Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Berita

Berita (560)

KOMINPRO - Pembacaan ikrar sarjana mahasiswa Universitas Islam Bandung dipimpin oleh Fakhri Ikhwanul (Fakultas Teknik) dan Ghina (Fakultas Psikologi), di Aula Utama Unisba (27/08). Prosesi pelantikan doktor, magister, profesi, dan sarjana sesi tiga berlangsung Pukul 07.30 – 11.00 WIB dan diikuti lulusan dari Fakultas Psikologi, Teknik, dan Ilmu Komunikasi. (Feari)  

Rektor Melantik 1.547 orang doktor, magister, profesi, dan sarjana Unisba di Aula Unisba, Sabtu dan Minggu (25-26/08). Pelantikan Sarjana dilakukan tiga sesi. Dua sesi dilaksanakan pada hari Sabtu, yakni dilantik lulusan Fakultas Syariah, Dakwah, Tarbiyah dan Keguruan, Hukum, MIPA, Pascasarjana, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara pada Minggu berlangsung pelantikan  untuk lulusan Psikologi, Teknik, dan Ilmu Komunikasi.

KOMINPRO - Sebanyak 1.547 orang sarjana, magister, dan doktor dilantik Rektor Universitas Islam Bandung Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH. di Aula Utama Unisba, Sabtu dan Minggu (17-18/08). Pelantikan Sarjana dilakukan tiga sesi. Dua sesi dilaksanakan pada hari Sabtu, yakni Pukul 07.30 – 11.00 WIB dilantik lulusan Fakultas Syariah, Dakwah, Tarbiyah dan Keguruan, Hukum, MIPA, dan Pascasarjana. Kemudian siang hari,  pukul 13.00 – 15.30 WIB dilangsungkan pelantikan lulusan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara pada Minggu berlangsung pelantikan Pukul 07.30 – 11.00 WIB untuk lulusan Psikologi, Teknik, dan Ilmu Komunikasi.

Rektor Unisba Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., mengatakan, pencapaian Unisba saat ini telah menunjukan kemajuan. Hal ini juga dilansir dalam rilis Kemenristekdikti tanggal 21 juni 2018 yang menyebutkan, Unisba berada pada ranking 47 secara nasional dalam hal perguruan tinggi dengan banyaknya publikasi ilmiah dan masuk ranking 8 perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia. Unisba juga merupakan salah satu dari dua perguruan tinggi swasta se-Jawa Barat Banten yang masuk kategori 10 besar PTS se Indonesia dengan banyaknya publikasi ilmiah tersebut. Sedangkan untuk pemeringkatan versi kemenristek dikti dengan 4 indikator, Unisba berada pada peringkat 71 yang berarti termasuk 100 besar perguruan tinggi se Indonesia.

Unisba juga mendorong pengembangan nalar, minat dan bakat mahasiswa agar berprestasi di berbagai kompetisi. “Salah satu pencapaian yang sangat menggembirakan berhasil diraih salah satu mahasiswa Unisba yaitu saudara Avinindita Nura Lestari dari Fakultas Kedokteran sebagai mahasiswa berprestasi untuk tingkat Kopertis wilayah IV Jabar Banten ( LL-Dikti ), serta mahasiswa lainnya yang berprestasi menjadi juara pidato dalam bahasa Inggris tingkat nasional yakni mahasiwa Psikologi Lavio Dwipa Zulian, juara lomba kaya tulis ilmiah bidang ekonomi syariah Itsnaina Lathifah Ridwan,” ujarnya.

Mahasiswa Unisba lainnya juga sukses menorehkan prestasi di bidang non akademik. Dinda Ayuningtias misalnya, mahasiswa Fikom ini berhasil meenyabet juara karate di kancah internasional. Pencapaian prestasi juga diperoleh dosen Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Titik Respati,drg., MScPH., yang terpilih sebagai finalis dosen berprestasi tingkat LLDIKTI/Kopertis wilayah IV Jabar Banten.

Kepada para lulusan Rektor berpesan agar mereka dapat menjadi pejuang/pekerja keras, pemikir dan pembaharu dalam segala bidang. “Dimanapun saudara nantinya berhidmat, pegang teguhlah spirit 3 M tersebut dan yang terpenting tunjukkan ahlakul karimah yang tinggi,” katanya.

