Mar 22, 2017 Last Updated 12:00 AM, Mar 20, 2017
Berita

Berita (213)

HUMAS-Sebanyak 52 peserta Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM) Universtas Islam Bandung  mengikuti sesi presentasi hasil Karya Tulis Ilmiah yang di selenggarakan di Aula Utama Unisba Selasa dan Rabu (14-15/3/2017). Dari seluruh peserta, terdapat 48 orang peserta yang Karya Tulis Ilmiahnya sudah di ikut sertakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Pendidikan Tinggi (Dikti).

Lomba Karya Tulis Ilmiah ini dibagi kedalam dua kategori yaitu Analisis Ilmiah (AI) dan Gagasan Tertulis (GT). Acara tahunan yang diselenggarakan Bagian Kemahasiswaan Unisba pada tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta dibanding tahun 2016. Hal ini disampaikan oleh ketua pelaksana PKM Unisba, Nanang Ahmad Firdausi , Ir., MBA., MM. selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Unisba sekaligus ketua pelaksana pada acara ini. Para peserta ini telah  mengikuti pelatihan Karya Tulis Ilmiah pada awal Januari, kemudian pada puncaknya yaitu para peserta mempresentasikan hasil Karya Tulis Ilmiah nya untuk merebutkan posisi juara satu, dua, dan tiga. Selain mahasiswa yang terlibat sebagai peserta, dosen pun dilibatkan sebagai pembimbing dan Wakil Dekan  sebagai Juri.  Pengumuman pemenang ini akan dilaksanakan satu minggu setelah presentasi dan penilaian yang dilakukan oleh 15 Juri dari berbagai fakultas.

Pak Nanang menambahkan, Pekan Kreatif Mahasiswa ini merupakan ajang unjuk diri mahasiswa di lingkungan internal kampus yang selanjutnya akan di persiapkan ke ranah eksternal untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Dikti. Ia berharap dengan diselenggarakan Pekan Kreatif Mahasiswa ini, setiap mahasiswa di Unisba dapat mengasah soft skill-nya terutama dalam hal menulis. Mahasiswa pun di harapkan untuk rajin melakukan penelitian, dan lebih kreatif mengembangkan idenya  dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah.

Selain itu, salah satu peserta PKM, Fadly Sumanri dari Fakultas Ilmu Komunikasi berharap kedepannya Karya Tulis Ilmiah yang telah di presentasikan dapat direalisasikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan diri setiap peserta. Hal itu dapat terwujud apabila pihak Universitas memberikan modal yang cukup. Namun apabila tidak terealisasikan, Karya Tulis Ilmiah Kategori Gagasan Tertulis (GT) yang ia buat dijadikan ajang pengembangan ide dan pengalaman bagi dirinya. Untuk PKM kali ini, Fadly memberikan saran, ditambahnya kriteria pemenang yang bukan hanya untuk pemenang satu, dua, dan tiga melainkan adanya pemenang Best Speaker, Best Abstract, dan Best Poster. “Untuk PKM yang akan datang, publikasi hendaknya dilakukan lebih baik agar lebih banyak peserta yang mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa pada tahun sebelumnya”, katanya.(Anty/Sari)

 

HUMAS-Dalam membangun jiwa technopreneurship dibutuhkan dua hal penting, yakni trustworthy (dapat dipercaya) dan kompetensi. Kedua hal tersebut harus dimiliki alumni Unisba agar bisa bersaing dengan alumni dari PT lain. Menghadapi persaingan global dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), mahasiswa Unisba juga harus bisa bersaing dengan pekerja asing.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D., saat memberikan Kuliah Umum (Studium General) bertema, “Membangun Jiwa Mandiri & Technopreneurship Mahasiswa Unisba dalam Menghadapi Tantangan Dunia Kerja,” di Aula Unisba, belum lama ini.

“Kalau kita melihat perusahaan-perusahaan kelas dunia sewaktu melakukan rekrutmen pegawai, kalau diintisarikan penilaiannya hanya ada dua hal. Pertama, dia akan mencari orang yang dinamakan trustworthy, yang kedua adalah kompetensi,” papar Wamen.

