Apr 20, 2018 Last Updated 9:44 AM, Apr 20, 2018
Berita

Berita (403)

           

HUMAS-Dalam rangka meningkatan pelayanan terhadap mahasiswa mengenai perbankan syariah, Universitas Islam Bandung (Unisba) menjalin kerjasana dengan PT Bank Syariah Bukopin (BSB).  Kerja sama ini meliputi pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah milik BSB. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., dan Direktur Utama BSB, Saidi Mulia Lubis di Ruang Rektorat, Jl. Tamansari No. 20, Bandung, Kamis (19/4).

Rektor mengatakan, silaturahmi yang dijalin melalui penandatangan MoU ini memberikan manfaat bagi Unisba di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Manfaat lebih besar untuk institusi, khususnya bagi Unisba adalah di bidang tri dhrama perguruan tinggi yaitu pengajaran, pendidikan dan penelitian kepada masyarakat. Tiga bidang ini yang menjadi tugas perguruan tinggi,” kata Rektor.

Sementara itu,  Direktur Utama BSB Saidi Mulia Lubis, mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk memanfaatkan produk dan jasa perbankan syariah milik BSB. "Adanya MoU ini, BSB akan bersinergi dengan kampus Unisba dalam penggunaan produk dan jasa yang dimiliki oleh bank," ujarnya.

Direktur BSD mengatakan, salah satu bentuk kerja samanya adalah dengan membuat laboratorium perbankan syariah berupa Mini Bank Syariah. Bank ini, bisa dimanfaatkan Unisba untuk melaksanakan kegiatan atau mata perkuliahan.

Dikaitkan dengan fungsi Bank di luar Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerjasama ini dapat lebih dieksekusi dan direalisasikan di tingkat Yayasan sebagai pengelola keuangan, sedangkan Unisba mengelola bidang akademik.

Di tingkat Fakultas, MoU ini dapat diaplikasikan di Fakultas Syariah yang memiliki Prodi Perbankan Syariah dan di Fakultas Hukum yang memiliki konsentrasi Hukum Bisnis. Selain itu aplikasi perbankan ini juga dapat diterapkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dengan demikian, para mahasiswa yang menggeluti bidang perbankan sekaligus bisa mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan  produk dan jasa yang diberikan pihak perbankan.

Rektor berharap, kerjasama ini dapat terus berlanjut dan dapat membawa kebaikan bagi Unisba dan Bank Syariah Bukopin.(Eki/Sari/Fuad)

Pimpinan Unisba bersama Delegasi Unisba dalam kegiatan SIGA

HUMAS-Sepuluh orang mahasiswa akan menjadi delegasi Unisba dalam kegiatan “The 30th SSEAYP International General Assembly (SIGA)” dengan tema, “Spirit of Art, Heritage, and Youthpreneurship” yang diselenggarakan Kemenlu RI, di Bandung pada 20-23 April 2018 ini. Dalam kegiatan tersebut, akan hadir sedikitnya 200 orang mahasiswa dan pimpinan  yang berasal dari sepuluh  negara ASEAN dan Jepang.  

Unisba merupakan salah satu dari empat perguruan tinggi se-Indonesia yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Hal ini disebabkan Unisba telah memiliki Pusat Studi ASEAN yang diketuai DR. Husni Syam,SH.,LLM. Ke-empat perguruan tinggi itu adalah Universitas Islam Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Bhayangkara Jaya, dan Universitas Halu Oleo

Wakil Rektor III, Drs. Asep Ramdan Hidayat, M.Si., mengungkapkan, mahasiswa Unisba yang menjadi delegasi ini merupakan wakil masing-masing fakultas yang ada di Unisba. “Kita memiliki sepuluh fakultas, jadi ada sepuluh orang mahasiswa yang kita libatkan dalam kegiatan ini,” katanya.

Mahasiswa yang dikirim pun, tentu bukan mahasiswa biasa, mereka adalah mahasiswa berprestasi dan merupakan peserta terbaik dalam Lomba Debat Bahasa Inggris yang telah dilakukan Unisba beberapa waktu lalu.