Sebagai perguruan tinggi Islam Unisba berusaha menanamkan karakter yang baik bagi lulusannya. Oleh karena itu, kata Rektor, pendidikan karakter secara formal dilakukan dengan menyusun kurikulum yang memadukan nilai Islam dengan perkembangan teknologi dan kondisi sosial masyarakat. Diharapkan usaha tersebut akan menghasilkan lulusan yang benar-benar mencerminkan karakter mujahid, mujtahid dan mujaddid.

“Hendaknya pesan moral yang saya ungkap akan selalu menjadi pegangan hidup manakala saudara sudah terjun di tengah-tengah masyarakat. Kelulusan saudara dari Unisba insya Allah mengubah nasib saudara menjadi lebih baik asal disertai dengan ihtiar yang sungguh-sungguh dan tetap tawakkal kepada Allah,” jelasnya.

Jumlah lulusan yang dilantik kali ini sebanyak 1.547 orang terdiri dari lulusan Sarjana 1.241 orang, magister (128), Program Profesi Akuntansi (14), Program Profesi Dokter (156), dan program doktor sebanyak 8 orang. Lulusan terbaik dengan IPK tertinggi 3,94 diraih lulusan program Sarjana (S1), masing-masing, Gaida Fitri Asyifa dari Fakultas MIPA Program Studi Matematika dan Muhamad Lutfi Nurmansyah dari Fakultas Ilmu Komunikasi.

Sementara itu lulusan tercepat diraih Elin Marlina dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan masa studi selama 3,6 tahun. Sedangkan lulusan termuda, Nafisah Siti Lasmi dari Fakultas Psikologi yang lulus menjadi sarjana dalam usia 19 tahun 11 bulan 24 hari 20 jam 17 menit.

Rektor mengucapkan terimakasih kepada para orang tua lulusan yang telah mempercayai Unisba untuk mendidik putra dan putrinya. Beliau berharap, kedepannya orang tua mahasiswa dapat ikut berkontribusi memberikan masukan untuk kemajuan Unisba. “Kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan Unisba ke depan. Insya Alloh asupan dan kritik Ibu dan Bapak akan dijadikan jalan bagi kami untuk memperbaiki diri,” ucapnya. (Feari/Sari)

KOMINPRO-Sebanyak 211 Lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengikuti yudisium di Aula Unisba, Kamis (23/8). Dekan FEB, Dr. Nunung Nurhayati, SE.,M.Si.Ak.,CA. P memberikan penghargaan kepada lulusan FEB dari masing-masing Program Studi (Prodi) yakni Akuntansi, Ilmu Ekonomi, dan Prodi Manajemen. Yudisium ini diisi juga dengan orasi ilmiah dari Dr. Hj. Sri Fadilah Asmui, SE. M. Si. Ak. CA dengan tema, "Pentingnya Implementasi Good Zakat Governance dan Kepercayaan Konsumen pada Lembaga Zakat.***

 

 

 

Yudisium Fikom

KOMINPRO-Sebanyak 182  Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) menghadiri yudisium di Aula Unisba, Selasa (21/8). Para lulusan mengucap ikrar di hadapan  Dekan Fikom Unisba, Dr. Septiawan Santana, S.Sos., M.SiPada kesempatan yang sama diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing Program Studi (Prodi) yakni Jurnalistik, Public Relations, dan Prodi Manajemen Komunikasi. Para alumni juga memberikan beasiswa kepada adik angkatannya. (Lucky/Sari)

 

Rektor Unisba saat membuka Seminar Nasional  “Keselamatan dan Keamanan Pelayaran dalam Perspektif Hukum Untuk Mendukung Terwujudnya Poros Maritim Dunia yang Berwibawa” yang ditandai pemukulan gong.

Nenek moyangku orang pelaut 

Gemar mengarung luas samudra

Menerjang ombak tiada takut

Menempuh badai sudah biasa

KOMINPRO-Nyanyian itu tidak asing lagi di telinga kita. Betapa tidak, dari kecil kita sudah diajari oleh guru kita tentang dendangan lagu itu. Tapi apakah kita sadar, nyanyian tersebut tidak hanya sekadar nyanyian.

