May 25, 2017 Last Updated 9:39 PM, May 25, 2017
Berita

Berita (224)

Studium generale merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung, bertujuan untuk memperkenalkan wajah tiap-tiap bidang kajian yang ada di Fikom Unisba. Tahun ini, Keluarga Mahasiswa Manajemen Komunikasi (KMMK), yang merupakan himpunan mahasiswa Manajemen Komunikasi berkolaborasi dengan bidang kajian Manajemen Komunikasi Fikom Universitas Islam Bandung (UNISBA) akan menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dengan mengangkat tema Industri Kreatif berujudul “CINEMANKOM”, yang ditujukan kepada Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba angkatan 2016.

Kegiatan Studium Generale “Cinemankom” ini menjadi ajang memperkenalkan serta mempromosikan bidang kajian Manajemen Komunikasi. Selain itu juga acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru Fikom Unisba mengenai bidang kajian Manajemen Komunikasi, serta prospek kerja dari bidang kajian Manajemen Komunikasi.

Kegiatan “CINEMANKOM”, yang mengusung tema Industri Kreatif khususnya dibidang perfilman akan diadakan pada tanggal 23 Mei 2017 mualai pukul 08.30 Wib, bertempat di aula utama Unisba Gedung HJ. Kartimi Kridoharsodjo,  jalan Tamansari no. 1 Bandung. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu berupa Talkshow dan seminar mengenai dunia Industri Kreatif perfilman. Acara ini akan menghadirkan dua narasumber dari bidang Industri Kreatif yaitu, Anggi Umbara sutradara dari Film Warkop yang juga produser dari fil Rafatar, dan Gianni Fajri seorang creative director yang sudah menghasilkan berbagai karya luar biasa dalam dunia industry kreatif Indonesia.

Tema industri kreatif dibidang perfilman ini dipilih karena saat ini dunia perfilman Indonesia semakin berkembang. Dunia perfilman mulai diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya anak muda. Selain itu perfilman juga menjadi salah satu prospek kerja mahasiswa Manajemen Komunikasi. Dimana dalam bidang kajian Manajemen Komunikasi, terdapat matakuliah mengenai dunia  industri kreatif, salah satunya perfilman.(*)

Berita Duka

 

 

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

 

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

 

Prof. Dr. Afifuddin, M.Pd.

 

 (Dosen Magister Pendidikan Islam

 

Pascasarjana Unisba)

 

 Pada hari Kamis, 25 Mei 2017 di RSAI.

 

Rumah Duka di Cipadung Permai Bandung.

 

Almarhum akan dishalatkan pada Jumat,

 

26 Mei 2017 di Masjid Iqomah pukul 07.30,

 

diberangkatkan dari rumah duka pukul 07.00.

 

Almarhum akan dimakamkan di

 

Makam Keluarga Kampung Gantungan

 

Desa Jaya Mekar Padalarang.

 

Civitas Akademika Unisba mendoakan, semoga

 

almarhum mendapat maghfirah dan tempat

 

terbaik di sisi Allah SWT. 

 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan

 

kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

Dua kandidat calon Rektor Unisba yang maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Unisba 2017-2021 masing-masing telah mempersiapkan program kerja secara matang yang akan diwujudkannya jika terpilih nanti.

Secara umum, program kerja yang diusung kedua calon merupakan program kerja yang tentunya akan membawa Unisba ke arah yang lebih baik. Sebagai umat Islam, kita mempunyai panutan yang harus kita ikuti, yakni Rasulullah Saw. Seperti apa karakteristik pemimpin yang ideal, Rektor Unisba, Prof.,Dr.,dr.,M. Thaufiq S. Boesoirie, MS.,Sp. THT.,KL. (K). memaparkan secara gamblang dalam artikelnya berjudul, “Karakteristik Kepemimpinan dalam Perspektif Islam” berikut ini.  

