Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Berita

Berita (560)

KOMINPRO-Ibadah (umroh) yang mabrur, tidak hanya dilihat dari ibadah ritualnya saja tapi juga dilihat dari sikap keseharian. Calon jamaah umroh hendaknya selalu memberikan yang terbaik kepada orang lain walaupun orang lain tidak berbuat baik kepadanya, dan jangan pernah mengingat jasa yang pernah diberikan kepada orang lain sehingga ibadah umroh ini dapat meningkatkan ukhuwah kebersamaan.

Demikian disampaikan Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof.Dr. Miftah Faridl dalam acara Pembukaan Pembinaan Keagamaan Calon Jamaah Umroh Dosen dan Pegawai Administrasi Tetap  di lingkungan Unisba 2018. Kegiatan yang diikuti 29 orang dosen dan tenaga kependidikan ini dibuka oleh Rektor Unsiba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. di Ruang Rapat Rektor, Jumat (23/11).

Prof. Miftah Faridl yang juga Ketua MUI Kota Bandung ini mengungkapkan, yayasan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ibadah umroh ini yang dibiayai oleh Unisba. Menurutnya, calon jamaah umroh harus dapat memanfaatkan waktu pada saat pelaksanaan umroh  untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT karena umroh merupakan jalur cepat untuk mendapat magfiroh, berkah dan cinta Allah SWT.

“Jangan lupa untuk mendoakan Unisba agar selalu sukses dan berhasil menghasilkan lulusan sesuai cita-cita Unisba yaitu lulusan yang Mujahid, Mujtahid dan Mujaddid,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama Rektor berharap, peserta umroh untuk selalu mengikuti arahan LSIPK selama kegiatan pembinaan ini berlangsung. “Ibadah umroh ini membutuhkan biaya yang besar dan fisik yang kuat. Maka ikuti selalu arahan dari LSIPK, jangan sampai menjadikan ibadah ini menjadi sia-sia,” ungkapnya.

Rektor mengingatkan, calon jamaah umroh untuk selalu menjaga kesehatan dan paling utama dapat menjalankan ibadah umroh sesuai dengan sunah Rasul sehingga meraih ibadah umroh yang mabrur.

Sementara itu, Ketua LSIPK Unisba, Dr. H. M. Wildan Yahya, Drs., M.Pd., dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan pembinaan ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan setiap hari minggu dan mulai dilaksakanan pada 02 Desember 2018 s.d. 16 Desember 2018. Rencanannya calon jamaah umroh akan diberangkatkan ke tanah suci pada Rabu, 26 Desember 2018.

Lebih jauh, materi yang akan diberikan kepada calon jamaah umroh yaitu Aqidah dalam Ibadah Umroh, Akhlak dalam Ibadah Umroh, Thaharah dalam Ibadah Umroh (dari najis dan hadats), Umroh Rasulullah (Kajian Historis), Mengenal Budaya Arab: Karakteristik Masyarakat Arab, Fiqih Shalat dalam Safar (Wajib dan Sunnah), Manasik Umroh (Kajian Teknis), Larangan di dalam Umroh, Ziarah di kota Makkah, Ziarah di kota Madinah dan Praktek Manasik Umroh. Menurutnya, materi ini diperlukan oleh jamaah umroh sebagai bekal selama melaksanakan ibadah umroh.(Eki/Sari)

 

KOMINPRO- KKN Tematik Citarum Harum Penta Helix, adalah salah satu program yang digulirkan Unisba dalam membantu pemerintah menangani masalah pencemaran lingkungan khususnya pengembalian fungsi sungai Citarum yang bersih bukan sebagai tempat pembuangan sampah bagi masyarakat. Program ini melibatkan semua stakeholder meliputi pemerintahan, dunia usaha/industri, akademisi (dosen dan mahasiswa), dan masyarakat yang bekerja sama membersihkan sungai Citarum dari sampah dan limbah yang mencemarinya.

Wakil Rektor I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Ph.D.,IPM., mengungkapkan, Citarum Harum Penta Helix merupakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan Unisba atas diterimanya dana hibah dari pemerintah melalui Dirjen Belmawa (Kemenristekdikti).  Unisba sebagai salah satu perguruan tinggi yang memperoleh hibah tersebut untuk membenahi sungai Citarum atau desa yang berada di sekitarnya yang berkaitan dengan sungai Citarum. Unisba memilih sektor I, Desa Cibeureum (Cisanti) untuk dibenahi.

