mereka secara sukarela mengembalikan kelas tersebut ke Universitas. Dan kelas inilah yang bisa menjadi solusi untuk menghindari kelas malam, sehingga kekurangan kelas untuk perkulian bisa teratasi.

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) III, Drs. H. Asep Ramdan, M.Si., mengungkapkan, sikap mahasiswa yang melakukan aksi tersebut dianggap wajar sebagai proses kedewasaan dan kebebasan menyampaikan pendapat. “Sayangnya mereka melakukan itu tanpa koordinasi terlebih dahulu sehingga apa yang mereka sampaikan terlalu prematur tanpa didukung data yang akurat,” terangnya.

Warek III tiga pun mengimbau agar mahasiswa melakukan orasi di dalam kampus (tidak ke luar/ke jalan raya) yang bisa mengakibatkan kemacetan dan merugikan orang lain.(Sari/Wiwit)

 

Tagged under

3 Kunci Sukses Ala Pandji

  • Sep 14, 2018
  • Published in Berita

Pandji Pragiwaksono menjadi pembicara dalam acara Studium General Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Ilmu Komunikasi di Aula Unisba, (13/9).  Dalam acara tersebut dia membagikan tiga kunci utama untuk menjadi orang sukses.

KOMINPRO-Siapa yang tak kenal Pandji. Komikus yang memiliki nama lengkap Pandji Pragiwaksono ini kerap tampil di layar kaca sebagai penghibur bahkan menjadi juri peserta Stand Up Comedy yang disiarkan salah satu televisi nasional ternama. Ya, dia tak hanya sukses sebagai komedian. Pria yang mengawali kariernya sebagai penyiar radio ini sukses pula menjadi presenter, penulis buku, membintangi layar lebar sebagai aktor, hingga sutradara. Dia pun sempat menjajal kemampuannya menjadi rapper.

Diakui  pria lulusan Jurusan Desain (Produk), Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini, berbagai capaian yang dia nikmati saat ini justru tidak didapat dari bangku kuliah sepenuhnya. “Cara untuk menemukan passion tidak hanya dengan banyak belajar tapi juga bisa karena banyak bermain. Belajar saja tidak cukup,” katanya.

Ia pun berpendapat, bermain adalah belajar dengan sukarela. “Jika melaksanakan rutinitas saja, nanti kalian akan jadi jombie,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara Studium General Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Ilmu Komunikasi di Aula Unisba, (13/9).

Seseorang yang tidak memilki passion, lanjut Pandji, hanya akan mengulang rutinitas hingga akhirnya timbul rasa penyesalan di masa tua. Hal itu terjadi karena setiap keputusan yang diambil seseorang tak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar. Dia menyarankan peserta yang hadir untuk berusaha mencari passion sedini mungkin dan jangan biarkan orang lain ikut andil membunuh mimpi kita.

“Kita bisa punya karir apapun, jangan meremehkan hal yang kecil. Coba berkegiatan tanpa dapat duit, kalo teman-teman bahagia melakukan tanpa dibayar bisa jadi itu passion kamu,” katanya.

Dibesarkan dari keluarga yang menyukai bidang matematika, membuat Panji sadar bahwa bakat orang tua tidak selalu diturunkan kepada anaknya. Sering menghabiskan waktu untuk bermain, siapa sangka hal tersebut justru menuntun Pandji menemukan bakatnya sebagai pendongeng.

Pandji mengaku, ada tiga kunci sukses yang mengantarkan dirinya sampai ke titik seperti saat ini, yaitu percaya diri, percaya mimpi, dan percaya proses. Jika diniatkan dengan tujuan yang jelas, kata dia, apa yang diusahakan pasti akan membuahkan hasil, asal orang tersebut mau belajar dari kesalahan dan bersabar.

Di hadapan mahasiswa baru FIKOM Pandji mengingatkan, harus ada bobot dan nilai yang jelas ketika kita berkarya. “Jangan takut jelek, dan takut dihina/diejek, memulai saja dahulu. Ketika ada yang kurang, perbaiki agar kedepannya lebih baik. Karena saya bisa sampai hari ini juga melalui proses panjang 11 tahun,” terangnya.

