Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Berita

Berita (560)

Jajaran pimpinan Unisba berdialog dengan mahasiswa perihal penyelenggaraan kelas malam

KOMINPRO-Isu akan diselenggarakannya kelas malam yang memicu demontrasi mahasiswa membuat pihak Rektorat dan Yayasan turun tangan. Seluruh jajaran pimpinan yang terdiri dari Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dan Sekretaris, Dr. Irfan Syafrudin, M.Ag. hadir bersama Rektor, Prof. Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., Wakil Rektor (Warek) I, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Ph.D.,IPM., Warek II, Dr. Hj. Atih Rohaeti Dariah, SE.,M.Si., Warek III, Drs. Asep Ramdan Hidayat, M.Si., dan jajaran pimpinan berdialog dengan mahasiswa di kampus, Senin (17/9).

Pada kesempatan ini Rektor kembali menegaskan bahwa Unisba tidak akan menyelenggarakan kelas malam. “Jika kehawatiran Saudara terjadi, kami akan menyewakan gedung untuk menyelenggarakan perkuliahan, sehingga tidak akan terjadi kelas malam,” kata Rektor. Dalam rapat pimpinan yang rutin dilaksanakan satu bulan sekali pun, lanjutnya, kelas malam tidak pernah dibahas.

Menurut Rektor, 3293 mahasiswa baru T.A. 2018/2019 yang diterima Unisba tidak mempengaruhi jam perkuliahan hingga malam hari (perkuliahan masih berjalan normal). Rektor mengakui, banyaknya jumlah mahasiswa tahun ini di luar perkiraan, melebihi target yang ditentukan. Jumlah tersebut diperoleh karena mahasiswa baru di Fakultas Dirosah (Syariah, Dakwah dan Tarbiyah) dan program studi Ilmu Ekonomi mengalami peningkatan yang drastis. “Di satu sisi kita gembira dan di lain pihak kita harus menyusun jadwal kuliah semakin ketat. Namun begitu, untuk jadwal kuliah masih memenuhi jam seperti biasanya jadi jangan terpancing isu kelas malam,” tegas Rektor.

Jumlah mahasiswa baru tersebut, lanjut Rektor, sudah sesuai dengan target perhitungan dan kapasitas dosen yang dimiliki.  Kalaupun jumlah dosennya kurang, Rektor berjanji akan memberikan solusi dengan merekrut ataupun mengontrak dosen dan akan berusaha untuk meminimalisir berbagai efek yang ditimbulkan dari meningkatnya jumlah mahasiswa baru.

Kepada para mahasiswa, Rektor mengimbau, jika akan melakukan diskusi dengan Pimpinan Universitas maupun Yayasan, agar membuka dialog dengan tertib yang diawali dengan penyelesaian di fakultas. Jika mengalami kebuntuan, lanjutnya, maka Rektorat akan menerima diskusi tersebut.

Sementara itu, Warek I, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Ph.D.,IPM. menyadari bahwa jumlah mahasiswa saat ini melebihi kapasitas dan terkendala fasilitas ruang kuliah. Walaupun begitu, Warek I menegaskan, rasio dosen dan mahasiswa masih sesuai yaitu 1 : 40. Upaya mengatasai keterbatasan ruang kuliah yang dimiliki Unisba, saat ini sedang dibangun gedung baru di Jl. Tamansari no. 24 yang dilengkapi dengan fasilitas parkir yang mumpuni.

Mengenai fasilitas air minum yang dipertanyakan mahasiswa, Warek II Unisba, Dr. Atih Rohaeti Dariah, SE., M.Si., menjawab, penggunaanya bisa diakses oleh seluruh mahasiswa selama menjadi mahasiswa Unisba. Mahasiswa lama memiliki hak untuk menggunakan hanya saja tidak menggunakan tumbler.

Sedangkan mengenai letak Kopsyarkardos yang berada di Kampus Ranggagading, Warek II mengatakan, dalam waktu dekat akan ada upaya pemindahan ke Kampus Utama Unisba Jl. Tamansari No. 1 Bandung, hanya tanggal pastinya belum bisa ditentukan.

