Oct 23, 2018 Last Updated 12:38 AM, Oct 23, 2018
 
 
 
Berita

Berita (514)

Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unisba, Dr. Nan Rahminawati, M.Pd, (tengah) didampingi  Wakil Rektor II, Dr. Hj. Atih Rohaeti Dariah,SE.,M.Si (kiri), dan Kepala Bagian SDM dan Umum  Aam Abdul Muflih, SE  (kanan) menyampaikan presentasi dalam Sosialisasi Indeks Tenaga Kerja Kependidikan (IKTK) dan Indeks Kepuasan Kerja (IKK), di Aula Unisba, Rabu (17/10). 
 

 

KOMINPRO-Tenaga Kependidikan (tendik) merupakan salah satu komponen penting dalam suatu sistem penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi (PT). Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, dibutuhkan sosok tendik yang  professional dalam melaksanakan fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unisba, Dr. Nan Rahminawati, M.Pd, saat menyampaikan presentasi dalam Sosialisasi Indeks Tenaga Kerja Kependidikan (IKTK)  dan Indeks Kepuasan Kerja (IKK), di Aula Unisba, Rabu (17/10). Acara ini diselenggarakan dalam rangka mengevaluasi kinerja tendik selama satu tahun ke belakang berdasarkan hasil penilaian IKK tahun 2017.

Menurutnya pelaksanaan tugas utama tendik perlu dievaluasi melalui proses penilaian yang terstruktur dan dilaporkan secara periodik. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjamin pelaksanaan tugas Tendik berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

“Selain digunakan untuk menilai keberhasilan individu dan perguruan tinggi, IKTK  juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan sistem imbalan dan kebijakan-kebijakan yang mendukung peningkatan mutu dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Nan menjelaskan, secara khusus penilaian IKTK bertujuan untuk meningkatkan beberapa aspek diantaranya (1) Meningkatkan profesionalisme Tenaga Kependidikan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, (2) meningkatkan proses dan hasil pelayanan pendidikan, (3) menilai akuntabilitas kinerja Tenaga Kependidikan, (4) meningkatkan efektivitas sistem penghargaan dan kebijakan-kebijakan peningkatan mutu Tenaga Kependidikan, dan (5) meningkatkan atmosfer kerja di lingkungan Unisba.

Penilaian IKTK Unisba, rencananya akan dilaksanakan setiap tahun yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk laporan dan dirilis setelah tahun akademik berakhir. Ketua BPM ini menjelaskan, pelaksana tugas penilaian akan dilakukan oleh Bagian Kepegawaian yang kemudian berkoordinasi BPM dan unit bagian maupun fakultas terkait.

Unsur penilaian IKTK akan dibagi ke dalam empat kategori yaitu kompetensi (pendidikan tertinggi, kepangkatan atau golongan keterampilan komputer/sertikat kompetensi), perilaku kerja (perilaku kerja dan kehadiran tepat waktu), pencapaian sasaran kerja, dan kepuasan, mahasiswa atau Indeks Prestasi Layanan (IPP) administrasi/rekan kerja (IKK unsur rekan kerja). (Feari/Sari)

 

 

 

 

 

KOMINPRO - Selamat kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Salsabila Putri Pertiwi yang berhasil meraih juara 3  dalam ajang Lomba Essay Nasional di Universitas Indonesia dengan tema “Mother of Gaia”, Kamis (18/10). Dalam ajang tersebut Salsabila mengangkat topik mengenai bahaya limbah plastik. Dia berhasil menyisihkan tujuh peserta lain yang terdiri dari berbagai Universitas di Indonesia.  (Feari)

Ustad Adi Hidayat, Lc, MA. saat menyampaikan Tausiyah di Aula Unisba, Jumat (11/10)

KOMINPRO-Sungguh orang-orang beriman itu ikhwah. Mereka adalah bersaudara, mereka adalah pelaku ukhuwah. Jika ada seseorang yang mengaku beriman tetapi dalam kehidupan sosialnya sering berselisih dan saling mencela maka hal tersebut menggambarkan ada yang salah dengan keimannya. 

