Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Webmaster

Webmaster

Prof. Dr. KH. Miftah Faridl bersama Ketua dan Sekretaris LSIPK Unisba

KOMINPRO-“Sebaik-baiknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun mencintamu, kamu menghormati mereka dan merekapun menghormati kamu. Pun sejelek-jeleknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun benci kepada kamu. Kamu melaknat mereka dan mereka pun melaknatmu”(HR Muslim).

Memilih pemimpin, tidaklah mudah. Hal ini terkait fungsi dan keterampilan seseorang dalam memimpin. Pemimpin yang baik adalah  pemimpin betulan bukan pemimpin kebetulan. Pemimpin betulan, adalah pemimpin yang memenuhi ketentuan-ketentuan yang diajarkan oleh Islam. Sedangkan pemimpin kebetulan adalah orang yang kebetulan menjadi pemimpin,  tanpa dilandasi keterampilan dalam memimpin dan tidak tahu aturan. Seorang pemimpin, harus berpihak pada rakyat dan umat karena pemimpin datang dari umat dan memimpin untuk umat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, yang juga Ketua MUI Kota Bandung, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dalam pengajian umum (bulanan) bertema, "Figur Pemimpin yang Dicintai Umatnya" di Masjid Al Asy’Ari Unisba, Rabu (16/01). Pengajian ini dihadiri sivitas akademika dan pegawai Unisba serta masyarakat Tamansari.

Rasulullah SAW,  mengamanatkan kepada umat Islam harus mempunyai pemimpin dalam setiap aktifitasnya, “Seperti yang diungkapkan dalam hadis, Rasuluullah SAW bersabda, tiga orang saja dalam perjalanan jauh, angkatlah seorang diantaranya menjadi pemimpin,” terang Prof. Miftah. 

Setiap diri kita adalah pemimpin bagi diri masing-masing. Pemimpin yang baik salah satunya menjadi pemimpin rumah tangga yang baik.. Prof. Miftah mengingatkan, kepemimpinan adalah hal yang penting sekaligus bisa menimbulkan  konflik. “Yang paling dasar menyebabkan umat Islam pecah itu adalah menyangkut imamah atau kepemimpinan,” katanya.

Al Quran mengajarkan kepada umat Islam bahwa konsep kepemimpinan adalah kekuasaan yang berada di genggaman Allah SWT seperti tercantum dalam Q.S. Al Imran ayat 26.  “Allah SWT yang memberikan jabatan dan kedudukan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah SWT pula yang mencabutnya sesuai kehendak-Nya. Keyakinan kita pada hakikatnya,  yang menetapkan itu Allah SWT. Allah SWT yang Maha Kuasa yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin dan Allah SWT membuat aturannya. Kepemimpinan itu pemberian dari Allah SWT,” jelasnya.

Menjadi pemimpin hendaknya tidak membuat seseorang menjadi sombong. Sebaliknya, tidak menjadi pemimpin jangan menjadi minder karena kemuliaan bukan ada pada jabatan dan kedudukan. Prof. Miftah mengatakan, banyak orang yang mempunyai kedudukan tapi tidak mempunyai kemuliaan. Dan tidak sedikit orang yang tidak mempunyai jabatan dan kedudukan tapi mempunyai kemuliaan. Jabatan merupakan keputusan dan pemberian dari Allah SWT, maka harus selalu bersyukur pada-Nya.

Seorang pemimpin juga harus adil dan jujur. Kedua sikap ini merupakan akhlak mulia bagi seorang pemimpin. Wujud syukur menjadi seorang pemimpin yang diberikan oleh Allah SWT yaitu apa pun harus disyukuri dan melaksanakan apa yang menjadi amanat. Jabatan dan kedudukan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabakan dan disadari untuk menjaganya. Prof. Miftah mengingatkan, jabatan sebagai amanah akan melahirkan penyesalan, kesedihan dan kesengsaraan kecuali mengambilnya dengan cara yang baik dan melaksanakan tugas dengan baik.

“Jabatan dan kedudukan merupakan media amar ma'ruf nahi munkar. Kalau memang jabatan itu membuat kita jauh dari Allah SWT lebih baik tidak punya jabatan. Surga tidak ditebus dengan jabatan tapi dari kesolehan,” tegasnya.

