Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Berita

Berita (560)

Berita Duka

 

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Undang Dasuki, Drs., M.Si.

(Dosen Prodi Farmasi Unisba)

Pada hari Selasa, 05 Juni 2018 pukul 23.00 WIB.

Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga almarhum mendapat maghfirah 

dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

KOMINPRO-Memberikan barang kepada orang lain, hendaknya barang yang masih memiliki nilai manfaat sehingga masih bisa digunakan bagi penerima. Memberi pada hakekatnya adalah menyerahkan sesuatu yang menjadi haknya kepada orang lain sehingga apa yang diberikan itu akan menjadi hak orang lain. Memberi juga dilakukan oleh mereka yang punya kepada yang belum punya.

“Jika kita menyerahkan pakaian, pastikan pakaian tersebut masih bisa dipakai. Kalau sobek atau kancingnya lepas, perbaiki dahulu. Begitupun dengan barang lainnya, jangan sampai apa yang kita berikan tak terpakai, mubadzir,” terang Dr. Kiki Zakiah,Dra.,M.Si. ketika memberikan tausiah bertema, “Memberi dan Menerima” dalam kegiatan Ramadhan & Bakti Sosial yang diselenggarakan Ibu-Ibu Pengajian Masjid Nurul Muttaqien, Komplek Unisba, Jatihandap, Bandung, Ahad (3/6).

Dikatakan Ketua Majlis Talim,  Enung Affandi, Dra., dana yang dihimpun dari para donatur tahun ini mencapai 14,7 juta rupiah. Adapun Paket  Ramadhan yang diserahkan tahun ini mencapai 244 buah, dengan rincian, 144 berasal dari donatur yang dihimpun ibu-ibu pengajian Nurul Muttaqien, dengan masing-masing paket berisi sembako dengan nilai Rp. 95.000,00 dan 100 paket lainnya sumbangan dari BAZNAS Jabar.  Selain itu diserahkan pula santunan kepada fakir miskin sebanyak 8 orang masing-masing mendapat Rp. 200.000,00. Para penerima paket dan santunan merupakan masyarakat yang bermukim di komplek Unisba dan sekitarnya.

“Alhamdulillah banyak sekali donatur yang membantu kegiatan kami, baik dari institusi Unisba maupun dari dosen dan karyawannya, serta BAZNAS Provinsi Jabar, untuk itu kami ucapkan terima kasih,” kata Bu Enung yang juga isteri dari Ketua LSIPK Unisba, Dr, M. Wildan Yahya, Drs.,M.Pd.

Wakil Ketua III BAZNAS Jabar, Dr. Sri Fadilah,SE.,M.Si.,AK.,CA., turut hadir dalam acara ini dan menyerahkan langsung paket Bingkisan Ramadhan Ceria kepada kaum dhuafa.

Sementara itu, Dr. Kiki Zakiah, yang juga Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Unisba (LSPU) ini mengungkapkan, pentingnya berbagi dengan sesama khususnya umat Islam, terlebih dalam bulan Ramadhan yang pahalanya dilipatgandakan Allah SWT. Di bulan Ramadhan yang mulya ini pula umat Islam memiliki tradisi memberi dan menerima.

Ketua LSPU ini mengingatkan, dalam memberi tidak hanya dengan barang yang baik, tetapi juga harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Pemberian yang baik dengan cara yang baik, akan menyenangkan pihak pemberi dan penerima, dan akan memperbaiki relasi sosial selanjutnya.

“Sebaliknya pemberian buruk yang diberikan dengan cara yang baik, atau pemberian baik yang diberikan dengan cara yang buruk, akan membekaskan luka di hati penerima dan mengakibatkan keburukan relasi di hari depan,” terang Bu Kiki.