Dalam paparan ilmiahnya Arcandra mengingatkan, kompetensi seseorang harus berpijak pada tiga hal, yaitu ilmu, skill, dan pengalaman. Jadi, lanjutnya, jika ingin menjadi technopreneurship yang bagus, ketiga unsur tersebut sebaiknya dipenuhi dan saling melengkapi.

Pembangunan jiwa technopreneurship bagi Arcandra mengambil pelajaran dari pengalaman hidupnya menjadi Wakil Menteri SDM. “Saya belajar di bangku kuliah dari Edward Houten, saya di-hire (kerja) tahun 2011, tapi saya tidak mengerti siapa dia. Akhirnya saya tahu bahwa dia adalah peletak dasar ilmu offshore,” kenangnya.

Kepada sivitas akademika Unisba Arcandra berpesan agar tetap menghormati guru dimanapun berada. “Bapak-bapak Profesor dan adik-adik, hormati guru karena gurulah yang menjadi pondasi dasar sepertiga dari kompetensi yang kita miliki,” pesan Wamen.

Sementara itu, Rektor Unisba, Prof.Dr.dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, MS.,Sp. THT. KL. (K), mengungkapkan, kampus Unisba mendorong mahaiswanya untuk siap bersaing di era MEA dengan memberikan pembekalan tidak saja akhlakul karimah tetapi juga kemandirian untuk berwirausaha.***

 

HUMAS-Universitas Islam Bandung (Unisba) menjalin kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat. Kedua belah pihak sepakat mengadakan penandatanganan Nota Kesepahaman dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan pemahaman peraturan perundangan-undangan dalam dunia usaha dan perekonomian yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat luas.

‘’Kadin Jawa Barat memiliki program-program pemberdayaan masyarakat yaitu dengan membantu wirausaha-wirausaha, termasuk pertumbuhan wirausaha baru (perahu) yang sudah menciptakan 300 pengusaha dan sudah memiliki karyawan,’’ ungkap ketua Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal di Ruang Rektorat Unisba, Jalan Tamansari Bandung,Selasa (7/3).

Dikatakannya, Jawa Barat sebagai provinsi yang strategis memiliki potensi ekonomi yang luar biasa dari industri nasional dan 58 % industri nasional itu ada di Jawa Barat. “Potensi tersebut harus berkembang agar Jawa Barat dapat bersaing. Karena, negara kuat kalau sektor swastanya besar,” jelas Agung.

Selaku Kadin Jawa Barat yang memiliki tanggung jawab, lanjut Agung, Kadin berusaha menekan angka pengangguran dan menciptakan pertumbuhan wirausaha baru (perahu). Selain ke daerah perkotaan, Kadin juga mencoba  ke desa-desa dengan membuat Gerakan Wirausaha Desa (Garuda).

Sementara itu Rektor Unisba, Prof. Thaufiq Boesoirie, masalah besar di Indonesia itu bukan agama,tetapi kesenjangan antara si miskin dan si kaya yang begitu besar. Apabila  sudah ada kesenjangan maka akan timbul konflik sosial.

Perguruan tinggi (PT), kata Rektor, memiliki tiga hal yang menjadi masalah mengenai kebutuhan bisnis yaitu, pertama, pembaharuan kurikulum; kedua, masalah-masalah hukum perdagangan, dan ketiga, keikutsertaan mahasiswa dalam aktivitas masyarakat. Di Unisba mahasiswa diberi pendidikan agama Islam selama tujuh semester dan  pesantren. Di dalam kegiatan pesantren yang wajib diikuti mahasiswa calon sarjana dibahas mengenai Entrepeuneur Islami, sehingga ketika telah selesai dapat merealisasikannya dalam tindakan yang nyata.(tia/sari)

 

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

H. Odang Muchtar, Drs.  (Mantan Pengurus Yayasan Unisba)

 Pada hari Kamis, 16 Maret 2017 pukul 15.30 WIB

 di RS Borromeus Bandung. 

Rumah Duka di Jl. H. Gopur Perum Bukit Cipageran Indah Blok B no. 8 (Tegal Kawung).

Almarhum akan dimakamkan malam ini di daerah Cipageran.

Civitas Akademika Unisba mendoakan,

semoga almarhum mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Ibunda dari Soklari (Staf Humas Unisba)

 Pada hari Jumat, 10 Maret 2017 di Kab. Bandung. 

