Nov 24, 2017 Last Updated 9:43 AM, Nov 22, 2017
Berita

Berita (315)

HUMAS-Sebanyak 38 Tenaga Kependidikan (Tendik) Unisba yang terdiri dari 19 orang administrasi, 12 orang laboran, 3 orang teknisi, 2 orang pustakawan dan 2 orang pengemudi mengikuti “Pesantren Karyawan Universitas Islam Bandung Angkatan IV (Pembinaan Iman Taqwa I) dan Pelatihan Public Relations & Service Excellence Angkatan VI” di Kampus II Unisba Ciburial, Senin (20/11). Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari mulai 20 s.d. 23 November 2017. Pembukaan Pesantren dan Pelatihan dilakukan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H.

Dalam sambutannya Rektor Unisba mengatakan, pesantren ini sebagai bentuk pembinaan untuk menjaga ruhudin nilai agama di Unisba. “Saudara menyandang predikat sebagai karyawan Unisba, saya yakin paling tidak saudara dilibatkan dalam kegiatan agama Islam di lingkungan sekitar. Maka imtaq ini sebagai pengingat saudara dalam mendidik akidah sehingga dapat diterapkan di masyarakat,” ujar Rektor.

Rektor berharap, pelatihan ini dapat mendorong cita–cita Unisba untuk mencapai Tafakuh fiddin untuk mau belajar agama sehingga pengetahuan karyawan Unisba meningkat.

Saat ini keluhan terhadap pelayanan tendik kepada mahasiswa mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Namun, tentu bukan berarti tidak ada hal yang harus diperbaiki. Rektor sangat mengapresiasi  Pelatihan Public Relations & Service Excellence sebagi bentuk peningkatan pelayanan kepada stakeholder.

Kepada para Tendik Rektor berpesan agar  selalu memberikan pelayanan terbaik terutama kepada mahasiswa, karena mahasiswa merupakan aset terbesar Unisba, serta menjaga dan mengemban Unisba dengan baik. “Tolong berikan pelayanan yang baik untuk berbagai kepentingan mahasiswa. Unisba maju kita juga ikut maju. Unisba jatuh kita juga ikut turun. Untuk itu jaga dan rawat bersama- sama agar Unisba ada, eksis, maju dan berkembang pesat,” jelas Rektor.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unisba, Dr. Efik Yusdiansyah, S.H., M.H. sebagai ketua pelaksana kegiatan ini dalam laporannya, mengatakan, pesantren dan pelatihan ini selain dari program kerja Rektor juga untuk meningkatkan takwa civitas akademika Unisba dan pengembangan karir Tendik.

Senada dengan Rektor, WR II berharap, pesantren ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat terutama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Juga kegiatan Pelatihan Public Relations & Service Excellence dapat meningkatkan mutu tekdik kepada stakeholder sehingga Tendik Unisba semakin prima,” katanya. (Eki/Sari)

 

 

 

 

Panglima TNI saat menyampaikan Orasi Ilmiah nya dalam kegiatan Milad ke 59 Unisba

HUMAS-Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri prosesi milad Unisba ke-59. dihadapan 2000 civitas akademika, ikatan alumni Unisba, Rektor seluruh PTN dan PTS di Bandung, Dekan seluruh Fakultas Hukum PTN dan PTS di Bandung, Pejabat pemerintah sipil dan militer, aparatur penegak hukum, ormas kota Bandung, dan masyarakat umum Gatot menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Kesipan Negara RI dalam Menghadapi Permasalahan Pertahanan dan Keamanan di ASEAN” di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung , Sabtu 18 November 2017.

Dalam orasinya Gatot menyampaikan, perkembangan penduduk dunia semakin hari semakin bertambah dan saat ini telah melampaui batas. Sedangkan kekayaan alam dan kesediaan pangan semakin berkurang. Hal itulah yang menjadikan ancaman nyata bagi Indonesia  yakni kompetisi antarnegara berubah menjadi kompetisi antarindividu.

“Perkembangan penduduk dunia luarbiasa dan semakin hari makin bertambah , sementara energi dan pangan makin berkurang. Hal itulah yang menyebabkan persaingan global antar negara di dunia. Dunia tidak bertambah luas tapi semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin bertambah” jelasnya.

Gatot menjelaskan, dalam kompetisi global untuk mencukupi kebutuhannya, semakin banyak yang berimigrasi. Gatot mengutip data bahwa pada tahun 1980 hanya 103 juta orang yang berimigrasi. Pada tahun 2010 menjadi 220 juta orang, kemudian meningkat pada 2013 menjadi 232 juta orang. Diprediksi bahwa pada tahun 2040 akan mencapai 400 juta orang.