Hal tersebut ditegaskan dalam Al-Quran, yang artinya, “Orang yang memebri dan bertakwa, serta bersedekah dengan baik, niscaya akan kami mudahkan dia dalam kemudahan. Sedangkan oranag yang pelit dan mencukupkan hartanya untuk dirinya sendiri, serta berbohong dengan cerdik, niscaya akan kami mudahkan dia dalam kesulitan,” (QS Al-Lail : 5)

Penerima, lanjut bu Kiki, hendaklah menunjukkan sikap yang baik pula, diantaranya, bersyukur dengan cara berterimakasih dan memanfaatkan barang pemberian dengan sebaik-baiknya. Penerima juga hendaknya menerima pemberian dengan lapang dada, dan mendoakan pemberi.

“Pemberi dan penerima, seyogyanya bersama-sama meningkatkan amal ibadahnya dengan senantiasa melakukan shalat wajib dan sunnah baik rawatib, maupun salat sunnah lainnya seperti dhuha, qiyamullail, rajin bersedekah, rutin istighfar, dan rutin berdzikir. Mudah-mudahan dengan begitu rizki kita akan dimudahkan Allah,” katanya.(Sari)

 

Berita Duka

 

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah
Anak dari Bapak Ari bagian Umum dan Ibunda Roni Tata Laksana Ciburial.
Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga almarhumah mendapat
maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

 

Ifthor Jama’i FK Unisba

Pimpinan Unisba dan Yayasan bersama dosen dan mahasiswa FK Unisba yang berprestasi di tingkat Kopertis wilayah IV Jawa Barat dan Banten

KOMINPRO-Fakultas Kedokteran (FK) Unisba menggelar Ifthor Jama’i (buka puasa bersama) di Gedung FK Unisba, Rabu (30/05). Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan, Pimpinan Universitas dan Yayasan yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Bagian, civitas akademika FK Unisba, serta Direktur Rumah Sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan FK Unisba.

Buka Bersama merupakan salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan 1439 H FK Unisba dengan tema, “Ramadhan sebagai Momentum untuk Membentuk Pribadi & Institusi yang Unggul dan Islami”. Kegiatan ini diisi tausiah DR. H. Tata Fathurrohman, SH.,MH. yang dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa FK Unisba yang berprestasi di tingkat Kopertis wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

Sementara itu Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. dalam sambutannya mengungkapkan, Ta’lim Pekanan yang juga merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan 1439 H FK Unisba bisa menjadi salah satu program pengajian yang pelaksanaannya disamping dipusatkan di tingkat universitas, juga dilaksanakan di tingkat fakultas.

Ta’lim yang diselenggarakan melalui LSIPK memiliki tujuan untuk membina dosen dan tendik. Rektor mendorong para Dekan di fakultas lainnya untuk dapat menggerakkan pengajian di tingkat fakultas dan prodi sehingga dapat berjalan efektif.

Rektor berharap, kegiatan Ta’lim Pekanan ini, tidak hanya berjalan di bulan Ramadhan saja, tapi juga dapat berjalan seterusnya dan dapat mendorong program studi lainnya di Unisba yang belum pernah melaksanakan kegiatan ini untuk dapat melaksanakan kegiatan serupa.

Terkait prestasi yang diraih dosen dan mahasiswa FK di Kopertis wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Rektor sangat mengapresiasi walaupun belum memperoleh nilai di tingkat nasional. Rektor mendorong kedepannya agar dosen dan mahasiswa dapat dibina lebih intensif oleh Fakultas untuk meraih prestasi di tingkat nasional.

“Secara umum prestasi mahasiswa Unisba di tingkat Fakultas sudah cukup menggembirakan. Dari Psikologi meraih Juara Debat Bahasa Inggris, Syariah Juara 3 di tingkat nasional lomba karya tulis bidang Perbankan Syariah dan UKM pun bisa berjaya,” ungkap Rektor.

Rektor berharap, tema kegiatan Ramadhan 1439 H FK Unisba, dapat menginspirasi Unisba dan Fakultas lainnya agar menajdi pribadi dan institusi yang unggul tetapi tetap dalam koridor Islam. 

Sementara itu, Dekan FK Unisba,  Prof. Dr. Ieva B. Akbar, dr., AIF., mengatakan, kegiatan Ifhtor Jama’i ini diselenggarakan dalam rangka silaturahmi dan rasa syukur dapat menjalankan ibadah shaum Ramadhan tahun 1439 H dalam keadaan sehat wal’afiat.

