Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Berita

Berita (560)

KOMINPRO-Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) kunjungi Universitas Islam Bandung (Unisba). Kunjungan dalam rangka visitasi Program Magister Ilmu Komunikasi Pascasarjana Unisba.

Tim Asesor terdiri Hafied Cangara, Prof., Dr., M.Sc. (Universitas Hasanuddin) dan Muhammad Sulhan, Dr., M.Si. (Universitas Gadjah Mada) diterima oleh Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. didampingi Direktur Pascasarjana Unisba, Prof. Dr.  Rey Davena, S.H., M.H. dan Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Unisba, Dr. Anne Maryani, M.Si. di Ruang Rektor, Kamis (11/10).

Rektor berharap, melalui asesmen lapangan ini dapat lebih meningkatkan performa Unisba dan Unisba akan jujur dalam mengemukakan informasi yang dibutuhkan oleh Tim Asesor.***

 

KOMINPRO - Assoc. Prof. Dr. Ramli Rashidi, Director, Centre of Education and Professional Development Unversity of Technology Sarawak (UCTS) Malaysia, Assoc. Prof Dr. Azlan Ali, Head of Accounting Program, School of Buisness Management UCTS, dan Farhan Soetrisno, Deputy Director of Centre of Education and Professional Development UCTS berkunjung ke Unisba untuk memperluas aktivitas kerja sama antara UCTS dengan Unisba terkait program student exchange, dan visiting lectural. UCTS melakukan penjajakan dengan Fakultas Ekonomi Unisba untuk mentransfer beberapa mata kuliah yang relevan dalam program student exchange. Pejabat UCTS ini diterima Wakil Rektor (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D,  beserta jajarannya di ruang Rektorat, Jalan Tamansari 20 Bandung, Rabu (26/9)

Dokter baru Unisba mengucap Sumpah Dokter di hadapan Dekan dan Anggota Senat F. Kedokteran Unisba

 KOMINPRO-Sebanyak 29 orang dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universtas Islam Bandung (Unisba) mengucap sumpah dalam acara, “Pengambilan Sumpah Dokter Lulusan Fakultas Kedokteran Unisba Angkatan IX Gelombang II Tahun Akademik  2018/2019”  dipimpin Dekan, Prof. Dr. Ieva B. Akbar ., dr., AIF.  di Grandia Hotel, Cihampelas, Bandung, Jumat (5/10). Sebelum mengucap sumpah, seluruh dokter baru telah lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD) yang dilaksanakan secara nasional, berupa ujian Objective Structure Clinical Examination (OSCE) pada tanggal 11 Agustus 2018 dan ujian Computer Based Test (CBT)  pada tanggal  19 Agustus 2018. Nilai tertiinggi OSCE kali ini diraih Eka Afiati Mursyidah,dr. dengan nilai 92,75 sedangkan nilai tertinggi CBT diraih Salman Barlian,dr. dengan total nilai 81,50.

“Hari ini bukanlah suatu akhir dari perjalanan kalian, akan tetapi merupakan awal dari perjuangan dan pengabdian kalian sebagai dokter. Sumpah dokter yang telah Saudara ucapkan adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Makna kata-kata yang kalian ucapkan itu sangat dalam, dan harus menjadi landasan dalam menjalankan profesi saudara sebagai dokter kelak,” kata bu Dekan. 

Sejak lulusan pertama FK Unisba pada Bulan Juni 2010 (Angkatan 2004), hingga hari ini terdapat 755 orang dokter yang dihasilkan oleh Fakultas Kedokteran Unisba. Seluruh lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia pada khususnya dan bagi seluruh umat manusia pada umumnya.

Menjadi seorang dokter merupakan tugas berat tetapi sekaligus mulia. Profesi tersebut memerlukan pengorbanan, pengabdian dan dedikasi yang tinggi, yang apabila dijalankan dengan ikhlas Insya Allah akan menjadi ladang ibadah dan amal yang akan terus mengalir.

“Perjalanan panjang Saudara untuk menjadi seorang dokter, sejak menginjakkan kaki  pertama kali di kampus ini hingga saat ini Saudara mengucapkan sumpah sebagai seorang dokter, akan menjadi kebanggaan dan sekaligus motivasi bagi Saudara untuk mengabdikan seluruh ilmu yang kalian miliki untuk meningkatkan kesehatan umat manusia,” tambah bu Dekan.

