Jan 20, 2019 Last Updated 6:11 AM, Jan 18, 2019
 
 
 
Berita

Berita (560)

KOMINPRO-Peningkatan kinerja karyawan akan hadir jika orang tersebut memilki motivasi kerja yang baik. Semakin tinggi motivasi kerja seseorang maka akan berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan teknis dan operasional karyawan.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH. M.H, saat memberikan sambutan dalam Pertemuan dan Pelepasan Pensiun Tenaga Kependidikan Tetap Yayasan Unisba di Aula Unisba, Senin (9/7). Acara ini diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar tenaga pendidik dan civitas akademika khususnya dengan pimpinan Universitas

"Acara semacam ini sangat bagus karena tidak semua tendik di Unisba saling mengenal. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa mendekatkan hubungan emosional antar tendik maupun pimpinan untuk bersama-sama memajukan Unisba," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Rektor juga mengingatkan peserta yang hadir untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan niat ibadah. Rektor berpendapat jika saat ini dia belum mampu memenuhi segala harapan karyawan Unisba.

"Jangan jadikan Unisba sebagai tumpuan utama karena saya belum bisa memenuhi semua harapan karyawan. Saya hanya bisa membantu mewujudkan sebagian mimpi saja," jelasnya. Dia menghimbau kepada para karyawan Unisba untuk mempersiapkan bekal saat akan memasuki masa pensiun karena masa itu akan datang tapi bukan merupakan akhir segalanya.

Dalam acara ini, terdapat empat orang karyawan yang memasuki masa pensiun yaitu Staff Akademik Agus Mulyana, Kabag Keuangan Heni Nooraeni. S. Ag, Staff bagian umum Koswara, dan Staaf Admin Fakultas Teknik Lilis Rosilawati. Acara pelepasan pensiunan Tenaga Pendidik Unisba merupakan program baru dari Universitas dan akan menjadi agenda rutin kedepannya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Dr. Atih Rohaeti Dariah, SE., M.Si mengatakan acara ini merupakan bentuk apresiasi bagi karyawan Unisba yang telah lama mengabdi dan terbukti memilki loyalitas tinggi. "Biasanya proses pelepasan hanya dilakukan di unit kerja masing-masing. Namun, sebagai wujud terima kasih kami ingin mendedikasikan kegiatan semacam ini agar memberikan kesan yang lebih mendalam bagi karyawan," ujarnya.

Keempat karyawan yang mengakhiri masa baktinya pada tahun ini menerima cendera mata yang diberikan rektor dan warek. Pada acara prosesi milad, keempat karyawan ini juga akan menerima piagam atas jasa-jasanya sudah mengabdi di Unisba.(Feari/Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMINPRO-Dalam mendidik anak, orang tua dapat digolongkan dalam tiga jenis, yakni pertama, orang tua nyasar (ingin punya anak tetapi tidak tahu bagaimana mendidik, mengasuh, dan melindungi anak, dengan kata lain mereka tidak mempuyai ilmunya. Kedua, orang tua bayar, orang tua seperti ini menyerahkan tanggung jawab pendidikan, perlindungan pada pihak lain (sekolah). Ketiga, orang tua sadar, mereka sadar akan tanggungjawabnya sebagai orang tua, mau belajar dan bersabar dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya

Demikian disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Dr. Hj. Netty Prasetyani Heryawan, saat memberikan materi, “Mendidik Anak di Era Digital (Perspektif Pendidikan)” dalam Seminar Parenting “Menjadi Generasi Hebat Bagi Generasi Alfa” di Aula Unisba, Sabtu (07/07). Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Milad ke-45 Fakultas Psikologi Unisba.

Narasumber lain yang juga hadir dalam seminar ini adalah KH. Athian Ali Muhammad Da’i, LC., MA. (Ketua Forum Ulama Indonesia) dan Sitti Evangeline Imelda Suady, M.Si., Psi. (Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati), dengan moderator Fanni Putri Diantisa, S.Psi., M.Psi. (Dosen F. Psikologi Unisba).