Senada dengan Warek II, Warek III Unisba, H. Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si., mengungkapkan mahasiswa lama memiliki akses untuk menggunakan fasilitas air minum. Mahasiswa lama akan diberikan chip khusus untuk bisa mengakses fasilitas tersebut. Warek III pun mengatakan, tidak ada biaya bagi mahasiswa lama untuk fasilitas ini.

Mewakili Yayasan, Sekretaris Yayasan Unisba, Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag., meminta maaf atas ketidaknyamana selama kuliah berlangsung hingga saat ini. “Sampai saat ini yayasan terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan fasilitas perkuliahan, salah satunya dengan membangun gedung baru,” terangnya.

Pembangunan gedung baru tersebut, menurut Pak Irfan, banyak mengalami kendala diantaranya tidak mudah mendapatkan izin pembangunan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan pembangunan gedung yang ditargetkan selesai di bulan Desember 2019 ini. “Semoga segera bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa dan masalah fasilitas perkuliahan bisa teratasi,” pungkasnya.(Eki/Sari)

 

 

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

H. Sulaeman Baihaki, SE.

(Pembina Yayasan Unisba)

Pada hari Selasa, 17 September 2018 pukul 06.30 WIB

di RS Borromeus Bandung

Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga almarhum

mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

*Mohon maaf foto tidak dapat ditampilkan karena sedang ada kendala teknis

 

 

WR I memberikan keterangan tentang penyelenggaraan kelas malam kepada wartawan.

KOMINPRO- Wakil Rektor I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man.MT.,Ph.D.,IPM. mengatakan, Unisba tidak menyelenggarakan kelas malam. Hal tersebut diungkap terkait demo mahasiswa (14/9)  yang menolak penyelenggaraan kuliah (kelas) malam.

“Saya sudah mengecek ke seluruh fakultas melalui Wakil Dekan I, untuk memastikan penyelenggaraan perkuliahan. Alhamdulillah mereka semua menyatakan kuliah tetap berjalan tanpa adanya kelas malam,” terang Warek I.

Issue yang beredar di kalangan mahasiswa, berdasarkan berita di Suara Mahasiswa yang menyebutkan bahwa Unisba akan menyelenggarakan kuliah malam. Sehubungan dengan diterimanya mahasiswa baru yang jumlahnya mencapai 3292 orang. “Ungkapan itu baru kemungkinan karena waktu itu Bagian Akademik Universitas belum menghitung secara ril kondisi di lapangan,” terang Warek I.

Setelah dilakukan pengecekan berdasarkan data mahasiswa yang mengikuti perwalian, maka dapat dipastikan bahwa semua kelas dan jadwal kuliah dilaksakan sampai pukul 18.10 Wib.

Setelah semua fakultas mengetahui permasalahan kekurangan kelas, akhirnya mereka secara sukarela mengembalikan kelas tersebut ke Universitas. Dan kelas inilah yang bisa menjadi solusi untuk menghindari kelas malam, sehingga kekurangan kelas untuk perkulian bisa teratasi.

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) III, Drs. H. Asep Ramdan, M.Si., mengungkapkan, sikap mahasiswa yang melakukan aksi tersebut dianggap wajar sebagai proses kedewasaan dan kebebasan menyampaikan pendapat. “Sayangnya mereka melakukan itu tanpa koordinasi terlebih dahulu sehingga apa yang mereka sampaikan terlalu prematur tanpa didukung data yang akurat,” terangnya.

Warek III tiga pun mengimbau agar mahasiswa melakukan orasi di dalam kampus (tidak ke luar/ke jalan raya) yang bisa mengakibatkan kemacetan dan merugikan orang lain.(Sari/Wiwit)

 

3 Kunci Sukses Ala Pandji

Pandji Pragiwaksono menjadi pembicara dalam acara Studium General Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Ilmu Komunikasi di Aula Unisba, (13/9).  Dalam acara tersebut dia membagikan tiga kunci utama untuk menjadi orang sukses.