“Konflik antarnegara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. Ke depan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan negara yang akan menjadi tujuan imigran adalah negara negara yang memiliki kekayaan alam melimpah. Negara negara gtersebut berada di ekuator Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Menurutnya selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga adalah negara yang mejemuk, terdiri dari beragam agama, Bahasa, budaya, dan adat istiadat. “Tidak salah bila ada ungkapan kaya akan alam akan menjadi petaka, sehingga kita harus memiliki pengetahuan tentang ancaman tersebut agar unggul dalam kompetisi,” jelasnya.

Gatot juga mengatakan kompetisi global sekarang tidak melulu melalui perang konvensional, tetapi sudah dilakukan dalam cara-cara perang baru yang sukar dikenali dan lebih dahsyat efeknya. Perang-perang jenis baru itu di antaranya perang asimetris, perang hibrida, dan perng proxy. Perang proxy adalah perang yang paling sulit dideteksi, bentuk proxy war ini telah berlangsung dalam berbagai bentuk seperti gerakan separatis dan demonstrasi massa.

Mengakhiri orasinya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam menghadapi kompetisi global diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi tinggi. Oleh karena itu, Mahasiswa Unisba yang sudah disiapkan oleh Unisba untuk menjadi lulusan yang Mujtahid, Mujadid, dan Mujahid sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi guna mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, terkemuka, dan menjadi bangsa pemenang, sesuai dengan visi Unisba.

“saya sangat mengapresiasi Unisba yang berperan sangat strategis melahirkan kader-kader penerus bangsa yang berakhlak dan beriman. Anda sudah disiapkan untuk menyiapkan kemajuan umat. Luar biasa,”pungkasnya. (Yasmine/Sari)

 

Senat Unisba dan Panglima TNI pada saat Prosesi Milad ke 59 Unisba

HUMAS-Menapaki usianya yang ke-59 tahun, Unisba menjelma menjadi universitas yang unggul. Hal itu dibuktikan dengan berhasilnya meraih akreditasi istitusi “A” belum lama ini. Unisba juga tetap berada pada peringkat 100 besar sebagai perguruan tinggi terkemuka dan terbaik. Data versi Dikti 2017 menyebutkan, Unisba sebagai peringkat ke-65 dari 4000 PTN dan PTS yang ada di Indonesia.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., ketika berpidato di hadapan 2000 orang lebih civitas akademika Unisba dan tamu undangan lain dalam rangka Milad ke-59 Unisba, di Aula, Jl. Tamansari No. 1 Bandung, Sabtu (18/11). Prosesi milad kali ini juga diisi Orasi Ilmiah Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, dengan tema, “Kesiapan Negara RI dalam Menghadapi Permasalahan Pertahanan dan Keamanan di ASEAN”. (Baca “Panglima TNI, Jenderal Nurmantyo Hadiri Milad ke-59 Unisba”)

“59 tahun telah mengantarkan kita pada suasana perjuangan dan dakwah yang tidak pernah lekang. Hampir 40 ribu lahir generasi pejuang yang berasal dari rahim Unisba dengan berbagai profesi dan kedudukan,” kata Rektor.

Sejak berdiri pada tahun 1958 hingga kini, Unisba tidak pernah lepas menyelesaikan berbagai persoalankeumatan. Unisba terus berdiri tegak laksana batu karang di tengah gelombang kehidupan umat.

“Oleh karena itu yang pertama-tama harus kita ucapkan adalah rasa syukur kita kepada Allah atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita, sebab jika dihitung nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita maka kita tidak dapat menghitungnya,” tambah Rektor.

Rektor mengakui, pencapaian Unisba seperti sekarang ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu dan dukungan masyarakat khususnya umat Islam. Oleh karena itu, Unisba tidak boleh menjadi menara gading. Unisba harus peka terhadap denyut perasaan masyarakat karena sesungguhnya pijakan Unisba terletak pada perasaan umat, dan Unisba harus tetap berkiprah menjadi ragi umat.

Kebesaran Unisba, lanjut Rektor,  harus dijaga dan menjadi tanggung jawab setiap individu civitas. “Karena hal ini merupakan amanat, civitas akademika harus menyadari amanat yang dipikulnya,” katanya.  Apabila ini disadari, lanjut Rektor, maka Unisba akan tetap menjadi lembaga yang besar dan ideal karena di dalamnya terdiri dari individu-individu yang terpercaya.