Ihwal dosen dan mahasiswa berprestasi tingkat Kopertis wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Bu Dekan mengungkapkan, FK menghasilkan dosen dan mahasiswa berprestasi walaupun belum memenuhi di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi tingkat nasional belum diraih karena Institusi kurang membekali dengan pengetahuan dan berbagai hal sehingga dalam bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia, prestasi tersebut belum berhasil diraih. “Kedepannya kita akan mempersiapkan dan berharap ke depan dari Unisba akan mewakili dan berprtestasi di tingkat nasional,” katanya.

Bu Dekan pun menjelaskan, saat ini, calon dokter dan dokter muda dari FK Unisba sedang melaksanakan Pesantren Profesi Dokter yang diselenggarakan di Kampus II Unisba Ciburial. Menurutnya, walaupun dalam keadaan shaum para calon dokter dan dokter muda tersebut sangat bersemangat dan bergairah melaksanakan kegiatan pesantren.

“Terima kasih kepada LSIPK dan berbagai pihak dalam pelaksanaan pesantren yang luar biasa ini. Kami terharu atas dukungan berbagai pihak untuk melaksanakan dan merealisasikan Islamic Implementation Medical Curiculum di Unisba,” Paparnya.

Bu Dekan meminta dukungan dan doa kepada berbagai pihak untuk reakreditasi FK yang akan segera dilaksanakan agar meraih hasil yang masimal.(Eki/Sari)

KOMINPRO-Sebagai salah satu tindak lanjut dari diterimanya Hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari Dirjen Belmawa Kemenristekdikti beberapa waktu lalu, Unisba menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana Unisba, Rabu-Kamis (30-31/05).

Workshop ini menghadirkan pembicara Dr. Ren. Nat Asep Supriatna, M.Si. (Tim Belmawa dari  UPI) dan Shahrial, S.T., M.Pd., MNLP. dan diikuti 30 orang guru dari beberapa sekolah yang menjalankan kemitraan dengan Unisba yang sudah berlangsung lama yakni SD Al-Irsyad Al-Islamiyah, SMP PGII I, SMA PGII 2, dan SMK Unggulan Terpadu PGII 2 Bandung.

Rektor Unisba. Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H. dalam sambutannya, mengatakan, Unisba memperoleh hibah ini dari Kemenristekdikti terkait penugasan dosen ke sekolah  yang masuk kategori Penelitian Kepada Masyarakat dalam hal kurikulum.

“Kurikulum berorientasi industri ini laten di Indonesia baik tingkat menengah, dasar dan perguruan tinggi. Rata–rata dikatakan belum siap,” kata Rektor. Di tingkat menengah, lanjut Rektor, terlalu banyak pelajaran yang harus dihafal dengan kondisi objektif yang ada di Indonesia.

Rektor berharap, workshop ini berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi bagi guru yang hadir. Selain itu dapat mendorong Unisba untuk mengajukan hibah dan memperolehnya sebagai sumbangsih Unisba terhadap masyarakat.(Eki/Sari)

 

Calon mahasiswa baru Unisba saat mengikuti test tertulis

KOMINPRO-Sebanyak 1841 orang calon mahasiswa berhasil lulus dalam Ujian Saringan Masuk (USM) dan Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Unisba Gelombang II  Tahun Akademik 2018/2019. USM diselenggarakan Sabtu-Minggu (19-20/05) di kampus Unisba, Jl. Tamansari Bandung. Peserta lulus setelah bersaing ketat dengan 2433 calon mahasiswa lainnya.