KOMINPRO-Siapa yang tak kenal Pandji. Komikus yang memiliki nama lengkap Pandji Pragiwaksono ini kerap tampil di layar kaca sebagai penghibur bahkan menjadi juri peserta Stand Up Comedy yang disiarkan salah satu televisi nasional ternama. Ya, dia tak hanya sukses sebagai komedian. Pria yang mengawali kariernya sebagai penyiar radio ini sukses pula menjadi presenter, penulis buku, membintangi layar lebar sebagai aktor, hingga sutradara. Dia pun sempat menjajal kemampuannya menjadi rapper.

Diakui  pria lulusan Jurusan Desain (Produk), Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini, berbagai capaian yang dia nikmati saat ini justru tidak didapat dari bangku kuliah sepenuhnya. “Cara untuk menemukan passion tidak hanya dengan banyak belajar tapi juga bisa karena banyak bermain. Belajar saja tidak cukup,” katanya.

Ia pun berpendapat, bermain adalah belajar dengan sukarela. “Jika melaksanakan rutinitas saja, nanti kalian akan jadi jombie,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara Studium General Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Ilmu Komunikasi di Aula Unisba, (13/9).

Seseorang yang tidak memilki passion, lanjut Pandji, hanya akan mengulang rutinitas hingga akhirnya timbul rasa penyesalan di masa tua. Hal itu terjadi karena setiap keputusan yang diambil seseorang tak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar. Dia menyarankan peserta yang hadir untuk berusaha mencari passion sedini mungkin dan jangan biarkan orang lain ikut andil membunuh mimpi kita.

“Kita bisa punya karir apapun, jangan meremehkan hal yang kecil. Coba berkegiatan tanpa dapat duit, kalo teman-teman bahagia melakukan tanpa dibayar bisa jadi itu passion kamu,” katanya.

Dibesarkan dari keluarga yang menyukai bidang matematika, membuat Panji sadar bahwa bakat orang tua tidak selalu diturunkan kepada anaknya. Sering menghabiskan waktu untuk bermain, siapa sangka hal tersebut justru menuntun Pandji menemukan bakatnya sebagai pendongeng.

Pandji mengaku, ada tiga kunci sukses yang mengantarkan dirinya sampai ke titik seperti saat ini, yaitu percaya diri, percaya mimpi, dan percaya proses. Jika diniatkan dengan tujuan yang jelas, kata dia, apa yang diusahakan pasti akan membuahkan hasil, asal orang tersebut mau belajar dari kesalahan dan bersabar.

Di hadapan mahasiswa baru FIKOM Pandji mengingatkan, harus ada bobot dan nilai yang jelas ketika kita berkarya. “Jangan takut jelek, dan takut dihina/diejek, memulai saja dahulu. Ketika ada yang kurang, perbaiki agar kedepannya lebih baik. Karena saya bisa sampai hari ini juga melalui proses panjang 11 tahun,” terangnya.

Disinggung pendapatnya terkait kondisi mahasiswa jaman milenial, Pandji mengatakan, mahasiswa Unisba jaman sekarang mempunyai kesempatan lebih besar untuk melakukan perubahan dibandingkan generasi sebelumnya.  Generasi milenial, lanjut dia, memiliki kesempatan yang lebih mudah untuk mengakses informasi.  Sebagai mahasiswa yang lahir dari kampus bernuansa Islam, Pandji berharap, lulusan Unisba kelak bisa ikut andil dalam memicu perubahan positif bagi Indonesia.

Hampir semua perubahan yang terjadi di Indonesia, kata dia, pemicunya dimulai dari anak muda, meskipun perubahannya dilakukan bersama. “Perlu diingat bahwa picu yang diciptakan anak muda tidak akan mempunyai substansi yang baik tanpa ilmu, tanpa wawasan, dan tanpa semangat perjuangan yang dicitaka-citakan,” katanya. (Feari/Sari)

Pimpinan Unisba bersama Jajaran Pimpinan LPPM Unisba

KOMINPRO-LPPM memiliki peran dalam pemeringkatan sebuah  perguruan tinggi. LPPM Unisba berpengaruh pada posisi peringkat Unisba di Kemenristekdikti. Jika melihat pemeringkatan dan yang lainnya, entri point-nya terletak pada LPPM. Bagaimana penelitian dan bagaimana PKM meningkat, mau tidak mau dilihat dari aktifitas LPPM.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof.Dr.H. Edi Setiadi,SH.,MH., saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja (Raker) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisba dan Pusat T.A. 2018/2019 di Sumber Alam Cipanas Garut yang diikuti oleh Pimpinan Universitas, Pimpinan LPPM Unisba dan Staf, pada Senin s.d. Selasa (10-11/09).