Demikian disampaikan Ustadz Adi Hidayat, Lc., M.A ketika memberikan tausyiah dalam acara Tabligh Akbar Milad Unisba ke-60, di Aula Unisba, Jum’at (11/10). Dia mengatakan kalimat pertama yang disandingkan dengan ukhuwah adalah iman.

Dikatakan Ustad Adi, dasar ajaran ukhuwah bersumber dari surah Al Hujurat ayat 10 yang berbunyi Innama al-mu’minuuna ikhwatun fa-ashlihu baina akhawaikum wa at-taqullaha la’allakum turhamuun. Artinya sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat).

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat ukhuwah sebagaimana tercantum dalam surah Ali Imran ayat ke-103. “Jikalau kita ingin mempererat ukhuwah dan menjaga agar tidak pecah, berpegang teguhlah pada Hablullah. Semua ulama tafsir sepakat Hablullah yang dimaksud ada dua utamanya, pertama Al-Jama’ah dan kedua Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan 4000 lebih jamaah yang memadati lapangan parkir kampus biru Unisba.

Pa Ustad pun menegaskan, setiap aktivitas manusia pasti akan mempengaruhi perubahan zaman. Dalam menjalani hidup, berbuat baik tentu merupakan kewajiban bagi umat manusia. Namun, berbuat baik saja tidak cukup jika tidak disertai dengan keimanan yang kuat terhadap Allah Swt.

Langkah awal yang dapat ditempuh oleh civitas akademika dalam membangun ukhuwah yaitu dengan membangun visi yang sama untuk bersatu. Kemudian menghadirkan nilai kemuliaan untuk memperkuat kampus.  Ketika visi yang disuarakan kompak, kata Pa Ustad, secara tidak langsung aktivitas yang diturunkan akan sejalan.

“Kalau semua visinya ingin bersatu maka seluruh elemen dalam tubuh kita akan mendorong untuk menghasilkan yang terbaik, begitupun sebaliknya. Jika isi dari visi otak kita terpecah belah maka nanti masuk ke tangan akan menghasilkan tulisan yang memecah belah, masuk ke mulut keluar kata-kata keluar yang tidak tepat,” jelasnya.

Selain itu, untuk mencapai ukhuwuah kata dia , harus diringi dengan kemauan mempraktekkan isi Al-Quran dalam tatanan kehidupan. Dalam ayatnya Al-Qur’an menjamin seseorang yang mengamalkan akan memilki nilai ikatan ukhuwah yang kuat dan sulit dipisahkan dalam kehidupan. Hal ini terbukti dari sejarah yang mengisahkan turunnya Al-Qur’an di tengah umat jahiliyah.

Al-qur’an turun di tengah umat jahiliyah bukan tanpa alasan, tapi untuk menunjukkan pesan pada generasi selanjutnya begitu dahsyatnya Al-Quran jika dipraktekan dalam kehidupan. Dengan kekuasaanya, Allah mengeluarkan umat jahiliyah dari sifat keterpurukan yang bahkan mengalahkan bangsa Romawi yang sudah maju dan Persia yang sudah unggul.

Al-Qur’an turun membawa pesan kehidupan, isinya bukan bacaan biasa, ada pedoman-pedoman yang harus dipraktekkan dalam kehidupan. “Tidak peduli Anda pelajar, dosen, pengusaha, birokrat, diplomat isinya ada di situ semua. Begitu dipraktekkan pencela jadi pencinta, Pemukul jadi perangkul, pencaci jadi pendakwah semua lembut dan berubah dari jahiliah menjadi Khairul Ummah,” ujarnya.(Feari/Sari)

 

Rektor Unisba menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama salah satu PTS di bawah naungan  LL Dikti Wil. IV Jabar dan Banten.

KOMINPRO-Sebagai salah satu perguruan tinggi unggul di Jawa Barat dan Banten, Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali diberi sebuah kehormatan untuk  membina 11 perguruan tinggi swasta di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wil IV. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), di Aula Kampus Pasca Sarjana Unisba, Jalan Purnawarman, Bandung, Kamis (18/10).

