Jul 28, 2017 Last Updated 9:35 AM, Jul 26, 2017
Berita

Berita (241)

Akhir masa jabatan Rektor Prof. Dr. dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, MS., Sp. THT. KL (K) menjadi moment paling mengharukan bagi seluruh keluarga besar Unisba. Betapa tidak, sosok Prof. Thaufiq dan istri tercintanya, Ketua 3i KB Unisba, dr. Lakshmi Thaufiq, Sp. M. (K) selama ini telah menjadi pemimpin yang tidak hanya memikirkan kemajuan Unisba tetapi mengayomi, menyayangi dan memikirkan kebahagiaan karyawannya. Saat-saat terakhirnya di Unisba, pasangan suami isteri yang terkenal dermawan ini justru memberikan tambahan dana beasiswa secara spontan sejumlah Rp.18.500.000,00 yang diberikan langsung kepada putera-puteri karyawan gol. I dan II di Aula Unisba, Jum’at (21/7).                                                

Penyerahan Dana Bantuan Pendidikan (Beasiswa) bagi putera-puteri karyawan merupakan kegiatan sosial rutin yang dilakukan 3i KB Unisba setiap tahunnya. Anak karyawan yang mendapat dana pendidikan tahun ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari siswa SD sejumlah 27 orang masing-masing memperoleh Rp. 850.000,00, SMP, 11 orang @ Rp. 950.000,00, dan siswa SMA sebanyak 12 orang masing-masing memperoleh Rp. 1.050.000,00. Selain itu mereka memperoleh tambahan uang dari Pak Rektor Prof. Thaufiq untuk siswa SD masing-masing Rp. 300.000,00, SMP Rp. 400.000,00, dan SMA sebesar Rp. 500.000,00. Bagi anak-anak yang menduduki ranking 1, 2, dan 3 untuk tingkat SD, SMP, dan SMA mendapat tambahan uang pendidikan. Ranking I mendapat Rp. 400.000,00, Ranking 2 sebesar Rp. 350.000,00, dan Ranking 3 memperoleh Rp. 900.000,00.

Dengan demikian jumlah biaya yang dikeluarkan untuk dana pendidikan ini  sebesar Rp. 67.650.000 yang berasal dari 3i KB (termasuk sponsor/donator) sebesar Rp. 49.150.000,00 dan Rp. 18.500.000,00 dari Pa Rektor Prof. Thaufiq.

Rektor Prof. Dr. dr.,M. Thaufiq S. Boesoirie, MS. Sp. THT. KL (K) mengatakan, Unisba, sebenarnya sudah ada anggaran khusus setiap tahunnya untuk dana pendidikan yang diberikan dua kali setahun, yakni pada setiap bulan Juli dan Desember. “Oleh karena itu, beasiswa ini sifatnya bantuan saja atau tambahan sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian dari kami,” tuturnya.

Rektor yang selalu bersahaja ini mengingatkan, pentingnya mensyukuri nikmat bahkan musibah yang kita terima. “Apa yang kita dapatkan ini sebagai anugerah dari Allah. Bahkan musibah pun sebagai bentuk anugerah dari Allah.  Ditimpa musibah, kita menjadi semakin dekat dengan Allah, dan itulah cara Allah mengangkat derajat seseorang. Semakin kita banyak bersyukur, akan semakin ditambah  nikmat kita dari Allah,” jelas Prof. Thaufiq yang juga menekankan pentingnya sifat jujur dimiliki setiap orang.

Senada dengan itu, dr. Lakshmi Thaufiq, Sp.  M. (K) meminta, anak-anak penerima beasiswa agar jujur dan rajin belajar. “Silahkan raih cita-cita, jadi apapun bagus, asal dilakukan sungguh-sungguh akan berhasil. Tak usah merasa rendah diri saat kita ditakdirkan menjadi penjahit. Meskipun tidak menjadi insinyur, hanya jadi penjahit, misalnya, tetap akan terhormat asal kita melakukannya dengan baik, jujur, dan penuh tanggungjawab,” katanya.