Berikut ini kami tampilkan Program Kerja Calon Rektor masing-masing sesuai nomor urut: (1) Dr.Ir. Rakhmat Ceha, M.Eng. (2) Prof.Dr.H. Edi Setiadi,S.H.,M.H.

 

 

Nama Edi Setiadi tak asing lagi di lingkungan Unisba. Pria yang sering muncul di media baik cetak maupun elektronik ini memang bukan orang baru di perguruan tinggi Islam ini. Selain dikenal sebagai dosen, belakangan alumni Fakultas Hukum ini tampil sebagai sosok Calon Rektor yang akan bersaing dengan Rakhmat Ceha dalam bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Unisba 2017-2021 yang kini sedang berlangsung.

Lahir di Tasikmalaya, 10 November 1959, suami dari Hj. Iis Sumiarsih ini mengaku tertarik maju dalam Pilrek karena terpanggil untuk mengembangkan Unisba, “Saya akan lebih leluasa mengembangkan Unisba jika menjadi Rektor dibanding hanya sebagai dosen, dan ini sebagai ladang ibadah yang sangat luas bagi saya,” kata Pak Edi, pakar Hukum Pidana ini.

Ketertarikan untuk mengembangkan Unisba, bukan tanpa alasan. Lelaki yang memiliki nama dan gelar lengkap Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., ini sudah menjadi bagian dari Unisba sejak tahun 1978. Ya, saat itulah Pak Edi mulai kuliah di Fakultas Hukum Unisba angkatan 1978 dan lulus 1982. Karena kecerdasannya, meski belum lulus (1981) ia diminta Dekan (waktu itu Pa Atje Misbach), untuk menjadi Asisten Mahasiswa/Asisten Dosen. Usai lulus S1 di Unisba, Pak Edi melanjutkan kuliah Magister (pascasarjana) di Undip-UI Semarang-Jakarta (1991), dan menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum di Undip Semarang pada tahun 2004. Tidak hanya pendidikan formal, ia pun mengikuti berbagai pendidikan tambahan berupa penataran dan pelatihan dalam berbagai bidang.

Tidak hanya senang mengajar (sebagai dosen), Pak Edi juga senang menulis, bahkan bisa dibilang ia sebagai Dosen Unisba paling produktif dalam menulis artikel/karya ilmiah.  Tulisannya berupa makalah maupun artikel jumlahnya mencapai ratusan. Tak hanya artikel untuk jurnal, Pak Edi pun kerap muncul di koran sebagai penulis opini. Bahkan, berbagai televisi swasta lokal maupun nasional sering mengundangnya sebagai narasumber untuk membedah kasus-kasus terkait kepakarannya dalam bidang Hukum Pidana. Sebagai dosen, sosok Pak Edi seakan sempurna. Tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi ia jalankan dengan baik. Tidak hanya mengajar di kelas, berbagi ilmu kepada mahasiswa, berbagai penelitian pun dilakoninya. Ia pun aktif sebagai narasumber/pemateri dalam seminar/pertemuan ilmiah yang digelar baik di kampus maupun di lingkungan masyarakat dengan skala lokal maupun nasional, bahkan hingga luar negeri. Sebagai Ahli Hukum Pidana, Pak Edi pun sering menjadi Saksi Ahli dalam berbagai kasus pidana dari Kepolisian dan Kejaksaan.

Karier Pak Edi di Unisba melesat bak meteor, berbagai jabatan pun sempat dipegangnya. Mulai dari Sekretaris Pusat Bantuan dan Konsultasi Hukum (PBKH), Sekretaris Jurusan Hukum Pidana, Ketua Jurusan Hukum Pidana, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum, Dekan Fakultas Hukum, Sekretaris Program Pascasarjana, Plt. Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengajaran Ilmu Keagamaan dan Ilmu Dasar (LPPKID), PLH Pembantu Rektor III, Wakil Rektor I, Plt. Direktur Pascasarjana, hingga menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisba sejak 2013 hingga sekarang. Sukses meniti karier di Unisba, tentu bukan sebuah kebetulan. Semuanya diraih dengan kualifikasi keterampilan dan pendidikan yang dimiliki ayah dari empat putera ini.