Skema anggaran LPPM, kata Rektor,  paling pesat diantara fakultas dan lembaga lainnya di Unisba diluar Fakultas Kedokteran. “Ini artinya LPPM sudah ada pusat-pusat baru, sudah ada struktur yang baru, dan jurnal harus diperkuat oleh LPPM. Itu yang harus dipertahankan” katanya. Rektor berharap, jumlah staf yang memiliki keahlian di LPPM ditambah, hal ini dimaksudkan untuk menunjang peningkatan aktifitas di lingkungan LPPM.

Dalam rapat ini, pimpinan Universitas yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor I dan II memberikan arahan kepada tim LPPM. Selain itu, ketua LPPM memberikan pemaparannya dan dilanjutkan dengan persentasi dari setiap Ketua Pusat di LPPM Unisba yang dilanjutkan dengan diskusi, terdiri dari Dr. Rodliyah Khuza’i, M.Ag. (Kepala PSGA), Dr. Aviasti, Ir., M.Sc. (Ketua P2TLH), Tatty Aryani Ramli, S.H., M.H. (Ketua PS HKI), Dadi Ahmadi, S.Sos., M.I.Kom. (Kepala P2U), Dr. Maya Tejasari, dr., M.Kes. (Kepala Pusat Halal), Dr. Husni Syam, S.H., LL-M. (Kepala Pusat Studi ASEAN) dan Prof. Dr. Neni Yulianita, M.Si. (Kepala Pusat Kajian Anti Korupsi).

Dikatakan Rektor, aktifitas dan program kerja di Unisba, berjalan dengan adanya sinkronisasi antara universitas dengan fakultas, unit atau lembaga. Dengan demikian ketertiban pada saat pertanggungjawaban keuangan dan lainnya akan berjalan mudah karena tidak ada aktifitas diluar anggaran, sehingga pencapaian konkrit dapat terlaksana.

Sementara itu, Ketua LPPM Unisba, Prof. Dr. Hj. Atie Rachmiatie, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, rapat ini merupakan program yang sudah ada dalam perencanaan LPPM sebagai bentuk dalam mewujudkan hasil yang lebih baik. “Untuk bisa memperoleh hasil yang optimal, perlu koordinasi dan sinkronisasi, juga perlu adanya perencanaan dan pelaksanaan yang terkoordinir dengan baik,” ungkapnya.

Prestasi yang telah diraih sebelumnya, kata Prof Atie, harus dapat dipertahankan dengan memperkaya dan mengoptimalkan fungsi-fungsi LPPM. Beliau berharap, dukungan dari pimpinan dapat ditetapkan di dalam Rencana Strategi dan Rencana Induk Pengembangan Unisba.(Eki/Sari)

 

 

 

KOMINPRO-Dinobatkan sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi unggul di Jawa Barat dan Banten, Universitas Islam Bandung (Unisba) berhasil menjaring 13.220 orang pendaftar pada penerimaan mahasiswa baru Unisba tahun akademik 2018/2019. Setelah melewati seleksi ketat, hanya 3292 orang resmi terpilih dan mengikuti pelantikan mahasiswa baru di Aula Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Senin (3/9).

Mahasiswa Baru mengucap Janji Mahasiswa di hadapan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH. sesaat setelah dilantik. Secara serempak, mereka juga mendeklarasikan “Anti rokok, Anti Narkoba, dan Anti Radikalisme”. Dengan berdeklarasi, semua mahasiswa Unisba bejanji dan bertekad untuk menjauhi ketiga hal tersebut.