Ketua 3i KB pun menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para donator/sponsor seperti Yayasan, Fakultas Kedokteran, Pascasarjana, lembaga, dan fakultas lain yang ada di Unisba, serta kepada para rekanan, Bank, dll. “Saya berharap, kegiatan ini akan terus berlanjut meskipun kami sudah tidak di sini lagi,” tambah bu dokter.

3i KB (Ikatan Ibu-ibu Keluarga Besar) Unisba merupakan wadah kegiatan ibu-ibu Unisba baik dosen, karyawan, istri dosen dan istri karyawan. Selain menyelenggarakan tausiah dan arisan bulanan rutin, seminar, ibu-ibu ini juga melakukan kegiatan sosial seperti penyerahan beasiswa, uang kadeudeuh kepada CS, dan Satpam, serta bantuan pendidikan untuk anak-anak CS, dan tidak ketinggalan kegiatan hiburan (jalan-jalan) khas ibu-ibu.sari

 

HUMAS-Berbagai produk seperti tas wanita, dompet, tas laptop, lampu hias, tikar, serta pernak-pernik cantik tertata rapi memenuhi salah satu stand pameran Bazar Ramadhan SMAN 2 Bandung belum lama ini. Para pengunjung tampak kagum dan tidak percaya jika produk-produk tersebut berbahan sampah atau material yang dianggap tidak bernilai. Produk-produk tersebut dikenal sebagai  upcycle product. Salah satu produk yang banyak diminati pengunjung dan laris manis di stand Bandung Upcycle Product tersebut adalah piring, tatakan gelas, tempat tisu yang terbuat dari koran bekas. Ya, begitulah, di tangan para pengrajin dan pencinta lingkungan, sampah yang tadinya tak berharga kini menjadi barang yang bernilai estetis dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Adalah Ir. Mohamad Satori, MT. salah seorang dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Unisba penggagas berdirinya  Bandung Upcycle Shop (BUS). “BUS merupakan wadah untuk menghimpun berbagai produk berbahan sampah yang dibuat oleh para pengrajin dan bank sampah yang saya bina,” ujar alumni Teknik Industri Unisba ini.

Saat ini, lanjut Pak Satori-panggilan akrabnya, pengrajin dan bank sampah yang dibinanya sudah mencapai lebih dari 1000 orang dan tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. “Salah satu usaha yang mereka kembangkan di bank sampah adalah mengolah material yang tidak bernilai seperti kemasan kopi, kantong pastik (kresek), sedotan, dan lain-lain menjadi produk-produk yang bernilai ekonomi sangat tinggi,” terangnya. Bahkan menurut Pak Satori yang juga bekerja sama dengan salah satu mall terbesar di Kota Bandung ini, produk-produk upcycle yang dikelolanya banyak diminati oleh konsumen dari mancanegara, seperti Inggris, Malaysia, Amerika, Prancis, dan lain-lain.

Bagi pemerintah dan masyarakat terutama yang berkecimpung dalam pengelolaan sampah rumah tangga sosok Pak Satori sudah tidak asing lagi. Ketekunannya dalam mengelola sampah telah membawa pria lulusan Program Pascasarjana (S2) ITB Jurusan Program Studi Pembangunan ini mendapatkan penghargaan Gubernur Jawa Barat dan BPLH Jawa Barat pada tahun 2014 dan 2015 lalu karena dianggap istiqomah dalam membina masyarakat dalam pengelolaan sanitasi terutama pengelolaan sampah di Jawa Barat sejak tahun 2000.

Pak Satori pun pernah menjadi ketua GEMRICIK (Gerakan Masyarakat Cinta Cikapundung) yang merupakan forum Perguruan Tinggi di Kota Bandung untuk pengelolaan Sungai Cikapundung. Saat itu ia kerap turun langsung ke masyarakat terutama yang ada di wilayah Tamansari, berusaha mengubah image masyarakat yang tadinya menganggap sungai sebagai tempat pembuangan menjadi sumber kehidupan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan wisata sungai Cikapundung seperti kukuyaan  dan melalui festival budaya sungai.