Tak hanya berhasil dalam menjalani karier. Dalam kehidupan rumah tangga pun, Pak Edi menjadi sosok panutan keluarga dan disegani masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Keempat putera-puterinya pun berhasil lulus dari perguruan tinggi ternama. Anak pertama, Andalusia Neneng Permatasari lulusan UPI dan UI (kini mengabdi di Unisba); kedua, Muhammad Rizky Firmansyah lulusan tiga universitas ternama sekaligus (Unpad, ITB, Widyatama); ketiga Indah Nur Fajarini  baru menyelesaikan co ass di Fakultas Kedokteran Unisba, dan keempat, Syifa Edyana Fithri, kini menjadi mahasiswa Fikom Unisba. Sementara istrinya, Hj. Iis Sumiarsih selain menjadi ibu rumah tangga juga seorang pengusaha yang sukses. Di lingkungan tempat tinggalnya, Pak Edi tak segan mengayomi masyarakat, menjadi Pengurus RW hingga Ketua DKM.

Dalam organisasi ayah empat anak ini pun aktif dan memegang beberapa jabatan strategis diantaranya, sebagai Pengurus KORPRI Unit Kopertis Wilayah IV Jawa Barat, Dewan Pakar LBH KORPRI Kota Bandung, Anggota Dewan Pakar Majlis Pengurus Wilayah ICMI Jabar (2005-2010), Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Wilayah Jawa Barat, anggota Pleno Bidang Akademik Pengurus Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta Pusat (BKSPTIS), dan jabatan penting lainnya.

Dalam pandangan Pak Edi, Unisba kini sudah berkembang dengan baik, namun tentu bukan tanpa cacat. “Kekurangan-kekurangan itulah yang akan saya benahi. Saya akan membawa Unisba untuk kembali ke khittah, visi dan misi semula,” katanya. Untuk melangkah menjadi Rektor, Pak Edi pun telah bekerjasama dengan timnya membuat program kerja dengan tema, “Membangun Unisba sebagai Perguruan Tinggi Islam Swasta yang  Bermartabat, dari Daya Saing Lokal Menuju Daya Saing Global”.

Dalam program kerja tersebut diantaranya dikatakan, Pak Edi akan melakukan sebuah transformasi PTIS (Unisba) menuju Word Class University (WCU). Saat ini, menurutnya, Unisba telah melakukan strategi membangun PTIS kelas regional yang ditempuh dengan cara mengubah mindset, membangun SDM yang profesional, memperkuat fundamental bisnis, dan optimalisasi teknologi informasi. “Itulah pencapaian yang dilakukan Unisba pada tahun 2017 ini,” katanya. Sedangkan untuk tahun 2018 hingga 2028, ia akan menerapkan strategi membangun PTIS kelas dunia. Hal ini dilakukan melalui peningkatan mutu produk, peningkatan jumlah dosen S-3 hingga lebih dari 50%, peningkatan mutu layanan, dan berbasis teknologi informasi.(sari)

 

 

 

 

“Dicalonkan sebagai Rektor merupakan amanah bagi saya, karenanya saya akan menunaikan amanah itu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang saya miliki,” demikian alasan Pak Rakhmat Ceha mau maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Unisba 2017-2021.

