May 24, 2018 Last Updated 3:14 AM, May 25, 2018

Diet Oh Diet...

Published in Karya
Read 192 times
Rate this item
(0 votes)

Fitrianti Darusman dan Winda Wardani dosen MIPA Unisba, penulis buku Soya Terima Sehatnya dengan Seperangkat Nutrisi yang Benar don Olahraga yang Tepat, penerbit P2U Unisba-SEMAKIN banyak petunjuk berdiet yang bias diperoleh dari sumber bacaan di mana saja. Tidak jarang diet yang sebetulnya belum terbukti secara sahih dan baru merupakan percobaan terhadap sebagian orang saja.

Banyak orang ya ng tidak sadar bahwa masalah          berat      badan     berlebihan            tidak bisa diselesaikan dengan sekadar berdiet. Sebenarnya, masalah berat badan berlebihan berhubungan erat dengan pola hidup tidak sehat, termasuk di dalamnya kebiasaa n makan yang tidak sehat yang dilakukan terus-menerus sehingga                       lama-kelamaan      menimbulkan gangguan metabolisme dan gangguan hormon.

Orangyang susah menurunkan berat badan artinya memiliki metabol isme yang tidak sehat dan juga memiliki gangguan hormon. Kondisi ini hanya bisa dikembalikan dan menjadi sehat kembali dengan cara menghentikan makanan­

makanan yangtidaksehat,terutama karbohidrat sederhana termasuk tepung proses dan gula. Pada saat yang sama, mengonsumsi makanan­ makanan sehat, yaitu karbohidrat kompleks, serat sayuran,protein alami,dan air putih.

Hanya bila metabolisme kita telah kembali sehat, kita dapat menurunkan berat badan dengan aman dan logis. Berhati-hatilah dengan diet ekstrem, seperti meniadakan sama sekali salah satu atau lebih unsur nutrisi yang sejatinya dibutuhkan oleh tubuh kita karena meniadakan unsur penting bagi tubuh berarti memberi ancaman terhadap tubuh kekurangan zat penting untuk berfungsi seca ra sehat dan seimbang.

Namun,sering ada anggapan,"Diet ekstrem, kan, hanya berlangsung beberapa minggu saja . Jadi,tubuh tidak akan menanggung akibat ya ng buruk:' Anggapan ini sangat keliru, kenapa? Karena sesudah beres diet ekstremnya, lalu mau apa? Balik ke pola makan tidak tepat seperti dulukah?

Bahkan  seorang  pakar  nutrisi, David Gillespie, mengatakan. "Diet ekstremjustru cara palingampuh untuk menjadigemuk:'Kok, bisa? Gangguan metabolisme dan gangguan hormon ya ng disebabkan diet ekstrem justru membuat tubuh kita tidak bisa mencerna makanan dengan baik.Tubuh kita malah akan menyimpan cadangan lemak dan bahkan mengubah setiap makanan yang masuk menjadi cadangan lemak akibat tubuh merasa kekurangan makanan dan nutrisi gara-gara diet ekstrem yang dija lani.

Begitu pun juga diet dengan cara makan obat pelangsing/fat burner agar cepat turun berat badan tanpa dibarengi dengan olahraga atau pola makan yang benar, ya, sama juga bohong. Orang yang memiliki masalah dengan jantung, kebugaran jantungnya tidak terlatih lalu mengonsumsi obat peluruh lemak atau fat burner, sama dengan membebani kerja jantungnya. Obat-obatan dari bahan sintetis atau ekstrak herbal alami sebagai penurun berat badan bagaimanapun juga akan memberi pekerjaan lebi h kepada ginjal dan liver untuk memprosesnya.

Di lain hal. ada yang mencoba diet dengan mengganti asupan makanannya dengan makanan "sa kti" seperti nutrition shake, yang sekali minum langsung kenyang seharian dan kuat bertenaga. Harganya pun mahal. Sebenarnya yang terbaik itu, kita cukup mengasup makanan alami yang sangat dekat dengan bentuk aslinya.

Melakukan olahraga berlebihan dengan tujuan agar weight Joss tanpa mengatur pola makan sehat, atau mengurangi drastis porsi makan,justru bisa menyusutkan massa otot dan massa tulang. Akibatnya, kita malah menjadi kekurangan nutrisi karena semua cadangan yang ada ludes dipakai berolahraga dan berkegiatan sehari-hari.

Bagi yang di ambang putus asa karena lelah dengan usaha turun berat badan yang mandeg padahal sudah makan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, atau sudah berhenti makan makanan yang digoreng, silakan eek apakah sudah berhenti makan gula? Sudah mengurangi karbohidrat sederhana terutama makanan yang mengandung tepung olahan? Sudah mengurangi makanan yang tidak sehat lainnya? Sudah menambah asupan makanan sehat (bergizi)?Sudah makan dengan komposisi seimbang dan porsi yang benar? Sudah banyak makan sayur? Sudah berolahraga dengan teratur? Sudah istirahat yang cukup?

Jadi, yang diperlukan adalah pola makan sehat yang didukung dengan olahraga teratur dan cukup istirahat. alias pola hidup sehat menyeluruh. lnilah yang diperlukan oleh tubuh kita untuk bisa  me-reset dan memulihkan kese hatan metabolisme dan keseimbangan hormon.(Sumber : Kompas hal. 36, 09 Maret 2018)

 

 

 

Last modified on Sabtu, 10 Maret 2018 02:43