Salah satu prinsip yang diperjuangkan sejak lama oleh Pak Satori dalam pengelolaan sampah adalah konsep 3R (reduce, reuse, recycle). Dikatakannya, konsep 3R harus menjadi bagian dari tata kelola sampah di Indonesia, karena bila hanya menggunakan pendekatan wadah-kumpul-angkut-buang maka akan muncul masalah baru seperti kasus longsornya TPA Leuwigajah, tahun 2005 lalu akibat kelebihan kapasitas volume sampah. Untuk mewujudkan gagasannya tersebut ia sering menjadi narasumber dalam hal pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan pola 3R dalam seminar, lokakarya, hingga pelatihan yang diselenggarakan pemerintah maupun kalangan swasta/masyarakat.

Secara keilmuan dalam bidang Teknik Industri, melalui konsep 3R, Pak Satori mengembangkan konsep kegiatan ekonomi dan industri yang semula menggunakan prinsip one way economy menjadi sircular economy. Pada prinsip one way economy  setiap produk berasal dari bahan baku yang kemudian akan menjadi sampah dan kembali ke alam, lama-kelamaan alam akan penuh dengan sampah. Sedangkan dalam prinsip sircular economy, material/barang yang menjadi sampah masuk ke industri untuk bahan campuran maupun daur ulang murni, dalam hal ini terjadi penggunaan ulang material yang menjadi sampah sehingga bisa menghemat sumber daya alam.  Terkait hal tersebut pria kelahiran Kuningan pada 5 September 1964 ini pun telah diundang negara Vietnam dan Jepang baik sebagai pembicara tamu maupun dosen tamu.

Di tempat tinggalnya, Puri Cipageran Indah 2 Blok D2 No. 15 Kabupaten Bandung Barat, Pa Satori yang juga Ketua RW 22 ini mendirikan Saung dan Taman Edukasi 3R yang merupakan pusat pelatihan bagi masyarakat, baik masyarakat sekitarnya maupun masyarakat dari berbagai Kota dan Kabupaten yang ingin belajar tentang cara mengolah sampah berbasis masyarakat dengan pola 3R. Bahkan di Saung dan Edukasi 3R RW 22 yang digagasnya itu kini telah menjadi model ketahanan pangan berbasis sampah, karena melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, Pak Satori manfaatkan langsung untuk berbagai sayur mayur dan tanaman herbal untuk kebutuhan warga sekitarnya. Ia membagikan hasil sayuran dan tanaman obat tersebut kepada warga sekitar secara cuma-cuma atau cukup ditukar dengan sampah bahan daur ulang.

Ir. Mohamad Satori, MT yang saat ini tengah menyelesaikan studi Program Doktor Ilmu Lingkungan di UNPAD, juga menjadi salah seorang anggota Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung. Melalui wadah MUI tersebut ia berharap, gerakan cinta lingkungan bisa dimulai dari Masjid. “Hal ini merupakan salah satu perwujudan dari konsep Islam Rakhmatan lil’alamin,” katanya. Untuk itu Pa Satori juga telah memberikan pelatihan pengelolaan sampah dengan pola 3R, bank sampah dan biopori di lingkungan pesantren dan sekolah kepada para pengelola pondok pesantren terutama di Jawa Barat bekerja sama dengan Kandepag Jawa Barat. Saat ini Pak Satori pun aktif dalam gerakan Moslem Green Revolution, yakni  gerakan masjid bersih dan masjid sebagai agen perubahan perilaku cinta lingkungan. Melalui gerakan ini Satori berharap stigma “santri budug” bisa dihilangkan.(Sari)

 