Pelaksanaan Ta’aruf belangsung selama enam hari atau tepatnya dari 3 hingga 8 September 2018, dengan pembagian, dua hari pertama ta’aruf universitas, dua hari P3M (Pelatihan dan Pengembangan Pribadi 3M, Mu’min, Muslim, Muhsin), dua hari terakhir ta’aruf fakultas masing-masing. Penerimaan Mahasiswa Baru dan Ta’aruf Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2018/2019 ini bertema, “Membentuk Generasi Milenial yang Berkarakter Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M)”. Sesuai tema, dalam kegiatan ta’aruf ini mahaiswa baru diperkenalkan dengan pimpinan Unisba, sistem perkuliahan, kegiatan mahasiswa, serta lingkungan kampus.

“Khusus untuk rokok, saya membuat peraturan yang isinya melarang mahasiswa merokok di kampus,” terang Rektor.

Dikatakan Rektor, semua mahasiswa dilarang merokok di kampus dan tidak ada ruangan untuk merokok, kecuali kalau sudah berada di luar kampus. “Kalau di luar kampus, kami tidak  bisa apa-apa,” terangnya.

Sedangkan terkait narkoba dan radikalisme, menurut Rektor, sesuai dengan anjuran dan aturan negara. Ketiga hal tersebut sangat penting ditaati mahasiswa, karena Unisba merupakan kampus perjuangan dan dakwah. Perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan umat, serta berdakwah dengan karya nyata dari para dosen dan mahasiswa serta para alumninya. Hal ini sesuai dengan misi Unisba yakni menghasilkan  para pejuang (Mujahid), pemikir (Mujathid), dan pembaharu (Mujaddid), atau dikenal dengan istilah 3M.

Di sisi lain, prestasi yang diraih Unisba terus mengalami peningkatan. Unisba adalah perguruan tinggi dengan peringkat ke-30 secara nasional dan peringkat ke-2 untuk Jabar-Banten versi Sinta Kemenristekdikti. Serta peringkat ke-71 versi Kemenristekdikti atau masuk 100 besar PT di Indonesia.

Tak heran jika setiap tahunnya, Unisba bukan hanya mampu menarik perhatian calon mahasiswa baru di Jawa Barat tapi hingga luar pulau. Salah satunya adalah M. Daffa Aprisa Youhan, alumni SMAN 1 Samarinda yang kini resmi menjadi mahasiswa Psikologi Unisba. Akreditasi A yang dimiliki Unisba, kata dia, menjadi salah satu faktor dirinya memilih berkuliah di Unisba.

M. Daffa Aprisa Youhan

“Ketika tidak lolos SBMPTN, saya mulai cari informasi kira-kira Universitas mana yang memiliki akreditasi unggul dan terdapat jurusan Psikologi dengan kualitas yang baik. Setelah tahu akreditasi Unisba A dan Psikologi akreditasinya paling bagus dibandingakn Universitas swasta lain akhirnya saya putuskan untuk mendaftar ke sini,” ungkapnya.

Ketertarikan Daffa  dalam membaca buku yang mengulas tentang kepribadian manusia mendorong minatnya untuk mempelajari Ilmu Psikolog. Mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi Paskibra di SMA ini berharap lingkungan Unisba akan mampu membawanya menjadi lulusan yang tidak hanya pandai tapi juga berakhlaqul kharimah.

Hal senada diungkapkan oleh mahasiswa kedokteran Rahmad Chairuddin Anwar. Menurutnya mengemban ilmu di Unisba akan mampu menjaga hafalan Al-qur’an mahasiswa karena kampus bernuansa islam tidak hanya mengajarkan basic akademik tapi juga agama. “Guru saya rata-rata bilang kalau mau kuliah jangan jauh dari Allah karen takutnya nanti kita kebawa pergaulan yang salah dan hafalan Al-Qur’an juga terganggu,” ujarnya.

Rahmad Chairuddin Anwar

Bercita-cita menjadi dokter adalah impian dari alumni Pondok Pesantren Daarul Qur’an ini dari SD. Setelah sukses menjadi seorang hafidz Qur’an di umur 15 tahun, Rahmad kini bertekad kelak dapat menjadi dokter yang dapat menginspirasi dan selamat dunia akhirat.

