Nov 24, 2017 Last Updated 9:43 AM, Nov 22, 2017

Simbiosis Industri

Published in Karya
Read 903 times
Rate this item
(1 Vote)

Aviasti, Ir., M.Sc. (Dosen Prodi Teknik Industri Unisba) - Keberhasilan suatu perusahaan manufaktur sangat bergantung pada kemampuannya dalam hal mengidentifikasi keinginan pelanggan, dan kemudian menterjemahkannya dalam karakteristik teknis serta cepat membuat produk yang diinginkan dengan biaya rendah. Namun, perusahaan sering kali lupa mempertimbangkan proses pembuatan produk serta output yang ramah lingkungan.

Pada dekade ini terdapat permasalahan yang mengancam semua aspek kehidupan manusia, yaitu rusaknya lingkungan. Salah satu penyebabnya adalah pembuatan produk yang tidak ramah lingkungan dan inefisiensi pengunaan sumber daya.

Mengatasi kerusakan

Bermacam cara dilakukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat proses produksi. Selain membuat produk yang ramah lingkungan (green and clean product), perusahaan juga berusaha mendapatkan sertifikat ISO 14001 yang berkaitan dengan prosedur dan sistem manajemen lingkungan, atau ISO 14060 yang berkaitan dengan Aspek Lingkungan dari Standar Produk.

Dalam kawasan industri sendiri, salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi kerusakan lingkungan adalah merancang kawasan industri yang ramah lingkungan (Eco Industrial Park-EIP). EIP merupakan sekumpulan industri (penghasil produk/jasa) yang berlokasi pada suatu tempat para pelaku-pelaku di dalamnya mencoba meningkatkan performansi lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Pengertian lain tentang kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri. Pembangunan kawasan industri bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri, meningkatkan daya saing industri dan meningkatkan daya saing investasi.

Terdapat tiga tujuan lain yang biasanya sulit dicapai yaitu mengendalikan pemanfaatan ruang,  meningkatkan upaya pembangunan industri yang berwawasan lingkungan, serta memberikan kepastian lokasi dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang terkoordinasi.

Penerapan  konsep EIP akan menghasilkan simbiosis industri yang merupakan sebuah bentuk kerjasama industri yang memiliki tingkat saling kebergantungan antar perusahaan yang melakukan pertukaran material, energi dan berbagai hal-hal yang saling menguntungkan satu sama lain dan dapat memberikan kemakmuran bersama.

Pada saat ini simbiosis industri, terutama untuk kawasan industri berwawasan lingkungan yang ada di Indonesia belum berhasil melakukan kerjasama yang saling menguntungkan dengan baik. Menurut Djajadiningrat dan Melia (2004) tantangan yang dihadapi oleh para pengembang EIP  pada saat ini adalah memecahkan kebekuan komunikasi yang selama ini muncul yaitu komunikasi antar para pelaku, pemerintah, dan masyarakat sekitar.

Peran aktif

Salah satu tujuan yang ingin dicapai  Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Bandung  adalah berperan serta untuk ikut aktif memecahkan permasalahan yang dihadapi industri-industri dalam proses pengelolaan limbah industri,memperkecil dampak aktivitas industri terhadap lingkungan, dan memecahkan kebekuan komunikasi yang selami ini muncul yaitu antara pelaku industri, pemerintah dan masyarakat sekitar.

Peran serta tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian materi kuliah di kelas terhadap mahasiswa yang berhubungan dengan pengetahuan lingkungan, manajemen lingkungan, dan ekologi industri dimana didalamnya terdapat materi simbiosis industri.

Bentuk peran serta yang lain adalah melakukan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan pengelolaan limbah industri antar industri agar zero waste sehingga simbiosis industri dapat terwujud, serta melakukan program pengabdian kepada masyarakat dan pelaku-pelaku industri lainnya untuk memberikan penyadaran agar tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman. (Sumber : Kompas Hal. 34, 24 Maret 2017)

More in this category: Bijak Bermedia Sosial »