Program ini, lanjut Warek I, fokus kepada perubahan mindset masyarakat wilayah sektor I DAS Citarum dengan pendekatan model BCA (Behavior, Culture, Attitude) yang meliputi, (1) Pemilahan sampah organik dan anorganik; (2) Pengolahan sampah organik (takakura dan bata terawang) dan anorganik (kerajinan tangan/aksesoris); (3) Kegiatan education games; dan (4) kegiatan sosialisasi metode sistem manajemen pemasaran produk hasil olahan sampah.

“Kita memilih sektor I karena hulu sungai ada di Cisanti, Cibeurem, kita akan benahi itu. Yang ingin kita capai adalah terbentuknya kesadaran masyarakat yanag cinta dan peduli lingkungan melalui metode BCA. Target terdekatnya adalah transfer of knowledge tentang budidaya/manajemen sampah kepada masysrakat,” terang Warek I.

Dari progam ini juga diharapkan terbentuk Bank Sampah yang sudah dibedakan tempatnya yaitu Bank Sampah Organik dan Bank Sampah Anorganik di masing-masing RT/RW. Adanya Kompos,  MOL (Mikro Organisme Lokal), dan kerajinan tangan seperti tas, dompet, taplak meja dari sampah anorganik (cangkang kopi, gelas aqua bekas, plastik bekas), serta terbentuknya sebuah cerita anak yang akan dibukukan melalui website dengan tema, “The Light River” atau Cahaya Sungai Citarum Harum.

Lebih jauh Warek I menjelaskan, program KKN tematik terpadu dijadikan sebagai model sarana pembelajaran dengan metode BCA berbasis masyarakat untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa. KKN ini juga mengembangkan dan menumbuhkembangkan jiwa kepedulian terhadap lingkungan hidup yang bersih kepada masyarakat di kawasan sungai Citarum secara berkelanjutan. Selain itu untuk membuat inovasi program KKN tematik sebagai bahan pembelajaran mahasiswa dengan metode BCA serta membuat Klinik Sampah yang berbasis masyarakat dengan melakukan 1000 tangan membuang sampah pada tempatnya. 

Ketua Pelaksana Hibah Tematik Citarum Harum, Dr. Dini Dewi Heniarti,SH.,MH., mengungkapkan, hal yang paling mendasar yang harus ditangani adalah masalah pengelolaan sampah dan limbah ternak yang dibuang masyarakat ke  sungai Citarum. “Namun saat ini kita fokus kepada penanganan sampah dulu karena sesuai anggaran yang kita terima. Mudah-mudahan lain kali kita mendapat hibah lagi untuk menangani masalah limbah ternak ini, karena menangani limbah dari 10.000 hewan ternak bukan hal yang mudah,” terangnya.

Senada dengan Warek I, Dr. Dini menyebutkan, kegiatan yang kini dilakukan Tim Unisba adalah observasi lapangan dan Gerakan Pungut Sampah (GPS). Tim Unisba yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang prilaku mengelola sampah, komposting bata terawanag, ecobrick, pembuatan bata terawang, dan trashion (membuat kerajinan dari sampah yang bernilai seni serta memiliki nilai ekonomi).

“Tim kami dari Tarbiyah misalnya memberikan pendekatan kepada masyarakat tettang pemahaman perlunya lingkungan bersih dengan pendekatan agama, sedangkan dari Psikologi, Kedokteran, memberikan edukasi kepada anak-anak melalui story telling, tim dari fakultas lain pun memiliki peran masing-masing,” terang Dosen Fakultas Hukum Unisba yang juga Ketua Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (APDHI)  ini.

Tim Unisba, diberi waktu satu bulan untuk membenahi Desa Cibeureum ini. Karenanya semua yang terlibat bekerja keras untuk menyelesaikan program ini. “Alhamdulillah hari kedua bekerja, kami sudah bisa mendatangkan alat berat untuk membersihkan sampah yang berton-ton di daerah tersebut,” terangnya.

Diakui Ketua Tim, untuk mewujudkan program ini tidak mudah. Pasalnya, ada juga masyarakat yang apriori terhadap program Unisba ini. “Mereka mungkin jengah dengan program sebelumnya dari Tim perguruan tinggi lain yang menurut mereka tidak ada bekasnya,” terang Ketua Tim.