Mempertahankan eksistensi Unisba di masa yang akan datang, tentu bukanlah tanggung jawab pimpinan universitas belaka, melainkan tanggungjawab berasama seluruh civitas akademika Unisba sesuai dengan porsinya masing-masing. Pimpinan, tentu berfungsi sebagai kapten agar perahu Unisba tetap dapat berlayar hingga ke tujuan dengan selamat. Kerja sama yang penuh pengertian, kesabaran dan keikhlasan sangat diperlukan. “Di antara kita juga harus saling mengingatkan dan menasihati dalam kebaikan dan kesabaran,” tambah Rektor.

Pimpinan Unisba dari masa ke masa telah berhasil mengisi bangunan Unisba dengan keberhasilan yang gilang gemilang hingga berhasil meraih predikat unggul.  Keberhasilan Unisba meraih akreditasi “A”  tentu merupakan hasil kerja sama dan kerja keras semua civitas akademika. Rektor pun mengucapkan terima kasih kepada pada pendahulunya, para pendiri yang telah meletakkan pondasi yang kuat kepada Unisba.

Rektor mengatakan, peran terbesar dari pencapaian Unisba berkat andil tenaga dosen dan tenaga kependidikan. Dosen dan tenaga kependidikan tidak sekadar sebagai supporting saja akan tetapi merupakan elemen inti dari sebuah perguruan tinggi. Oleh karena itu, pembinaan karier dan profesionalisme harus menjadi perhatian utama dari pimpinan Unisba dan Yayasan.

“Kita tidak boleh menafikan peran sentral mereka walaupun kami yakin para dosen dan tenaga kependidikan merupakan pribadi-pribadi yang penuh pengabdian dan keikhlasan,” tandas Rektor seraya mengingatkan, ada pekerjaaan besar yang harus dihadapi, yakni mempertahankan apa yang telah dicapai selama ini dan menggapai apa yang belum tercapai.

Pada kesempatan ini, Unisba memberikan penghargaan kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) yang telah mengabdi selama 30 tahun, 20 tahun, hingga Dosen dan Tendik berprestasi, termasuk penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.***

 

 

 

Para dosen dan  pimpinan Unisba saat mengikuti kegiatan LSLC

HUMAS-Keberhasilan proses pembelajaran, salah satunya dapat dilihat dari keberhasilan anak didik yang memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Untuk itu, peran dosen dalam peningkatan kualitas untuk meningkatkan mutu pembelajaran, sangat penting selama proses pembelajaran dengan mengoptimalkan kemampuannya sehingga hak belajar anak dapat terpenuhi. Dalam meningkatkan mutu pembelajaran dosen, Unisba berhasil memperoleh kesempatan Program Hibah Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC) yang diikuti oleh perwakilan dosen FMIPA Unisba dari tiga prodinya yaitu Farmasi, Statistika dan Matematika sebanyak 15 orang dosen.

Kegiatan LSLC diselenggarakan oleh Badan Penjamin Mutu (BPM) Unisba dan sudah berlangsung mulai bulan Juni-Agustus 2017 dengan melaksanakan sosialisasi, workshop dan Open Class yang di praktekan langsung kepada mahasiswa. Selanjutnya, dari hasil LSLC yang telah dilaksanakan, kegiatan berikutnya yaitu Seminar Internal Hasil Pelaksanaan LSLC diselenggarakan di Kampus II Unisba Ciburial, pada Rabu (15/11) dan dihadiri oleh perwakilan peserta LSLC FMIPA, perwakilan mahasiswa, Dekan dan Kaprodi di lingkungan Unisba.

Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. menyambut hangat kegiatan LSLC ini. “Bagi saya sendiri, metode atau alat seperti ini merupakan hal yang baru. Kita harap dari LSLC ini, mahasiswa tidak hanya mengetahui tentang ilmu akan tetapi juga pembangunan karakter personalitas,” ungkap Rektor.

LSLC ini, lanjut Rektor, dapat diterapkan di semua prodi “Saya berharap dan bercita - cita semua prodi di Unisba dapat memperoleh hibah khusunya serupa dengan LSLC, baik dari Kemenristekdikti maupun Kemenag atau dari institusi lain untuk kemajuan Unisba,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPM Unisba, Dr. Nan Rachminawati, Dra., M.Pd., mengatakan, pada seminar ini para peserta akan melihat hasil dari pelaksanaan LSLC sebelumnya yang disampaikan oleh G.C. Eka Darma, S.Farm. Apt., M.Si. selaku role model dosen Farmasi Unisba yang telah melaksanakan Open Class. “Kami akan melaksanakan Open Class, bagaimana dosen melakukan LSLC dan setelah itu kita akan mendapatkan gambaran dari narasumber,” katanya.