Setelah ini para dokter muda  akan menjalani program Internship. Bu Dekan berpesan, para dokter  hendaknya bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam melaksanakan program internsip dimanapun ditempatkan,  dengan mengingat sumpah dokter, norma agama dan etika profesi dokter. “Dengan demikian Saudara telah ikut menjaga nama baik almamater kita yang kita cintai,” tandasnya 

Sebagai seorang dokter, mereka mempunyai tanggung jawab untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas diri, sehingga mampu menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan ilmu kedokteran di masa yang akan datang. Bu Dekan mengingatkan, para dokter agar tidak lupa untuk terus berhubungan dengan almamater, saling bertukar wawasan dan  pengetahuan demi kemajuan bersama.

Sementara itu, Wakil Dekan I FK, Prof. Dr. Tony S. Djajakusumah,dr.,SpKK(K), mengungkapkan,  dengan lulusnya Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD), artinya dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unisba diakui kompetensinya oleh pemerintah dan selanjutnya diserahkan kepengurusannya kepada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat untuk mengikuti Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Warek I mengakui, hasil ujian tersebut cukup membanggakan, dengan total kelulusan sebesar 67,44%.

“Kami seluruh civitas  akademika Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung ikut berbangga dan berbahagia dengan keluarga para dokter baru atas keberhasilan mereka menjalani masa pendidikannya di PPSK dan P3D yang penuh suka dan duka,” kata Warek I.

Warek I berharap, dalam tugas mulia mengamalkan profesi dokter, para dokter baru tetap berpegang teguh pada kode etik kedokteran, terus berusaha meningkatkan kemampuannya dan selalu rendah hati serta arif dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.(Sari)

 

 

 

KOMINPRO-Wakil Rektor II, Dr. Hj. Atih Rohaeti Dariah,SE.,M.Si., dan Kepala Perencanaan Unisba, Ir. Asep Nana M.T. memberikan sosialisasi KTR kepada anggota satgas yang terdiri dari Kasie. Kemahasiswaan P2TLH, satpam, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), DAM (Dewan Amanat Mahasiswa) Universitas dan Fakultas, di lingkungan Unisba, di Masjid Al-Asy’ari, Selasa (9/10). (Soklari/Sari)

Lecture and Owner DJ Arie Broadcasing School, Arie Ardianto menjadi pembicara dalam acara seminar “Be A Geat Public Speaking, With A Great Attitudes”, di Aula Utama Unisba, Sabtu (6/9). DJ Arie membagikan beberapa tips kepada peserta yang hadir tentang bagaimana cara membuat presentasi yang efektif. 

KOMINPRO - Siapa tidak kenal Steve Jobs. Tidak hanya sukses menciptakan produk-produk inovatif, pendiri Apple Steve jobs juga dikenal sebagai komunikator yang unggul. Berkat kemampuan public speaking yang dia miliki, produk Apple menjadi laris di pasaran meskipun harga yang ditawarakan lebih mahal dibandingkan produk-produk sejenis. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan public speaking memilki banyak manfaat salah satunya untuk meningkatkan karier seseorang.

Demikan diungkapkan Lecture and Owner DJ Arie Broadcasing School, Arie Ardianto atau yang lebih dikenal dengan nama beken DJ Arie dalam acara seminar “Be A Geat Public Speaking, With A Great Attitudes”, di Aula Utama Unisba, Sabtu (6/9). Dia mengatakan bahwa sesorang yang dapat berbiara di depan orang banyak dengan baik akan memiliki value berbeda.

“Percayalah apapun pekerjaan kalian nanti, tidak akan terlepas dari kegiatan public speaking. Mulai dari interview pekerjaan, diterima jadi karyawan, bahkan sampai kalian menjadi manager. Semakin tinggi karir seseorang maka dia akan semakin sering berbicara di depan banyak orang,” ujarnya. Dia menjelaskan, seorang yang berkedudukan tinggi dalam sebuah instansi harus memilki kemampuan public speaking untuk memimpin dan memberikan arahan kepada bawahannya.

Alumni Fikom Unisba ini membagikan beberapa tips kepada peserta yang hadir tentang bagaimana cara membuat presentasi yang efektif. Pertama, menciptakan Brand Of You yaitu mengatur bagaimana cara berbicara, berjalan, melihat dan merepresentasikan  brand. “Gunakan bahasa anda untuk mengatakan tentang anda. Jangan takut menjadi diri sendiri dan ciptakan jiwa yang siap berkompetisi,” katanya.

Kemudian dia menjelaskan, dalam membangun presentasi yang efektif, public speakres harus pandai memainkan eye contact dengan audiens agar terbangun koneksi dan membuat orang lain merasa penting. Selain itu, penting bagi public speaker untuk dapat memadukan gesture tangan yang tepat saat berbicara, memainkan intonasi vocal, ekspresif saat berbicara, dan menyiapkan materi dengan matang.