MoU ini merupakan lanjutan dari MoU sebelumnya dilakukan bersama 21 PTS yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Ke-11 PTS tersebut yaitu Universitas Bina Bangsa Serang, Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon, STIA Sebelas April Sumedang, STIE Prima Graha, STIKep PPNI Jawa Barat, STIKES Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Akademi Kebodanan YPSDMI, Akademi Perekam Medis dan Informatika Kesehatan (APIKES) Bandung, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Buana Perjuanagn Karawang dan IKIP Siliwangi.

Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. dalam sambutannya mengungkapkan, MoU ini merupakan implimentasi dan kebersamaan antar PTS sebagai mitra. “Kita tidak menganggap sebagai saingan tetapi sebagai mitra, status kemitraan saja kita saling membina. Kalau status perguruan tinggi hanya status formal saja,” ungkapnya.

Akreditasi A yang diraih Unisba menjadikan perguruan tinggi ini diberi tugas oleh LL-Dikti Wil. IV Jabar dan Banten untuk membina beberapa PTS di bawah naungannya. “Kita diberi amanat LL-Dikti Wil. IV kita tdak bisa menolak. Kita saling bantu membantu,” kata Rektor.

Kerjasama yang dijalin melalui MoU ini dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuannya,  agar terciptanya semangat bermitra. Hal konkrit yang bisa dilakukan dengan kerjasama ini meliputi join research, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan pinjam-meminjam dosen untuk mendirikan prodi.

Sementara itu, Rektor Universitas Bina Bangsa Serang Dr. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., MM. sebagai perwakilan PTS yang hadir, mengungkapkan rasa bahagianya atas penerimaan Unisba kepada PTS yang hadir. “Kami bahagia tidak mmbayangkan formasi lengkap seperti ini. Kami merasa agak surprise seluruh pimpinan Unisba turut hadir,” ujarnya.

Dikatakannya, alasan dipilihnya Unisba sebagai tindak lanjut rapat kerja yang dilaksanakan beberapa waktu lalu karena Unisba meruapakan salah satu PTS tertua di Indonesia dan prestasi Unisba yang prestisius yang unggul dari sisi akreditasi.

Menurutnya, walaupun konteksnya kemitraan, PTS tetap mau banyak belajar kepada Unisba. “Kita temukan tempat di Unisba ini. Kami sangat belia dan berharap banyak.
Tidak hanya kertas MoU yang telah ditandatangani ini disimpan dilaci begitu saja, kami tidak ingin seperti itu,” ungkapnya.(Eki/Sari

 

 

 

 

Fajar Awalia Yulianto, dr., M.Epid, Kepala UPT Pelayanan Kesehatan Unisba

KONINPRO-UPT Poliklinik Unisba adalah salah satu fasilitas yang ada di kampus Universitas Islam Bandung. Klinik ini dapat dimanfaatkan oleh staff, dosen, keluarga staff dan dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Namun sejauh ini pengguna terbesar Klinik Unisba adalah sivitas akademika perguruan tinggi ini.

Rekap pengunjung secara rutin dilakukan Kepala UPT Poliklinik Unisba, dr. Fajar Awalia Yulianto yang kemudian dilaporkan ke Puskesmas. Dari hasil rekap yang dilakukan dr Fajar, dapat dilihat pemanfaatan klinik  paling banyak oleh civitas Unisba yaitu oleh staff, dosen dan keluarga, sedangkan oleh mahasiswa hanya sekitar 30% sampai 40%. Dan yang paling sedikit adalah oleh masyarakat. Dalam satu hari pasien yang datang ke klinik bisa mencapai 40 orang per shift nya.

“Karena minat masyarakat kepada klinik sangat kecil, rencananya klinik akan melakukan promosi di dalam dan di luar unit untuk menarik minat masyarakat”, ujar dr Fajar.

Klinik Unisba termasuk kedalam Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS, namun saat ini perizinannya sedang diurus untuk perpanjangan. “Sebelumnya, Poliklinik Unisba sudah bekerja sama dengan BPJS, sekarang sedang perpanjangan pengurusan perizinan dan karena ada Permenkes yang harus dipenuhi jadi sekarang agak tersendat untuk perizinan, namun meski begitu kita masih menerima BPJS,” jelasnya. Bagi masyarakat yang akan menggunakan Poliklinik Unisba (pindah FTKP) dapat melakukannya secara online atau menghubungi bagian kepegawaian, membawa KTP dan Kartu Keluarga.