Dikatakan Bu Netty, banyak pasangan yang tidak siap menjadi orang tua dan mereka belum bisa menerima kehadiran anak. Istri Gubernur Jabar ini menyebutkan lima penyebab rentannya sebuah keluarga yakni (1) Pernikahan tanpa visi (tanpa perencanaan yang baik, nikah pada usia yang belum tepat); (2) Konflik dan disharmoni; (3) Perceraian (yang paling menanggung akibat adalah anak); (4) Migrasi kerja; (5) Pengalihan pengasuhan (tidak hanya diasuh oleh anggota keluarga, tetapi di saat ini bisa diasuh oleh situs porno, dll)

Generasi Alfa merupakan generasi berikutnya dari Generasi Z. Tidak berbeda dari generasi Z, generasi Alfa juga termasuk generasi yang lebih fasih berkawan dengan gawai (gadget).

Kemajuan teknologi secara dia-diam telah mengambil alih anak. Tayangan TV yang tidak sehat, pornografi, minuman keras, rokok, narkoba, bullying, penyiksaan, perdagangan orang, kejahatan seksual, pengabaian, penolakan, penelantaran, kecelakaan lalu lintas, kriminalitas merupakan ancaman serius terhadap anak.

“Di Jabar sejak tahun 2012 kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat. Kalau tidak dididik dari sekarang kita akan mengalami defisit kepemimpinan,” tegas Bu Netty.

Yang harus dilakukan, menurut Bu Netty, adalah merivitalisasi nilai dan fungsi keluarga berdasarkan agama. Kelahiran anak harus juga diikuti dengan strategi dan persiapan untuk mendidik. Selain itu, membangun pengetahuan tentang mendidik, berkomunikasi, dan memahami emosi anak. Kegagalan di era digital biasanya dari komunikasi karena informasi berjalan dengan cepat, untuk itu perlu membangun komunikasi yang harmonis dan dialogis

Sementara itu Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. mengatakan, di usianya yang menginjak 45 tahun, Fakultas Psikologi Unisba hendaknya tidak berberpuas diri dari apa yang telah dicapai. “Tentu kita harus meningkatkan diri untuk lebih baik lagi terutama dalam hal pengabdian kepada umat,” katanya.

Rektor berharap, Fakultas Psikologi dapat terus berkiprah dan semakin maju sesuai dengan harapan para pendiri.

Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Psikologi Unisba, Dr. Dewi Sartika, Dra., M.Si. mengungkapkan, tema pada seminar ini begitu penting bagi orang tua khususnya, bahwa kemajuan teknologi informasi melalui internet sangat pesat yang memberikan dampak positif maupun negatif bagi penggunanya.

“Internet banyak memberikan permasalahan yang terkait dengan era digital ini. Oleh karena itu Psikologi Unisba mencoba berkontribusi untuk menjawab  permasalah tersebut melalui seminar ini,” ujarnya.

Bu Dekan berharap melalui seminar ini, para orang tua mampu mendidik anaknya menjadi anak yang memiliki mental dan berjiwa sehat serta mengedapankan akhlakul karimah.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Milad ke 45 Unisba, Drs. M.Ilmi Hatta, M.Psi., mengatakan, pemilihan tema seminar ini karena adanya kekhawatiran dalam perkembangan anak yang terjadi di masyarakat saat ini, dan Banyak terjadi kekerasan dan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Paparan materi dari tiga narasumber dalam seminar ini diharapkan mampu memberikan solusi. (Eki/Sari)

 

 

TRIBUNSTYLE.COM - Tidak lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN)?

Jangan kelamaan galau!

Ini bukan akhir dari masa depanmu.

Di Indonesia banyak perguruan tinggi swasta yang bagus dan berkualitas.

Yuk cek daftar universitas swasta terbaik versi Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (risetdikti) di sini!

1. Universitas Kristen Petra (Peringkat 15)

Universitas swasta di Surabaya ini berada pada urutan 15.

Ada berbagai jurusan yang bisa kamu pilih, mulai dari Sastra, Teknologi Industri, Teknik Sipil dan Perencanaan, Ekonomi, Keguruan dan Pendidikan, Ilmu Komunikasi, serta Seni dan Desain.

Selain menyajikan program S1, perguruan tinggi ini juga punya program untuk S2.

Untuk informasi lebih lengkapnya, kamu bisa akses lewat http://www.petra.ac.id/

 

2. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (Peringkat 24)

Yogyakarta memang terkenal sebagai kota pelajar.

Selain banyak program yang ditawarkan seperti Ekonomi, Farmasi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Psikologi, Sains dan Teknologi, Sastra, dan Teologi, universitas ini juga memiliki semboyan yang terkenal yaitu Cerdas dan Humanis.