“Kami melibatkan mahasiswa ini juga sebagai salah satu bentuk apresiasi kami terhadap prestasi mereka. Kami yakin dengan daya nalar yang tinggi dan kemampuan bahasa Inggris mereka yang bagus, mereka akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik dalam menjalankan tugasnya sebagai duta Unisba, dan duta Indonesia,” papar Pa Asep.

 Andrian Hernanto, mahasiswa Fakultas Teknik/Teknik Industri, salah satu mahasiswa yang menjadi delegasi Unisba mengungkapkan kebahagiaannya dan rasa bangganya menjadi salah seorang yang mewakili Unisba dalam event Internasional ini. “Saya bangga dan bahagia, saya bersama teman-teman bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi Unisba khususnya, dan bagi Indonesia, umumnya,” katanya. Ia pun berencana untuk membangun network dengan delegasi lainnya serta dengan para tamu dari negara ASEAN dan Jepang tersebut.

Sementara itu Rektor Unisba, Prof.Dr.H. Edi Setiadi mengungkapkan, keterlibatan mahasiswa Unisba dalan kegiatan bersifat internasional ini merupakan kesempatan yang sangat baik. “Ini sudah sesuai dengan visi Unisba, yakni menjadi pergururan tinggi terkemuka di ASEAN,” papar Rektor.

Pak Rektor pun berharap, para mahasiswanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan dapat menunjukkan bahwa Islam itu intelek dan modern.

“Jangan lupa untuk menjalin kerjasama net work dengan delegasi lain terutama mereka yang berasal dari negara-negara ASEAN dan Jepang, agar kelak jika harus menjadi TKI, maka menjadi TKI yang intelek dan membawa harum nama Unisba dan Indonesia,” pungkas Rektor.(Sari/Fuad)

Wanita, Bebas Berkarya

HUMAS-Kiprah wanita saat ini tak terbatas hanya urusan rumah tangga. Wanita kini bisa berkarya bahkan berprestasi dalam berbagai pekerjaan layaknya seorang pria. Yang penting pekerjaan tersebut dilakukan sepenuh hati, sungguh-sungguh dan didasari dengan niat yang tulus serta ikhlas.

Hal tersebut terungkap dalam Talk Show Girl Power bertema, “Woman Can Survive”  yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini dan menghormati jasa para wanita Indonesia  oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Public Relations (PR) Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba, di Aula, Kamis (19/4).

Girl Power merupakan Program Kerja rutin yang dilakukan Hima PR setiap tahunnya. Sesuai dengan tema, “Woman Can Survive” talk show kali ini menghadirkan tiga perempuan tangguh, yaitu, pertama, Rukhe Rahmawati, wanita pengendara vespa yang sudah berumur namun tetap berani mengendarai vespa-nya keliling Indonesia. Kedua, Bintania Purnomo sebagai pengendara mobil pemadam kebakaran Kota Bandung, dan ketiga, Ratika Yuli Puspita sebagai pemadam kebakaran yang terjun langsung ke lapangan saat terjadi kebakaran.

“Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa wanita bisa bertahan dalam kehidupan, dalam berbagai kondisi yang sulit sekalipun,” kata Ketua Bidang Kajian Public Relation (PR), Dr. Nurrahmawati,Dra.,M.Si.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr. Septiawan Santana Kurniawan, Drs.,M.Si. mengungkapkan, kiprah dan prestasi wanita saat ini sudah sejajar dengan pria. Islam sangat menghargai wanita, Unisba pun tidak menghalangi wanita untuk berkarier, terbukti bahwa di Unisba pernah ada Wakil Rektor yang dijabat oleh Wanita.  “Selama tidak melanggar kodrat kewanitaan dan tidak melampaui batas-batas yang sudah ditentukan syariat Islam, silakan wanita berkiprah dalam bidang apapun,” katanya.