Para peserta harus mengikuti tes psikotest (19/05) dan tes tertulis akademik (20/05). Peserta yang mendaftar ke  Fakultas Psikologi, Ekonomi, & Bisnis, Planologi, Kedokteran, Farmasi, dan Fikom diharuskan mengikuti dua test sekaligus  yakni psikotes dan tes tertulis. Sedangkan fakultas lainnya hanya mengikuti tes tertulis saja. Selain jalur USM, Unisba juga membuka jalur raport atau PMDK. Peserta yang lulus tersebar di sepuluh fakultas yang ada di Unisba, yakni Fakultas Syariah, Dakwah, Tarbiyah dan Keguruan, Hukum, Psikologi, MIPA, Teknik, F. Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Kedokteran.

Kelulusan hasil tes diumumkan selengkapnya hari ini, Sabtu (26/05) melalui website PMB Unisba dan papan pengumuman di Sekretariat PMB. Bagi mereka yang lulus bisa mencetak “Surat Kelulusan” sendiri dengan mengakses http://pmb.unisba.ac.id dengan menggunakan username dan password yang telah dimiliki. Registrasi (daftar ulang) bisa dilakukan mulai 28 Mei s.d 29 Juni 2018. Bagi calon mahasiswa yang belum lulus maupun  yang belum  mendaftar, PMB Unisba masih membuka kesempatan di Gelombang III yang sudah dibuka untuk jalur PMDK mulai 21 Mei s.d. 20 Juli 2018 dan jalur USM mulai 21 Mei s.d. 09 Agustus 2018. (Eki/Sari)

Unisba Polisikan Joki PMB

Warek I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man,MT., P.Hd. IPM. memberikan keterangan pers terkait joki di seleksi PMB Unisba  kepada wartawan  

KOMINPRO-Penerimaan Mahasiswa Baru Unisba (PMB) 2018/2019 ternodai dengan hadirnya joki yang jumlahnya disinyalir mencapai 25 orang bahkan lebih. Para joki ini menjalankan aksinya untuk mewakili calon mahasiswa Unisba yang mendaftar ke Fakultas Kedokteran (FK). Unisba membawa kasus ini ke ranah hukum karena dinilai merupakan tindakan kejahatan akademik.

Wakil Rektor (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man,MT., P.Hd. IPM. yang juga Ketua Panitia PMB Unisba 2018/2019,  mengatakan, Unisba tidak akan memberikan toleransi terhadap para pelaku kejahatan akademik. Keberadaan para joki ini selain merusak citra akademik juga calon mahasiswa.

“Kami sudah melaporkan mereka ke Polrestabes. Pelaporan ini akan memberikan efek jera terhadap para pelaku,” tegas Warek I di ruang Rektorat, Jalan Tamansari No. 20, Rabu (23/5).

Dari 25 joki, 7 diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan. Dari kesemuanya itu, hanya 4 orang yang ditahan dan semuanya perempuan. Dari keterangan empat orang tersebut, mereka masih berstatus mahasiswa. Mereka dilaporkan dengan tuduhan pemalsuan identitas, penipuan, dan perbuatan tidak menyenangkan.

Para joki ini tertangkap saat mengikuti seleksi Psikotes, seleksi hari pertama pada masa PMB Gelombang II, Sabtu (19/5). Sebagaimana diketahui, seleksi PMB Unisba dilaksanakan selama dua hari, hari pertama Psikotes (untuk Fakultas Kedokteran, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Prodi Farmasi, Prodi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Hari kedua merupakan seleksi akademik yang harus diikuti oleh seluruh calon mahasiswa (semua Fakultas/Prodi) yang dilakukan Minggu (20/5).

Penanggungjawab Psikotes, Indri, menceritakan kronologis temuan para joki ini, yakni berawal dari pelaporan salah seorang pengawas. Pengawas menemukan ketidakmiripan antara peserta tes dengan identitas yang ada di panitia. “Kami meminta identitas lain tetapi mereka tidak memberikannya,” ujarnya.

Saat dimintai KTP, peserta tidak memberikannya. Mereka malah menunjukkan akte kelahiran, kartu keluarga, dan kartu pelajar dengan foto yang sama dengan wajah para pelaku. Indri kemudian menghentikan seleksi terhadap ke-25 orang tersebut.