HUMAS-Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba menggelar Konferensi Internasional dengan tema, “Asian Studies: Interfaith Communication, Harmony in Diversity, Annual Conference : Communication, Media & Culture (ACCOMAC)” dengan sub tema Communication In Religion, Political Communication, Intercultural Communication, Media and Culture, dan Tourism Communication or intersection Concepts between subtopics. Acara ini diselenggarakan di Aula Unisba, Kamis (20/7) pukul 08.30-selesai dengan keynote speaker Rektor Unisba, Prof.Dr.dr. HM. Thaufiq Boesoirie, MS.,Sp. THT. KL (K). Pembicara pada seminar ini antara lain Dr. Desra Percaya (General Director of Asia Pasific and Africa Fpreign Affair Ministry), Assist. Prof. Boonrod Boongird, Ph.D. (Burapha University), Dr. Violet V. Valdez (Ateneo de Manila University) dan Dr. Juliana Abdul Wahab (Universiti Sains Malaysia) dan Nadjb Riphat Kesoema (Ambassador)  

Acara ini digagas menimbang diskusi dan kajian mendalam tentang komunikasi antar keyakinan, antar budaya dan antar bangsa di negara-negara ASEAN, dalam konteks milenial di kawasan ASIA, perlu dilakukan secara berkesinambungan, untuk membangun keterbukaan serta sinergi antar komunitas dan antar bangsa, serta antar keyakinan dan ideologi yang berbeda secara harmonis. Diskusi ilmiah ini diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan cerdas yang akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya membangun kerjasama antar bangsa, antar agama, dan antar budaya.

Pemahaman, keyakinan, dan budaya antarindividu, atau bahkan antarnegara, serta peningkatan kompetensi dan kualifikasi lulusan perguruan tinggi yang bertaraf lintas negara (internasional), dapat difasilitasi dan diawali dengan kerjasama antar perguruan tingggi. Kerjasama dapat dilakukan melalui saling tukar pemikiran, dengan mempresentasikan paper hasil penelitian para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, khususnya berada di kawasan ASEAN, yang telah melakukan MOU dengan Unisba, dalam sebuah kegiatan konferensi internasional, antara lain Burapha University Thailand, University Sains of Malaysia, Ateneo University Filipina, serta universitas lainnya yang berada di Asia maupun Australi

Rektor Unisba, Prof. Dr. M. Thaufiq. S. Boesoirie, MS.,Sp. THT. KL (K). mengungkapkan, salah satu upaya perguruan tinggi untuk memperkecil konflik perbedaan agama di Indonesia adalah dengan memberikan wawasan pada seluruh lulusan Unisba agar mengerti tentang Islam secara khafah dan menyeluruh, yakni Islam merupakan agama rahmatan lil alamin (bagi seluruh makhluk hidup). 

“Jadi begitu mereka (lulusan Unisba) berada di tengah masyarakat, tingkah polah, atau apa yang dia kerjakan adalah membawa suatu amanah, yaitu Islam sebagai rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Lainnya, lanjutnya, Unisba sebagai perguruan tinggi juga melakukan berbagai hubungan kolaborasi kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi lintas agama lainnya di Bandung, salah satunya Universitas Parahyangan. Prof. Thaufiq mengaku kerap dimintai masukan oleh beberapa perguruan tinggi tersebut terkait pandangan masalah umat beragama.

Kegiatan konferensi internasional ini, selain mengundang para pakar dari berbagai negara ASEAN, Asia, dan Australia untuk berbicara dalam diskusi panel, juga akan diisi penyajian paper-paper terpilih dari dosen-dosen Fikom Unisba dan Fikom atau Fakultas Ilmu Sosial Universitas lainnya di kawasan ASEAN. (Fuad/Sari)

 

HUMAS-Prof.Dr.H.Edi Setiadi,SH.,MH. resmi menjadi Rektor Unisba untuk masa bakti 2017-2021 setelah dilantik Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Senin (24/7) di Aula kampus I Unisba, Jl. Tamansari no. 1 Bandung. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri sivitas akademika Unisba dan jajaran pimpinan perguruan tinggi Jawa Barat, serta pimpinan lembaga baik pemerintah maupun swasta.