Acara Girl Power diselenggarakan di Aula Unisba, Kamis (19/4).  Selain menghadirkan pembicara yang kompeten, acara ini juga diisi dengan hiburan dan pembagian door prize dari sponsor, Coca-cola, California Hotel, Bawang Maita,WH Project, Bervas, AmeliaXadelia make up, Looks Fr, Xaquila, Cleans and Cheaps, Sew it Bandung,dan Kranchips. Dan bekerja sama dengan media partner KMJ, Madafakah, SM, dan Rumah Kedua.(Sari)

 

                                

HUMAS-Anda peminum kopi sejati? Apakah Anda pernah mengecek bagaimana aroma mulut Anda? Apakah Anda pernah mendengar keluhan dari pasangan/sahabat Anda tentang bau mulut Anda yang tidak sedap? Jika jawabannya, “Ya”, maka cobalah kopi akar wangi.

Ya, paduan kopi dan akar wangi menyatu dalam satu gelas, akan memberi sensasi tersendiri bagi Anda. Harumnya akar wangi mampu mengatasi bau mulut para pencinta kopi. Inilah penemuan baru hasil penelitaian dosen dan mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA Unisba.

Adalah Gita Cahya Eka Darma,S.Farm.,M.Si.Apt., salah seorang dosen Fakultas MIPA Prodi Farmasi Unisba, yang menekuni penelitian tentang kopi dan akar wangi. Tak hanya meneliti, ia bersama 10 orang mahasiswanya, Ammar Abdul Ghoffar, Mentari Rizqika Heri, R.A. Devi Indah, Ifan M. Fadilla, M. Farraz, Mega Setyaningrum, Shintya Rofi, Astinelly Naya, Fatlah Rozi, dan Deffriyandi kini menghasilkan 10 jenis berbagai produk olahan yang berbahan dasar kopi dan akar wangi.

Sesuai namanya, kopi akar wangi merupakan perpaduan antara kopi dengan akar wangi. Paduan kopi dan akar wangi, menurut Kepala Laboratorium Fisika ini, akan menghasilkan aroma kopi yang lebih harum sehingga tidak menyebabkan bau tidak sedap di mulut. “Kalo kita minum kopi biasa, setelah minum kopi, maka mulut kita biasanya baunya tidak enak. Nah, kalau kopi akar wangi ini malah membuat nafas kita tetap segar,” terangnya.

Clear coffee merupakan produk unggulan lain yang dihasilkan Pak Eka –nama kecil Gita Cahya Eka Darma- bersama mahasiswanya. Clear coffe atau kopi bening ini bukan produk kopi biasa. Perbedaan mencolok yang dapat kita lihat adalah terletak pada tampilannya yang bening tak berwarna layaknya air jernih. Kopi yang tidak berwarna atau bening ini tentu tidak akan menimbulkan noda pada gigi dan gusi. Dengan begitu  penyebab timbulnya plak pada gigi dan gusi yang diakibatkan kopi dapat diminimalisir. Clear coffee ini pun tidak akan menimbulkan noda hitam jika mengenai baju.  

“Kopi yang kita hasilkan benar-benar bening, namun agar menarik, kita beri pewarna makanan,” kata Pak Eka sambil menunjukkan produk yang dipajang dalam pameran yang digelar Badan Pelayanan Kesehatan (Bapelkes) Jabar, Jalan Pasteur, Bandung, belum lama ini. Selain sebagai peserta pameran, Pak Eka pun didapuk menjadi salah satu narasumber dalam Pertemuan Asosiasi Bapelkes Indonesia (ABI) tersebut.

Produk lain yang dihasilkan Pak Eka dan mahasiswa Farmasi ini adalah berupa magic coffee, choco bites, kopi fermentasi, edible bottle (bola-bola agar), gummy candies, pengharum ruangan, scrub/lulur, parfum kopi akar wangi, dan masker peel off (masker wajah).

Bahan-bahan yang digunakan dalam produk yang dihasilkan ini merupakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Kopi, misalnya, merupakan kopi jenis biji koneng dan kopi preanger yang terkenal dengan kualitas dan harganya yang mahal. Begitupun dengan akar wangi. Kedua bahan utama ini Pak Eka dapatkan dari petani di Samarang, Garut.