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki sejarah kerajaan kemaritiman di Nusantara yang menguasai wilayah laut seperti kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit yang kekuasaan lautnya tersebar luas dengan armada laut besar yang memiliki ribuan kapal. NKRI seyogyanya selalu mengikuti dan mempertahankan kejayaan leluhur tersebut,”

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., Dewan Kehormatan Asosiasi Professor Dokter Hukum Indonesia (APDHI), saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Seminar Nasional bertema, “Keselamatan dan Keamanan Pelayaran dalam Perspektif Hukum Untuk Mendukung Terwujudnya Poros Maritim Dunia yang Berwibawa”, yang diselenggarakan APDHI di Hotel Horison Bandung, Senin (20/08).

Presiden APDHI, Dr. Dini Dewi Heniarti,SH.,MH. tampil sebagai keynote speaker dalam seminar ini. Narasumber lain yang juga memberikan materi adalah Dr. H. Cris Kuntadi,SE.,MM., CA., CPA., QIA., FCMA., CGMA., CIPSAS, CFRA, Ak. (Staf Ahli Logistik Multimoda dan Keselamatan Perhubungan), Brigjen Pol.Drs. Lotharia Latif., SH., M.Hum. (Direktur Polisi Air, Korps. Kepolisian & Udara Badan Pemelihara Keamanan (Korpolairud Baharkam Polri), Soerjanto Tjahjono (Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi), DR. Drs. Achmad Ridwan Tentowi,SH.,MH., (Ketua Departemen Kemaritiman DPPT (Dewan Pengurus Pimpinan Tertinggi) APDHI, Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro,SH.,LLM., Ph.D. (Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut), Dr. Chandra Motik Yusuf, SH.,M.Sc. (Pakar Maritim dan Humaniter), dan Capt. M. Syato M.,SH.,MH.MM. (Ketua Ahli Keselamatan Keamanan Maritim Indonesia).

Dikatakan Rektor, tema yang diangkat dalam seminar ini sesuai dengan posisi Indonesia sebagai negara maritim. “Asosiasi sudah bagus mengambil tema ini karena kita ingin membangun poros maritim dunia, tidak ada salahnya kita flashback ke belakang bahwa poros maritim sudah dimulai oleh dua kerajaan besar yang ada di Indonesia,” ungkap Rektor.

Anggota APDHI, kata Rektor, adalah kaum intelektual dan terpelajar yang harus dapat berkontribusi untuk memikirkan kehidupan hukum di Indonesia demi pembangunan hukum terutama hukum laut.

“Kritik terbesar terhadap kehidupan berhukum kita terletak pada penegakan hukum dan harus menjadi perhatian bagi kita semua,” katanya.

APDHI harus dapat memberikan kontribusi nyata untuk membangun kurikulum  Fakultas Hukum. Selama ini, kata Rektor, dosen berbicara (mengajar) hanya di awang-awang saja,seputar teori. “Tetapi hukum yang seperti apa dan hukum yang bagaimana yang diperlukan stakeholder. Hasil dari seminar ini bisa dibawa ke masing-masing kampus,” terangnya.

Berbeda dengan Fakultas Hukum yang ada di daratan yang tidak memerlukan mata kuliah kemaritiman, Fakultas Hukum yang berada di daerah pesisir lokal khususnya, harus dapat mengenalkan hukum maritim yang terdiri dari hukum angkutan laut dan hukum maritimnya.  

Sementara itu, Ketua Panitia seminar, Dr. Subagyo Sri Utomo, SH., MH. mengatakan, kegiatan ini berlangsung sebagai bentuk kepedulian asosiasi dalam menyikapi berbagai permasalahan terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran, bagi masyarakat pengguna moda anggota umum, yang banyak menimbulkan kerugian baik materiil maupun nyawa manusia, sehingga masyarakat memperoleh perlindungan hukum atas kenyamanan, keselamatan, dan keamanan sebagaimana diamanatkan di pembukaan UUD 1945.