Prof. Edi, begitu beliau disapa, bukanlah orang baru di Unisba. Beliau adalah alumni yang kini menjadi Guru Besar Fakultas Hukum dengan sederet jabatan stategis yang telah dipegangnya di Unisba, diantaranya sebagai Wakil Rektor dan Ketua LPPM Unisba. Kini pria yang lahir di Tasikmalaya, 10 November 1959 berhasil meraih pucuk pimpinan perguruan tinggi Islam bergengsi di Jawa Barat ini.

Sebagai Rektor, Prof. Edi bertekad akan memajukan Unisba dengan memperbaiki peringkat Unisba yang kini menduduki rangking ke-50 di Kemenristek Dikti  menjadi peringkat ke-20. Hal yang akan dilakukannya diantaranya dengan cara meningkatkan publikasi ilmiah di jurnal internasional, tracer study (tracer alumni), dan peningkatan kegiatan kemahasiswaan. Prof. Edi yakin, keagungan akademik yang dimiliki Unisba, akan mampu mendongkrak peringkat perguruan tinggi yang kini dipimpinnya itu.

“Universitas Islam Bandung (Unisba) akan memasukkan semua nilai-nilai Islam pada kurikulumnya. Sedikitnya 20% nilai-nilai keislaman ada dalam kurikulum di setiap program studi,” jelas Prof Edi.

Tradisi ini, lanjutnya, sudah dibangun sejak lama sehingga menjadi ciri khas Unisba. Hal ini juga memperlihatkan tidak ada dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan. “Dalam Islam, ilmu telah menjadi bagian dari agama. Ini bisa kita lihat dari perintah iqro, yaitu bacalah, merupakan perintah untuk bidang ilmu pengetahuan,” paparnya seraya menambahkan, tugas berikutnya yang dia emban  adalah melanjutkan program-program yang telah disiapkan Rektor sebelumnya, Prof. Dr.dr. M. Thaufiq.,S. Boesoirie, MS.,Sp. THT.KL.(K). “Saya akan mewujudkan keaguangan akademik Unisba, salah satunya dengan meningkatkan atmosfer akademik seperti publikasi ilmiah,” tambahnya.

Sementara itu Rektor Unisba periode sebelumnya, Prof. Thaufiq, mengatakan, saat ini Unisba terus berupaya memenuhi standar yang ditentukan oleh Kemenristekdikti. Prestasi Unisba yang terakhir dicapai dimasa kepemimpinan Prof. Thaufiq adalah reakreditasi Unisba oleh Badan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) pada tanggal 9 dan 10 Juli 2017 lalu,  yang hasilnya tidak akan lama lagi keluar. “Kami optimis Unisba akan naik akreditasinya dari “B” menjadi “A”, insya Allah,” tutur Prof. Thaufiq.

Selain itu, lanjut Prof Thaufiq, ke depan Unisba harus mampu mengintegrasikan antara nilai-nilai keagamaan dan akademik. Prof. Thaufiq yakin, penggantinya akan mampu menjawab semua tantangan. “Saya yakin beliau mampu mewujudkan visi, misi yang diembannya”.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof.Dr. Miftah Faridl dalam sambutannya mengatakan, pentingnya membangun kebersamaan dengan semangat ta’awun (saling tolong menolong), tasamuh (saling toleransi), tadlomun (saling melindungi), dan tarohum (saling menyayangi) sesuai nilai-nilai Islam. “Tugas dan tantangan ke depan semakin berat, persaingan juga semakin tajam. Mungkin godaan pun akan semakin dahsyat. Sedang cita-cita dan mimpi kita sangat tinggi jauh ke depan. Unisba adalah milik kita semua. Kemajuannya adalah tanggungjawab kita semua. Kemundurannya adalah aib kita semua.,” jelasnya.(sari)

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Ibunda dari Dede Lilis Chaerowati, S.Sos., M.Si.