Dosen PAI Unisba ini mengharapkan, kedepannya peserta akan mengimplementasikan LSLC ke dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan kontribusi positif kepada mahasiswa Unisba.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber pada kegiatan LSLC ini, Dr. rer. nat. Asep Supriatna, M.Si. yang merupakan Tim Belmawa dari UPI, mengungkapkan, LSLC dikendalikan oleh BPM, Dekan atau Wakil Dekan dan bukan merupakan model dan metode pembelajaran akan tetapi aktivitas dan kegiatan dimana pengajar mengenali bagaimana membelajarkan siswa menjadi lebih baik lagi.

Lesson Study mengasah kesensitifan kita terhadap keperluan anak di dalam belajar di dalam kelas kita. Bagaimana membelajarkan ilmu kepada anak-anak kita, itu yang dikaji dalam Lesson Study dan bagaimana meoptimalkan anak belajar dalam bidang ilmu agar anak berfikir secara optimal, memiliki karakter dan kejiwaan, serta memiliki kemampuan mengkomunikasikan pada orang lain dengan baik sehingga mendapatkan inspirasi dari ilmu yang didapatkan”, katanya.

Menurutnya, Lesson Study harus bisa menumbuhkan komunitas belajar untuk mendorong lahirnya rumpun - rumpun ilmu yang didalamnya berisi orang yang concern dalam pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dalam mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi. (Eki/Sari)

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Ibunda dari Ratna Wulandari, S.Psi.

(Staf Kemahasiswaan Unisba)

Pada Kamis (16/11) Pukul 18.45 WIB

 di RS Santo Borromeus Bandung.

Civitas Akademika Unisba mendoakan,

semoga almarhumah mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

 

Para juara Vocal Group bersama Rektor dan juri.

HUMAS-Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka menyambut dan memeriahkan milad Unisba, digelar berbagai kegiatan baik yang bersifat akademis, olahraga hingga hiburan. Ketua Panitia Milad, Dekan Fakultas Hukum, Prof. Dr. Nandang Sambas, SH.,MH., mengungkapkan, penyelenggaraan kegiatan ini sebagai salah satu wujud rasa syukur dan untuk lebih mempererat tali silaturahim civitas akademika Unisba.

Lomba yang digelar dalam rangkaian Milad ke-59 ini adalah Lomba Fotografi, Film Dokumenter, Peragaan Busana Mahasiswi Muslimah, Lomba Anak (Membaca Al-Qur’an, Mewarnai Kaligrafi, Adzan),  Cerdas Konstitusi antar SLTA se-Bandung Raya, Vokal Grup, Futsal, Bulutangkis, dan Gerak Jalan Keluarga Besar Unisba. Dalam acara Bazar dan Silaturahim yang diselenggarakan, Minggu (12/11), para pemenang lomba ini diumumkan.

Inilah mereka yang Berjaya di arena Milad ke-59 Unisba; Lomba film dokumenter antar mahasiswa Unisba dimenangkan oleh Kelompok yang beranggotakan Azmi Rosyidik, Ghinaa Raisya, Muthiara Rizky dari Fakultas Ilmu Komunikasi dengan judul film “Rokok Ditingkatkan,  Selanjutnya…” sebagai juara I dan mendapatkan hadiah Trohpy Rektor, uang senilai 2 juta rupiah, dan sertifikat. Juara II dimenangkan oleh Kelompok Marina Yuliani (Komunikasi) Hikmat Aulia A (Hukum), Nuri (psikologi) dengan judul “Paradigma Generasi Muda Terhadap Rokok dan Narkoba” dengan Hadiah Trohpy Wakil Rektor III, uang senilai 1,5 juta rupiah,dan sertifikat. Juara III dimenangkan oleh Kelompok Nizar anditia (Hukum), Agung Setiadi (Komunikasi), M. Reyhand Alfarel (teknik Tambang) dengan judul “Hunting Drug Dealer” dengan hadiah yang diperoleh berupa Trohpy Dekan FH, uang senilai 1 juta rupiah, dan sertifikat . 

Lomba Cerdas Konstitusi dimenangkan oleh Juara 1 dari SMAN 1 Bandung, Juara 2 dari SMAN 2 Cimahi, Juara 3 dari MAN 1 Bandung dan Best Speaker yaitu Fania Anindita yang berasal dari SMAn 1 Bandung.