Warek I menduga, para joki itu tergabung dalam sebuah sindikat kejahatan akademik. Para pelaku mengaku di bawah koordinator dari Purwokerto dan Jakarta. Dugaan tersebut didukung dengan bukti percakapan dalam telefon seluler joki (Whatsapp). Warek I menyebut ada kelompok lain yang jumlahnya 30 orang sudah berada di Bandung.

“Mereka menginap di hotel yang sama. Biaya tiket perjalanan dan akomodasi ditanggung koordinator,” terang Warek I.

Dari keterangan pelaku juga, koordinator mereka berisnisial MR dari Purwokerto dan IDR dari Jakarta. Masing-masing joki mengaku dibayar Rp. 4 juta dari aksinya itu. “Transkrip percakapan mereka sudah kami serahkan ke pihak kepolisian,” terang Warek I.

Warek I mengaku sudah mengirim surat untuk meminta klarifikasi dari kampus para pelaku terkait kebenaran identitas mereka. Sebagian besar pelaku merupakan mahasiswa di Jawa Tengah. Bahkan kampus terkait telah meminta kronologis peristiwa untuk memproses mahasiswanya bila benar telah berbuat pidana.

Fakultas Kedokteran Unisba merupakan salah satu fakultas favorit di Unisba sejak berdiri pada tahun 2004 (selama 13 tahun). Karenanya seleksi mahasiswa baru diperketat. Warek I mengungkapkan, Sejak seleksi PMB gelombang I, sebenarnya sudah ada indikasi perjokian namun jumlahnya tidak sebanyak gelombang II ini.  Warek I mengatakan, semua calon mahasiswa yang diketahui menggunakan joki ini akan dicoret dari seleksi. “Nyatanya di hari kedua seleksi, sekitar 100 orang calon mahasiswa FK tidak mengikuti test. Ini kemungkinan dampak dari temuan tersebut,” terang Warek I.

Saat ini Unisba telah memiliki sertifikasi Sistem Penjaminan Mutu Internal sejak 2008. Praktik perjokian ini akan merusak mutu akademik Unisba. Karena itu, kata Warek I, diperlukan efek jera untuk memberantas praktik perjokian ini. Warek I juga mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur tawaran joki. “Jangan tergiur dengan yang menjanjikan bisa masuk ke fakultas favorit di Unisba,” katanya.***(dari berbagai sumber)

KOMINPRO-Bulan Ramadhan merupakan sarana bagi umat Islam untuk memperbaiki diri. Banyak keistimewaan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan.  Pada bulan Ramadhan diturunkannya lailatul qodr (lebih baik dari pada 1000 bulan), Ramadhan sebagai bulan maghfirah (pengampunan), ditambahnya rizki bagi orang mukmin, dilipatgandakan pahala, dan Ramadhan sebagai bulan ijabahnya do’a-do’a. Dari berbagai keistimewaan bulan Ramadhan tersebut akan menumbuhkan karakter muttaqien.

Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Dakwah Unisba, Dr. H. Komarudin Saleh,M.Pd.I., M.Ag. dalam tausiah bertema, “Hikmah Shaum dalam Pembentukan Karakter Muttaqien” yang disampaikan pada Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) Koperasi Syariah Karyawan dan Dosen Unisba, di Aula, Senin (22/5).

Dikatakan Pak Komar, ada lima karakter untuk mencapai muttaqien yang tumbuh dari hadirnya bulan Ramadhan. Karakter tersebut adalah meningkatkan iman (mengokohkan iman), meningkatkan wawasan/ilmu, mencintai ibadah, merealisasikan diri dengan amal salih, dan karakter khusnul khuluk (berbudi pekerti).

“Bagi orang yang bertaqwa, Allah menjanjikan derajat kemulyaan, pahala yang berlipat, diampuni dosa, diberi rizki dari jalan yang tak disangka-sangka, dan sebagainya. Ini janji Allah yang tercantum dalam Al-qur’an, Allah mustahil berdusta,” tegas Pak Komar.