Rumah Duka di Parakanmuncang Kab. Bandung.

Civitas Akademika Unisba mendoakan,

semoga almarhumah mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

 

HUMAS-Jumlah pendaftar calon mahasiswa baru Unisba dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pada awal kepemimpinan Rektor Prof.DR.dr.,M. Thaufiq S. Boesoirie, MS.,Sp. THT. KL. (K) peminat Unisba pada Tahun Akademik (TA) 2008/2009 tercatat sebanyak 2.600 orang, sedangkan pada TA 2016/2017 jumlah pendaftar menjadi 12.000 orang, atau  meningkat hampir 5 kali lipat. Peningkatan jumlah pendaftar ini juga terjadi pada Program Pascasarjana Unisba.

Hal tersebut dikatakan Rektor dalam sambutannya saat melantik 750 orang Sarjana, Magister dan Doktor lulusan Unisba, di Aula belum lama ini.

Prestasi Unisba yang ditorehkan selama kepemimpinan Prof. Thaufiq hampir dua periode ini juga dibuktikan dengan adanya hasil survey majalah Tempo 2015 yang menyebutkan, Unisba termasuk 10 besar perguruan tinggi swasta terfavorit di Indonesia. Pada tanggal 15 Febuari 2017 Rektor Unisba juga memperoleh penghargaan dalam penganugerahan Galamedia Award 2017 sebagai pelopor pendidikan karakter mahasiswa.

Terkait dengan hal tersebut Rektor menegaskan, Unisba tak hanya menekankan kualitas pendidikan, tetapi juga pembentukan dan pengembangan karakter. Unisba menerapkan pendidikan agama Islam,sehingga diadakan kegiatan pesantren mahasiswa baru dan pesantren calon sarjana. “Selain itu,mahasiswa juga dibekali Pendidikan Agama Islam (PAI) selama 7 semester. Dengan konsep pendidikan seperti ini, Unisba ingin membangun mahasiswa yang berakhlak karimah,” katanya.

Sebagai lulusan Universitas Islam Bandung, lanjut Rektor, nilai-nilai keislaman dan berbudi luhur,santun,disiplin serta berkarya nyata hendaknya selalu mewarnai tingkah laku para lulusan di dalam lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat. “Oleh karena itu nama baik almamater Unisba harus dijaga dengan baik. Di tangan lulusanlah terletak tanggung jawab pembuktian, bahwa para lulusan Unisba adalah para sarjana dan ilmuan yang berjati diri, berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi masyarakat,nusa dan bangsa,” tegas Rektor.(tia/sr)

HUMAS-Farah Salsabila Muchtar dari Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil menjadi lulusan tercepat (masa studi 3 tahun 3 bulan) dengan IPK tertinggi, 4.00 dalam Pelantikan Sarjana  Gelombang I Tahun Akademik 2016/2017 yang dilaksanakan di Aula Unisba, sabtu (25/2). Pada wisuda kali ini Rektor Universitas Islam Bandung, Prof.Dr.dr. M. Thaufiq Boesoirie, MS.,Sp. THT.KL (K) melantik 752 orang lulusannya. Mereka adalah 21 orang lulusan program Doktor (S3), 95 orang Program Magister(S2), 31 orang Program Profesi Pendidikan Dokter (P3D) dan Sarjana (S1) sebanyak 605 orang.

Farah mewakili 102 lulusan yudisium Cumlaude yang dilantik Rektor saat prosesi pemindahan tali toga dari sebelah kiri ke kanan yang menandakan bahwa para sarjana telah resmi dilantik sebagai wisudawan Unisba. Kepada para wisudawan Rektor berpesan, agar mereka menjaga nama baik almamater Unisba dan bertanggung jawab bahwa lulusan Unisba merupakan para sarjana dan ilmuan yang berjati diri,  dan berakhlakul kharimah.

Dikatakan Rektor, saat ini Unisba berada di Peringkat 32 Nasional dan Peringkat 7 Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia dari 3320 Perguruan Tinggi di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan RI Tahun 2015. Rektor Unisba sendiri menerima Awards for Best Practices 2016 dari European Society for Quality Research dan diangkat sebagai guru besar kehormatan atau Honorary Professor pada The Academic Union, Oxford. “Lulusan-lulusan terbaik ini serta berbagai penghargaan yang diterima Unisba merupakan modal yang dapat digunakan untuk dapat bersaing dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean,” kata Rektor. (mea/sr).

