Nov 17, 2018 Last Updated 1:53 AM, Nov 17, 2018
 
 
 

Budafest, Upaya Melestarikan Budaya Sunda

Published in Berita
Read 141 times
Rate this item
(0 votes)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkung Seni dan Budaya Sunda (LSBS) menampilkan persembahan tari tradisional pada opening ceremony Budaya Festival (Budafest), di Aula Utama Unisba, (27/10).

 

KOMINPRO-Setelah sukses menggelar Budaya Festival (Budafest) untuk pertama kalinya pada tahun lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkung Seni dan Budaya Sunda (LSBS) Universitas Islam Bandung (Unsiba) kembali menyelenggarakan kegiatan serupa. Mengusung tema “Menyatakan Ragam Ekspresi Dalam Ruang Karya”, Budafest 2018 ini berlangsung dari tanggal 26-27 Oktober 2018, di Aula Utama Unisba.

Ketua UKM LSBS Unisba, Indra Lesmana mengatakan Budafest 2018 merupakan hajatan yang diselengarakan dalam rangka memperingati ulang tahun LSBS Unisba yang ke-24 tahun. Berbeda dari tahun kemarin, Budafest 2018 mengadakan sejumlah kegiatan mulai dari lomba ngadongeng Sunda, menulis aksara Sunda, dan tari tradisonal.

“Tahun kemarin Budafest hanya menampilkan kesenian dari UKM Unisba, sementara yang kedua ini ada pengembangan yaitu pasanggiri cakupannya tingkat SMA Se-Jawa Barat. Harapannya Budafest bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat terhadap kesenian sunda,” ujarnya.

Meskipun pasanggiri ini baru pertama kali diselenggarakan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat siswa SMA untuk mendaftar. Dari  11 Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat, tercatat 20 SMA yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari tiga kategori lomba, terdapat  18 peserta yang mengikuti pasanggiri ngadongeng Sunda, aksara Sunda 20 peserta, dan tari kreasi 12 peserta. Indra mengatakan, kegiatan Budafest menjadi  salah satu langkah konkrit yang dilakukan LSBS sebagai upaya melestarikan budaya sunda di era yang semakin modern.

“LSBS berharap impact dari kegiatan ini bisa menumbuhkan kecintaan generasi muda untuk terhadap seni sunda. Budaya sunda merupakan identitas yang harus dikembangkan, kalo tidak dilestarikan maka kita akan terus di bawah dan kalah pamor dengan budaya luar yang saat ini menjamur,” pungkasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, seluruh peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut akan mendapatkan sertifikat yang dilegalisasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Dinas Provinsi Jawa Barat. Sementara juara 1 sampai 3 akan mendapatkan sertifikat penghargaan dari LSBS Unisba, dan khusus juara umum akan memperoleh piala gubernur yang sifatnya bergilir.

“Alhamdulillah acara ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari pemerintah. Dengan hadirnya piala gubernur pada pasanggiri ini, kami berharap Budafest akan menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun,” ucapnya.

Acara tersebut juga mendapat sambutan yang baik dari pihak Universitas. Kabag Kemahasiswaan, Nanang Firdausi,Ir.,MBA. berharap tahun depan LSBS bisa dikembangkan menjadi LKM (Lembaga Kegiatan Mahasiswa) agar LSBS bisa lebih leluasa mengembangkan budaya sunda di Jawa Barat, khususnya Unisba. Dia menambahkan, selain menjadi wadah kreativitas bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi bahan promosi juga baik LSBS sebagai UKM maupun Unisba sebagai Perguruan Tinggi.

“Semoga Budapfest bisa berlangsung setiap tahun. Kegiatan ini sangat positif baik bagi penyelenggara maupun peserta. Saya berpesan bahwa yang jadi juara itu bagus, tapi pada dasarnya semua bagus, yang tidak juara jangan patah semangat,” jelasnya.(Feari/Sari)

Last modified on Selasa, 30 Oktober 2018 08:29