Dr. Ir. Rakhmat Ceha,M.Eng.,IPU. yang kini masih menjabat sebagai Wakil Rektor I Unisba (2014-2018)   bukan orang baru di perguruan tinggi Islam ini. Sosoknya hadir mewarnai perkuliahan di Unisba sejak tahun 1983 sebagai asisten dosen, dan setahun kemudian ia menjadi dosen kontrak (1984). “Status saya di Unisba sebagai dosen kontrak, waktu itu mengajarnya hanya hari Sabtu saja, pekerjaan tetapnya saya di PT. IPTN,” terang Pak Rakhmat. Ia sedikit pun tak merasa kesulitan dengan profesi yang dijalaninya. Bahkan, ketika muda, katanya, dia pernah bekerja pada enam perusahaan ternama sekaligus termasuk mengajar di beberapa PTS. “Saya hobi mengajar, sedangkan cita-cita saya di bidang industri, jadi dua-duanya saya jalani, ya mengajar, ya bekerja di perusahaan juga, alhamdulillah semuanya bisa saya kerjakan dengan baik.,” tutur ayah dua orang anak yang pandai mengatur waktu ini.

Seiring bertambahnya usia dan masa kontrak yang habis ia mengaku, kini tak lagi bekerja di beberapa perusahaan. Kesehariannya diisi dengan mengajar, menulis, dan mengerjakan beberapa tugas-tugas terkait posisinya di beberapa organisasi.

Tak hanya pandai mengatur waktu, suami dari Prof.Dr. Rina Indiastuti juga termasuk orang yang  cerdas. Pria kelahiran Tuban, 02 Oktober 1958 ini menyelesaikan kuliah S1 (Sarjana) dari ITB Jurusan Teknik Industri dengan IPK 3,19 pada tahun 1984. Pada tahun 1992 Pak Rakhmat memperoleh Beasiswa dari World Bank melalui program Ristek untuk menempuh program Pascasarjana/magister (S2) di Osaka Perfecture University (OPU), Japan/Jepang,   Jurusan Engineering/Industrial Engineering dan lulus dengan IPK 3,68 (1995). Kemudian  melanjutkan ke jenjang Doktoral (S3) masih di Fakultas dan Universitas yang sama OPU, Jepang, lagi-lagi dengan mendapat beasiswa, kali ini Beasiswa S3 dari Sumitomo Foundation. Dalam program Doktoral ini Pak Rahmat memilih Jurusan Electrical Engineering & Information dan lulus dengan IPK 4,00 (1999).

Tak hanya lulus dengan IPK sempurna, ayah dua anak ini pun menunjukkan kemampuan menulis yang luar biasa. Puluhan karya ilmiah telah ia hasilkan membuatnya menduduki ranking 2 dari deretan penulis produktif Unisba dalam website Kemenristek Dikti SINTA. Bahkan tiga buah jurnal internasionalnya masing-masing Productivity Change Mode In The Airline Industry a Parametric Approach, Prediction of Future Origin Destination Matrix of Air Passengers by Fratar and Gravity Models, dan The Evaluation of Air Transportation Network Based on Multiple Criteria  masuk kedalam Website Scopus dengan memperoleh 11 sitasi dengan H.Index 3.

Karya ilmiah/penelitian lain yang ditulisnya diantaranya Model dan Simulasi Kebutuhan Transportasi Udara dengan Menggunakan Dinamika Sistem. Jurnal Institute Aeronotika dan Astronotika Indonesia, Penataan Kinerja Relatif Kepemimpinan Kepala Daerah Terhadap Sifat Kepemimpinan Rasulullah SAW.. dan masih banyak lagi.

Keluarga Pak Rakhmat merupakan salah satu figur keluarga harmonis, berpendidikan tinggi dan sukses. Istrinya, Prof.Dr. Rina Indiastuti yang menjadi dosen bahkan pernah menjabat sebagai Wakil Rektor di Unpad, kini menjadi Sekretaris Dirjen Belmawa di Kemenristek Dikti. Kedua puteranya, Liyana Rakinaturia merupakan lulusan (S1) Farmasi ITB dan Melbourne University Australia Jurusan Public Healthy (S2) kini bekerja di PT. AVRIST Assurance, Jakarta dan Raidivan Rahditio juga lulusan ITB Jurusan Manajemen Rekayasa Industri dan bekerja di PT. PP (Pembangunan Perumahan) Surabaya.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Rektor I Unisba, Pak Rakhmat pernah menjabat sebagai Ketua LPPM (2010-2014), Dekan Fakultas Teknik (2004-2008), Manager HRD PT. Dirgantara Indonesia/PTDI  (2002-2003), Kepala Bidang Sistem Analis Transportasi Udara PTDI (1988-1992), Ketua Tim Proyek Penyusunan Pola Pengembangan Sentra IKM di Kab. Bangka Tengah Kementrian Perindustrian RI,  Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri (2015), Ketua Tim Proyek Penyusunan Pola Pengembangan Sentra IKM di Kab. Seruyan-Kalteng Kementrian Perindustrian RI,  Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri (2015), Ketua Team Study Technology Atlas Bidang Aeronotika, LIPI-UNESCO, dan sederet jabatan penting lainnya.