 Agama di suatu masyarakat tergantung dari agama dan keyakinan pemimpinnya. Jika pemimpinnya soleh, ada harapan masyarakatnya untuk ikut menjadi soleh. Seorang pemimpin, kata Prof. Miftah, harus memiliki empat sifat Rasulullah SAW yaitu siddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Selain itu pemimpin juga harus tepat janji, jangan menjadi pendendam dan harus menjadi pemaaf.

“Harus diartikan bahwa orang Islam itu harus punya pemimpin supaya tidak menyalahi aturan dan tidak menyalahi Al-Quran. Harus menyiapkan orang menjadi pemimpin yang memiliki persyaratan akhlak, kemauan dan kecintaan pada ayat Al-Quran,” ujarnya.

Tantangan saat ini tidak hanya melarang masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak memenuhi persyaratan tapi harus bisa melahirkan pemimpin yang memenuhi persyaratan. Pemimpin pun wajib dipatuhi kecuali yang mengajak kepada kemaksiatan dan kejahatan.

Dalam memilih pemimpin, beliau berpesan untuk memilihnya menurut kesadaran batin. Walaupun adanya perbedaan, keikhlasan harus selalu dimiliki karena yang terbaik merupakan tanggung jawab dihadapan Allah. “Jangan juga memilih melalui jalur suap karena ancamannya neraka,” pungkasnya.

Rektor Unisba

Sementara itu, Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. mengatakan, kegiatan pengajian merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) Unisba dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi.

Terkait tema yang diangkat yakni mengenai kepemimpinan adalah sesuai dengan kondisi Indonesia yang sebentar lagi akan menghadapi Pemilu 2019. “Sebentar lagi kita memilih pemimpin, kita harus segera menentukan sikap pemimpin seperti apa yang akan kita pilih. Kita semua pemimpin bukan hanya sendiri tapi keluarga. Pengajian ini membahas lebih dari pemimpin kepada diri sendiri tapi arti yang  lebih luas. Menyampaikan apa yang ada diajaran agama kita agar tidak ada salah sangka ,” ungkapnya.

Rektor berharap, melalui pengajian ini baik civitas akademika Unisba maupun warga Tamansari yang hadir bisa meng-istiqomah-kan aturan dan patokan Agama Islam selamanya terutama yang bersumber dari Al Quran. (Eki/Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged under

 

Rabiatul Adwiyah(Dosen FEB UNISBA)-Lingkungan harus selalu dijaga kebersihaannya,jika tidak dijaga akan menyebabkan suasana lingkungan yang tidak kondusif, seperti polusi, bau sampah dan akhirnya akan berujung pada bencana alam yang disebabkan karena ketidakpedulian dan tidak cinta terhadap lingkungan. Cinta lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari Mahasiswa, mahasiswa sebagai agent of change dapat melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat dimasyarakat. Salah satu upaya dalam menumbuhkan rasa peduli lingkungan di kalangan civitas akademika adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), Mahasiswa harus dilibatkan dalam kegiatan PKM Dosen, agar mahasiswa dapat melakukan transfer of knowledge mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di masyarakat.

Pada era digital ini, tidak dapat dipungkiri bahwa masih jarang dijumpa aksi ataupun tindakan nyata terutama dari kalangan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah lingkungan.  Salah satu program PKM yang diikutsertakan mahasiswa adalah kegiatan pemberdayaan ibu-ibu pedagang kaki lima di bantaran sungai cikapundung Kota Bandung, yang dilakukan oleh Dosen UNISBA. Kegiatan ini bertujuan untuk  meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat khususnya civitas akademika untuk lebih menjaga lingkungan sekitar supaya bebas sampah.

Kegiatan pemberdayaan ibu-ibu pedagang kaki lima di bantaran sungai cikapundung tersebut dilakukan karena melihat kondisi lingkungan pada daerah bantaran sungai cikapundung yang sangat jorok dan tidak sehat sebagai tempat tinggal masyarakat. Menurut data dari Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup (KLH) Kota Bandung Tahun 2018, Jumlah sampah di Kota Bandung mencapai 1500 Ton/hari dari berbagai jenis sampah. Komposisi jenis sampah antara lain: Pemukiman 983,40 ton/hari, Pasar 281,55 ton/hari, Jalan 82,80 ton/hari, Daerah Komersil 89,85 ton/hari, Institusi 42,15 ton/hari dan sampah Industri 20,25 ton/hari.