Kamu bisa lihat lebih lengkap di https://www.usd.ac.id/

 

3. Universitas Katolik Parahyangan (Peringkat 25)

Universitas yang berada di Bandung ini punya 7 program yang bisa kamu pilih.

Ada Fakultas Ekonomi, Teknik, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hukum, Teknologi Informasi dan Sains, Filsafat, serta Teknologi Industri.

Info lebih lengkapnya bisa kamu akses di http://unpar.ac.id/

 

4. Universitas Muhammadiyah Malang (Peringkat 26)

Universitas swasta yang berada di Malang, Jawa Timur, memiliki 38 program sarjana, 11 fakultas, 14 program pascasarjana, dan 4 program profesi.

Kamu bisa pilih sesuai keinginanmu degan mengecek di http://www.umm.ac.id/

Jangan lupa catat tanggal-tanggal penting pendaftarannya ya.

 

5. Universitas Surabaya (Peringkat 27)

Universitas yang dikenal dengan nama Ubaya ini berlokasi di Jl. Ngagel Jaya Selatan No. 169, Surabaya.

Ada berbagai program dan jurusan yang bisa kamu pilih mulai dari program profesi, D3, S1, hingga S2.

Akses di https://www.ubaya.ac.id/ untuk melihat lebih lengkap.

 

6. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Peringkat 28)

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya atau disebut UKWMS sudah terarkreditasi AIPT dengan Peringkat A.

Selain itu, Ditjen Dikti RI juga telah memberi penghargaan sebagai 5 Perguruan Tinggi Unggulan dalam bidang Tata Kelola, Kemahasiswaan, serta Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur.

Ada 16 program S1 yang bisa kamu pilih di sini.

Cek di http://ukwms.ac.id/ untuk mengetahui lebih jelas.

 

7. UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG (Peringkat 32)

Unisba memiliki 11 fakultas yang bisa kamu pilih.

Di Unisba juga ada Pesantren Mahasiswa Baru dan Pesantren Sarjana.

Untuk informasi lebih detail, kamu bisa cek di https://www.unisba.ac.id/index.php/id/ atau datang langsung ke Sekretariat PMB Unisba di Jl. Tamansari No. 22 Bandung.

 

8. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Peringkat 33)

Berikutnya, ada Universitas Katolik Indonesoa Atma Jaya yang berlokasi di Jakarta.

Universitas ini memiliki 3 kampus, di Semanggi, Pluit, dan BSD.

Program Sarjana yang bisa kamu pilih antara lain Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, Pendidikan dan Bahasa, Teknik, Hukum, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Psikologi, serta Teknobiologi.

Cek dulu di https://www.atmajaya.ac.id/web/ untuk tahu lebih baik mengenai program studi dan tanggal Penerimaan Mahasiswa Baru.

 

9. Universitas Muslim Indonesia (Peringkat 34)

Universitas yang terletak di kawasan Indonesia Timur ini sudah berdiri cukup lama.

Lokasinya ada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kamu bisa memilih satu dari 14 fakultas dan 55 Program Studi yang ditawarkan UMI Makassar.

Klik https://www.umi.ac.id/id/ untuk langsung menuju ke web UMI Makassar.

 

10. Universitas Katolik Soegijapranata (Peringkat 39)

Universitas swasta yang berada di Semarang ini berada di bawah naungan Yayasan Sandjojo.

Selain menyajikan program S1, S2, dan S3, universitas yang juga dikenal dengan sebutan Unika ini punya internasional dan program spesial.

Cek di http://www.unika.ac.id/ untuk melihat lebih lengkap.

Bagaimana? Sudah memutuskan mau pilih PTS yang sesuai dengan jurusan keinginanmu?

 

Sumber : Line Today

KOMINPRO-Rektor Unisba memberikan ceramah tentang “Silaturahmi danKetaqwaan” dalam kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1439 H di Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Rabu (04/07).***

 

 

 

Warek III, H. Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si. dan Dekan FEB Unisba, Dr. Nunung Nurhayati, SE., M.Si.  bersama Pimpinan UCTS Malaysia

KOMINPRO-Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang mandiri, maju, dan terkemuka di Asia merupakan visi Universitas Islam Bandung (Unisba). Untuk mencapai cita-cita tersebut diperlukan tekad, strategi  yang matang dan langkah konkrit dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.