 (Dosen Fikom Unisba)

Pada hari Senin, 24 Juli 2017 di Serang Banten.

Rumah Duka di Jl. Kesatria Dalam No. 15 Cipare Serang Banten. 

Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga almarhumah mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

 

HUMAS-Kegiatan Ta’aruf dan PPMB (Perkenalan Mahasiswa Baru) bagi mahasiswa baru Unisba T.A. 2017/2018, akan dilaksanakan pada 04-16 September 2017 pukul 07.00-15.30 WIB. Ketentuan yang harus diikuti peserta Ta’aruf sebagai berikut :

  1. Bagi mahasiswa baru putra diwajibkan memakai kemeja warna putih lengan panjang, celana panjang warna hitam, berpeci warna hitam dan rambut dicukur pendek dan rapi.
  2. Bagi mahasiswa baru putri diwajibkan memakai kemeja warna putih lengan panjang, rok panjang warna hitam dan berkerudung warna putih, tidak bermake-up dan tidak memakai perhiasan.
  3. Sepatu warns hitam.
  4. Membawa alat shalat dan Al Quran.
  5. Membawa obat-obatan untuk pribadi.
  6. Membawa kartu mahasiswa (KTM)
  7. Membawa alat tulis.

Kegiatan Ta’aruf Universitas wajib diikuti mahasiswa baru dan tidak ada pendaftaran ulang. Jaket almamater dan jadwal kegiatan Ta’aruf bisa di ambil di Fakultas/Program Studi mulai tanggal 21 Agustus - 02 September 2017 dengan memperlihatkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Penukaran (ukuran) Jas Almamater di Bagian Kemahasiswaan Unisba Jl. Purnawarman No. 63 Bandung. Pendaftaran PPMB  dilaksanakan oleh panitia Fakultas/Program Studi mulai tanggal 21 Agustus - 02 September 2017 di Sekretariat Fakultas/Program Studi. Demikian agar mohon diperhatikan. (Eki/Sari)

Unisba Gathering 2017

HUMAS-Dalam mempererat Silaturrahim Civitas Akademika, Unisba akan menggelar Gathering di Pulau Dewata dengan tema "Membangun Silaturrahim Untuk Satu Unisba" pada Selasa s.d. Kamis, 11-13 Juli 2017.

Gathering Unisba  ini akan diikuti sebanyak 554 peserta, terdiri dari pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Unisba. Peserta Gathering akan menginap di Hotel Harris Riverview dan Hotel Harris Sunset Road. Para peserta gathering akan diberangkatkan dengan pesawat (Garuda Indonesia dan Citylink).

Peralatan yang harus dibawa peserta pada saat mengikuti gathering yaitu obat - obatan pribadi, kartu identitas KTP atau SIM, kaos Gathering. Pada puncak acara Gathering (11 Juli pkl 19.00 WITA) di Ballroom Sunset Road Harris, peserta diminta untuk mengenakan pakaian berwarna biru (Dress Code biru).   

Jadwal, nomor bus (Bandung-Jakarta dan Bali), nomor kamar dan nomor/kode pesawat akan diberikan pada peserta di lembar informasi yang akan dibagikan saat registrasi. 

Perlu diperhatikan juga agar peserta gathering tidak membawa perlengkapan seperti koper lebih dari 20 inchi dan maksimal berat 7 Kilo saat berangkat untuk menghemat waktu dan  memudahkan mobilitas keluar dari bandara saat tiba di Bandara Ngurah Rai. Hindari menggunakan Aksesoris benda yang sifatnya logam, tidak boleh membawa benda terlarang Lilin dan Cairan dalam bentuk besar dan penumpang diizinkan membawa tidak lebih dari 100 ml cairan termasuk gel, krim dan pasta. Persiapan keberangkatan peserta gathering dilaksanakan pada Senin (10/07) untuk regstrasi pukul 22.00 WIB-23.00 WIB, kemudian peserta gathering berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta pada pukul 23.00.