Beliau berharap, seminar nasional ini dapat memberikan kontribusi yang konkrit dan berdaya guna tinggi. “Nenek moyang kita seorang pelaut maka kita harus berani seperti pelaut untuk dapat mewujudkan poros martitim dunia yang berwibawa”, katanya.(Eki/Sari)

 

Prof. Dr. M Abdurrahman,MA. ketika memberikan ceramah dalam Pengajian Umum Rutin (bulanan) yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) Unisba, di Masjid Al-Asy’Ari Unisba, Rabu (15/8)

KOMINPRO-Dalam agama Islam, bulan Dzulhijjah dinilai sebagai salah satu bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini terdapat beberapa amalan utama yang dianjurkan untuk dijalankan seperti menunaikan ibadah haji, melaksanakan puasa arafah, dan berqurban.  Bulan Dzulhijjah juga menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk mengingat kembali keteladanan Nabi yang mendapat gelar Uswah Hasanah yaitu Nabi Ibrahim As.

Demikian disampaikan Prof. Dr. M Abdurrahman,MA. ketika memberikan ceramah dalam Pengajian Umum Rutin (bulanan) yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) Unisba, di Masjid Al-Asy’Ari Unisba, Rabu (15/8). Tema yang dibahas dalam pengajian kali ini, “Uswah Hasanah Nabi Ibrahim As”. Beliau mengatakan, dari sekian banyak Rasul terdapat dua orang yang secara eksplisit mendapat gelar Uswah Hasanah yaitu Nabi Ibrahim AS beserta kaumnya dan Nabi Muhammad Saw.

“Nabi Ibrahim adalah moyang Muhammad Saw. melalui Nabi Ismail As. Pembangunan Kabah Musyarrafah merupakan karya Nabi Ibrahim As. yang masih terpelihara hingga saat ini dan wajib kita jaga,” ujarnya. Keteladanan nabi Ibrahim tercemin melalui kesetiaanya menjaga kota Mekkah sebagaimana tercantum dalam surah Ibrahim ayat ke 35 sampai 40.

Dalam doanya, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar Mekkah dijadikan negeri yang aman dan penduduknya dijauhkan dari berhala. Meskipun Nabi Ibrahim berbeda keyakinan dengan ayahnya, Beliau dikenal sebagai pribadi yang santun dan tidak pernah berhenti mendoakan kedua orang tuanya.  Pada waktu itu pula untuk pertama kalinya ibadah haji dijalankan dan tidak pernah dihapus sampai Muhammad Rasullullah Saw.

“Uswah hasanah kedua Rasul Allah tersebut sangat banyak,  seperti shalat dan pelaksanaan haji dengan thawaf dan sa’i di Masjidil Haram. Bahkan haji merupakan bagian dari rukun Islam,”jelasnya.

Namun, meskipun haji sudah menjadi ketetapan syari’at Allah beliau menghimbau kepada jama’ah yang hadir untuk tidak memaksakannya jika belum mampu, baik dari segi fisik maupun finansial. Di samping itu dia mengatakan ada baiknya jika ibadah haji hanya dilaksanakan satu kali saja untuk menjaga keutamaannya.

“Ada orang yang beribadah haji satu tahun sekali, saya katakana kalo bisa janganlah. Haji cukup satu kali saja asal istihaah. Jika memang alasannya karena rindu Baitullah, kita bisa melaksanakan umroh selang 5 tahun setelah haji,” jelasnya. (Feari/Sari)

 

Ketua Pelaksana Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) Unisba 2018, Dadi Ahmadi, S.Sos., M.Ikom memberikan hadiah penghargaan kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Mahessa Aby yang terpilih sebagai pemakalah terbaik (best of the best) dalam acara SPeSIA di Aula Utama Unisba, (14/08). Mahessa berhasil menyisihkan 9 pesaing lain yang terpilih mewakili masing-masing Fakultas di Unisba.

KOMINPRO-Mahesa Abby dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) terpilih sebagai Best Of The Best/Pemakalah terbaik dari sepuluh pemakalah lainnya (para pemakalah terbaik dari masing-masing fakultas) yang ada di Unisba. Para pemakalah terbaik ini dinilai dari artikel ilmiah dan presentasi. Mahesa Abby sukses mempresentasikan makalah, “Negosiasi KBRI Sofia dalam Upaya Meningkatkan Kerjasama Bilateral antara Indonesia dengan Bulgaria (Studi Kasus Mengenai Kerjasama Bilateral di Bidang Sosial Budaya oleh KBRI Sofia, Bulgaria).