Sebagaimana diketahui, Unisba sudah lama menjadikan salah satu desa di Samarang,  Desa Ciburial sebagai Desa Binaan Unisba. Para dosen (dalam hal ini Fak. MIPA) melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa tersebut. Alhasil, Desa Ciburial, Samarang, Garut kini menjadi Desa Wisata. Di sana, kopi akar wangi menjadi minuman utama yang disuguhkan kepada para tamu selain produk kerajinan lainnya yang berasal dari kopi dan akar wangi.(Sari/Fuad)

HUMAS-Perguruan Tinggi (PT) menjadi wadah bagi perkembangan mahasiswa untuk mengasah minat dan bakat. PT juga sebagai tempat pengembangan kemampuan nalar yang kritis dan analitis terhadap permasalahan dalam masyarakat, serta mengembangkan kemampuan extra dari potensi mahasiswa selain dari potensi keilmuan.

Demikian disampaikan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. saat menjadi pembicara Kuliah Umum bertema, "Membangun Soft Skill dan Percaya Diri Menghadapi Beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat di Kabupaten Majalengka", dengan sub materi, “Pengembangan Soft Skill bagi Mahasiswa” di Universitas Majalengka (Unma), Selasa (10/04).

Pengembangan mahasiswa salah satunya dilakukan melalui peningkatan soft skill yang dimilikinya. Peningkatan soft skill ini, menurut Rektor, bisa melalui beberapa metode yaitu Learning skills, Thinking skills dan Living skills.

Rektor menjelaskan, dalam learning skills peserta didik mendapat materi teknik belajar pemetaan pikiran dan teknik membaca. Sedangkan pada thinking skills difokuskan pada peningkatan kemampuan menyelesaikan persoalan pengambilan keputusan. Adapun metode living skills lebih mengarah kepada manajemen diri, membangun impian, teknik berkomunikasi, mengelola konflik dan mengelola waktu.

PT berperan dalam pengembangan soft skill mahasiswanya karena memiliki fungsi wahana yang strategis untuk menyiapkan generasi serta kader penerus bangsa maupun masyarakat terdidik. “Kampus sebagai kebun ilmu dan peradaban, kampus sebagai tempat untuk meningkatkan harga diri bangsa dan kampus tempat bersemainya pikiran inovatif dan progresif,” kata Rektor. Beliau berharap, lulusan PT memiliki kompetensi dalam bidang komunikasi tertulis, mampu bekerja dalam tim, menguasai teknologi, dan berpikir logis. Alumni PT juga harus memiliki kompetensi bidang komunikasi lisan, bekerja mandiri, ilmu pengetahuan dan berfikir analitis.

Banyak kegiatan praktis dalam mengembangkan soft skill pada mahasiswa yaitu melalui pelatihan, seminar, workshop, dan praktek yang berulang-ulang dengan didampingi mentor. Selain itu dapat juga dilakukan dalam bentuk UKM yang mengarah kepada pengembangan soft skill selain dari UKMLLK yang sudah establish dan unit atau lembaga di tingkat universitas misalnya Unit Student Career Development.

Soft Skill yang dimiliki mahasiswa, dapat berpengartuh besar di dunia kerja. Karenanya penting bagi mahasiswa untuk dapat meningkatkan soft skill-nya melalui peningkatan keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain dan mengatur dirinya sendiri untuk meningkatkan performa yang dimilikinya. “Soft Skill menempati peringkat pertama sebagai faktor yang memberikan kontribusi keberhasilan dalam dunia kerja sebanyak 40%, sisanya yaitu finansial 10%, keahlian bidangnya 20% dan net working 30%,” papar Rektor.