“Berbekal pengalaman, keyakinan dan dukungan dari sivitas akademika, insya Allah saya akan mampu menjalankan amanah sebagai Rektor Unisba dengan baik,” tegas Pak Rakhmat.

Terkait dengan kesediaannya maju dalam Pilrek Unisba, Pak Rakhmat sudah membuat program kerja yang matang, diantaranya akan akan meningkatkan akreditasi baik lembaga maupun Prodi, serta mendirikan Pusat Kajian Halal/Lembaga Halal. Pusat Kajian Halal, menurutnya akan mampu menjadi produk unggulan Unisba di masa yang akan datang. “Sekarang belum ada lembaga itu, jadi sudah saatnya Unisba memiliki unggulan  yang menjadi ikon baru yang dibutuhkan masyarakat sehingga Unisba tetap bisa berkibar baik di nasional maupun ASEAN,” terangnya.

Selain itu, Pak Rakhmat berjanji akan berusaha meningkatkan daya saing mahasiswa yang meliputi kompetensi, ruhuddin, dan soft skill. Saat ini, menurutnya, daya saing alumni Unisba masih belum optimal sehingga perlu menambah soft skill kepada mereka. Rencananya, kata dia, kegiatan soft skill mahasiswa akan difokuskan pada tahun keempat masa perkuliahan, “Kita berikan mereka keterampilan bersertifikasi, seperti bahasa Inggris, penguasaan IT sebagai pendamping dan kompetensi di bidangnya sesuai dengan program studinya,” jelasnya. Sertifikasi ini diserahkan kepada alumni sehingga nantinya para alumni Unisba mampu berkompetisi di dunia kerja dan masyarakat.(sari)

HUMAS - Himpunan Mahasiswa Public Relations (Hima PR) Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba menggelar acara Girl Power dengan tema, “Women Can Do Anything” dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Acara yang diselenggarakan di Aula Kampus I Unisba, Jl. Tamansari Bandung, Jum’at (21/4) ini bertujuan untuk memberikan pemaparan bahwa wanita dapat bekerja, belajar, dan berkarya sesuai kemampuannya.

Ketua bidang kajian PR, Dr. Nur Rahmawati,M.Si., mengatakan, acara Girl Power ini akan membahas berbagai peran yang menginspirasi kaum wanita serta memberikan pemahaman dalam menyikapi emansipasi saat ini. Acara yang akan dimulai pada pukul 07.00 – 11.00 Wib. ini akan diisi talkshow menghadirkan Popon Siti Latipah (atlit perempuan disabilitas), Elizabet Diana Dewi (Diplomat Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multikultural Kementerian Luar Negeri RI), games, dan hiburan musik.***     

HUMAS - Fakultas Teknik Unisba Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) akan menggelar kuliah umum atau Ministerial Lecture bertema, “Kebijakan Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Strategi Pembiayaan untuk Percepatan Pembangunannya” di Aula Unisba, Jl. Tamansari No. 1 Bandung, mulai pukul 10.00 Wib. s.d. selesai, Sabtu (22/4). Narasumber utama dalam kuliah umum ini adalah  Ir. Rido Matari Ichwan, MCP. yang merupakan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kuliah umum ini penting diikuti para mahasiswa planologi ataupun alumni, agar dapat penjelasan mengenai peran serta Ilmu Perencanaan Wilayah Kota dalam bidang Pengembangan Infrastruktur.***