Untuk dapat bersaing dengan klinik lain, Poliklinik Unisba berencana membangun gedung empat lantai. Namun, kata dr. Fajar, sangat disayangkan karena sulit untuk mendapatkan perizinannya. “Klinik kita kan tidak kelihatan dari jalan. Awalnya ingin membangun ulang, namun karena susah perizinannya jadi kita memutuskan untuk memperbaiki dan mengembangkan fasilitas kesehatan yang ada sekarang,” tambahnya.

Pengembangan fasilitas dimulai dengan tambahan ruangan yang rencananya akan dimulai bulan Oktober ini, selain itu akan dirombak juga interior yang sudah ada. Melihat masyarakat sekitar Tamansari masih kurang memanfaatkan klinik Unisba, Unisba berencana membangun klinik Unisba di daerah komplek Unisba dengan fasilitas yang lebih lengkap, selain klinik kesehatan akan ada fasilitas daycare, fitness, dan apotek terpisah.

Disinggung pelayanan dari paramedis dan dokter yang terkesan kurang ramah, dr. Fajar memberi alasan, klinik Unisba sekarang berada dibawah Yayasan, maka ada peraturan baru dimana karyawan atau dosen Unisba yang tadinya bisa meminta obat tanpa prosedur, kali ini Yayasan meminta agar pemberian obat harus melalui prosedur yang benar. “Ada beberapa karyawan yang dulu konsultasi dengan dokter hanya melalui telepon kemudian diberi obat, sekarang tidak bisa seperti itu lagi, karena dalam prosedur itu dokter tidak bisa mendiagnosis dari jauh,” terangnya.

Dari hasil analisis yang ada, lanjut dr. Fajar, pelayanan Klinik Unisba bisa disebut kurang efisien, karenanya UPT Unisba akan meningkatkan pelayanan dengan memperbaiki prosedur. dr Fajar juga menjamin dokter yang baru sekarang memiliki skill yang lebih baik. 

Dalam memperingati milad Unisba ke 60, dr Fajar ingin memberikan kejutan untuk Unisba diantaranya perubahan nama UPT Poliklinik Unisba yang masih dirahasiakan. Selain itu, saat ini sedang dibangun klinik di kampus Unisba yang berada di Ciburial. Klinik tersebut dibangun khusus untuk pelayanan kesehatan mahasiswa dan civitas akademika yang berkegiatan disana.

Kepala UPT Polikliniki Unisba ini pun mengungkapkan syukurnya atas dukungan dari berbagai pihak untuk perkembangan UPT Poliklinik Unisba. “Kita ada untuk civitas, tujuannya  untuk kebaikan, peraturan yang diberlakukan pun untuk kebaikan bukan untuk kemunduran, saya tidak mau klinik Unisba meninggalkan kesan buruk, pokoknya tunggu saja..klinik Unisba akan memberikan yang terbaik dalam segala hal,” ujar dr Fajar. (Yasmin/Sari)

KOMINPRO-Kunjungan Rektor bersama pimpinan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon ke Unisba dalam rangka studi banding bidang akademik , bidang keuangan, kemahasiswaan, kesektariatan, penelitian dan bidang kehumasan. Rombongan diterima oleh Rektor bersama pimpinan Unisba di Gedung Rektorat Unisba, kamis (18/10). Kunjungan ini dilaksanakan setelah dilaksanakannya penandatangan MoU antara Unisba dan 11 PTS swasta di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wil IV. Jabar dan Banteh, salah satunya Untag Cirebon.***

 
 
 
 
Ingin sukses berkarir di perusahaan BUMN? Ikutilah... 
 
Career Sharing with BUMN
 
Narasumber : 
Insan Purwarisya L. Tobing 
Direktur Utama PT PELNI (PERSERO)
 
? Selasa, 30 Oktober 2018
⏰ 09.00-12.00
? Aula Utama Unisba 
 
GRATIS untuk Mahasiswa dan Alumni Unisba
 
LIMITED SEAT, segera daftarkan diri pada Narahubung di poster kegiatan.   
 