Lomba berikutnya adalah Futsal kategori diatas 40 tahun, Juara I dimenangkan oleh Universitas kelompok E mendapatkan hadiah berupa piala dan uang tunai sebesar Rp.1.500.000,  Juara ke II dimenangkan oleh Koperasi kelompok B mendapatkan hadiah uang tunai Rp.1.000.000, Juara ke III dimenangkan oleh Yayasan kelompok B mendapatkan uang tunai sebesar Rp.750.000.  Selanjutnya Futsal kategori dibawah 40 tahun, Juara I dimenangkan oleh Security “RGB”  mendapatkan hadiah berupa Piala dan Uang Tunai sebesar Rp.1.500.000, Juara ke II dimenangkan oleh Koperasi kelomppk A medapatkan hadiah sebesar Rp.1.000.000, Juara ke III dimenangkan oleh Fakultas Hukum mendapatkan hadiah sebesar Rp.750.000.

Lomba Bulutangkis kelompok A, Juara I dimenangkan oleh pasangan Ikin Askin dan M.Fauzi (DIRASAH) mendapatkan hadiah berupa piala dan uang tunai sebesar Rp.1.500.000, Juara ke II dimenangkan oleh pasangan Satya Indrakarsa dan M.Ridho (FIKOM) mendapatkan Uang tunai sebesar Rp.1.000.000, Juara ke III dimenangkan oleh pasangan Apip dan Gantiwa (FK) mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp.750.000. Selanjutnya Bulutangkis Kelompok B, Juara I dimenangkan oleh pasangan Sribudi Hartono dan Hendra (yayasan) mendapatkan hadiah berupa piala dan uang tunai sebebsar Rp. 1.500.000, Juara ke II dimenangkan oleh pasangan Suhana dan Tamroni (F.Psikologi) mendapatkan uang tunai sebesar Rp.1.000.000, dan Juara ke III dimenangkan oleh pasangan Dono Guntoro dan Budiman (F.Teknik) mendapatkan uang tunai sebesar Rp.750.000.   Bulutangkis Putri, Juara I dimenangkan oleh pasangan Wida dan Tinasari (Universitas) mendapatkan hadiah berupa piala dan uang tunai sebesar Rp. 1.500.000, Juara ke II dimenangkan oleh pasangan Soffi Sunasah dan Ayu Tuty Utami (F.Psikologi) mendapatkan uang tunai sebesar Rp.1.000.000, Juara ke III dimenangkan oleh pasangan Nety Kurniawaty dan Hermayaty (MIPA) mendapatkan uang tunai sebesar Rp.750.000.

Di bidang olahraga, dipertandingkan juga gerak jalan, dibagi dua kategori. Untuk kategori pria dimenangkan oleh Juara 1 Satpam, Juara 2 Bagian Kemahasiswaan dan Juara 3 Bagian Akademik, sedangkan untuk kategori wanita dimenangkan oleh Juara 1 Fakultas Psikologi, Juara 2 Fakultas Ekonomi dan Juara 3 Fakultas Hukum.

Lomba Vocal Group Juara I dimenangkan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi, Juara ke II dimenangkan oleh Fakultas Hukum, Juara ke III di menangkan oleh Fakultas Teknik, Juara Favorite dimenangkan oleh MIPA, Juara Harapan I dimenangkan oleh Fakultas Psikologi, dan Juara Harapan II dimenangkan oleh Fakultas Ekonomi. (Yasmin/Dian/Sari)

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Panglima TNI)

HUMAS-Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Panglima TNI) akan menghadiri Sidang Terbuka Senat (prosesi) Unisba dalam rangka memperingati Milad ke-59 dan akan memberikan Orasi Ilmiah  dengan tema ‘Kesiapan Negara RI dalam Menghadapi Permasalahan Pertahanan dan Keamanan di ASEAN’ di Aula Unisba pukul 08.00 WIB-selesai, pada Sabtu (18/11). Dalam sidang ini akan dihadiri oleh civitas akademika Unisba, Ikatan Alumni Unisba & IKA FH, Rektor seluruh PTN dan PTS di Bandung, Dekan seluruh Fakultas Hukum PTN dan PTS di Bandung, Pejabat pemerintah Sipil dan Militer, Aparatur penegak hukum, dan Ormas Islam di kota Bandung. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Milad ke 59 Unisba baik kegiatan akademik maupun non akademik yang dilaksanakan mulai dari bulan Agustus s.d. November 2017.***

  Pimpinan Unisba-Yayasan dan Panitia Milad ke 59 Unisba bersama Pemenang Grand Prize Motor.

HUMAS-Civitas akademika Unisba secara serempak mengikuti Bazar dan Silaturahim Keluarga Besar Unisba di pelataran parkir kampus utama Unisba, Jl. Tamansari No. 1 Bandung, Minggu (12/11). Kegiatan bertema, “Unisba Satu, Satu untuk Unisba” ini tak hanya dihadiri dosen, karyawan, mahasiswa dan jajaran pimpinan universitas dan yayasan, tetapi juga keluarga (isteri/suami dan anak) civitas kademika Unisba. Bazar dan Silaturahim merupakan kegiatan rutin setahun sekali sebagai rangkaian kegiatan milad (memperingati hari lahirnya) Unisba.

Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar Unisba. “Hari ini adalah hari gembira buat kita semua, biasanya sehari-hai kita disibukkan dengan kegiatan akademik, hari ini kita lupakan sejenak, sehari kita bergembira bersama,” kata orang nomor 1 di Unisba ini. Dalam kegiatan ini Rektor menambah kegembiraan staff-nya dengan memberikan hadiah grand prize berupa satu unit sepeda motor dan tambahan uang hadiah bagi para pemenang lomba. Motor dari Rektor ini berhasil diraih Pak Alhamudin, salah seorang dosen Fakultas Syari’ah.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Milad ke-59 Unisba, Dekan Fakultas Hukum, Prof.Dr. Nandang Sambas,SH.,MH., mengungkapkan, Bazar dan Silaturahim Keluarga Besar Unisba sebagai sarana untuk menggembirakan civitas akademika Unisba. Dalam acara ini digelar berbagai hiburan berupa tarian dari mahasiswa Lingkung Seni Budaya Sunda (LSBS), Pasuma, grup musik  El-Sambrero (alumni) serta Vokal Grup yang diikuti beberapa fakultas yang ada di Unisba. Puncak kegiatan dari Milad ke-59 Unisba ini akan digelar prosesi yang insya Allah akan menghadirkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada 18 Nopember mendatang.

”Dengan bersilaturahim seperti ini, semoga kita, warga Unisba bisa lebih menjalin kebersamaan, persatuan yang kokoh, sebagaimana tagline milad kali ini, Unisba Satu, Satu untuk Unisba,” kata Ketua Milad, Prof. Nandang Sambas. Ia pun berharap, seluruh civitas akademika  dapat  hadir pada saat acara prosesi milad nanti. 

Panitia yang bertanggung jawab pada Milad ke-59 Unisba tahun 2017 ini adalah Fakultas Hukum, di bawah kepemimpinan Dekan sebagai Ketua Milad, yakni Prof.Dr. Nandang Sambas,SH.,MH. Fakultas Hukum tentu tidak sendiri, panitia yang dibentuk juga melibatkan unit kerja/bagian terkait lainnya seperti Bagian Humas, Bagian Umum, dan lain-lain.

Berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan acara Milad ini dipersiapkan dengan baik, dari  yang bersifat akademis, olahraga hingga hiburan. Acara-acara yang digelar pun sangat beragam, mulai dari kegiatan yang bertaraf Internasional seperti  Unisba Model ASEAN Meeting (UMAM),  Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNaPP), Lomba Fotografi, Lomba Film Dokumenter, Lomba Peragaan Busana Mahasiswi Muslimah, Lomba Anak (Membaca Al-Qur’an, Mewarnai Kaligrafi, Adzan),  Lomba Cerdas Konstitusi antar SLTA se-Bandung Raya, Vokal Grup, Futsal, Bulutangkis, Gerak Jalan Keluarga Besar Unisba, hingga Bazar & Silaturahim.

Koordinator Bidang Kegiatan Silaturahim, Bazar, Sarasehan, dan Perlombaan, Tati Ramli, SH.,MH., mengungkapkan, Bazar kali ini diikuti 60 peserta (stand) yang beragam dari civitas akademika Unisba dan masyarakat umum. Jumlah door prize yang dibagikan kepada pengunjung (yang beruntung)  mencapai 70 buah yang merupakan sumbangan  dari Prodi, lembaga, Rektorat, dan Yayasan. Grand Prize berupa satu unit sepeda motor persembahan Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi, SH.,MH.

“Agar acara lebih memeriah, kami juga menghadirkan tokoh Transformer robot Bumble Bee dan Optimus Prime, dan Masha and The Bear sebagai bentuk apresiasi kami terhadap komunitas anak muda kreatif Bandung. Semua dekorasi yang cantik ini merupakan hasil karya alumni Unisba,” papar Ambu –panggilan akrab Bu Tati Ramli.

Tak hanya itu, lanjut Ambu, juri dalam berbagai lomba yang digelar pada milad ini merupakan para pakar dan praktisi di bidangnya. “Ini sebagai salah satu bukti bahwa kami bersungguh-sungguh dalam menyelenggarakan lomba-lomba ini,” katanya.

Sementara itu, Koordinator bidang Kegiatan Olah raga, Deddy Effendi, SH.,MH. mengungkapkan, sangat mengapresiasi besarnya minat sivitas akademika Unisba dalam memeriahkan acara milad. “Alhamdulillah para dosen, Tendik, dan mahasiswa antusias mengikuti lomba-lomba yang kami gelar. Mudah-mudahan ini bisa menambah kekompakan civitas akademika Unisba,” katanya.