Karena akan meraih kemulyaan tersebut, lanjut Pak Komar, umat Islam kerap merasa berat untuk melakukan dan meningkatkan ibadahnya. “Kemulyaan ini harus kita raih, paksakan diri untuk berbuat baik dan beribadah,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor (Warek) II, Dr. Atih Rohaeti Dariah,SE.,M.Si. mengapresiasi Kopsyarkardos Unisba yang rutin melakukan MAT setiap tahunnya. “Ciri koperasi yang sehat adalah menyelenggarakan RAT/MAT karena dalam MAT pengurus menyampaikan laporan kinerjanya dalam satu tahun buku,” katanya. Warek II menyebut keberhasilan Kopsyarkardos merupakan hasil kinerja yang baik para pengurus dan partisipasi aktif anggotanya.

Namun demikian, Warek II mengingatkan, para anggota koperasi agar proporsional dalam melakukan transaksi di koperasi khususnya dalam hal pinjaman. “Jangan sampai terlena dengan kemudahan pinjaman yang diberikan koperasi sehingga lupa berapa sisa gaji yang harusnya dibawa pulang untuk keluarga,” pintanya.

Susilo Setiawan,SE.,M.Si., Ketua Kopsyarkardos Unisba melaporkan rangkaian kegiatan dan jumlah asset yang dimiliki serta keuntungan yang didapat dari kegiatan/transaksi yang dilakukan koperasi selama satu tahun yang menunjukkan kinerja yang baik dan memperoleh laba yang signifikan. Dalam MAT ini para anggota juga memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai dengan aktifitas/partisipasinya di koperasi. Anggota juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize mulai dari merchandise hingga barang berharga/mewah seperti televisi LED, kulkas, mesin cuci, dan lain-lain. Di akhir acara dilakukan pengundian grandprize berupa umroh yang dimenangkan Ade Zaenal.(sari)

KOMINPRO-Perguruan Tinggi memiliki andil besar dalam menangkal bagaimana agar radikalisme tidak menjadi paham yang laten untuk urusan tatanan atau anti terhadap Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

Demikian disampaikan Wakil Rektor I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, MT.,Ph.D. IPM. dalam Forum Group Disscusion (FGD) “Peran Kampus dalam Menangkal Radikalisme” di Gedung Pikiran Rakyat JL. Asia Afrika Bandung, Selasa (22/05). FGD ini terselenggara atas kerja sama Bagian Komunikasi Informasi dan Promosi (Kominpro) Unisba dengan PR.

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber yakni Januar P. Ruswita (Pimpinan PR), Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si. (UPI), Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. (Koordinator kopertis wilayah IV), Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si. (Dekan fikom unpad), Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si. ( Pembina Yayasan Unpas), Dr. Hj. Imas Rosidawati Wiradirja, SH., MH. (Guru Besar Uninus), Dr. Hj. Imas Masyitih M Noor, SH., MH (anggota DPR), Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir M.S. (Rektor UIN) Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp, M.Si., M.Kom. (Ketua Aptisi), Ir. A. Harits Nu'man, M.T., Ph.D. (Warek 1 Unisba), Prof. Dr. H.M. Abdurrahman, MA (Guru Besar Fakultas Syariah), Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag (Yayasan Unisba), Prof. Dr. Hj. Atie Rachmiatie, M.Si (Ketua LPPM ), M. Roji Iskandar, Drs., M.H (Dekan Fakultas Syariah Unisba), DR. Komarudin Shaleh, Drs., M.Ag. (Dekan Fakultas Dakwah Unisba), dan Dr. Rusli K. Iskandar, S.H., M.H. (Fakultas Hukum). FGD dipandu moderator Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba, Dr. Septiawan Santana Kurnia, Drs., M.Si. (Dekan Fikom).

Dikatakan Warek I Unisba, tema yang dipilih dalam FGD  sesuai dengan fenomena yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini terkait dengan radikalisme. Paham radikalisme, menurutnya lebih mengena kepada masyarakat yang sudah dewasa dan kampuslah yang menjadi sasarannya dimana mahasiswa terprovokasi dan memiliki paham radikalisme.