Ayo segera ikutan dan siapkan diri untuk punya karir cemerlang dimasa depan!

KOMINPRO-Accreditation Service for International Colleges (ASIC) merupakan penilaian akreditasi internasional terhadap institusi pendidikan tinggi. Memperoleh akreditasi ASIC tentu dambaan setiap Pergruan Tinggi (PT), tak terkecuali Unisba. Setelah sukses menjadi salah satu PT swasta di Jawa Barat yang meraih akreditasi A dari Kemenristekdikti, kini Unisba pun bertekad untuk meraih akreditasi ASIC.

“Diraihnya akreditasi “A” mendorong Unisba mengimplementasikan visinya sebagai PT Islam yang terkemuka di ASEAN dan Asia. Salah satu target Unisba kini adalah meraih akreditasi internasional baik di tingkat universitas maupun fakultas dan pogram studi,” kata Rektor Unisba, Prof.Dr.H. Edi Setiadi,SH.,MH.

Untuk mencapai target tersebut, Unisba perlu belajar kepada universitas yang ada di Jawa Barat yang sudah terlebih dahulu memiliki akreditasi internasional ASIC yaitu Telkom University (Tel-U). Salah satu bentuk kegiatan untuk merealisasaikan akreditasi internasional tersebut dengan menggelar Sosialisai Lembaga Akreditasi Internasional dan Persiapan Dokumen di Aula Pascsarjana Unisba, Senin (15/10) dengan narasumber Dr. Ir. Syarifuddin, M.M., Koodinator Penyusunan Akreditasi untuk Internasional ASIC Tel-U. Kegiatan ini diikuti oleh Rektor, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan, Kaprodi S1-S3 dan Ketua BEM Fakultas di lingkungan Unisba.

Dikatakan Rektor, melihat empat tahun rencana kerja, target di tahun kedua Unisba sudah memiliki akreditasi internasional. “Unisba selalu menjadi salah satu contoh PTS akreditasi A dari 480 PTS yang ada di Jawa Barat menjadi dorongan kita untuk menyelenggarakan sosialisasi ini karena harus cepat direspon dan tantangan kedepan harus meraih akreditasi internasional,” ungkapnya.

Prodi yang difokuskan untuk ikuit seta dalam akreditasi internasional ini, menurut Rektor, yang sudah memiliki akreditasi A dan mendekati akreditasi A. “Dari 7 prodi yang akreditasi A menjadi dorongan bagi kita wajib untuk ikut serta akreditasi internasional ASIC. Saya ingin juga yang nyaris akreditasi A seperti tambang bisa diikutsertakan,” ujar Rektor.

Rektor meminta dukungan kepada civitas akademika Unisba untuk terselenggaranya akreditasi internasional ini. “Kita harus menunjukkan performa yang baik salah satunya dengan akreditasi internasional disamping mempertahankan akreditasi yang diperoleh. Mohon perhatian kepada Bapak, Ibu Kaprodi dan Dekan untuk mensupport ini. Universitas juga memiliki kewajiban khusus mensupport ini dan kita bersama-sama mencari solusi untuk bisa meng-goal-kan cita-cita ini,” jelasnya.

Rektor menekankan untuk tidak menjadikan alasan apa pun untuk memberatkan terselenggaranya akreditasi internasional ini karena tidak adanya persyaratan semua prodi memiliki akreditasi A atau memilki kelas internasional. Rektor mengajak untuk berkomitmen bersama-sama mengembangkan Unisba dalam melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Unisba bisa menimba ilmu dari Tel-U dan segera mengimplementasikan akreditasi internasional ini. Konsultasi dengan Tel-U akan selalu terlaksana untuk memberikan arahan kepada Unisba dalam proses akreditasi internasional ASIC.

Sementara itu, Dr. Ir. Syarifuddin, M.M., dalam arahannya mengungkapkan, alasan Tel-U memilih akreditasi internasional ASIC karena perguruan tinggi yang dikelola oleh ASIC yang ada di seluruh dunia mendapatkan pengakuan internasional untuk institusi, dan menjalin kemitraan yang bermanfaat di sektor pendidikan profesional di seluruh dunia.