Tempat wisata yang akan dikunjungi peseta gathering yaitu GWK, Uluwatu, Pantai Pandawa, Bedugul, Tanah Lot, Jimbaran dan Wisata Belanja Khrisna. Di hari terakhir (13/07) program bebas, check out dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai untuk pulang menuju Bandung. 

Untuk jadwal keberangkatan dapat dilihat di link berikut ini dan info pesawat. (Fuad/Eki)

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Ibunda dari Otong Rukmana, S.T., M.T.

 (Dosen Teknik Industri  Unisba)

Pada hari Sabtu, 17 Juni 2017 di Majalengka 

Civitas Akademika Unisba mendoakan,

semoga almarhumah mendapat maghfirah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

 Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

HUMAS-Unisba akan menyelenggarakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, pada Ahad (25/07) di area Jalan Tamansari No. 20 Bandung depan Gedung Rektorat Unisba Jl. Tamansari No. 20 Bandung, mulai pukul 06.00-selesai. Imam dan Khotib pada Shalat Idul Fitri ini adalah Rektor Unisba, Prof. Dr. dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, MS., Sp. THT-KL (K), dengan tema khutbah, “Puasa Ramadhan, Sarana Peningkatan Kualitas Ibadah”. Shalat Idul Fitri kali ini akan dihadiri oleh civitas akademika Unisba dan warga sekitar Tamansari.***

HUMAS-Bulan Ramadhan benar-benar membawa berkah bagi seluruh umat Islam, terlebih bagi mereka para yatim dan kaum dhuafa. Biasanya pada bulan Ramadhanlah kedua golongan orang-orang yang berhak menerima zakat tersebut “panen” mendapat bertubi-tubi bingkisan dari orang-orang dermawan yang ingin berburu pahala di bulan suci. Unisba, sebagai salah satu perguruan tinggi Islam pun tak ketinggalan untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka.

Ramadhan 1438 H. kali ini, Unisba menyantuni 675 orang yang terdiri dari 600 orang yatim dan 75 kaum dhuafa warga sekitar kampus Unisba Tamansari. Mereka menerima santunan dan paket buka puasa masing-masing sebesar Rp 325.000,- (tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah). Dengan demikian biaya yang dikeluarkan Unisba sebesar Rp.  219.375.000,-  (Dua ratus sembilan belas juta tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). Acara penyerahan santunan dan buka bersama ini dilaksanakan di masjid Al-Asy’ari Unisba mulai pukul 16.00 Wib. s.d. selesai, Kamis (15/6).

Mereka yang akan menerima santunan adalah Panti Yatim Baitul Hidayah, Nur Asyifa Pasir Layung, Ikhlasul Amal, Al-Hilal Tegallega, Al-Muslih, Ulul Albab Bojong Koneng, Ramda bakti Pertiwi Cibiru, PSAA Bina Umat Rancaekek, Mitra Muslim Awi Ligar, Darul Aitam Babussalam Ciburial, Insan Nurussyifa Kopo Permai, Tunas Harapn Cicadas, Nurul Ilmi Derwati, dan PPYD Al-Kasyaf Cibiru.

Sementara itu, untuk mempererat tali silaturahim dengan warga sekitar kampus, Unisba juga menggelar Buka Bersama Warga Tamansari pada hari Rabu (14/6).

Tak hanya buka bersama dan penyerahan santunan, selama bulan Ramadhan Unisba juga menggelar berbagai kegiatan yang dikemas dalam Radius Ramadhan (Ramadhan di Kampus). Kegiatan ini meliputi Tarhib Ramadhan, Tahsin Al-Qur’an, Kajian Al-Qur’an, Pemberian Santunan, Silaturahim dan Buka Bersama, Kultum, Tarawih, I’tikaf, dan Shalat Idul Fitri.(sari)