Namun, lanjutnya, Tim Unisba tidak bosan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat agar semua bisa bekerja sama sehingga Citarum Harum dapat terwujud. (Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMINPRO-Parlemen Kampus yang digelar BEM Fikom Unisba merupakan ajang untuk latihan mahasiswa mengenal demokrasi dan bagaimana kondisi sidang para wakil rakyat di DPR. Kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa bagaimana bermusyawarah dalam komunitas yang banyak dan beragam dan membeikan wawasan tentang parlemen.

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kominfopro dan Kerjasama, H. Asep Ramdan Hidayat,Drs., M.Si. dalam sambutannya di acara Parlemen Kampus (Seminar Nasional dan Simulasi Sidang DPR RI) Revisi UU Narkotika, “Pemuda Melawan Narkoba”  yang diselenggarakan BEM Fikom Unisba bekerjasama dengan DPR RI di Aula Unisba, Kamis (22/11). Acara ini dibuka oleh keynote speaker Wakil DPR RI, Fahri Hamzah, SE. Dalam sesi seminar, hadir narasumber Muhammad Nasir Djamil, M.Si. (Anggota Komisi III DPR RI), dan Brigjen Pol. Drs. Sufyan Syarif,MH., (Kepala BNNP Jabar). Sesi Pembekalan Sidang, diisi narasumber Dede Yusuf ME,ST.,M.Si. (Ketua Komisi IX  DPR RI), Ir. Indra Iskandar, M.Si. (Sekjen DPR RI), dan Dra. Damayanti, M.Si. (Deputi Bidang Persidangan). Simulasi sidang dilakukan di hari kedua, Jum’at (23/11).

“Parlemen mengajarkan cara bermusyawarah dalam komunitas yang banyak dan berbeda. Parlemen juga tidak terlepas dari unsur politik, tarik menarik berbagai kepentingan partai. Dalam persidangan mahasiswa akan belajar pula bagaimana cara mengambil keputusan yang baik. Siapa tahu, dari ruangan aula ini nantinya ada yang menjadi ketua atau anggota DPR RI,” kata Warek III yang disambut senyuman dan tepukan meriah dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan  peserta.  

Keharusan bermusyawarah, tercantum dalam Al-Qur’an diantaranya surat Ali Imran ayat 159, yang artinya berbunyi, “...bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”. Yang sulit, kata Warek III, adalah mengambil keputusan. “Karena itu jika sudah diambil keputusan, bertawakallah kepada Allah,”  tandasnya.

Dalam mengambil keputusan atau bermusyawarah, tambah Warek III, tidak boleh ada kata “jalan buntu” melainkan semua harus ada solusi. Dengan adanya Parlemen Kampus dan Simulasi Sidang ini, mahasiswa mendapat pembelajaran yang berharga. Parlemen menjembatani dan mengakomodir berbagai kepentingan. Mahasiswa juga belajar menjadi pendengar yang baik dalam bersidang. “Menjadi anggota parlemen juga harus memiliki wawasan yang cukup atau intelektual yang tinggi serta fisik yanag sehat agar keputusan yang diambil bermanfaat dan menjadi solusi dari masalah yang dibahas,” paparnya.  

Sementara itu Wakil DPR RI, Fahri Hamzah, mengungkapkan, para pemuda hendaknya rajin membaca, bersikap kritis, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah. Terkait narkotika, Wakil Ketua DPR RI ini mengungkapkan, terjadinya penyalahgunaan narkotika disebabkan jiwa lemah dan tidak menemukan ketenangan.  “Ini juga menjadi ciri pendidikan yang gagal,” tandasnya. Karena, para mahasiswa yang notabene para pemuda ini diimbau agar giat membaca dan tidak hanyut dalam “kemudahan” yang ditawarkan gadget.

Narasumber lain, Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengatakan, Badan Nasional Narkotika (BNN) dari pusat hingga provinsi harus diperkuat kelembagaannya. “Alokasi anggaran juga harus mendukung gerak BNN, khususnya dalam pencegahan,” katanya.