Lanjutnya, ASIC yang berkantor di London, Inggris ini memiliki misi menjadi otoritas global yang dikenal untuk akreditasi perguruan tinggi yang membantu institusi mengembangkan penyelengaraan pendidik tingginya dan meyakinkan institusi untuk menerapkan aturan pemerintah dan aturan internasional.

Wadek II Fakultas Komunikasi dan Bisnis Tel-U ini, menambahkaan, dengan akreditasi internasional ASIC, selain membantu ranking perguruan tinggi dunia, juga membantu mengembangakan marketing penerimaan mahasiswa baru dengan terciptanya keyakinan calon mahasiswa baru, orang tua dan agen seperti guru BK terhadap perguruan tinggi tersebut.

Menurutnya, dengan Unisba memiliki akreditasi internasional ASIC baik ditingkat Universitas maupun prodi, akan mampu meningkatkan posisi Unisba di pemerengkitana Kemenristekdikti, “Kalau 10 prodi di Unisba yang terakreditasi ASIC, saya yakin Unisba  bisa meningkat 20 sampai 30 tingkat karena kemarin pun Tel-U meningkat 30 tingkat dari posisi 61 ke posisi 33,” ungkapnya.

Tel-U meraih Akreditasi Internasional ASIC di posisi paling tinggi di level 1 Premier. Hal ini diraih karena pelaksanaan akreditasi dari awal hingga akhir berjalan mudah. Beliaupun meyakini Unisba mampu meraih posisi terbaik dari ASIC. “Saya yakin Unisba mudah dan berjalan dengan cepat karena Unisba sudah ada akreditasi, sudah ada ISO, ada kebijakan Universitas, kebijakan Yayasan dan kebijakan Fakultas. Pasti ada semua dokumennya, hanya tinggal  kita menjahit. Saya tidak khawatir dengan Unisba karena dosennya sudah qualified, banyak orang pintar dan sebagainya. Saya yakin, Unisba akan sangat cepat meraih akreditasi ASIC,” ujarnya.(Eki/Sari)

 

 

 

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Ayi Sulaeman  melantik Rektor Unisba, Prof Dr. H. Edi Setiadi. SH., MH.,  sebagai  Majelis Pembimbing dan Pembina Pramuka (Mabigus) Gugus Depan 07-057 & 07-058 Unisba, di Fakultas Mipa, Sabtu (12/10).

KOMINPRO - Setelah sekian lama menunggu, gerakan Pramuka di Universitas Islam Bandung akhirnya diresmikan. Pelantikan dan pengukuhan Gugus Depan 07-057 & 07-058 Unisba dilakukan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Ayi Sulaeman di Fakultas MIPA Unisba, Sabtu (12/10).

Pada kesempatan itu, Prof Dr. H. Edi Setiadi. SH., MH., dilantik sebagai Majelis Pembimbing dan Pembina Pramuka (Mabigus) periode 2018-2021. Semantara Dosen Fakultas Mipa Nety Kurniaty S., S.SI. dan Erwin Hamdani Harahap, S.Si. M.Si. dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Gugus Depan (Gudep) Putra dan Putri.

Wakil Ketua Binawasa, Pa Ayi berpesan kepada pengurus Gudep Unisba untuk dapat mendidik anggota pramuka menjadi generasi muda yang potensial dan berbudi pekerti luhur. “Bukan hal mudah mendidik generasi muda yang tidak menyimpang perilakunya, Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat karena organisasi ini satu-satunya organisasi non formal yang bergerak di bidang formal pendidikan yang memilki undang-undang,” katanya.

Meski belum resmi berdiri sebagai Gudep, Pa Ayi mengaku bangga karena selama ini Pandiga Unisba sering berkontribusi dalam berbagai kegiatan pramuka baik tingkat Kwartir Ranting, Kecamatan, dan Kota Bandung. Namun, sangat disayangkan karena sebelumnya mereka tidak memliki Gudep yang menunjukan identitasnya sebagai anggota pramuka

Kegiatan Pramuka di Unisba mulai aktif kembali tiga tahun terakhir ini. Ketua Gugus Depan Putri Nety Kurniaty S., S.SI.  mengatakan, semangat mahasiswa dalam berkegiatan mendorong pihak Universitas untuk menghidupkan kembali gerakan pramuka yang dulu pernah aktif.