Berdasarkan data tersebut, diperlukan suatu sistem pemanfaatan sampah, terutama sampah Anorganik yang kreatif untuk meningkatkan nilai ekonomis sampah. Kenyataannya, masih sedikit wirausaha yang menjalankan aktivitas usaha berbasis lingkungan. Salah satu cara pembentukan mindset kreatif dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan pembuatan aneka produk kreatif kepada masyarakat khususnya ibu-ibu pedagang kaki lima bantaran sungai cikapundung Bandung sebagai sasaran utama agar sejak dini ditanamkan jiwa  kewirausahaan disertai dengan jiwa cinta lingkungan dengan memanfaatkan potensi sampah. Dalam pelatihan ini dilakukan pengembangan wirausaha yang kreatif dan inovatif. Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan kepedulian ibu-ibu pedagang kaki lima bantaran sunga cikapundung Bandung, terutama di Kota Bandung untuk menjaga kebersihan lingkungannya sendiri.

 Salah satu daerah yang terdapat banyak sampah adalah daerah Bantara Sungai Cikapundung Yang berada di tengah-tengah Kota Bandung. Tentu hal ini, sangat mengetuk hati dan jiwa tiga orang Dosen UNISBA yang sangat peduli terhadap lingkungan. Dosen-dosen UNISBA yang melakukan kegiatan PKM ini antara lain: Dr. Alhamuddin, Rabiatul Adwiyah dan Fahmi Fatwa R.S. Dosen-dosen tersebut melihat sebuah permasalahan yang sangat kompleks pada penanganan sampah di Kota Bandung, khususnya di Bantaran Sungai Cikapundung. Untuk memumbuhkkan jiwa kepedulian kepada mahasiswa, Dosen-dosen tersebut mengajak mahasiswa-mahasiswa Unisba untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan PKM tersebut. Salah satu mahasiswanya adalah Nisa Sofia dari Fakultas Teknik Unisba.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan acara wawancara, pelatihan dan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan RW 03 SUMUR Braga Cikapundung, Kota Bandung. Kegiatan di mulai dengan melakukan survei lapangan untuk tahap penyusunan rencana kerja. Kegiatan survei ini dilakukan guna untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di Kelurahan Braga Bantaran Sungai Cikapundung yang dapat dicarikan solusinya dengan kegiatan masyarakat melalui PKM DIKTIS Kemenag. Kegiatan survey tersebut menghasilkan kesepakatan hasil diskusi dengan Ketua RT dan Ketua RW 03 Braga Cikapundung, ibu-ibu pedang kaki lima dan beberapa perangkat desa yaitu pembuatan produk kreatif dan inovatif dari hasil daur ulang sampah an organik untuk menanggulangani sampah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penjualan produk hasil daur ulangnya. Produk-produk yang dihasilkan dari pelatihan ini antara lain: Tas, Dompet dari cangkang Kopi, serta piring dari Koran bekas.

Dampak setelah mengikuti kegiatan pembutan produk daur ulang an organik menjadi produk ramah lingkungan ini, sebagian besar sangat menguntungkan yaitu sebanyak 67,35%, cukup menguntungkan sebanyak 20,41%. Hal ini karena sebagian besar peserta dari ibu-ibu pedagang kaki lima yang benar-benar rajin akan merasakan dampak dari penghasilan yang mereka terima sebagai pembuat produk daur ulang tersebut sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya, namun sebaliknya karena mereka yang tidak rajin dan tidak mau serius, maka akan mendapatkan upah kecil sehingga tidak berdampak pada penambahan penghasilannya.

Pemberdayaan melalui penguatan peran ibu-ibu pedagang kaki lima miskin secara aktif dengan membuat produk yang kreatif dan inovatif melalui daur ulang produk an organik, peningkatan pengetahuan dan keterampilan diharapkan sebagai sarana penguatan ekonomi sosial dengan lebih berdaya guna merupakan langkah yang perlu dikedepankan dalam pengembangan model pemberdayaan ibu-ibu pedagang kaki lima  miskin sebagai upaya peningkatan pendapatan Rumah Tangga miskin serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencintai lingkungan dan mengurangi limbah an organik.

