May 25, 2017 Last Updated 9:39 PM, May 25, 2017

Menempuh Studi di Universitas Bergengsi

Published in Karya
Read 451 times
Rate this item
(0 votes)

Lima puluh delapan tahun bukan lagi usia muda bagi sebuah perguruan tinggi. Sebagai institusi pendidikan yang berdiri pada 15 November 1958, Universitas Islam Bandung berhasil melalui berbagai tantangan untuk mengembangkan diri menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia.

Berbagai prestasi telah ditorehkan institusi dan civitas akademika di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun regional. Untuk mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi terkemuka di tingkat Asia pada 2025, Unisba tak pernah berhenti untuk berbenah.

Pada awalnya, Unisba didirikan sebagai bagian dari perjuangan umat Islam di Indonesia dalam melalui bidang pendidikan. Orang Islam yang berpendidikan tinggi pada masa itu masih dapat dihitung jari.  Tokoh Islam pada masa itu menjadikan Perguruan Islam Tinggi (PIT) di Bandung sebagai sebuah jalan efektif dan sistematis dalam pembinaan kader-kader berpendidikan tinggi dan pemimpin Islam yang tangguh.

Kiprah yang dicita-citakan para pendiri PIT yang kemudian diubah namanya menjadi Unisba tersebut sederhana, yakni mencetak sarjana muslim yang berwawasan luas, berakhlakul karimah, dan menjadi mujahid (pejuang), mujtahid (ilmuwan), mujaddid (pembaharu). Meski hampir enam puluhan tahun lamanya, itulah sesungguhnya misi yang terus dipelihara Unisba hingga kini.

Unisba yang awalnya berkiprah di bidang pendidikan melalui pendirian tiga fakultas agama, yakni Syari`ah, Ushuluddin, dan Tarbiyah, selanjutnya mengembangkan diri dengan membuka beberapa fakultas atau prodi umum. Dibukanya fakultas baru seperti Hukum, Matematika dan Ilmu Alam (MIPA), Psikologi, Ekonomi, dan Ilmu Komunikasi. Pada kurun waktu pendirian fakultas baru itulah kemudian Unisba lebih melesat perkembangannya hingga didirikan pula fakultas paling bungsu, yakni Kedokteran pada tahun 2004. Kehadiran Fakultas ini membuat kiprah Unisba di bidang pendidikan terasa lebih lengkap.

Sebagai konsistensi dalam kiprahnya menyiapkan manusia yang unggul dan berakhlakul karimah, Unisba memiliki kekhasan yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain. Unisba menyiapkan mahasiswa melalui program ta`aruf, mentoring, pesantren mahasiswa, kurikulum PAI, dan pesantren calon sarjana dan bimbingan karir.

Bila di perguruan tinggi lain, mahasiswa diwajibkan mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) yang identik dengan kekerasan dan intimidasi, Unisba memiliki program Ta`aruf dan P3M (Pengenalan dan Pengembangan Pribadi Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid). Mahasiswa memasuki masa pengenalan kehidupan Islami di kampus melalui materi keislaman dan ke-Unisba-an.

Selanjutnya, untuk memantapkan kiprahnya menyiapkan manusia berpendidikan dan religius, Unisba menyiapkan mentoring yang diikuti semua mahasiswa baru. Melalui mentoring, mahasiswa diupayakan terbebas dari buta huruf al-Qur`an dan terbinanya nilai-nilai Islam baik ilmiah maupun amaliah.

Memasuki semester dua, semua mahasiswa Unisba wajib mengikuti pesantren mahasiswa selama kurang lebih seminggu. Dalam pesantren tersebut, mahasiswa dibina dan ditingkatkan kemampuan membaca/menulis al-Qur`an dan ibadah praktis, diperluas wawasan keislaman, dimantapkan akhlak karimah, dipupuk ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus sebagai program silaturahim mahasiswa antarfakultas.  

Memasuki semester akhir, sebagai bagian dari upaya menyiapkan manusia mandiri, unggul dan berakhlak, Unisba memiliki program Pesantren Calon Sarjana dan Bimbingan Karir. Dalam pesantren ini,  para calon sarjana dibekali materi kewirausahaan, peluang dan tantangan dunia kerja, analisis orientasi diri, kepemimpinan, dan ketahanan bangsa. Dalam pesantren ini pula para calon sarjana disiapkan untuk mampu berkiprah di lingkungan masyarakat dengan praktek ibadah seperti imam shalat, ceramah dan khutbah.

Sarjana Unisba saat berkiprah di masyarakat tentunya harus memiliki bekal agama yang memadai, untuk itulah Unisba memiliki kurikulum PAI bagi mahasiswa selama tujuh semester. Mahasiswa mempelajari Aqidah, Pesantren (semester dua), Muamalah, Akhlak, Peradaban Islam, Pemikiran Islam, Islam dan Disiplin Ilmu.

Di usia ke-58, Unisba telah melakukan percepatan dalam pengembangan kegiatan akademik dan penunjang hingga diraihlah predikat “B” untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Penghargaan “Indonesian Quality Award” untuk kualifikasi Early Improvement (2015) diraih Unisba di Jakarta. Penghargaan lainnya yang masih terasa hangat adalah “Sindo Jabar Green Award” (2015) yang diraih Unisba atas kontribusinya di bidang lingkungan, di Bandung. Selain itu, sebagai perguruan tinggi terkemuka regional Asia, Desember lalu, Unisba menerima penghargaan The Best Regional University di bidang education sphere dari Europe Business Assembly Oxford (2015).

Dosen-dosen Unisba merupakan lulusan perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri dengan kualifikasi akademik rata-rata magister. Unisba adalah salah satu perguruan tinggi yang telah mendapatkan berbagai hibah kompetisi, baik dari pemerintah maupun lembaga swasta. Didukung pula oleh dosen-dosen yang sudah banyak memperoleh hibah penelitian dan pengabdian dari Departemen Pendidikan dan Departemen Agama. Berbagai sarana dan prasarana belajar, praktek, dan penelitian sebagai penunjang proses pendidikan disediakan secara lengkap, antara lain laboratorium, perpustakaan, pusat pembinaan, pusat pengolahan data, internet, serta berbagai pusat penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

                                                                                                                                           

Di bawah kepemimpinan Ketua Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl dan Rektor Prof. Dr. dr. M. Thaufiq Siddiq Boesoirie, M.S., Sp.THT-KL (K), Unisba melakukan seleksi lebih ketat terhadap calon mahasiswa baru. Masing-masing fakultas pun menetapkan standar akademik bagi calon mahasiswa Unisba, sehingga dengan input SDM (mahasiswa) yang berkualitas, diharapkan akan menghasilkan (output) sarjana yang berkualitas.

Di usia lebih dari setengah abad, Unisba tetap menjadi sebuah perguruan tinggi berlandaskan Islam, yang selain mengutamakan kualitas dan mutu pendidikan, juga mendidik mahasiswa dengan menanamkan perilaku yang berlandaskan pada aspek keislaman. Dengan demikian,  selain memiliki keunggulan dalam cara berpikir, mahasiswa juga diharapkan memiliki akhlak yang mulia sehingga ketika berkiprah di lingkungan masyarakat dapat mengimplementasikan  Islam yang rahmatan lil Alamin.  (Sumber : Kompas Hal. 37, 27 Januari  2017)