Atribut soft skill yang dominan dibutuhkan di lapangan kerja yang harus dimiliki seorang lulusan, kata Rektor, adalah  inisiatif, etika/integritas, berpikir kritis, dan kemauan belajar. Seorang lulusan PT juga harus memiliki komitmen, motivasi, bersemangat, dan dapat diandalkan. Hal penting lainnya adalah terampil dalam berkomunikasi lisan, kreatif, kemampuan analitis, dapat mengatasi stress, menejemen diri, menyelesaikan persoalan, dan dapat meringkas. Selain itu, lulusan PT harus mampu berkooperasi, fleksibel, bekerja dalam tim, mandiri, mampu “mendengarkan”, tangguh, berargumen logis serta piawai dalam manajemen waktu.(Eki/Sari)

 

3 dari 10 dosen Reviewer Bersertifikat Nanional, mereka adalah Prof. Atie, Prof. Edi dan Prof. Neni

HUMAS-Sebanyak 10 orang dosen Unisba berhasil menjadi “Reviewer Bersertifikat  Nasional”  setelah melalui ujian Research Reviewer dari LSP Quantum International. Mereka adalah Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., Prof.Dr. Atie Rachmiatie,Dra.,M.Si. (Ketua LPPM), Dr. Aviasti,Ir.,M.Sc., Dr. Ike Junita Triwardhani, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati,SH.MH., Prof.Dr. Neni Yulianita,Dra.,M.S., Dr. Ir. Rakhmat Ceha.,M.Eng.,IPU., Dr. Sri Fadilah, SE.,M.Si., Ak.,CA., Dr. Suwanda,Drs.,M.S., dan Dr. Tasya Aspiranti,SE.,M.Si.

Reviewer bersertifikat Nasional ini bertugas menyeleksi proposal, monitoring dan evaluasi penelitian yang dananya berasal dari Hibah Kemenristek Dikti atau membantu mereview penelitian lainnya.

Unisba tidak hanya memiliki Reviewer Bersertifikat Nasional, tetapi juga Reviewer Internal Unisba yang jumlahnya hingga 21 orang. Tugas Reviewer Internal ini adalah menyeleksi proposal, monitoring dan evaluasi penelitian yang dananya berasal dari hibah LPPM.

Mereka adalah Dr. Arief Budi Yulianti,Dra.,M.Si., Dr. Bambang S. Ma’arif,Drs.,M.Si., Dr. Dedeh Fardiah,Dra.,M.Si., Dr. Dini Dewi Herniati,SH.,MH., Dr. Endang Prasetyaningsih, Ir.,M.T., Dr. Erhamwilda, Dra.,M.Pd., Dr. Ima Amaliah, SE.,M.Si., Dr. Ina Helena Agustina,Ir.,MT., Dr. Kiki Zakiah,Dra.,M.Si., Dr. Maya Tejasari,dr.,M.Kes., Dr. Nan Rahminawati,Dra.,M.Pd., Dr. Neneng Nurhasanah,Dra.,M.Hum., Dr.,Nugraha Sutadipura,dr.,M.Sc., Dr. Nugraha,Ir.,MM.,IPM., Dr. Nurrahmawati,Dra.,M.Si., Dr. Rini Rinawati,Dra.,M.Si., Dr. Septiawan Santana Kurnia, Drs.,M.Si., Dr. Yeti Sumiyati,SH.,MH., Ir., A. Harits Nu’man,MT.,Ph.D., IPM., Prof.Dr. Muhardi,SE.,M.Si., dan Prof. Dr. Nandang Sambas,SH.,MH.(Sari)

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیہ راجعون

 

Telah berpulang ke Rahmatullah

Ayahanda dari Dr. Erhamwilda, Dra., M.Pd. 

(Kaprodi PG-PAUD Unisba)

Pada Minggu, 15 April 2018 di Padang.

Civitas Akademika Unisba mendoakan,

semoga almarhum mendapat maghfirah dan

 tempat terbaik di sisi Allah SWT. 

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan

 kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

 

HUMAS-Avinindita Nura Lestari, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi 2018 tingkat Kopertis Wilayah IV Jabar-Banten. Mahasiswa angkatan 2015 ini terpilih setelah melewati berbagai seleksi dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) baik tingkat Unisba, Rayon, hingga tingkat Kopertis. Selanjutnya Avinindita akan melangkah untuk mengikuti ajang Pilmapres tingkat nasional.

