Dec 16, 2018 Last Updated 9:27 AM, Dec 13, 2018
 
 
 

Unisba Kembali Lahirkan Dokter baru, Eka Afiati Mursyidah dan Salman Barlian Raih Nilai Tertinggi

Published in Berita
Read 363 times
Rate this item
(0 votes)

Dokter baru Unisba mengucap Sumpah Dokter di hadapan Dekan dan Anggota Senat F. Kedokteran Unisba

 KOMINPRO-Sebanyak 29 orang dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universtas Islam Bandung (Unisba) mengucap sumpah dalam acara, “Pengambilan Sumpah Dokter Lulusan Fakultas Kedokteran Unisba Angkatan IX Gelombang II Tahun Akademik  2018/2019”  dipimpin Dekan, Prof. Dr. Ieva B. Akbar ., dr., AIF.  di Grandia Hotel, Cihampelas, Bandung, Jumat (5/10). Sebelum mengucap sumpah, seluruh dokter baru telah lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD) yang dilaksanakan secara nasional, berupa ujian Objective Structure Clinical Examination (OSCE) pada tanggal 11 Agustus 2018 dan ujian Computer Based Test (CBT)  pada tanggal  19 Agustus 2018. Nilai tertiinggi OSCE kali ini diraih Eka Afiati Mursyidah,dr. dengan nilai 92,75 sedangkan nilai tertinggi CBT diraih Salman Barlian,dr. dengan total nilai 81,50.

“Hari ini bukanlah suatu akhir dari perjalanan kalian, akan tetapi merupakan awal dari perjuangan dan pengabdian kalian sebagai dokter. Sumpah dokter yang telah Saudara ucapkan adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Makna kata-kata yang kalian ucapkan itu sangat dalam, dan harus menjadi landasan dalam menjalankan profesi saudara sebagai dokter kelak,” kata bu Dekan. 

Sejak lulusan pertama FK Unisba pada Bulan Juni 2010 (Angkatan 2004), hingga hari ini terdapat 755 orang dokter yang dihasilkan oleh Fakultas Kedokteran Unisba. Seluruh lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia pada khususnya dan bagi seluruh umat manusia pada umumnya.

Menjadi seorang dokter merupakan tugas berat tetapi sekaligus mulia. Profesi tersebut memerlukan pengorbanan, pengabdian dan dedikasi yang tinggi, yang apabila dijalankan dengan ikhlas Insya Allah akan menjadi ladang ibadah dan amal yang akan terus mengalir.

“Perjalanan panjang Saudara untuk menjadi seorang dokter, sejak menginjakkan kaki  pertama kali di kampus ini hingga saat ini Saudara mengucapkan sumpah sebagai seorang dokter, akan menjadi kebanggaan dan sekaligus motivasi bagi Saudara untuk mengabdikan seluruh ilmu yang kalian miliki untuk meningkatkan kesehatan umat manusia,” tambah bu Dekan.

Setelah ini para dokter muda  akan menjalani program Internship. Bu Dekan berpesan, para dokter  hendaknya bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam melaksanakan program internsip dimanapun ditempatkan,  dengan mengingat sumpah dokter, norma agama dan etika profesi dokter. “Dengan demikian Saudara telah ikut menjaga nama baik almamater kita yang kita cintai,” tandasnya 

Sebagai seorang dokter, mereka mempunyai tanggung jawab untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas diri, sehingga mampu menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan ilmu kedokteran di masa yang akan datang. Bu Dekan mengingatkan, para dokter agar tidak lupa untuk terus berhubungan dengan almamater, saling bertukar wawasan dan  pengetahuan demi kemajuan bersama.

Sementara itu, Wakil Dekan I FK, Prof. Dr. Tony S. Djajakusumah,dr.,SpKK(K), mengungkapkan,  dengan lulusnya Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD), artinya dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unisba diakui kompetensinya oleh pemerintah dan selanjutnya diserahkan kepengurusannya kepada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat untuk mengikuti Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Warek I mengakui, hasil ujian tersebut cukup membanggakan, dengan total kelulusan sebesar 67,44%.

“Kami seluruh civitas  akademika Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung ikut berbangga dan berbahagia dengan keluarga para dokter baru atas keberhasilan mereka menjalani masa pendidikannya di PPSK dan P3D yang penuh suka dan duka,” kata Warek I.

Warek I berharap, dalam tugas mulia mengamalkan profesi dokter, para dokter baru tetap berpegang teguh pada kode etik kedokteran, terus berusaha meningkatkan kemampuannya dan selalu rendah hati serta arif dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.(Sari)

 

 

 

Last modified on Rabu, 10 Oktober 2018 01:41