Hal Senada disampaikan Sufyan Syarif, Kepala BNNP Jawa Barat, mengatakan,  anggaran pemerintah harus lebih pada pencegahan narkotika seperti di luar negeri . “Saat ini Pemprov. Jabar dan BNN Jabar menggulirkan program Desa Bersih dari Narkotika (Bersinar) sebagai upaya pencegahan sampai pemulihan kembali par pecandu narkotika,” terangnya.(Sari)

KOMINPRO-Audiensi Unisba dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat perihal Diskusi Kemitraan BKKBN seputar kerjasama penelitian di R. Rapat Rektor, Kamis (22/11). Narasumber dalam kegiatan ini, Prof. Rizal Damanik, Ph.D., Deputi Latbang BKKBN Pusat. Audiensi ini dihadiri oleh Wakil Rektor II, Ketua LPPM beserta jajarannya dan BKKBN pusat dan provinsi.

Diskusi ini dilaksanakan sebagai kemitraan dalam melaksanakan pengembangan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan Unisba. Tema diskusi yang diangkat adalah Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Kependudukan. (Eki/Sari)

 

KOMINPRO – Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH., Wakil Rektor (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D dan perwakilan dosen berfoto bersama peserta pada acara pelepasan kegiatan Kerja Kuliah Nyata (KKN) Tematik Ciatrum Harum, di depan Gedung Rektorat, Rabu (21/11).

Sebanyak 34 mahasiswa yang terdiri dari berbagai Fakultas akan  melaksanakan kegiatan KKN pada tanggal 21 November s.d 10 Desember 2018. KKN Citarum Harum merupakan kegiatan yang diluncurkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan melibatkan peguruan tinggi se-Jawa Barat dan DKI Jakarta. Peserta KKN Unisba akan melakukan kegiatan di Sektor 1 daerah Cisanti yang membawahi 4 desa (Taruna Jaya, Cibereum, Cihawuk, dan Cikembang). Dengan adanya program ini, mahasiswa diharapkan dapat berperan secara langsung dalam upaya melestarikan lingkungan hidup di wilayah Jawa Barat terutama di bantaran sungai Citarum . (Feari/Sari)

KOMINPRO-Dalam rangka memeriahkan Milad ke 60, Unisba menggelar “The International Worksop of Establishing ASEAN Islamic University Association and Its Declaration” di Luxton Hotel Bandung, Jumat (16/11). Keynote Speaker pada kegiatan ini yaitu Riaz Januar Putra Saehu, Director of ASEAN Socio Cultural Cooperation Minister of Foreign Affair. Diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi Islam yang berada di Wilayah ASEAN. Dihadiri pula oleh Wakil Walikota Bandung, H. Yana Mulyana, SE., MM. dan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Drs. H. Daddy Hidayat, MM. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H.*** 

KOMINPRO-Universitas Islam Bandung meraih penghargaan dari Pemerintah Kota Bandung sebagai Perguruan Tinggi yang Menerapkan 100% Kawasan Tanpa Rokok Tahun 2018, Senin (12/11). Apresiasi ini diberikan oleh Pemkot Bandung kepada sejumlah instansi dan lembaga, salah satunya Unisba yang menegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok secara penuh. Seperti diketahui, Kawasan Tanpa Rokok terus digencarkan Dinas Kesehatan Kota Bandung sejak diterbitkannya Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) Nomor 215 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Di Unisba, Kawasan Tanpa Rokok sudah diterapkan bersamaan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan yang dikeluarkan melalui Peraturan Rektor tentang Kawasan Bebas Asap Rokok (KBAR) di Lingkungan Kampus Unisba beberapa waktu lalu. Saat ini peraturan tersebut dalam tahap sosialisasi secara intensif dan akan terus dilakukan selama jangka waktu kurang lebih dua bulan sejak SK tersebut dikeluarkan. (Eki/Sari)

Wapres RI saat menyampaikan Orasi Ilmiahnya di Prosesi Milad ke 60 Unisba

KOMINPRO Dewasa ini dibutuhkan upaya yang besar untuk meningkatkan ilmu. Tanpa menguasai ilmu maka masa depan tidak bisa kita kendalikan dan kuasai. Sampai sekarang ini (barat) masih menjadi pelopor dan ahli dalam keilmuannya.  Karenanya Perguruan Tinggi Islam, diharapkan bisa melahirkan ilmuwan baru, khususnya ilmuwan Islam.

Demikian disampaikan Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat memberikan Orasi Ilmiah dalam rangka Milad ke-60 Unisba di Aula, Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Sabtu (17/11).