HUMAS-Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unisba 2017-2021 sudah mulai digelar. Dalam Penjaringan Nominasi Bakal Calon (Balon) Rektor yang dilakukan sepuluh Fakultas dan Program Pascasarjana yang ada di Unisba, muncul 12 kandidat yang menjadi Balon Rektor. Merekalah yang nantinya berhak maju ke babak selanjutnya untuk bersaing dan menggantikan posisi Rektor Unisba Prof.Dr.dr.,M. Thaufiq Boesoirie, MS.,Sp. THT-KL (K) yang akan berakhir masa tugasnya pada bulan Juli 2017 mendatang setelah dua periode memimpin Unisba.

Pada proses penjaringan yang berlangsung selama lima hari (3-7 April) tercatat 516  atau sekitar 90,53% suara yang masuk dan dinyatakan sah, sedangkan 54 suara lainnya atau sebanyak 9,47% suara dinyatakan tidak sah (abstain). Kandidat yang berhak maju pada babak selanjutnya adalah tokoh yang memperoleh dukungan sekurangnya enam suara.

Mereka adalah Prof.Dr.H. Edi Setiadi,SH.,MH., Dr. Ir. Rakhmat Ceha, M.Eng. Prof.Dr. H. Dey Ravena,SH.,MH, Dr. Efik Yusdiansyah,SH.,MH., Nadjib Riphart Kesoema, Prof.Dr. Atie Rachmiatie, Prof. Dr.H.Toto Tohir, SH.,MH., Prof.DR.Miftah Faridl, Prof. Neni Yulianita,MS., Prof.Dr. Himendra W, Prof.Dr. Ieva B. Akbar,dr., AIF., dan Dr. Dikdik Tandika, M.Sc.

Berikut hasil suara masing-masing balon rektor  :


Balon-balon ini dalam waktu dekat akan diminta kesediaanya untuk mengikuti tahap pemilihan selanjutnya oleh panitia Pilrek.(Sie Pubdok)

Bijak Menyikapi Hoax

HUMAS-Istilah Hoax atau berita palsu saat ini sering kali terdengar, pemberitaan yang tidak sesuai dengan kenyataan tengah menjadi kasus yang menjadi kontroversi.  Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, hoax dapat menyebar luas secara cepat. Hoax sering tersebar di media sosial dan dapat menyerang siapa saja, sekalipun tokoh yang dihormati masyarakat.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba, Dr.O.Hasbiansyah, Drs.,M.Si. ketika menjadi narasumber yang membahas materi, “Hoax dalam Perspektif Ilmu Komunikasi dan Islam” pada Pengajian Rutin yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam (LSI) bagi civitas akademika Unisba dan masyarakat sekitar kampus, di Masjid Al-Asy’ari Unisba, beberapa waktu lalu.

Hoax,  telah ada dari sejak zaman Rasulullah. Meskipun pada zaman Nabi Muhammad SAW. belum ada teknologi, penyebaran berita palsu sudah terjadi. Ia mencontohkan, hoax yang menimpa istri Nabi, yaitu Siti Aisyah yang diberitakan berselingkuh dengan seorang pemuda bernama Shafwan. Kisah yang sebenarnya adalah, Siti Aisyah tertinggal rombongan karena sempat mencari kalungnya yang hilang. Karena kelelahan akhirnya isteri Nabi yang cantik ini tertidur. Pada saat  itu muncullah salah seorang anggota rombongan yang bernama Shafwan bin Mu'athal as-Sulami adz-Dzakwani ra lewat. Shafwan ini bertugas sebagai anggota pasukan paling belakang. Melihat ada orang yang tertinggal, Shafwan segera menjenguknya. Namun, setelah mengetahui yang tertinggal itu adalah Ummul Mukminin, Siti Aisyah ra, Shafwan pun berkata, "Innalillahi Wa inna Ilaihi Roji'un," kata Shafwan dengan terkejut. Shafwan pun segera memberikan tunggangan untanya kepada Siti Aisyah. Sedangkan Shafwan sendiri berjalan kaki sambil menuntun unta yang ditunggangi oleh Siti Aisyah.
Mereka berdua akhirnya berhasil menyusul rombongan kaum muslimin yang sedang beristirahat.