Sebagaimana diketahui, SPeSIA Unisba 2018 kali ini diikuti 1214 mahasiswa (calon sarjana) yang mempresentasikan masing-masing artikel ilmiahnya. Artikel ilmiah yang dipresentasikan ini berasal dari Fakultas Syariah sebanyak 115 buah, Dakwah/KPI (10), Tarbiyah & Keguruan (47), Hukum (82), Psikologi (128), MIPA (153), Teknik (127), Ekonomi dan Bisnis (186), dan Fakultas Ilmu Komunikasi (178), Fakultas Kedokteran sebanyak 183 artikel. Para juri memilih 1 (satu) pemakalah terbaik dari masing-maasing fakultas. Dari sepuluh pemakalah terbaik, dipilih satu (1) orang sebagai Best of the Best, pada tahun ini diraih pemakalah dari Fikom, Mahesa Abby. Dia memperoleh nilai tertinggi (459,00). Para pemenang memperoleh penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp. 1.500.000,00. Sebagai Best of The Best, Mahesa memperoleh hadiah sebesar Rp. 2.000.000,00.

Adapun sepuluh pemakalah terbaik lainnya adalah Siti Kulsum Fatimah dari Fakultas Syariah, Rizky Zaidan Muharram (Dakwah/KPI), Yanti Sumiati (Tarbiyah), Kirana Yasyifa Kamila (Hukum), Achmad Firmansyah Setiawan (Psikologi), Achmad Irfan Rifqiansyah (MIPA), Aldi Gustian Muhari (Teknik), Dena Rosdiana (Ekonomi & Bisnis), Mahesa Abby (Ilmu Komunikasi), dan R. Adhika Putra Sudarmadi dari Fakultas Kedokteran.(Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wakil Rektor  (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, MT., Ph. D. IPM memberikan cindera mata kepada  salah seorang Guru Besar Fakultas Teknik Unisba, Prof.Dr. Ir.  HR. Febri Hirnawan yang menjadi keynote speaker dalam Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) Unisba 2018 di Aula Utama Unisba, Senin (13/08).

 

Salah seorang mahasiswa saat melakukan presentasi karya tulis ilmiah  dalam acara  Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) Unisba 2018, di ruangan kelas Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Senin (13/08). Seperti tahun sebelumnya, dalam SPeSIA kali ini akan dipilih 10 pemakalah terbaik yang akan diberikan apresiasi secara finansial sebesar 1.500.000 untuk masing-masing pemakalah.

 KOMINPRO- Sebanyak 1214 buah artikel ilmiah/tugas akhir (skripsi) mahasiswa dipublikasikan dalam Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) Unisba 2018. Kegiatan yang bertema, “Tantangan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0” ini berlangsung selama dua hari (13-14) Agustus 2018. Selain mencegah terjadinya plagiarisme, SPeSIA ini juga dilakukan untuk untuk meningkatkan sitasi dalam hal publikasi ilmiah sivitas akademika Unisba guna mendukung SINTA Ristekdikti. Pembukaan SPeSIA dilakukan Wakil Rektor (Warek) I, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Phd. Di Aula Unisba, Senin (13/8). Narasumber yang bertindak selaku keynote speaker, salah seorang Guru Besar Fakultas Teknik Unisba, Prof.Dr. Ir.  HR. Febri Hirnawan.

Dari 1214 buah artikel ilmiah yang dipublikasikan berasal dari Fakultas Syariah sebanyak 115 buah, Dakwah/KPI (10), Tarbiyah & Keguruan (47), Hukum (82), Psikologi (128), MIPA (153), Teknik (127), Ekonomi dan Bisnis (186), dan Fakultas Ilmu Komunikasi (178), Fakultas Kedokteran sebanyak 183 artikel. Sejak digelar SPeSIA tiga tahun lalu, hingga saat ini Unisba sudah mempublikasikan 6.148 artikel online yang terindeks google scholar. Upaya inilah yang mengantarkan Unisba memperoleh peringkat ke-30 dari  4.446 PT yang ada di Indonesia versi Sinta (RISTEKDIKTI) per-tangal 12-08-2018 dengan perolehan score 361 dengan dosen sebanyak 339 yang sudah diverivikasi dan yang menghasilkan dokumen scopus sebanyak 79, sitasi scopus 183. Dokumen scholar sebanyak 5,633 dan yang tersitasi 10,384.