Berangkat dari komitmen itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjalin kerja sama dengan University College of Technology Sarawak Malaysia (UCTS) melalui kegiatan "Sit In Program" yang berlangsung di Aula Pasca sarjana, Selasa, (3/7). Acara ini merupakan ajang silaturahmi antara dosen dan mahasiswa yang dikemas dengan berbagai kegiatan menarik. Program ini melibatkan mahasiswa dari kampus UCTS dan mahasiswa prodi akuntansi Unisba sebagai peserta.

Head of Program (BAC) & Associate Professor UCTS  Prof. Dr. Azlan Ali mengatakan kedatangannya bersama 20 mahasiwa UCTS diharapkan dapat memberikan impact positive bagi kedua belah pihak. "Kini UCTS baru berusia lima tahun. Semoga dengan berlangsungnya program ini mahasiwa kami bisa menimba Ilmu dan banyak belajar dari Unisba yang telah lebih dulu berdiri 60 tahun lalu," katanya.

Selama kurang lebih sepekan ke depan, sebanyak 20 mahasiswa UCTS akan mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non akademik. Pada 3 Juli, peserta akan mengikuti  kuliah umum bersama Prof. Dr. Azlan Ali sebagai perwakilan dari UCTS dan Ketua Prodi Akuntansi Dr. HJ. Nurlaeli, SE., M.Si., Ak sebagai perwakilan dari Unisba. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sharring session antar mahasiswa.

Rencananya mahasiswa UCTS akan melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan terkenal di Bandung diantarannya Pabrik Susu Lembang, Floating Market, Farm House, Orchid Forest, Brownies Amanda, dan kawasan industri sepatu Cibaduyut pada 4-5 Juli. Sementara di dua hari terakhir yakni 6 dan 7 Juli, mereka akan berkunjung ke beberapa tempat wisata iconic seperti Kawah Putih, Situ Patenggang, Pemandian air panas Cimanggu. Mahasiswa ini juga akan diajak untuk berburu buah tangan menarik di berbagai  factory outlet di pusat kota Bandung.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Nunung Nurhayati, SE.,M.Si.Ak.,CA. P.  mengutarakan bahwa Sit In Program merupakan langkah awal untuk menjalankan program kerja sama yang lebih besar bersama UCTS kedepannya. Setelah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada setahun yang lalu, kini pihaknya sedang mencanangkan beberapa program lain yang selanjutnya akan diimpelmentasikan dalam waktu dekat.

"Saat ini kami sedang merancang beberapa program, namun masih dalam proses diskusi dan seleksi program apa saja yang akan dilaksanakan. Salah satu konsen kami yaitu bisa menyelenggarakan program dual degree atau kelas internasional sehingga nanti mahasiswa bisa memiliki gelar Master of Buisness Administration (MBA),” ujarnya.

Melihat tuntutan jaman saat ini, dia menerangkan bahwa memiliki kemampuan berbahasa inggris bukan lagi menjadi sebuah kelebihan tapi kewajiban. Hal tersebut juga selaras dengan visi yang selama ini dimimpikan, yaitu menjadikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai rujukan yang unggul dalam pengkajian dan pengembangan ilmu eknomi dan islam di Asean. (Feari/Sari)

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah
Prof. Dr. Kusdwiratri Setiono, Psikolog
(Guru Besar Fakultas Psikologi Unisba)
Pada hari Sabtu, 30 Juni 2018 pukul 15.45 di RS Hasan Sadikin Bandung.
Civitas Akademika Unisba mendoakan,
semoga almarhum mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Pimpinan Unisba bersama Pimpinan Politeknik Al-Islam Bandung

KOMINPRO-Pengetahuan tentang ilmu hukum dan kemanusiaan dilingkup kesehatan disamping nilai agama, merupakan satu kesatuan dan menjadi pedoman utama yang harus dimiliki oleh seorang tenaga medis. Dalam menjalankan tugasnya, seorang tenaga medis  perlu diatur oleh hukum mengingat kondisi korban yang bisa dilihat dari berbagai dimensi.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. saat menyampaikan materi, “Aspek Hukum dan Etika Dalam Pelayanan Kesehatan” dalam kegiatan Pesantren Ahli Madya Politeknik Al-Islam Bandung di Kampus II Unisba Ciburial, Kamis (29/06). Pesantren ini merupakan kerjasama antara LSIPK (Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian) Unisba dengan Politeknik Al-Islam Bandung dan berlangsung selama tiga hari mulai 28 Juni s.d. 30 Juni 2018.