Dalam Pilmapres, Avinindita Nura Lestari berhasil memukau Dewan Juri saat mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul, “Program Eat and Breathe Happily sebagai Upaya Pengontrolan Asma dan Pencegah Obesitas Lewat Usaha Kesehatan Sekolah (Madrasah) di Kota Bandung”.

Wakil Rektor III, Drs. Asep Hidayat,M.Si., tentu sangat gembira dan mengapresiasi prestasi mahasiswa ini. “Alhamdulillah prestasi mahasiswa kita diakui hingga tingkat Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten. Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Mudah-mudahan hingga ke tingkat nasional nanti,” katanya.

Sebenarnya prestasi yang diraih mahasiswa Unisba, tidak kali ini saja. Tahun lalu, 2017, mahasiswa Unisba, Sara Shafira –Fakultas Kedokteran- juga berhasil meraih predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi tingkat Kopertis. Sayangnya, tahun lalu Kemenristek Dikti tidak menyelenggarakan kompetisi di tingkat nasional.

“Insya Allah kita selalu mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi tidak hanya di Unisba, di kampusnya sendiri, tetapi hingga tingkat nasional, jika perlu tingkat internasional,” tambah Warek III.

Dikatakan Warek III, dengan hadirnya Wakil Dekan/Wadek III (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) di fakultas, dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam berkarya dan berprestasi. “Kami tentu berharap ada mahasiswa dari fakultas lain yang berprestasi tidak hanya dari Fakultas Kedokteran saja,” harapnya. Saat ini, lanjut Warek III, Unisba sangat mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam bidang penalaran seperti penelitian, PKM, pelatihan, kewirausahaan, dan lain-lain.

Sebagaimana diketahui, untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi, seorang mahasiswa harus mengikuti serangkaian seleksi dengan membuat karya tulis ilmiah (hasil penelitian). Semua fakultas (10) yang ada di Unisba diminta untuk mengirimkan satu orang utusan wakil dari fakultas masing-masing. Anindita merupakan utusan Fakultas Kedokteran Unisba yang berhasil menyisihkan para pesaingnya tersebut. Alhasil, dia keluar sebagai Juara Pertama dalam Pilmapres Unisba 2018.

Sebagai juara, Avinindita pun menjadi utusan Unisba untuk berkiprah dalam Pilmapres Tingkat Kopertis. Namun, sebelum lolos ke Kopertis, Anindita juga harus berjuang mempertahankan karya tulisnya dalam seleksi tingkat Rayon. Unisba berada dalam Rayon VI, dengan kompetitor “berat” yang berasal dari PTS-PTS ternama di Bandung. Namun, kecerdasan dan kegigihan Anindita, membawa gadis manis ini tampil sebagai juara Pilmapres Tingkat Kopertis.

Kini Avinindita siap bertarung dalam ajang kompetisi Pilmapres 2018 tingkat nasional. Kompetisi ini tentu tidak mudah untuk memenangkannya, mengingat yang akan bersaing adalah mereka yang terbaik bukan hanya dari PTS melainkan PTN dari seluruh Indonesia. “Mari kita doakan agar mahasiswa Unisba ini berhasil menjadi juara dan mengharumkan nama Unisba,” tambah Warek III.(Sari/Fuad)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menggapai Asa Pensiun Berdaya

                       

HUMAS-Alhamdulillah selama mengabdi di Unisba, saya merasakan lebih banyak suka daripada dukanya. Saya bisa bekerja dengan orang-orang yang bisa bekerjasama, tenang dalam melaksanakan ibadah, bisa shalat berjamaah di masjid, mendapat bimbingan keagamaan yang banyak, dan hal positif lainnya,” terang Bu Amidah, S.Pd.I. saat diminta memberikan kesan-kesannya selama mengabdi di Unisba.

Bu Amidah tidak sendiri. Ia bersama Bu Apong Sumarni merupakan Tenaga Kependidikan (Tendik) yang kini memasuki masa pensiun (purna bakti). Bu Amidah pensiun setelah mengabdi selama 37 tahun di Unisba, dan berakhir masa tugasnya pada bulan Maret 2018 lalu di Bagian Akademik. Sedangkan bu Apong menunaikan masa kerja selama 36 tahun dan terakhir bertugas  di Bagian Umum pada 12 April ini.