“Kita butuh mengembalikan kejayaan sebagai pelopor keilmuan Islam. Saya bangga Unisba sudah menghasilkan lulusan yang bisa menyeimbangkan antara ilmu dunia dan akhirat. Karena ini akan menjadi tantangan saat ini khususnya di kebangkitan industri 4.0 terutama untuk kemajuan bangsa dan negara,” papar Wapres

Abad ke-10 masehi merupakan masa-masa kejayaan ilmu pengetahuan Islam,
tetapi abad menengah ke 16-17 kebangkitan ilmu Islam meredup, digantikan ilmu barat dan sampai sekarang ini menjadi pelopor dalam ahli keilmuan. Indonesia harus berkembang bila tak mau dibalap negara lain.

Dikatakan JK, Perguruan Tinggi (PT) Indonesia harus menjadi pelopor meski tak bisa langsung menyerap kemajuan tersebut. Ia mencontohkan alat pertanian yang belum canggih hingga belum meratanya produksi massal di bidang tertentu.

Eks Ketum Golkar itu juga mengingatkan semua pihak harus bisa memajukan Indonesia melalui bidang keilmuan masing-masing. Mereka yang berilmu harus bisa mempraktikkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ngungkapkan, Jawa Barat merupakan  provinsi yang strategis selain jumlah warganya yang terbanyak di Indonesia juga lokasinya yang terdekat dari ibu kota. Saat ini Jawa Barat memiliki jargon “Juara Lahir Bathin”. Karenanya dalam salah satu program kerjanya, Gubernur Jawa Barat ini menyertakan program kerohanian/Ke-Islaman. Selain program Maghrib mengaji dan Subuh Berjamaah, kini diluncurkan pula program 1 Desa 1 Hafiz, Kursus Bahasa Inggris untuk Ustadz, dan program lainnya.

 “Jadi selama lima tahun kedepan kita akan mengedepankan kondusifitas dan juga pembangunan yang bermafaat terutama untuk menjadikan Jabar Juara Lahir Batin,” terang Ridwan Kamil.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof.Dr.KH. Miftah Faridl yang hadir dalam kesempatan ini mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian  prestasi Unisba dalam usia 60 tahun. Prof. Miftah juga merasa bangga telah menjadi bagian dalam mencerdaskan dan membangun masyarakat dengan melahirkan alumni Unisba yang memiliki karakter 3M Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Bandung Prof. Edi Setiadi mengatakan menginjak 60 tahun Unisba berhasil meraih akreditasi A, “Dari tiga perguruan tinggi swasta yang meriah akreditasi A, salah satunya adalah Unisba. Dan ini harus kita bayar dengan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Rektor Unisba, Prof. Edi.***

 

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Alex Sobur Drs., M.Si, saat seusai melakukan sesi  wawancara di Gedung Rektorat Unisba, Jalan Tamansari nomor 20, Rabu (14/11).

KOMINPRO - Alex Sobur Drs., M.Si, salah seorang dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan  Prof. Dr. Tony S. Djajakusumah, dr., SP.KK (K), Wakil Dekan I/dosen Fakultas Kedokteran Unisba berhasil meraih penghargaan sebagai dosen yang memiliki publikasi luar biasa dan masuk kategori ilmuwan dunia 2018 karena karya tulisnya yang dipublis memperoleh jumlah sitasi tertinggi Google Scholar dan Scopus. Penghargaan berupa sertifikat, plakat dan uang masing-masing sebesar Rp. 10 juta  diserahkan Rektor di Aula Unisba, dalam acara Sarasehan dan Penyerahan Penghargaan, Rabu (14/11).

Ditemui seusai acara, Alex Sobur mengaku bangga sekaligus haru atas bentuk perhatian yang diberikan Unisba terhadap kiprahnya sebagai penulis. Menurutnya, penghargaan ini merupakan sebuah refleksi atas perjalanan panjang yang dilaluinya selama bertahun-tahun.

“Ini merupakan kejutan bagi saya. Dengan penghargaan ini, saya mencoba untuk merefleksi sebuah terminal dari perjalanan panjang. Ini merupakan kenangan paling manis, bukan secara material atau hadiahnya, melainkan bentuk perhatian yang saya apresiasi,” kata Pak Alex yang mulai menulis sejak tahun 1981 ini.

Berdasarkan data Google Scholar sampai tanggal 13 November 2018, jumlah sitasi yang mencantumkan nama Alex Sobur tercatat sebanyak 5.801. Pa Alex berharap, capaian yang diperolehnya saat ini dapat membangun suasana dan atmosfir akademik bagi rekan sejawatnya untuk lebih sering menulis demi kemajuan Unisba.