“Perlunya aturan hukum bagi tenaga medis karena kedudukan pasien yang lemah. Selain itu sebagai rule of the games dalam berperilaku, tujuannya untuk ketertiban, kedamaian dan keadilan, serta tujuan lainnya,” terang Rektor.

Dalam masyarakat modern yang sangat kompleks kehadiran hukum sangat diperlukan, termasuk di dalamnya untuk mengatur kalangan profesional serta perlindungan masyarakat. Seorang ahli madya, kata Rektor, harus mengerahkan segenap kemampuan dan keahliannya dalam melaksanakan tugas kepada pasien. Selain itu, harus memberikan pelayanan prima dan terbaik dalam lingkup profesionalnya sebagai kewajiban pelayan kesehatan, karena adanya ikatan hukum antara pasien dan rumah sakit.

Seorang tenaga medis yang profesional, harus memiliki keterampilan berdasarkan pengetahuan teoritis, memerlukan pendidikan dan pelatihan, uji kompetensi, organisasi, kepatuhan terhadap kode etik dan layanan altruistik. Keterampilan tersebut, kata Rektor, dapat diraih di bangku kuliah.

Rektor berharap, para tenaga medis dapat memegang teguh kode etik dan dapat melaksanakan tugas sebaik–baiknya dengan ilmu yang cakap. Sebagai calon alumni yang akan membawa almamater berlabelkan Islam. “Saat menjadi pegawai baik di rumah sakit Islam maupun rumah sakit umum, para tenaga medis ini  harus bisa menjaga perilaku sebagai pegawai muslim karena akan terbawa ke masyarakat,” tegas Rektor.

Rektor mengungkapkan, program pesantren ini sangat bagus untuk memberikan pembekalan dengan ilmu agama sesuai dengan lingkup pekerjaan. “Melalui pesantren ini diharapkan akan ada perubahan sikap dan perilaku, artinya akhlak menjadi lebih baik. Semoga Saudara dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan Saudara kelak,” harapnya.

Sementara itu, Ketua LSIPK Unisba, Dr. H. M. Wildan Yahya, Drs., M.Pd., mengungkapkan, pesantren ini diikuti 151 orang yang terdiri dari 70 orang laki-laki dan 81 perempuan. Jumlah ini terdiri dari Prodi Administrasi Rumah Sakit sebanyak 25 orang, Prodi  Radio Diagnostik & Radio Terapi sebanyak 102 orang dan Prodi  Terapi Wicara 24 orang.

Materi yang diberikan dalam pesantren ini meliputi Etika Pelayanan Kesehatan, Perspektif Hukum Positif, Placement Test kemampuan baca Al-Qur’an dan Ibadah, Akidah dan Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-hari, Thaharah, Mandi Janabah, Praktek Wudhu & Tayammum, Makna Maqahsid Syariah dalam Pelayanan Kesehatan, Shalat dalam Keadaan Sakit, Akhlak Terhadap Orang Tua, Etika Pelayanan Kesehatan dalam Islam, Problematika & Solusi dalam Pelayanan  Kesehatan, Tutorial, Bimbingan Muslimah, Hafalan Surat-Surat Pendek, Teori & Praktek Pemulasaran Jenazah, Kriteria Aliran Sesat Menurut MUI, Doa-Doa yang Menjadi Amalan Paramedis dan Etika Berpakaian dalam Islam.

“Semoga pesantren ini dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang  diharapkan bersama antara Unisba dan Politeknik Al-Islam Bandung,” kata Pak Wildan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Al-Islam Bandung, dr. Hj. Nieke Resmiati S., MARS., mengungkapkan, rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan Unisba untuk dapat kembali menggunakan fasilitas Kampus II Unisba Ciburila dalam kegiatan Pesantren Ahli Madya Politeknik Al-Islam Bandung.  Dalam pelaksanaan Pesantren, lanjut Bu Direktur, semula pihaknya bekerjasama dengan beberapa pesantren, hingga ke luar kota (Purwakarta)  dan bekerjasama dengan Pondok Pesantrean Al-Falah Cicalengka. “Alhamdulillah kami sudah 3 tahun ini bekerjasama dengan Unisba dalam penyelenggaraan kegiatan pesantren ini,“ katanya.

Pesantren ini merupakan program yang wajib diikuti oleh mahasiswa Politeknik Al-Islam Bandung yang akan menyelesaikan studinya. Kegiatan ini merupakan puncak keagamaan dalam rangka membekali dan memberikan gambaran kepada para lulusan, bagaimana mengaktualisasikan keilmuan yang diperoleh dalam kehidupan nyata sebagai ilmuwan atau praktisi sebagai landasan nilai Islam yang ditugaskan dalam dirinya, sehingga lulusannya tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual.