Disinggung pendapatnya terkait kondisi mahasiswa jaman milenial, Pandji mengatakan, mahasiswa Unisba jaman sekarang mempunyai kesempatan lebih besar untuk melakukan perubahan dibandingkan generasi sebelumnya.  Generasi milenial, lanjut dia, memiliki kesempatan yang lebih mudah untuk mengakses informasi.  Sebagai mahasiswa yang lahir dari kampus bernuansa Islam, Pandji berharap, lulusan Unisba kelak bisa ikut andil dalam memicu perubahan positif bagi Indonesia.

Hampir semua perubahan yang terjadi di Indonesia, kata dia, pemicunya dimulai dari anak muda, meskipun perubahannya dilakukan bersama. “Perlu diingat bahwa picu yang diciptakan anak muda tidak akan mempunyai substansi yang baik tanpa ilmu, tanpa wawasan, dan tanpa semangat perjuangan yang dicitaka-citakan,” katanya. (Feari/Sari)

Tagged under

LPPM Menentukan Peringkat Unisba

  • Sep 12, 2018
  • Published in Berita

Pimpinan Unisba bersama Jajaran Pimpinan LPPM Unisba

KOMINPRO-LPPM memiliki peran dalam pemeringkatan sebuah  perguruan tinggi. LPPM Unisba berpengaruh pada posisi peringkat Unisba di Kemenristekdikti. Jika melihat pemeringkatan dan yang lainnya, entri point-nya terletak pada LPPM. Bagaimana penelitian dan bagaimana PKM meningkat, mau tidak mau dilihat dari aktifitas LPPM.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof.Dr.H. Edi Setiadi,SH.,MH., saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja (Raker) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisba dan Pusat T.A. 2018/2019 di Sumber Alam Cipanas Garut yang diikuti oleh Pimpinan Universitas, Pimpinan LPPM Unisba dan Staf, pada Senin s.d. Selasa (10-11/09).

Skema anggaran LPPM, kata Rektor,  paling pesat diantara fakultas dan lembaga lainnya di Unisba diluar Fakultas Kedokteran. “Ini artinya LPPM sudah ada pusat-pusat baru, sudah ada struktur yang baru, dan jurnal harus diperkuat oleh LPPM. Itu yang harus dipertahankan” katanya. Rektor berharap, jumlah staf yang memiliki keahlian di LPPM ditambah, hal ini dimaksudkan untuk menunjang peningkatan aktifitas di lingkungan LPPM.

Dalam rapat ini, pimpinan Universitas yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor I dan II memberikan arahan kepada tim LPPM. Selain itu, ketua LPPM memberikan pemaparannya dan dilanjutkan dengan persentasi dari setiap Ketua Pusat di LPPM Unisba yang dilanjutkan dengan diskusi, terdiri dari Dr. Rodliyah Khuza’i, M.Ag. (Kepala PSGA), Dr. Aviasti, Ir., M.Sc. (Ketua P2TLH), Tatty Aryani Ramli, S.H., M.H. (Ketua PS HKI), Dadi Ahmadi, S.Sos., M.I.Kom. (Kepala P2U), Dr. Maya Tejasari, dr., M.Kes. (Kepala Pusat Halal), Dr. Husni Syam, S.H., LL-M. (Kepala Pusat Studi ASEAN) dan Prof. Dr. Neni Yulianita, M.Si. (Kepala Pusat Kajian Anti Korupsi).

Dikatakan Rektor, aktifitas dan program kerja di Unisba, berjalan dengan adanya sinkronisasi antara universitas dengan fakultas, unit atau lembaga. Dengan demikian ketertiban pada saat pertanggungjawaban keuangan dan lainnya akan berjalan mudah karena tidak ada aktifitas diluar anggaran, sehingga pencapaian konkrit dapat terlaksana.

Sementara itu, Ketua LPPM Unisba, Prof. Dr. Hj. Atie Rachmiatie, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, rapat ini merupakan program yang sudah ada dalam perencanaan LPPM sebagai bentuk dalam mewujudkan hasil yang lebih baik. “Untuk bisa memperoleh hasil yang optimal, perlu koordinasi dan sinkronisasi, juga perlu adanya perencanaan dan pelaksanaan yang terkoordinir dengan baik,” ungkapnya.

Prestasi yang telah diraih sebelumnya, kata Prof Atie, harus dapat dipertahankan dengan memperkaya dan mengoptimalkan fungsi-fungsi LPPM. Beliau berharap, dukungan dari pimpinan dapat ditetapkan di dalam Rencana Strategi dan Rencana Induk Pengembangan Unisba.(Eki/Sari)

 

 

 

Tagged under