Berita palsu yang menyebut perselingkuhan keduanya pun seketika menyebar hingga sampai di telinga Nabi. Untuk menanggapi berita yang tidak benar tersebut akhirnya Aisyah pun mengklarifikasinya bahwa ia hanya diantarkan seorang pemuda karena tertinggal rombongan dalam perjalanannya bersama Nabi.

“Seiring perkembangan hoax, kita sebagai umat Islam harus lebih waspada dan jangan mudah terpengaruh,” kata Pak Hasbi.

Pak Dekan pun mengingatkan jamaah agar ketika mendapat berita, harus teliti sebelum mempercayainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang artinya berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (Al Hujurat ayat 6).

“Berdasarkan ayat tersebut, maka kita harus teliti dan jangan mudah menyebarkan berita yang palsu karena dapat merugikan orang lain,” pungkas Pak Hasbi. (Tia/Sari)

 

 

Unisba Bina PKL

Salah satu tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-Dosen) dari Program Studi Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik Unisba, melakukan program bina PKL yang berada di depan kampus Unisba Sabtu, (1/4). Acara ini merupakan salah satu Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (P2UMKM) dibawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Unisba. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak dua puluh satu orang merupakan pedagang kaki lima yang berada di depan kampus dan telah menggelar lapak cukup lama di Unisba.

Program pelatihan ini dipimpin oleh Ibu Reni Amaranti, ST., MT. salah seorang dosen Program Studi Teknik Industri (TI) yang telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan di internal kampus Unisba. Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para pedangan kaki lima dibidang wirausaha, sehingga diharapkan dapat terus mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik dan lebih besar lagi.

Materi inti dalam pelatihan ini disampaikan beberapa dosen dari Program Studi Teknik Industri (TI). Adapun materi tambahan diisi   praktisi PKL yang dianggap telah berhasil menaikkan kualitas dan kuantitas bisnisnya, yakni Cafe Madtari sebagai salah satu profil PKL sukses yang kini telah menjelma menjadi perusahaan dengan pengelolaan cukup profesional. Pemaparan pengalaman dari praktisi PKL yang telah suskses diharapkan menjadi pemicu para peserta agar termotivasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Berbeda dengan konsep pelatihan sebelumnya, acara pelatihan ini dikemas secara lebih santai, karena dilangsungkan di salah satu tempat wisata di Kabupaten Bandung, Situ Patenggang. Selain menyampaikan materi, Tim PKM pun berusaha menjaring aspirasi para PKL  dan mendiskusikan berbagai kendala yang dialami PKL saat ini. Harapannya, usaha mereka dapat dikelola dengan baik dan senantisa memberi pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggannya, terutama para mahasiswa, dosen dan karyawan Unisba yang telah menjadi pelanggan setianya selama ini.

“Kedepannya, PKL depan Unisba diharapkan menjadi lebih solid lagi dan dapat bersama-sama membangun Koperasi sebagai salah satu cara agar mereka mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah”, terang Dekan Fakultas Teknik Unisba, Dr. Nugraha, Ir., M.M. salah satu anggota Tim PKM. Koperasi dipilih karena dinilai mampu memberikan nilai tambah tersendiri bagi para PKL yang selama ini masih terkesan berbisnis secara sendiri-sendiri. Koperasi diharapkan bisa menjadi sarana untuk menciptakan rasa gotong royong dan meningkatkan permodalan bagi para anggotanya. (Jajang/Sari)