Diharapkan agar kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan tema yang terintegrasi dengan peningkatan ekonomi masyarakat dan pengolahan sampah yang berbasis masyarakat. Sehingga program yang dilakukan dapat saling bersinergi antara satu sama lainnya untuk kemandirian ekonomi ibu-ibu pedagang kaki lima di bantaran sungai cikapundung.***

 

         

 

 

Tagged under

KOMINPRO-Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali mengirimkan bantuan untuk mereka yang tertimpa bencana tsunami di Banten. Kali ini bantuan senilai 20 juta rupiah berupa sembako diserahkan kepada para korban yang terletak di Desa Banyuasih, Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (12/1). Bantuan dari sivitas akademika Unisba kali ini diserahkan Impun (Ikatan Motor Pegawai Unisba) yang diketuai, Kabag SDM,  Aam Abdul Muflih,SE. Sebelumnya Fakultas Kedokteran Unisba dan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah lebih dahulu berangkat menyerahkan bantuan dan menjadi relawan (Tim Medis).***

Tagged under

Rektor Unisba bersama Ketua Umum MUI Prov Jawa Barat

KOMINPRO-Universitas Islam Bandung (Unisba) menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat tentang Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan. Penandatanganan MoU dilakukan  Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. dan Ketua Umum MUI Jabar, Prof. Dr. K.H. Rachmat Syafe’i, MA. di Gedung Rektorat Unisba, Senin (14/01) dengan disaksikan Sekretaris MUI Jabar, Drs. H.M. Rafani Akhyar, M.Si.  dan jajaran pimpinan Unisba yang terdiri dari Warek, Dekan, Wakil Dekan dan Ketua Lembaga.

Rektor Unisba mengatakan, banyak potensi Unisba yang bisa dikerjasamakan dengan MUI Jabar. “Kita baru mendirikan pusat halal yang bisa berkontribusi dengan MUI Jabar, apa yang bisa dilakukan di lingkungan kampus dalam rangka sinergitas dengan MUI Jabar. LSIPK yang dalam awal pendiriannya diharapkan melahirkan berbagai fatwa dan kajian dari Unisba ini dan MUI sebagai lembaga independen bisa membimbing dan memberi arahan kepada kami dalam rangka menyebarkan fatwa kajian dan lainnya. Dan dari 18 Prodi yang kita miliki, juga memiliki potensi yang bisa dikerjasamakan dengan MUI Jabar,” ungkapnya.

Rektor berharap melalui MoU ini memperoleh berkah baik bagi Unisba maupun MUI Jabar dan mendatangkan kemaslahatan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jabar dalam sambutannya mengungkapkan, melalui MoU ini kesempatan bagi Unisba dan MUI Jabar sebagai  pengabdian untuk sharing penelitian, pengkajian dan pengabdian.

Di MUI Jabar, menurutnya, 12 komisi yang dimiliki berpotensi untuk dikerjasamakan dengan Unisba. “Ada komisi pengabdian kepada masyarakat. Ada komisi ukhuwah islamiyah. Ada komisi antar umat beragama, ini potensi untuk mengembangkan. Komisi pendidikan, bagaimana pendidikan mujahid, mujaddid dan mujtahid di jaman sekarang akan nyambung tidak akan berbeda, juga komisi lainnya,” ungkapnya.

Dikatakannya Unisba dan MUI Jabar memiliki kedekatan dan keterikatan saudara sekandung dalam membangun Islam untuk kehidupan Islami. Pelaksanaannya dapat dilihat dari istiqomah dalam dakwah dan santun dalam bermuamalah terhadap pihak lain.

Lebih jauh, Unisba dan MUI Jabar juga merupakan satu pandangan untuk meningkatkan semangat pengabdian secara lembaga yang masih satu perjuangan, “Karena dulu MUI Jabar dipegang Rektor Unisba, KHZ Mutaqqien, ini kesempatan kita untuk meneruskan orang tua kita. Ada suatu kaidah meneruskan lebih mudah dari pada memulai
walaupun banyak tantangannya,” ujarnya. MoU ini, lanjutnya,  diharapkan menjadi berkah dan ragi untuk menambahkan semangat pengabdian di masyarat termasuk Unisba.(Eki/Sari)

 

 

Tagged under

Pendaftaran Klik Disini

Tagged under