Dalam seminar ini, hadir dua pembicara lainnya yaitu Dosen Psikologi Unisba, Fanni Putri Diantina, S.PSI., M.PSI, dan Coorporate Training Manager Trans studio Bandung, Cibubur & Bali, Fitriana Nugraha. S. PSI. M.PSi. Ketiga pemateri tersebut dipilih karena dinilai dapat mewakili pakar public  speaking dalam bidang berbeda.

Seminar ini diinisiatori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Unisba dan dihadiri lebih dari 300 peserta. Ketua Pelaksana, Fullah Balqis Zahra mengatakan, tujuan diselenggarakan acara ini untuk memberi bekal kepada peserta yang hadir tentang pentingya keahlian public speaking dalam dunia kerja, khususnya dalam bidang psikologi.

“Dalam bekerja seorang psikolog akan sering berhubungan dan bertemu dengan banyak orang. Jika psikolog memilki kemampuan public speaking yang baik tentu akan menunjang pekerjaannya dan membuat orang lain lebih nyaman saat konseling,” ujarnya. Selain dihadiri mahasiswa internal, seminar ini juga diikuti beberapa peserta dari kampus lain seperti Universitas Indonesia, Maranatha, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Padjajaran (Unpad). (Feari/Sari)

 

 

 

KOMINPRO-Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. menyampaikan kuliah umum dengan tema "Menakar Arah Kebijakan Hukum Pidana dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana" di Audiotorium F. Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan, Senin (08/10). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa F. Hukum UISU semester 5 & 7.***

Warek I Unisba saat menyampaikan materi dalam Kegiatan Pesantren Calon Sarjana Unisba dan Bimbingan Karir Gelombang 1

KOMINPRO-Alumni Unisba menyandang nama besar Unisba, Perguruan Tinggi yang telah melahirkannya sebagai sarjana yang memiliki karakter 3M (Mujahid, Mujtahid, Mujaddid). Kiprahnya di masyarakat tidak hanya diuji keilmuan (profesionalisme) dalam bekerja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.  Untuk itu Unisba mewajibkan calon sarjananya mengikuti kegiatan Pesantren Calon Sarjana dan Bimbingan Karir sebelum mereka lulus meninggalkan almamaternya. Mereka tak hanya diberi bekal bagaimana menjadi alumni yang siap bekerja atau berwirausaha tetapi juga pemantapan keagamaan.

“Menjadi seorang sarjana bukan tanggung jawab yang mudah. Setelah tuntas menunaikan kewajiban tugas akhir, seseorang yang bergelar sarjana mengemban amanah untuk mengabdi kepada masyarakat dengan mengamalkan ilmu yang diperoleh semasa kuliah,” kata Wakil Rektor (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D saat memberikan sambutan dalam acara Pesantren Calon Sarjana Unisba dan Bimbingan Karir Gelombang 1, di Aula Kampus 2 Ciburial Unisba, Senin (1/10).

Namun, lanjut Warek I, hal tersebut tidak cukup bagi mahasiswa lulusan Universitas Islam Bandung. Sebagai perguruan tinggi berlabel Islam, alumni Unisba menanggung beban lebih yaitu diharapkan bisa berkontribusi dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti menjadi imam, khatib/penceramah, atau mengurus jenazah di lingkungan masyarakat.

Islam merupakan identitas yang melekat bagi lulusan Unisba dan sulit dipisahkan. Setelah lulus, alumni akan dikenal sebagai lulusan Unisba yang paham ilmu agama, tidak peduli apa jurusannya. Seorang sarjana adalah orang yang memiliki ilmu. Ilmu, menurut Warek I, memiliki filosofi tersendiri. Huruf “I“ berarati Iman dan Integritas, “L” loyalitas, “M” mandiri, “U” unggul.  “Contohlah padi, yang semakin berisi semakin merunduk,” kata Warek I seraya menjelaskan filosopi padi, yang menurutnya bermakna Profesional, Amanah, Disiplin, Ikhitiar (dan Ikhlas).

Warek I beharap, lulusan Unisba harus bisa seperti ragi yang mampu memberikan sentuhan-sentuhan positif bagi lingkungan sekitarnya. “Jadilah ragi yang ketika dikombinasikan dengan singkong maka berubah jadi Tape. Kemudian jika dimasukan ke dalam adonan ragi mengembang menjadi donat atau roti. Artinya kita mampu mengubah dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.