“Mungkin leluasanya kita bisa mengkondisikan diri untuk berbuat yang terbaik bagi almamater. Bagi saya pribadi ini merupakan bentuk kontribusi satu-satunya yang bisa saya lakukan karena dengan cara lain, saya belum diberikan kesempatan,” ujarnya.

Dia mengatakan, sitasi merupakan hal yang hasilnya dapat terukur dan tidak dapat direkayasa. Semakin banyak pembaca dan penulis yang mengutip dan memanfaatkan karyanya untuk kebutuhan akademik, maka semakin berarti pula kehadirannya bagi kemaslahatan umat.

Menulis, bagi Pak Alex merupakan terapi terbaik ketika dirinya dihadapakan dengan persoalan. Dengan menulis, katanya, dia menemukan ketenangan sekaligus kenikmatan, meskipun di tengah prosesnya menghadapi berbagai hambatan. Dalam dua tahun ia pernah berhasil menyelesaikan 7 (tujuh) judul buku. Namun, katanya lagi, menulis buku tidak selalu mudah. Kadang dia pun merasa kesulitan dalam mencari ide sehingga pernah tak satupun buku yang dia buat dalam satu tahun. “Kesibukan lain pun sangat menyita waktu sehingga sulit menyelesaikan sebuah buku,” jelasnya.

Tidak pernah mematok berapa judul bukuyang harus diselesaikan dalam setahun, itulah sikap Pak Alex. Ide untuk membuat buku, kata dia, mengalir saja. Karya-karya Pak Alex yang menjadi best seller diantaranya, Semiotika Komunikasi, Komunikasi Naratif, Analisis Teks Media, Ensiklopedia Komunikasi, Psikologi Umum, Filsafat Komunikasi, dan lain-lain. “Ide itu datang kalau kita dalam tekanan. Saat dikejar deadline, biasanya ide jadi lancar mengalir,” akunya. Pak Alex pun “mendisiplinkan” diri dalam menulis, khususnya dalam menulis kamus. Jika satu hari tidak menulis, besoknya harus ditebus dengan menghasilkan dua halaman.

Pak Alek mengakui, saat menulis, ia sangat menghindari internet. Menurutnya, internet banyak sumber yang tidak jelas, dimana penulis bisa menambah dan mengurangi. Ia lebih suka mencari referensi melalui buku. Meski kadang sulit, hal tersebut justru semakin menantang baginya. “Bahkan, saya pernah menunggu sampai setahun untuk mendapatkan satu judul buku yang saya cari,” ungkapnya.

Bagi para pemula, ada tiga tips dari Pak Alex yang dapat dilakukan untuk memulai menulis sebuah buku, yakni tema yang menarik, langka, dan diprediksi akan menarik banyak peminat. Menurutnya, buku bertema langka akan banyak dicari dan menjadi referensi utama bagi penulis lain yang berniat membuat buku dengan tema serupa. Selamat mencoba. (Feari/Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cendekiawan Muslim, Prof. Dr. Azyumardi Azra (kedua dari kiri) saat memberikan materi pada acara Sarasehan bertema “Mewujudkan 3M yang Sesungguhnya” yang diselenggarakan di Aula Utama Unisba (14/11). 

KOMINPRO-Unisba, salah satu Perguruan Tinggi (PT) Islam terbresar di Jawa Barat, tahun ini berusia 60 tahun. Banyak prestasi yang telah ditorehkan PT yang berakreditasi “A” (unggul) ini selama rentang enam dekade berkarya, dari mulai prestasi lokal, nasional, hingga internasional. Unisba juga konsisten menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi yang mampu menghadapi berbagai persoalan di tengah kehidupan masyarakat. Di usia ke-60 inilah Unisba bersiap diri tinggal landas mewujudkan visinya menjadi PT yang mandiri, maju dan terkemuka di ASEAN.

Sebagai bentuk refleksi terhadap perjalanan Unisba selama 60 tahun dan untuk mewujudkan misinya menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlakul kharimah sebagai Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M), Unisba menyelenggarakan Sarasehan bertema “Mewujudkan 3M yang Sesungguhnya”, di Aula Utama Unisba (14/11).

“Unisba tak ingin hanya jadi Menara gading dengan icon yang tak berjiwa di tengah perubahan yang berdimensi teknologi serta nilai-nilai Islam yang lebih kaffah seiring dengan kebutuhan dan tuntutan yang ada,” demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH.. 