Bu Direktur berharap, pesantren ini dapat dilaksanakan dengan baik dan kerjasama yang dijalin dengan Unisba dapat lebih ditingkatkan.(Eki/Sari)

 

 

 

Silaturahmi Atasi Persoalan

KOMINPRO-Di dalam silaturahim terkandung nilai ketaqwaan. Bagi Unisba, silaturrahim ini diharapkan dapat meneguhkan kembali cita-cita untuk mengembangkan, menjaga dan merawat Unisba. Dengan silaturahim maka persoalan-persoalan kedinasan dapat diselesaikan. Dengan silaturrahim kesatuan ide dan cita-cita akan mudah terwujud dan dengan silaturahim juga berbagai saran dan asupan dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap Unisba dapat diterima.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., saat menyampaikan sambutan dalam Silaturahim Idul Fitri 1439 H. Keluarga Besar Unisba, di Aula Unisba, baru-baru ini. Acara ini juga diisi dengan tausiah dari Guru Besar Fakultas Syari’ah Unisba, Prof. Dr. H. Abdurrahman,MA. tentang, “Shaum Ramadhan dan Implikasinya terhadap Akhlakul Karimah". Silaturrahim ini dihadiri seluruh jajaran pimpinan Yayasan dan Rektorat Unisba, sivitas akademika, tenaga kependidikan,  serta pensiunan Unisba.

Dikatakan Rektor, silaturrahim merupakan ciri utama dari ummat Islam. Nilai ketaqwaan yang terkandung dalam silaturrahim dijelaskan dalam firman Alloh dalam surat Annisa ayat 1, yang mengharuskan kita menyambungkan silaturrahim. Pentingnya silaturrahim juga disebutkan dalam sebuah hadist yang berbunyi, “Rosululloh SAW. bersabda; Wahai manusia ucapkanlah salam, sambunglah silaturrahim, berikanlah makan dan sholatlah di malam hari tatkala manusia sedang tidur maka kalian akan masuk surga dan selamat ( HR Tirmidzi )” .

“Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Alloh Swt., yang atas ijin-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini, dalam rangka silaturahim civitas akademika Unisba. Atas nama pribadi, keluarga dan Universitas Islam Bandung, saya mengucapkan Taqobbalallohu Minna Wa Minkum, semoga amal ibadah kita diterima Allah dan mendapat pahala yang berlipat ganda, serta mudah-mudahan kita dapat bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan,” tutur Rektor.

Rasa syukur, lanjutnya, patut kita utarakan karena hal ini merupakan perintah Allah yang dalam Al-Qur’an berbunyi, “Fa amma binikmati robbika fahadist”. Rektor mengakui betapa banyak kenikmatan hidup yang telah diperoleh dari Alloh Swt. Rasa syukur Unisba bertambah dengan keluarnya rilis dari Risrekdikti tanggal 21 Juni 2018 tentang Peringkat Perguruan Tinggi berdasarkan Publikasi Ilmiah. Secara Nasional Unisba berada pada peringkat 47 (empat puluh tujuh) dan mencapai peringkat 8 (delapan) dalam lingkup PTS se-Indonesia. Prestasi ini cukup membanggakan karena dari Kopertis Wilayah IV hanya ada 2 (dua) Perguruan Tinggi yang masuk peringkat 10 besar, salah satunya Unisba.

Rektor mengingatkan, shaum Ramadhan telah mengajarkan tentang arti ketawaduan, kesabaran dan ketegaran dalam menahan berbagai cobaan. “Momentum ini harus terus dipertahankan manakala kita sudah kembali kepada fitrah yaitu hari-hari ke depannya, baik dalam kehidupan sehari hari maupun dalam rangka bersama-sama menjalankan aktifitas Unisba,” tandasnya.

Unisba sebagai salah satu perguruan tinggi kebanggaan umat harus tetap eksis dan semakin mengembangkan diri tanpa menghilangkan jati diri  sebagai kampus perjuangan dan dakwah. Unisba, lanjut Rektro,  harus tetap berada di depan untuk memberi solusi terhadap persoalan-persoalan keumatan, sekaligus menciptakan lulusannya yang berahlakul karimah dan berjiwa 3 M.(Sari/Eki)