“Salah satu kontribusi SPeSIA adalah menghasilkan sitasi atau kutipan makalah online, yang dipublikasikan oleh Scopus,” terang Ketua Panitia SPeSIA, Dadi Ahmadi, S.Sos., M.Ikom.

Terkait dengan tema SPeSIA, tantangan SDM di era revolusi industri 4.0, Wakil Rektor  (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, MT., Ph. D. IPM. mengatakan,  dalam kegiatan  akademik perlu melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas. “Sebagai sarjana yang dilahirkan oleh Universitas Islam Bandung yang memiliki karakter 3M, Mujahid, Mujtahid dan Mujadid. Menjadi pejuang, pemimpin dan pembaharu, sebetulnya sudah mencerminkan lulusan Unisba siap menghadapi revolusi industry 4.0,” katanya.

Ada dua kata kunci dalam revolusi industri, yang pertama tantangan di era teknologi digital dan kedua tantanga era  disrupsi. Warek I menilai, para mahasiswa sudah siap menghadapi tantangan di era teknologi. Hal ini, katanya, karena mahasiswa termasuk generasi milineal, yang sudah terbiasa menggunakan gadget, akses internet,  dan menggunakan jasa online baik jasa mengantar atau menjemputnya. “Tetapi perubahan  inilah yang harus kita sikapi, itu semua menggunakan digitalisasi. Sementara di era disrupsi, siapkah kita merubah dari yang lama menjadi berbau teknologi. Jadi disrupsi akan merubah, anda tidak akan menggunakan komunikasi biasa. Komunikasi bisa dilakukan secara jarak jauh dan sebagainya,” terangnya.

SPeSIA ini, lanjut Warek I, akan berpengaruh  signifikan terhadap kinerja intistusisi. Mahasiswa sebagai generasi milenial juga akan belajar bagaima menghadapi persaingan dengan lulusan perguruan tinggi lain. “Harapannya SPeSIA menjadi pembuka. Seminar nasional ini menjadi kesempatan anda untuk menjual konsep. Sebagai seorang pejuang yang sudah belajar di sini kurang lebih 4 tahun, anda mengikuti pesantren mahasiswa, dan pesantren sarjana kemudian dibekali ilmu pengetahuan sesuai dengan kompetensinya di prodi masing-masing.

Jumlah peserta SPeSIA terus meningkat dari tahun-ke tahun. Namun, Warek I berharap, peningkatan kuantitas ini disertai juga dengan peningkatan kualitas agar penelitian yang dilakukan mahasiswa lebih bermakna.

“Di SPeSIA ini ada cek plagiasi. Masalah ini sangat penting karena sebagai mahasiswa yang berkecimpung di dunia pendidikan hal tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu kejahatan akademik dan jangan sampai anda melakukan plagiasi karena anda akan menjadi seorang sarjana,” tegas Warek I.

Seperti tahun sebelumnya, dalam SPeSIA kali ini akan dipilih 10 pemakalah terbaik yang akan diberikan apresiasi secara finansial sebesar 1.500.000 untuk masing-masing pemakalah. Kemudian dari yang terbaik akan dipilih lagi satu yang terbaik dari seluruh peserta dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 2.000.000.

Warek I berharap, SPeSIA ini menjadi ajang mempersiapkan para lulusan menghadapi era revolusi industry 4.0. Beliau mengingatkan, dalam forum ekonomi dunia disebutkan, paling tidak ada 10 skill yang harus dimiliki para lulusan di tahun 2020, yakni (1) skill sebagai problem solving menjadi kata kunci, (2) Critical thinking, (3) creative dan innovative, (4). Skill tentang leadership, (5) Team working, (6) Emotional intelligence, (7) Decession making, (8) Customer service action, (9) Kemampuan berkomunikasi, dan (10) Fleksibilty dan adaptibity.

“Itu yang perlu dipersiapkan oleh kita sendiri. Semoga SPeSIA ini bisa memberikan tambahan pengalaman dan wawasan dalam menghadapi dan mempertahankan karya ilmiah saudara-saudara semua,” pungkas Warek I. (Feari/Sari)