Dalam Sarasehan ini hadir lima pembicara yaitu  Cendekiawan Muslim, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Dr. (H.C), Dra. Hj. Popong Djundjunan, sebagai politisi perempuan senior asal Jawa Barat yang selalu concern dengan pemberdayaan masyarakat Jawa Barat. Pakar IT dalam manajemen perguruan tinggi, Ivan Sengkereng, S.T,M,M. (IT Universitas Bina Nusantara), Dr. Mamat Salamet Burhanuddin, M.Ag (Departemen Kementerian Agama), serta Lukman Nurhakim Tholib, S.H, M.Inf (Alumni Fakultas Hukum Unisba-Pakar SDM).

Dikatakan Prof. Dr. Azyumardi Azra, Unisba perlu mengkontstruksikan kembali definisi mujahid yang kini dimaknai ganda oleh masyarakat. Dia mengatakan, pengertian jihad cenderung dinilai ekstrimis oleh beberapa orang bahkan media internasional.

“Jihad seringkali diartikan negatif, orang-orang yang melakukan kekerasan dan bunuh diri kini dikatakan jihad. Kalimat jihadis yang disalah artikan tersebut bahkan dikutip media internasional dan ini membuat orang islam semakin susah,” katanya. Dia mengatakan, jihad yang sebenarnya merupakan pejuang yang bersungguh-sungguh dalam bidang ilmu.

Dia berharap, Unisba dapat melakukan reformasi dalam memaknai arti 3M  di usianya yang ke-62 kelak untuk membangun kemaslahatan bagi umat ke depannya. Selain itu, kata dia memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan aspek yang wajib dimiliki peguruan tinggi (PT) untuk mewujudkan 3M yang sesungguhnya.

 “Indonesia merupakan satu-satunya negara Islam yang memiliki prospek berkembang ke depan. Selain dianugerahi Sumber Daya Alam yang kaya, Indonesia juga dinilai memiliki Sumber Daya Manusia yang mempuni. Namun, jika Unisba ingin turut serta mewujudkannya diperlukan aspek akuntabilitas etis, jangan hanya diam jika ada hal-hal yang tidak sesuai,” jelasnya.

Kelima narasumber tersebut membagikan pandangannya mengenai arah kontribusi Unsiba di tengah gejolak disrupsi yang kini merambah bidang pendidikan, politik, agama, sosial dan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan Unisbta tidak hanya menjadi menara gading yang tak berjiwa di tengah perubahan jaman. Tapi juga menawarkan solusi dalam menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi umat.

Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra yang kesohor dengan pemikirannya yang tajam tentang Islam Wasathiyah, kolaborasi Islam Nusantara dan Islam berkemajuan di Indonesia, dihadirkan dalam sarasehan Milad Unisba ke-60 yang memiliki visi melahirkan cendekiawan Mujahid (pejuang), Mujtahid (peneliti) dan Mujaddid (pembaharu), untuk memberikan kritik, analisis dan pemikirannya tentang posisi PTS Islam dalam membangun peradaban Islam melalui kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang Pendidikan, di tengah  dinamika Islam Indonesia di tengah perubahan ekonomi, politik, social dan budaya.

Popong Djundjunan, sebagai politisi perempuan senior asal Jawa Barat yang selalu concern dengan pemberdayaan masyarakat Jawa Barat melalui kekuatan kearifan localnya, dihadirkan untuk memberikan pemikirannya tentang optimalisasi peran UNISBA sebagai perguruan tinggi, agar melalui visi nya secara nyata berkontribusi memajukan masyarakat Sunda di pergaulan local, nasional maupun global.

Pakar IT dalam manajemen perguruan tinggi Ivan Sengkereng (Ubinus), Mamat Salamet Burhanuddin (Kemenag), dan Lukman Nurhakim Tholib (alumni Fakultas Hukum Unisba) juga dihadirkan melengkapi diskusi dan pemikiran reflektif tentang arah kontribusi UNISBA di tengah gejolak disrupsi yang sudah merambah bidang pendidikan, politik, agama, social dan budaya, agar melalui visi dan programnya membuahkan karya nyata yang realistic, jelas dan terukur hingga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Sarasehan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika UNISBA dan para tokoh Islam di Jawa Barat, yang memiliki visi seiring dalam memajukan umat Islam melalui pendidikan yang integrative.(Feari/Sari)