Unisba sejak awal sudah berupaya untuk menjalankan dan mengamakan syariat Islam yang tetap bertumpu kepada UUD 45 dan lainnya, salah satunya bagaimana Unisba menghasilakn lulusan yang memiliki jiwa 3M (Mujahid, Mujtahid dan Mujaddid). “Mujahid ini bukan berarti bukan berjuang dengan keinginan sendiri tetapi dibekali dengan patron yang ada  didalamnya nilai ke-Islaman yang ditanamkan sehingga berjuangnya ber-jihadnya  tetap memunculkan nilai ke-Islaman yang hakiki,” ungkap Warek I.

Dalam proses pembelajaran, tambahnya, Unisba memberikan pembekalan keagamaan yang sangat komprehenssif bagi mahasiswanya mulai dari semester awal sampai selesai hingga berlanjut ke profesi. “Ini sebagai upaya untuk pembekalan yang sudah kami lakukan sejak awal karena warisan dari pendahulu kami itu menarik diri dari kancah politik, dan untuk berkiprah di dunia pendidikan, mengkhusukan mujahid yang memiliki intelektualitas yang cukup tinggi,” jelas WR I seraya berharap, melalui forum ini dapat memberikan solusi untuk menangkal pahak radikalisme.

Sementara itu, Pemimpin Perusahaan Pikiran Rakyat, Januar P Ruswita ,mengungkapkan, bicara radikalisme ini dalam beberapa bulan terakhir memunculkan suatu isu yang menarik yang harus ditelaah lebih lanjut.

Saat ini menurutnya, teror yang terjadi tidak hanya berlatar di fasilitas keagamaan saja tetapi di tempat yang steril sekalipun seperti di kepolisian. Pelakunya pun tidak hanya berlandaskan kesenjangan sosial dimana sebelumnya pelaku kebanyakan masyarakat dari kalangan kurang mampu, akan tetapi yang terjadi saat ini pelaku merupakan sosok yang sudah mapan dalam hal ekonomi.

Radikalisme yang terjadi saat ini, tambahnya, harus dapat ditindaklanjuti lebih lanjut karena paham radikalisme ini melibatkan oknum di lingkungan kampus. Hal ini membuat pemangku media memiliki peran yang tidak hanya sebagai lembaga penyampai informasi saja, tetapi juga menjadi lembaga yang ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. “Kami mengajak semua pemangku kepentingan karena tidak mungkin kita sendiri yang membuat cerdas masyarakat. Di lingkungan perguruan tinggi ada peran dari dosen, mahasiswa dan tendik ,” katanya.

Hal ini supaya masyarakat melihat cerdas menghadapi  aliran radikalisme ini, artinya tidak terjebak dalam isu-isu yang ujung-ujungnya berbuat radikal yang akan membawa banyak korban dan kerugian terutama bagi umat Islam. “Bangsa kita juga tercoreng namanya kemudian umat Islam banyak yang malah menjadi menyerang sendiri,” ujarnya.

Melalui FGD ini diharapkan dapat memberikan solusi terbaik bagaimana masyarakat dan kalangan kampus bertindak cerdas untuk kedepannya dan menangkal sedini mungkin paham-paham  yang mengarah ke radikalisme. “Solusi bisa dibentuk jika komponen masyarakat terlibat sehingga dapat menghasilkan solusi terbaik untuk masyarakat,” paparnya.(Eki/Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMINPRO-Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) menjalin kerjasana dengan Bank Syariah Bukopin (BSB) cabang Martadinata Bandung. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Dekan F. Syariah Unisba, M. Roji Iskandar, Drs., M.H, dan Pimpinan cabang BSB cabang Martadinata Bandung, Hadi Suyanto di Ruang Rektorat Unisba, Senin (21/05). Kerja sama ini meliputi penerapan aplikasi mini banking syariah di F. Syariah Unisba dan merupakan salah satu bentuk dari kerja sama sebelumnya yang telah dijalin antara Unisba dan BSB Pusat beberapa waktu lalu.***