Pesantren kali ini diikuti oleh 306 orang mahasiswa dari sepuluh Fakultas yang ada di Unisba. Jumlah tersebut dibagi dalam dua kelompok sesuai kapasitas ruangan yang tersedia di Ciburial. Berbeda dari tahun sebelumnya, rangkaian acara akan diselenggarakan seluruhnya di Kampus 2 Unisba sehingga kegiatan yang awal mulanya dilaksanakan terpisah di Kampus Tamansari akan terintergrasi.

Pesantren Calon Sarjana dan Bimbingan Karir kali ini merupakan model baru dari kegiatan serupa sebelumnya. Kegiatan ini diselenggarakan full selama tiga hari dua malam, di kampus II, Ciburial, sedangkan sebelumnya dilakukan dua hari di kampus utama Jl. Tamansari, tiga hari dua malam di kampus ciburial. Perubahan ini tentu dilakukan dengan tujuan agar kualitas pesantren semakin baik.

Warek I mengatakan, pola seperti ini juga pernah diberlakukan tahun 1993 semasa beliau kuliah di Unisba. Namun, dalam pelaksanaan pesantren sarjana sekarang, calon sarjana tidak dibekali materi tentang pegetahuan agama saja, tetapi terdapat penambahan materi tentang cara menghadapi dunia kerja.

Selama tiga hari di kampus Ciburial, para peserta mendapat berbagai materi dari narasumber yang meliputi Materi Program Studi Lanjut Melalui Optimalisasi Kerja Sama Unisba, Persiapan Menuju Dunia Kerja, Kiat Membuat Surat Lamaran (CV  dan Wawancara), Placement Test, Entrepreneurship ala Rasulullah, Memantapkan Aqidah, Kiat Menjadi Imam dan Khatib/ Penceramah, Ceramah Kepemimpinan dalam Islam, Bimbingan Muslimah, Bagaimana Mengurus Jenazah Sesuai dengan Sunnah Rasul, Menangkap Peluang di Dunia Kerja, Fenomena Dunia Kerja Saat Ini, Praktek Menjadi Imam dan Khatib/ Penceramah 1, Success Story (Kiat Menjadi Job Seeker dan Entrepreneur), Praktek Menjadi Imam dan Khatib/ Penceramah 2,  Motivasi “Meraih Hari Esok yang Lebih Baik”, Menggapai Hidup Bahagia, Parade Ceramah, Aktualisasi Ruhudin bagi Alumni, Taffaqueh Fiddin 1, Taffaqueh Fiddin 2.(Feari/Sari)

Rektor Unisba Edi Setiadi (kiri) dan Direktur Bisnis PT Pikiran Rakyat Januar P Ruswita menunjukkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani di Kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jum'at (28/9/2018).

Dikutip dari Pikiran Rakyat - Perguruan tinggi dan media massa memilki tugas mulia yang sama untuk memberikan perubahan lebih baik. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang hanya berbangga diri dengan kemampuannya, tetapi tidak terjun ke tengah-tengah masyarakat.

“Tentu kita sama-sama ingin terjun ke masyarakat agar lebih bermanfaat,” kata Rektor Universitas Islam Bandung, Edi Setiadi, dalam kunjungannya ke Pikiran Rakyat untuk penandatanganan kerja sama.

Edi Setiadi yang datang bersama jajarannya diterima Direktur Bisnis, Pikiran Rakyat Januar P Ruswita, Jum;at (28/9/2018) di Aula Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika 77.

Edi mengemukakan, dari 480 perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, secara mutu akademik Universitas Islam Bandung memperoleh akreditasi institusi A (unggul) bersama Telkom University dan Universitas Katolik Parahyangan.

“Namun, kami tidak berupuas diri, sebab mempertahankan nilai akreditasi juga tidak mudah. Kerja sama dengan Pikiran Rakyat ini sebagai salah satu upaya agar Universitas Islam Bandung lebih memberikan manfaat kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan  mutu institusi,” katanya.

Dia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tiga tugas yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang akademik, penelitian, dan penga bdian kepada masyarakat.

“Tentu kegiatan perguruan tinggi perlu diinformasikan dan dikomunikasikan kepada masyarakat luas melalui media massa seperti Pikiran Rakyat ini. Apalagi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, juga memasukkan publikasi ilmiah di media massa untuk penilaian kinerja dosen,” katanya.

Pemberi Solusi

Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Januar P Ruswita mengatakan, media massa tidak sebatas menyampaikan informasi dengan cepat, media harus menjadi bagian perubahan.