Empat hari berlalu, rangkaian kegiatan Ta’aruf dan P3M Unisba juga meninggalkan cerita berkesan bagi setiap mahasiswa. Wardah Nurul Izza misalnya, mahasiswa termuda angkatan 2018 ini membagikan kisahnya saat mengikuti acara ta’aruf Unisba. “Acara ini menyenangkan dan menarik sekali, susunan acaranya rapih membuat satu angkatan jadi kompak dan hiburan yang disajikan seperti Paduan Suara Mahasiswa tidak membuat kami mengantuk,” katanya.

Wardah Nurul Izza

Mahasiswa kelahiran 26 Januari 2002 tersebut kini  berkomitmen untuk dapat menyelesaikan studi di Unisba dengan IPK tinggi dan lulus tepat waktu. Dengan memilih Fakultas Farmasi, dia berharap kelak akan menjadi seorang apoteker handal dan berguna bagi kemaslahatan umat. Dia mengaku untuk dapat menjadi mahasiswa berusia muda bukan hal yang sulit jika seseorang memiliki niat yang kuat dan patuh terhadap orang tua. “Kiat-kiat kalo mau sukses menurut saya cukup nurut aja sama orang tua, jangan ngelawan dan selalu minta doa restu agar jalan yang kita pilih dimudahkan,” jelasnya.

Begitupun dengan Fina Pebriana, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi ini mengatakan, melalui kegiatan P3M dia mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana sejarah beridirnya Unisba.  “Materi yang dikasih asik banget, kaka tingkatnya juga baik. Setelah ikut P3M sekarang saya jadi tahu apa makna dari Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, tujuan dan bagaimana sejarah Unisba menciptakan itu,” ucapnya.

Fina Pebriana

Pengalaman berbeda diungkapkan Krisnawan Gumilar Putra Rahayu.

 

Krisnawan Gumilar Putra Rahayu

Mahasiswa Fakultas Hukum ini mengaku sempat khawatir akan adanya perpeloncoan pada agenda penerimaan mahasiswa baru di Unisba. “Awalnya ada perasaan takut sih kakak tingkatnya akan galak tapi ternyata tidak. Secara keseluruhan acaranya menarik senang bisa mengenal teman-teman baru walaupun berbeda fakultas,” jelasnya. (Feari/Sari)

 

Naskah asli Deklarasi:

 

Deklarasi Anti Rokok, Anti Narkoba, dan Anti Radikalisme

Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Kami bertekad

Menjadi generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala,

anti rokok, anti narkoba, dan anti radikalisme

Kami bertekad

Untuk berbakti kepada bangsa dan negara, serta meraih masa depan cemerlang tanpa rokok, narkoba, dan radikalisme

Kami bertekad

Menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba, bahaya asap rokok, dan tindakan radikalisme

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMINPRO-3292 mahasiswa baru Unisba mengikuti placement test Baca Tulis Al-Qur'an (BTAQ) di Aula, Minggu (9/9). Mereka selanjutnya akan dibina melalui mentoring berdasarkan hasil tes ini. Langkah ini sebagai salah satu upaya Unisba dalam melahirkan ilmuwan (yang) ulama dan ulama ilmuwan. Aamiin. (Isman/Sari)

KOMINPRO-Kepala Badan Hukum dan Etika Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Riau, Tatang Suprayoga,S.H., M.H beserta staff melakukan studi banding tentang penegakan aturan/hukum di lingkungan kampus. Kunjungan kerja ini diterima Wakil Rektor II Dr. Atih Rohaeti. Dariah, SE., M.Si., dan Ketua BPM, Dr. Nan Rahminawati, Dra., M.Pd di Ruang Rapat Rektor, Rabu (6/9).***

KOMINPRO - Rangkaian kegiatan pelatihan berbasis game terkait kesehatan mental akan digelar di Kupang pada September 2018.