Dalam Bazar dan Silaturahim ini  panitia mengumumkan dan menyerahkan hadiah  bagi para pemenang dari seluruh perlombaan yang sudah digelar selama kegiatan milad berlangsung.  Selain menikmati hiburan dan mendapatkan doorprize (bagi yang beruntung), para pengunjung juga bisa menikmati aneka makanan dan membeli berbagai barang yang dijual peserta bazar.(sari)

 

 

 

 

 

BPM Unisba bersama BPPJM Universitas Kristen Maranatha 

Keberhasilan Unisba meraih akreditasi intitusi “A” merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Dari sekian banyak PTS yang ada di Jawa Barat, baru dua saja yang mengantongi akreditasi tertinggi ini, yakni Unisba dan Telkom University. Tak heran jika beberapa PTS terkemuka di Bandung sengaja berkunjung ke Unisba untuk melakukan studi banding dan mengetahui strategi apa yang dilakukan Unisba dalam meraih nilai akreditasi bergengsi tersebut. Salah satu PTS yang tertarik melakukan studi banding ini adalah Universitas Kristen Maranatha Bandung. Salah satu PTS ternama di kota Bandung ini sengaja berkunjung ke Unisba untuk studi banding, Rabu (8/11).

Kunjungan Ketua Badan Perencanaan, Pemantauan, dan Jaminan Mutu (BPPJM) Universitas Kristen Maranatha, Bandung, beserta staff ini diterima Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Bandung (Unisba), Dr. Nan Rachminawati, Dra., M.Pd beserta staff di Gedung Rektorat Universitas Islam Bandung.

Kepala BPPJM Maranatha, Dr.Dra. Ariesa Pandanwangi,M.Sn., menjelaskan, kedatangannya ke Unisba adalah untuk mengetahui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berlaku saat ini termasuk implementasi SPMI sampai dengan pengelolaannya.  

“Kami memilih Unisba sebagai salah satu tempat untuk dilaksanakannya studi banding karena Unisba sudah mendapatkan penghargaan dari Kemenristek Dikti sebagai universitas yang mengimplementasikan SPMI dengan baik,” katanya. Ia pun menjelaskan, kedatangannya ke Unisba juga dimaksudkan untuk mengetahui strategi Unisba dan standar apa yang diterapkan oleh Unisba dalam meraih akreditasi A.

Ketua BPM Unisba, Dr. Nan Rachminawati, Dra., M.Pd., tanpa canggung  menjelaskan, strategi yang telah dilakukan Unisba dalam meraih akreditasi tertinggi ini. Ada empat langkah, katanya, yakni; pertama, adanya komitmen pimpinan (di tingkat universitas dan yayasan); kedua, mengubah paradigma (menjadikan BPM sebagai lembaga yang menjadi partner, bukan ditakuti atu dihindari); ketiga, sinergi antara internal dan eksternal; dan yang keempat, pemenuhan dokumen-dokumen sebagai alat untuk menggerakkan institusi.

Kepala BPPJM Maranatha pun menyampaikan kekagumannya terhadap Unisba yang memiliki student body yang cukup besar. Dengan 18 Prodi Unisba memiliki mahasiswa hampir 12 ribu orang. “Sedangkan kami, Maranatha dari 26 prodi hanya memiliki sekitar 8000 mahasiswa. Berarti Unisba memang sudah besar, student body-nya sudah bagus,” katanya.(Yasmin/Dian/Sari)

 

 

      

          Ir. M. Satori, M.T. saat menyampaikan kuliah.                                                                            Mahasiswa TI sedang mengikuti praktek Pengetahuan Lingkungan. 

 

Keterbatasan lahan yang dimiliki Unisba bukan halangan untuk “dihijaukan”. Bukan dicat hijau, melainkan dinding-dinding kampus, area rooftop bisa dijadikan sebagai media tanam berbagai tumbuhan sebagai vertical farming atau vertical gardening. Ketersediaan tempat sampah yang memadai, ditambah adanya tempat pemilahan sampah, serta fasilitas khusus bagi para perokok, bisa membuat kampus yang sudah mengantongi akreditasi “A”  dari BAN PT ini menjelma menjadi kampus yang Islami, asri, indah dan nyaman.

Demikian disampaikan pakar lingkungan yang juga dosen Prodi Teknik Industri Unisba, Ir. Mohamad Satori,MT., saat memberikan kuliah Pengetahuan Lingkungan kepada mahasiswa baru Fakultas Teknik/Prodi Teknik Industri di Aula Unisba, Minggu (5/10).