Kedua Tendik ini dilepas  secara khusus oleh Rektor Unisba, Prof.Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH., dan Wakil Rektor (Warek) II, Dr. Atih Rohaeti Dariah, SE.,M.Si., di Ruang Rektorat, Kamis (12/4). Acara ini dihadiri Kepala Bagian Umum beserta staff, dan Kepala Bagian Akademik beserta staff, serta Ketua Pensiunan Unisba, Dr. Rahmat Effendi, M.Ag.

Bu Amidah mengaku senang mendapat undangan Pak Rektor dalam pertemuan ini. “Saya merasa bahagia masih diaku. Saya sangat berterimakasih kepada semua pimpinan Unisba dan rekan-rekan Tendik selama ini. Saya juga mohon maaf jika selama ini saya kurang maksimal dalam bekerja,” katanya seraya mengusap air mata yang tak terbendung membasahi pipinya.

Bu Amidah berharap, ke depan Unisba bisa lebih memperhatikan nasib pensiunan terutama masalah uang pensiun yang diakuinya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, serta pemberian pelatihan yang disesuaikan dengan minat dari masing-masing pensiunan.

Menanggapi hal tersebut, Warek II mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi para pensiunan Unisba. “Insya Allah kita akan akomodir dan akan kita pertimbangkan untuk perbaikan ke depannya,” katanya.

Warek II juga meminta para pensiunan tidak merasa asing dan tidak ragu untuk berkunjung ke Unisba, karena bagaimanapun mereka masih bagian dari keluarga Unisba.

Senada dengan itu, Pak Rektor mengungkapkan, pimpinan Unisba saat ini selalu berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya. “Kita upayakan semoga ada kenaikan yang konsisten, baik kenaikan tunjangan-tunjangan maupun kenaikan gaji pokok. Kenaikan gaji pokok inilah yang akan berdampak pada besarnya jumlah uang pensiun yang diterima para pensiunan,” papar Rektor.

Pak Rektor pun berharap, para pensiunan masih tetap berkiprah membawa nama baik Unisba di masyarakat dan memberikan kontribusi, minimal dalam bentuk do’a agar Unisba terus maju.

Terkait upaya peningkatan kesejahteraan pensiunan, Ketua Pensiuanan, Dr. Rahmat Effendi,M.Ag. mengungkapkan, saat ini perkumpulan pensiunan Unisba sudah bahu-membahu dalam meningkatkan penghasilan keluarga maupun dalam pembinaan ruhuddien. “Insya Allah tiap pagi di Grup WA kami ada nasehat-nasehat atau saling mengingatkan satu sama lain,” katanya.

Pak Rahmat pun menjelaskan tentang usaha yang sedang dirintisnya yang diakui sebagai usaha seorang pensiunan, yakni membudidayakan lele. Bersama para pensiunan lain, ia memelihara lele untuk kemudian dijual. Menurutnya, usaha ini sedikit demi sedikit sudah membuahkan hasil. Bahkan, katanya kini ia mulai menyediakan “Lesgo” Lele Siap Goreng yang nantinya bisa dipesan melalui media sosial.

Ia pun berharap, ke depannya Unisba memberikan fasilitas khusus bagi para pensiunan, agar para pensiunan tidak ragu datang ke Unisba. “Kami mohon ada ruang khususlah buat kami bersilaturahim dan berdiskusi di Unisba. Kami juga berharap suatu saat dapat membentuk koperasi khusus bagi para pensiunan,” tambah Pak Rahmat.(sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      

HUMAS-Penandatangan MoU antara Universitas Islam Bandung (Unisba) dengan Universitas Pasundan (Unpas) di Gedung Rektorat Unpas Jl. Setiabudhi Bandung, Rabu (11/04). Penandatangan  MoU dilakukan oleh Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. dan Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp., M.Si., M.Kom.***