Kesehatan mental seringkali dianggap sebelah mata dan tidak sepenting kesehatan jasmani oleh masyarakat. "Sementara itu, di sekitar kita semakin banyak yang menderita penyakit gangguan jiwa, seperti kecemasan (anxiety) dan depresi," kata Ketua Tim Project Light The Mind, Dr Titik Respati, melalui rilis yang diterima pada Senin (3/9/2018)

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 300 juta orang hidup dengan depresi dan diprediksi pada tahun 2020, depresi akan menjadi beban penyakit tertinggi kedua di dunia setelah penyakit jantung.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi dengan tingkat prevalensi gangguan emosional mental tertinggi.

NTT juga termasuk dalam 8 provinsi di Indonesia yang tidak memiliki fasilitas untuk kesehatan mental (rumah sakit).

Berkenaan dengan itu, Universitas Islam Bandung (UNISBA), School of Public Health and Community Medicine – University of New South Wales (SPHCM-UNSW) dan Kummara Game Studio & Consultant menggelar kegiatan “Light The Mind”, pada Senin-Rabu, 3-5 September 2018 di Hotel On The Rock, Kupang.

Menurutnya, Light The Mind” merupakan sebuah rangkaian kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja di Kupang mengenai pentingnya kesehatan mental. Kegiatan ini terdiri dari Focus Group Discussion, Training of Trainers, dan Workshop dengan menggunakan proses pembelajaran berbasis game (Game-Based Learning).

Murid, guru dan perwakilan pemerintah yang menjadi peserta akan diajak untuk bisa memahami berbagai aspek terkait kesehatan mental, terutama depresi, melalui proses pembelajaran interaktif berbasis board game.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian awal dari rencana riset berkelanjutan untuk mengembangan media dan proses pembelajaran terkait kesehatan mental yang efektif untuk kemudian bisa diimplementasikan secara nasional.

Acara ini ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui Australian Alumni Grant Scheme (Skema Dana Hibah Alumni Australia) yang diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa memotivasi lebih banyak pihak untuk bisa sama-sama terlibat aktif dalam upaya meminimalisir stigma terkait kesehatan mental dan mempromosikan pentingnya kesehatan mental kepada masyarakat luas. (Sumber : POS-KUPANG.com)

Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH. MH, memasangkan jaket alamamater kepada perwakilan mahasiswa Fakultas Hukum, Farhan Bhadrika Arya Putra pada saat melantik 3292 mahasiswa baru di Aula Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Senin (3/9).

KOMINPRO- Ciri utama Perguruan Tinggi (PT) adalah atmosfir akademik yang tinggi, oleh karena itu mahasiswa baru harus segera menyesuaikan diri dengan kondisi perkuliahan dan berbagai kegiatan seperti diskusi dan seminar.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof.Dr.H. Edi Setiadi, SH., MH., Saat melantik 3292 mahasiswa baru di Aula Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Senin (3/9). Upacara Pelantikan dan Pembukaan Ta'aruf Mahasiswa Baru Unisba Tahun Akademik 2018/2019 ini diikuti peserta dari Fakultas Syari'ah sebanyak 220 orang, Dakwah (127), Tarbiyah dan Keguruan (305), Hukum (279), Psikologi (226), MIPA (361), Teknik (418), Ilmu Komunikasi (429), Ekonomi dan Bisnis (741), dan Fakultas Kedokteran sebanyak 186 orang. Ta'aruf atau masa perkenalan bagi mahasiswa baru Unisba akan berlangsung hingga Sabtu (8/9).

Menempuh pendidikan tinggi, lanjut Rektor, adalah sebuah perjuangan yang berat, jika para siswa baru masih berjuang layaknya murid sekolah menengah. Akan tetapi perjuangan yang berat ini akan terasa ringan manakala mereka bisa mengatur waktu dan aktifitas.

Unisba juga memfasilitasi untuk pengembangan minat, bakat dan nalar. Unisba menyediakan organisasi kemahasiswaan dalam rangka pembuatan jati diri sebagai mahasiswa minimalis sebagai mahasiswa Unisba. Aktifitas pengembangan nalar, minat dan bakat akan mendapat dukungan yang penuh dari universitas.