Lebih jauh dosen TI yang kini sedang menyelesaikan pendidikan Doktoral (S3) Jurusan Ilmu Lingkungan di Unpad ini mengatakan, eco campus atau kampus berwawasan lingkungan akan terwujud jika ada sinergi seluruh civitas akademika Unisba, tidak hanya mahasiswa dan dosen, tetapi para stakeholder/pimpipinan serta unsur yayasan pun terlibat di dalamnya.

“Yang paling strategis,  bagaimana program lingkungan terinternalisasi di dalam manajemen Unisba baik yayasan maupun universitas, kemudian konsekuensi dari itu harus dibangun sistem mau seperti apa,” katanya.

Sistem yang dimaksud, lanjut dia, meliputi ketersediaan sarana dan prasarana (termasuk desain), manajemen, SDM, dan manajemen kontrol. “Setelah semua terpenuhi baru  kemudian partisipasi publik. Misalnya,  misalnya di setiap fakultas harus ada tempat sampah terpilah, mana organik, non organik dan sebagainya, kemudian nanti petugas akan membuang ke tempat sesuai dengan jenis sampah dan seterusnya,” jelas Pak Satori yang kerap diundang memberikan ceramah tentang persampahan baik di dalam maupun luar negeri ini.

Sampah-sampah yang terpilah akan memudahkan penanganan/pengelolaannya. Sampah sisa makanan atau biasa disebut sampah organik, misalnya bisa diproses sebagai kompos dan kompos bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Sampah anorganik atau sampak plastik, bisa diolah menjadi kerajinan yang bernilai jual. Dengan begitu, hanya sampah yang tak berguna (residu) itulah yang dibuang. 

Seiring dengan bertambahnya mahasiswa, Unisba menambah bangunan kampus yang berarti mengurangi lahan terbuka. Bisa dibayangkan, betapa gersangnya jika kampus Unisba tidak memiliki tanaman. “Namun, keterbatasan lahan terbuka, sejatinya tidak membuat Unisba tidak menanam. Banyak cara yang bisa dilakukan, tinggal mau atau tidak untuk melakukannya,” tambah Pak Satori, pemilik Saung 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pengelola Bank sampah Sahdu di Komplek Cipageran Indah 2 Cimahi, Kab. Bandung ini.

Unisba sebenarnya sudah memiliki fasilitas komposting. Sayang, fasilitas tersebut diabaikan, tak terpakai. Hal ini disebabkan pengelolaan sampah yang tidak benar, diantaranya tidak ada pemilahan sampah antara sampah organik dan non organik (karena memang tempat sampahnya pun tidak terpilah), tidak ada pengawasan dan tidak ada standarisasi kebersihan. Hal ini yang menyebabkan Cleanig Service (CS) bekerja sesuai hatinya, bukan sesuai standar. Padahal, kata Pak Satori, standar kebersihan maupun standar tempat sampah sudah ada peraturannya, yakni Peraturan Menteri/Permen PU No. 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Pemberian materi Pengetahuan Lingkungan, sejatinya tidak hanya untuk mahasiswa TI saja. Namun seluruh mahasiswa Unisba hingga para stakeholder perlu mengetahuinya mengingat masalah lingkungan merupakan masalah kita semua. Namun, pengetahuan saja pun tidak cukup. Hal ini harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas. “Bagaimana mereka mau membuang sampah secara terpilah jika tempat sampahnya tidak tersedia. Pemberian materi dan pelatihan hanya bagian dari upaya dalam mewujudkan eco campus. Selanjutnya diperlukan sarana yang memadai, SDM, dan manajemen kontrol yang terintegrasi. Jika tidak, maka pengetahuan dan pelatihan, tidak akan ada artinya,” terang Pak Satori.

Mata kuliah Pengetahuan Lingkungan merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Prodi TI, dan Ir. Mohamad Satori, MT., dengan Dr. Aviasti,Ir.,M.Sc. sebagai pengampunya. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah ini merupakan kegiatan rutin setahun sekali.  “Yang kami sampaikan tidak bersifat teoritis 100% tetapi lebih melihat fakta di lapangan berdasarkan praktek dan juga lebih mengarah pada bagaimana pemahaman lingkungannya dilihat dari perspektif agama Islam. Agama Islam mengatur bagaimana kita seharusnya memperlakukan alam. Kita harus pahami itu dan mempraktekkannya. Itu target atau ruh dari kuliah ini. Mudah-mudahan dengan begitu Unisba menjadi kampus Islami yang asri, indah dan nyaman,” demikian Pak Satori.(sari)