HUMAS-Jarum jam baru menunjukkan angka 05.15 WIB pagi. Tak seperti biasanya, di halaman parkir kampus utama Unisba, Jl. Tamansari No. 1, Bandung sudah dipenuhi ibu-ibu. Tiga buah bis Pariwisata pun sudah bertengger di sana. Ya, hari itu, Sabtu (4/3) adalah hari dimana ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Ibu-ibu Keluarga Besar Unisba (3i KB Unisba) akan berwisata. Mereka adalah  dosen, karyawan, dan para isteri dosen/karyawan yang akan melakukan perjalanan ke Cirebon.

Salah satu agenda kerja rutin 3i KB Unisba yang dipimpin isteri Rektor, Ibu dr. Lakshmi Thaufiq, Sp. M. (K) adalah kunjungan wisata setiap tahunnya. Kegiatan ini, kata Bu Rektor, sebagai sarana mempererat tali silaturahim diantara ibu-ibu keluarga besar Unisba, dan sarana untuk melepas kepenatan saat menjalankan tugas sehari-hari, baik sebagai dosen, karyawan maupun ibu rumah tangga. “Ibu-ibu ini kan biasanya sibuk setiap saat, setiap detik, mengurus suami, anak, rumah tangga, belum lagi tugasnya mengajar sebagai dosen, atau karyawan yang bekerja di Unisba. Mereka perlu hiburan untuk melepas kepenatan itu supaya tetap bergairah, kita bergembira agar semangat kerjanya gak kendur,” jelas Bu Rektor.  Tujuan wisata kali ini, lanjutnya, adalah kota Cirebon, yakni ke pusat batik Trusmi, Rumah Kerajian Keong dan Pasar Kanoman.

Bukan kali ini saja isteri Rektor Unisba, Prof.Dr.dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, MS.,Sp. THT. KL. (K) ini mengajak ibu-ibu jalan-jalan. dr. Lakshmi-panggilan akrab untuk bu Rektor- kerap membawa ibu-ibu berkumpul arisan bulanan di beberapa kafe ternama di Bandung. “Kita mengadakan kegiatan rutin arisan setiap bulan di kampus Unisba yang diisi juga dengan tausiah atau ceramah dari beberapa pakar agama, ekonomi, kesehatan, pokoknya narasumbernya sesuai fakultas yang ada di Unisba.  Sekali-kali kita ajak ibu-ibu ke kafe biar tidak bosan, mencoba suasana yang berbeda,” terang Bu Rektor sambil tersenyum.

Kegiatan 3i KB Unisba tentu tak hanya arisan dan jalan-jalan. Setiap tahun, dengan diprakarsai Bu Rektor dan dukungan Pak Rektor, 3i KB rutin menyerahkan beasiswa (bantuan dana pendidikan) bagi putera-puteri karyawan. Tak hanya itu, menjelang lebaran, para Satpam dan Cleaning Service (pegawai outsourcing) pun kebagian berkah dengan menerima “uang kadeudeuh” dari pasangan dokter ini.

Bu Rektor tak hanya peduli kepada karyawan dan dosen Unisba saja. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar kampus pun tak luput dari perhatiannya. Berkat tangan dingin dokter spesialis mata ini pula kini para PKL sudah menikmati kios yang lebih representative untuk berjualan di sekitar kampus Unisba.(sari) 

HUMAS- Gobalisasi menunjukkan penggerusan  karakter bangsa. Itu merupakan  tanda bahaya bagi kita. Oleh karena itu pemerintah harus waspada betul memberikan tugas kepada PT dalam menyelenggarakan pendidikan, salah satunya memberikan pendidikan karekater bangsa menjadi bagian dari pendidikan mahasiswa ada kurikulum. Dengan begitu sebuah PT tidak hanya menghasilkan lulusan yang tidak semata-mata pintar tetapi juga berkarakter.

Demikian diungkapkan Rektor Unisba, Prof.DR.dr.,M.Thaufiq S. Boesoirie, MS.,Sp.THT. KL. (K) saat menerima Galamedia Award di Grand Hotel Asralia, Bandung, baru-baru ini.