“Media juga dapat memberi solusi bagi masyarakat termasuk membagun karakter. Tentu dalam upaya ini media tak bisa berjalan sendiri, harus melibatkan pemerintah, dunia usaha,  dunia pendidikan, komunitas, dan lain-lain,” katanya.

Universitas Islam Bandung kaya dengan hasil penelitian yang bisa dikomunikasikan ke masyarakat agar bisa aplikatif.

“Media dan perguruan tinggi juga bisa mengadakan kegiatan bersama. Tugas kita bersama untuk membuat perubahan masyarakat kea rah yang lebih baik,” ujarnya.

Januar menambahkan, kerja sama juga untuk media dalam jaringan, radio PR FM, maupun format media lainnya yang berada di bawah Pikiran Rakyat. “Memanfaatkan seluas-luasnya media massa ini, baik media cetak maupun format lainnya untuk informasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya. (Sarnapi)

 


Pimpinan Unisba Bersama Pimpinan Pikiran Rakyat

KOMINPRO-Kiprah Unisba sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Barat, tidak lepas dari  peran media massa, salah satunya Pikiran Rakyat. Demikian disampaikan Rektor Unisba. Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., saat memberikan sambutan pada penandatangana MoU antara Unisba dan Pikiran Rakyat dalam Kerja sama Peningkatan Kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Peningkatan Citra Kelembagaan di Gedung Pikiran Rakyat Bandung, Jumat (28/09).

Dalam pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, terdapat andil media sebagai pilar demokrasi. “Kami di perguruan tinggi tidak ingin menjadi menara gading yang merasa bagus sendiri. Kami ingin mengimplementasikan tiga misi tadi (Tri Dharma Perguruan Tinggi) dengan menggandeng media. Kalo mengandalkan institusi saja sulit untuk menginformasikan ke masyarakat luas,“ kata Rektor.

Melalui kerjasama ini, tambah Rektor, baik Unisba maupun Pikiran Rakyat bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, “Aktifitas-aktifitas perguruan tinggi yang bersinggungan dengan masyarakat  memerlukan pemberitaan. Yang terpenting hasil kajian akademis bisa berguna bagi masyarakat , dan ini bisa melalui pemberitaan di media massa. Ini yang kami inginkan,” ungkapnya.

Rektor berharap, payung hukum melalui MoU ini bisa dilakukan juga oleh prodi – prodi lain yang ada di Unisba untuk dikerjasamakan dengan Pikiran Rakyat yang bersinggungam dengan masyarakat yang lebih besar dan dapat berjalan dengan baik sesuai amanah. Selain itu Rektor juga berharap agar silaturahmi yang terjalin dengan Pikiran Rakyat semakin terjalin dan tidak terputus.

Sementara itu Direktur Bisnis dan Pemasaran, Januar P. Ruswita –yang akrab disapa Pa Yepi- mengatakan, bahwa Pikiran Rakyat sebagai media cetak terkemuka di Jawa Barat tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi peristiwa tapi juga berperan sebagai agen perubahan bagi masyarakat ke arah yang lebih baik. “Kita harus memberikan solusi dalam mengantisipasi dan melakukan perubahan di masyarakat ke arah yang lebih baik, yang kita bicarakan karakter masyarakat kita yang perlu disempurnakan,” katanya.

Sebagai agen perubahan, kata Pa Yepi, Pikiran Rakyat tidak bisa berdiri sendiri dan perlu melibatkan unsur-unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, salah satunya dengan bidang akademisi perguruan tinggi. “Saya percaya Unisba bisa membantu kami untuk hal ini. Media dari sisi popularitas yang dipadukan dengan sisi akademis akan semakin lengkap,” ungkapnya. Ia mengakui, perguruan tinggi kaya dengan hasil penelitian bersifat aplikatif yang bisa dikomunikasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

MoU ini diharapkan sejalan dengan perubahan karakter bangsa dan menjadi tugas bersama di bidang pendidikan dan  media untuk melakukan perbahan ke yang lebih baik. “Kami yakin Unisba berangkat dari ke-Islam-an memiliki banyak hal yang belum sepenuhnya bisa diterapkan di masyarakat dan kami sebagai media akan membantu melakukan sosialisasi itu,” terangnya.(Eki/Sari)

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Lanny Suzana

(Kabag Keuangan Yayasan Unisba)

Pada hari Sabtu, 29 September 2018 pukul 16.20WIB

Rumah Duka di Jl. Margawangin 9 No 138 Cijaura Hilir Bandung

Jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Gemuruh, Ahad 30 September pukul 07.00 WIB.

Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga almarhumahmendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.