“Pramuka di Unisba sendiri dulu pernah ada tahun 90’an tapi belum diresmikan dan belum punya gugus depan. Kemudian hilang dan mulai diaktifkan kembali oleh  mahasiswa angkatan 2013 dan 2014 sampai akhirnya hari ini resmi dilantik,” ujarnya.

Sebelum diresmikan, jumlah anggota Pramuka di Unisba mencapai 40 orang. Berbagai kegiatan kepramukaan rutin dilakukan mulai dari latihan rutin, pengembaraan, hingga bakti bina satuan yaitu mengajar di SD, SMP, SMA sebagai Pembantu Pembina Pramuka.(Feari/Sari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dua orang pengunjung nampak sedang menikmati karya fotografi yang dipamerkan pada acara Festival Karya Komunikasi (Fakansi) 2018 di pelataran parkir kampus I Unisba, Jl. Tamansari No. 1 Bandung, Sabtu (13/10).  Fakansi menampilkan 46 karya mahasiswa baru (maba) Fikom Unisba. Karya-karya tersebut terdiri dari produksi videografi, fotografi, siaran radio, desan grafis, tulisan (feature), vlog dan drama musikal. 

KOMINPRO –Untuk meningkatkan kegiatan akademik terkait dengan Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB),  Fakultas Ilmu Komunikasi menggelar Festival Karya Komunikasi (Fakansi) 2018 di pelataran parkir kampus I Unisba, Jl. Tamansari No. 1 Bandung, Sabtu (13/10). Fakansi juga sebagai ajang untuk menggali bakat dan minat di bidang komunikasi sekaligus memperkenalkan lebih dalam mengenai Fikom Unisba kepada mahasiswa baru.

Dekan Fikom Unisba, Dr. Septiawan Santana, S.Sos., M.Si, mengatakan, Fakansi adalah “gong” dari kegiatan PPMB Fikom Unisba. Namun, karena acara ini dikerjakan oleh mahasiswa baru di bawah divisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) PPMB 2018, maka kesempurnaan karya bukanlah tujuan utama. Menurutnya hal yang terpenting adalah maba menampilkan karya mereka kepada khalayak.

“Acara ini merupakan salah satu ajang pameran, bukan untuk menarik banyak pengunjung. Inti dari acara ini adalah dari kita untuk kita. Dimana mahasiswa baru Fikom Unisba meniti sebuah proses dalam berkarya untuk mengembangkan sifat nalar dan kreatif yang dimilikinya,” kata Dekan.

Fakansi merupakan rangkaian akhir dari kegiatan PPMB Fikom Unisba 2018. Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini menampilkan 46 karya mahasiswa baru (maba) Fikom Unisba. Karya-karya tersebut terdiri dari produksi videografi, fotografi, siaran radio, desan grafis, tulisan (feature), vlog dan drama musikal.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan parkir Unisba ini membagi lapangan menjadi beberapa area sesuai dengan karya yang ditampilkan. Open gate acara Fakansi dimulai pukul 10.00 WIB, sementara pembukaan resmi dilakukan pada pukul 12.30 WIB. dan  drama musikal ditampilkan pada pukul 16.30 WIB. Drama musikal ini tidak sekadar menyuguhkan seni, tetapi juga mengangkat tema komunikasi lintas budaya sebagai bagian dari salah satu matakuliah yang diajarkan di Fikom Unisba.

Selain dipersembahkan untuk mahasiswa di lingkungan Unisba dan masyarakat sekitar, Fakansi ini juga turut mengundang orang tua maba Fikom Unisba. Tujuannya adalah agar orang tua maba lebih memahami dan dapat menyelami pilihan putra-putri mereka memilih Fikom sebagai tempat menuntut ilmu.

“Meskipun baru menginjak empat minggu mereka diterima menjadi mahasiswa Fikom Unisba, pameran seperti ini bisa menjadi wadah penyaluran bakat. Karya komunikasi yang ditampilkan akan memperlihatkan sejauh mana minat dan bakat yang dimiliki setiap mahasiswa,” tambah Dekan. (Feari/Sari)