“Berbahagialah Saudara dan jangan henti-hentinya menyampaikan syukur kepada Allah Swt, karena Saudara dapat menjadi siswa di tengah-tengah dari SMA yang tidak bisa masuk ke Unisba,” kata Rektor.

Menurut LaporanWakil Rektor I, Ir. A. Harits Nu'man, MT., Ph.D., IPM., Penerimaan mahasiswa baru Unisba tahun akademik 2018/2019 ini melampaui target. Pendaftar mencapai 13.220 orang orang yang tuntas hanya 5.966 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 3292 orang yang melakukan registrasi. Jumlah ini terdiri dari jalur PMDK sebanyak 967 orana, jalur Hafid Qur'an (1), Bidik misi (3), Prestasi / olah raga (3), dan melalui jalur akademik (Ujian Saringan Masuk) sebanyak 2318 orang.

Unisba adalah salah satu dari tiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jabar dan Banten yang akreditasinya unggul (A). Sementara 475 PTS lainnya peringkatnya masih berada di bawah Unisba. Unisba adalah perguruan tinggi dengan peringkat ke-30 dan peringkat ke-2 untuk versi Jabar-Banten Sinta Kemenristekdikti. Serta peringkat ke-71 versi Kemenristekdikti atau masuk 100 besar PT di Indonesia.

Unisba juga merupakan kampus perjuangan dan dakwah. Perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan orang, serta berdakwah dengan karya-karya dari para dosen dan mahasiwa serta para alumninya. Dengan demikian, misi Unisba untuk menghasilkan para pejuang pemikir dan pembaharu tetap menjadi tujuan utama pendidikan di Unisba.

Dikatakan Rektor, tantangan siswa baru ke depan adalah globalisasi dibidang ekonomi, politik, agama dan teknologi. Mahasiswa baru harus dapat menyikapi kejadian ini. "Sudah diangkat pemuda Islam bangkit menghadapi globalisasi untuk menggantikan kejayaan orang. Saudara-saudara harus mampu menempatkan diri dan berperan dalam era ini, ”tegas Rektor.

Peran-peran tersebut, menurut Rektor, dapat direalisasikan manakala para mahasiswa memiliki pondasi yang kuat dan kokoh, agar tujuan mulia itu tercapai. Pondasi tersebut adalah tauhid yang kuat, pemahaman agama yang kuat, ilmu pengetahuan yang lebih dan niat yang tulus dan komitmen yang kuat. “Berdoalah selalu kepada Allah, ilmu manusia terus bertambah,” pinta Rektor.

Sebagai sebuah PT, Unisba memiliki berbagai aturan dan standar perilaku yang harus ditaati oleh seluruh civitas akademika, misalnya tenaga kerja yang sopan dan berjilbab bagi mahasiswi, tidak merokok di dalam kampus, dan tidak memberikan sampah sembarangan. Unisba juga mewajibkan mahasiswanya tidak terlibat dalam penyalahgunaan dan obat terlarang serta lainnya. “Dalam pergaulan antar mahasiswa dan dosen haruslah menunjukkan perilaku yang mencerminkan keluhuran ahlakul karimah . Bagi mahasiswa yang berperilaku urakan, ugal-ugalan dan tidak tertibibat dalam hukum lebih baik mengundurkan diri dari Unisba atau Saudara akan berhadap dengan aturan Unisba atau hukum yang berlaku di Indonesia, ”tegas Rektor.

Rektor yakin, mahasiswa baru masuk ke Unisba berkeinginan untuk menuntut ilmu yang diperlukan dalam kehidupan dan bekal dihari akhir kelak. Rektor pun percaya, mahasiswa akan mentaati berbagai aturan yang berlaku di Unisba dengan penuh kesadaran sebagai wujud dari generasi baru khoiru ummah .

Islam memberi penghargaan kepada orang yang menuntut ilmu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hadis nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, bahwasanya Rosululloh yang artinya, “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah Menginginkan orang-orang karena ilmu jalan menuju surga”, HR Muslim.

“Selamat bergabung dengan civitas akademika Unisba lainnya, selamat bermain di kampus perjuangan dan dakwah. Gelaran bukan tujuan tapi kurbanmu, ”demikian Rektor.(Sari)