Galamedia Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai telah berhasil dalam membaktikan dirinya di berbagai bidang/kategori. Ada 17 penghargaan yang diserahkan malam itu, diantaranya untuk Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk kategori Keterbukaan Publik dan Rektor Unisba sebagai Pelopor Pendidikan Karakter Mahasiswa. 

Lebih jauh Rektor Unisba mengatakan, Perguruan tinggi merupakan sebuah rumah peradaban, lahan pembentuk jati diri dan kebun ilmu. Disanalah para mahasiswa memperoleh pendidikan dan bimbingan dari para dosennya untuk menjadi insan yang terpelajar dan bermartabat. Selama ini, lanjutnya, pola pendidikan yang dilaksanakan di Unisba konsisten menyertakan Pendidikan Agama Islam (PAI) selama 7 (tujuh) semester. Tak hanya itu, mahasiswa pada semester II juga wajib mengikuti  Pesantren Mahasiswa, dan menjelang sidang skripsi, mereka pun harus mengikuti Pesantren Calon Sarjana. Masing-masing pesantren dilaksanakan selama enam hari yang diakhiri dengan ujian kelulusan pesantren. “Dengan diberikannya pesantren selama satu pecan ini, harapannya materi PAI yang telah kita berikan selama di kelas, bisa diaplikasikan,” tambah Rektor. Dengan demikian diharapkan lulusan Unisba tak hanya menjadi sarjana yang intelek tetapi juga berkarakter/religius. Tak hanya mahasiswa yang harus mengikuti pesantren, dosen dan karyawan pun tak luput dari kegiatan tersebut.

Saat dimintai pendapatnya tentang adanya Galamedia Award, Rektor berujar, “apa yang dilakukan galamedia itu luar biasa, karena sering kita lupa memberikan penghargaan kepada orang-orang berprestasi, kita lebih sering mengkitisi. Disini perlu ada keseimbangan, tak hanya mengkritisi tetapi juga bisa mengapresiasi sebuah karya orang lain.” 

Lebih jauh Rektor mengatakan, karakter berhubungan erat dengan moralitas yang menjadi cikal bakal untuk membentuk masyarakat yg bertanggungjawab. “Pendidikan karakter bisa membentengi diri untuk mencegah hal-hal negatif dari perkembangan jaman,” tandasnya. 

Rektor berharap, agama bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kecil tentang shalat, misalnya. Jangan hanya teoritis saja mengerjakan dan membaca bacaan dalam shalat. “Kita harus pahami betul arti setiap bacaan dan gerakan shalat kita sehingga dengan begitu shalat kita akan memiliki nilai. Ingat, ibadah yang benar adalah ibadah yang mampu mengubah perilaku kita ke arah yang lebih baik,” pungkas Rektor.(sari)

 

 

HUMAS-Sebanyak 750 orang sarjana, magister, dan doktor lulusan Unisba akan dilantik Rektor, Prof.DR.dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, MS.,Sp.THT. KL. (K) di Aula Unisba, Sabtu (25/2). Untuk memberikan kenyamanan kepada para lulusan dan orang tua, Pelantikan Sarjana akan dilakukan dua shift. Pagi, mulai pukul 07.30 – 11.00 WIB wisuda sarjana lulusan Fakultas Dakwah, Tarbiyah dan Keguruan, Hukum, Psikologi, MIPA, Fakultas Kedokteran, dan Pascasarjana. Sedangkan sesi siang mulai pukul 13.00 – 16.00 WIB akan dilangsungkan wisuda untuk lulusan Fakultas Syari’ah, Teknik, dan Fakultas Ekonomi & Bisnis.

Sehubungan dengan pelaksanaan wisuda tersebut, kemungkinan terjadi kemacetan di sekitar Jl. Tamansari yang tak terhindarkan. Untuk itu kami mengimbau, jika memungkinkan para pengguna jalan bisa mengatur waktu atau untuk sementara tidak melalui Jl. Tamansari dan Jl. Purnawarman. Atas nama sivitas akademika Unisba, kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putera-puterinya di Unisba, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. (Kabag Humas, M.E.Fuady,S.Sos.,M.Si.)