Sep 18, 2018 Last Updated 8:42 AM, Sep 18, 2018

Bersatunya Visi dan Misi, Awal Pendidikan Maju

Published in Berita
Read 665 times
Rate this item
(0 votes)

 

KOMINPRO-Pendidikan yang berkualitas dan maju diawali dengan adanya penyatuan visi dan misi antara yayasan dan sivitas akademika.  Di Kopertis dua hal ini sering kali ada yang tidak sinkron yang membuat kampus, proses pembelajaran, dosen, kualitas termasuk visi dan misi mulai terganggu.

Demikian diungkapkan Sekretaris Pelaksana  Kopertsi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Subahi Idris, M.M. yang menjadi Keynote Speaker dalam Rapat Kerja (Raker) Pejabat Struktural Unisba dengan tema, “Menuju Mutu Pendidikan Tinggi ASEAN” di Kampus II Unisba Ciburial, Rabu (16/05). Raker ini diikuti Pejabat Struktural Unisba yang terdiri dari Pimpinan Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan pejabat lainnya. Dalam rapat dibahas Bidang Akademik, PPKM, Penjaminan Mutu, IT, Bidang Tatakelola & Organisasi, Pengembangan SDM, Keuangan, Sarana & Prasarana Bidang Pengembangan Ruhul Islam, Kemahasiswaan, Kerjasama dan Bagian Komunikasi Informasi dan Promosi (Kominpro).

Untuk menuju pendidikan yang berkualitas, lanjut Dr. Subahi, yayasan atau penyelenggara dapat mengibaratkan filosofi kaki kiri dan kaki kanan. “Pada saat ingin menuju sesuatu, kaki kiri kita yang ada di depan, kaki kanan pasti di belakang dan sebaliknya. Untuk menuju pendidikan yang berkualitas harus kita terapkan tidak boleh dua-duanya di depan,” katanya.

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus berbenah diri mempertahankan yang ada dan terus melihat ke sebelah yang kualitasnya beranjak ke arah yang lebih baik. Supaya mampu bersaing dan sejahtera pada abad yang baru, kata Dr. Subahi, PTS  perlu belajar lebih banyak dan belajar dengan cara yang  berbeda seperti teknik, metode, sarana dan IT.

Mahasiswa memasuki abad yang baru, menurutnya, akan mengahadapi resiko yang lebih banyak dan situasi yang penuh ketidakpastian, maka  mahasiswa memerlukan pengetahuan yang lebih banyak dan menguasai keterampilan yang lebih dibandingkan generasi sebelumnya.

Sementara itu, Rektor Unisba. Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., mengatakan, pada Raker kali ini diharapkan dapat merancang program strategis yang bisa dilaksanakan dalam rangka mencapai visi ASEAN. “Ini sangat penting karena kita sudah menargetkan di tahun 2022, Unisba berada di tingkat ASEAN. Himbauan dari saya supaya ketua prodi dan dekan membaca statuta 2018 yang baru yang sudah disahkan agar tidak ada misscom,” jelasnya.

Peta strategis pengembangan yang dirancang Unisba, lanjut Rektor, disusun untuk 4 tahun ke depan. Dari peta strategis  tersebut, target yang akan dicapai adalah menjadikan Unisba Harmonis Menuju World Class University dengan tolak ukur ruhuddin, kualitas, kuantitas dan pertumbuhan output yang diperoleh stakeholders.

Rektor menjelaskan, posisi faktor–faktor kunci universitas kelas dunia meliputi kualitas lulusan, hasil penelitian dan transfer teknologi. Bagi Unisba, ketiganya  harus terintegrasi dengan ruhudduin dalam perencanaan manajemen yang terdiri dari finansioal, sumberdaya insani, aset, logistik, ICT, teknologi, HaKI dan proyek.

Profil kegiatan kemahasiswaan Unisba, kata Rektor,  perlu dikembangkan dari segi pembinaan prestasi akademik, pembinaan mionat dan bakat (ekstrakulikuler), bimbingan & konseling, pembinaan kepemimpinan & softskills, pembinaan karir & informasi kerja, layanan pesantren mahasiswa, layanan beasiswa, layanan kesehatan, penalaran & keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat

“Kedepannya, kegiatan Unisba tahun 2017-2018 mengarah kepada peningkatan kualitas jenjang karir dosen, peningkatan kualitas pembelajaran & mutu prodi, peningkatan kualitas output penelitian dan publikasi ilmiah dan peningkatan kualitas kegiatan kemahasiswaan,” kata Rektor.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, mengungkapkan, yayasan sangat mengapresiasi dan mendukung Raker ini demi kemajuan Unisba. Pak Miftah berpesan agar Raker ini dapat berjalan saling melengkapi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki civitas akademika Unisba. “Rapat dan musyawarah bukan perlombaan dan pertandingan bicara,  tapi untuk saling isi mengisi dan melengkapi,” ungkapnya

Dikatakan Pa Miftah, menjadi perguruan tinggi yang berkualitas di ASEAN, merupakan mimpi yang bisa dicapai melalui visi, jihad, ijtihad dan tajdid menjadi pegangan Unisba melakukan terobosan–terobosan yang cerdas untuk kemajuan, kreatif untuk melahirkan inovasi baru.

Pak Miftah mendorong agar civitas akademika Unisba selalu semangat untuk memperbaiki diri, siap dikritik, merawat keikhlasan, tidak ada yang menyakitkan dan  menyerahkan hanya pada Allah SWT.

Pada kesempatan yang sama, Warek II Unisba, Dr. Atih Rohaeti Dariah, SE., M.Si., mengatakan, Raker ini merupakan proses penyusunan rencana kerja Unisba dan anggaran untuk Tahun Akademik 2018/2019.  Melalui Raker ini, Unisba akan mensinergikan program rencana kegiatan untuk tahun depan.

Tema Raker kali ini, menurut Warek II, sesuai dengan visi dan misi Unisba, menjadi perguruan tinggi swasta yang terkemuka, maju dan mandiri di ASEAN.  “Mudah – mudahan tema raker ini masih menginspirasi kita dan memotivasi kita untuk berfikir konstruktif, melahirkan berbagai rencana kegiatan untuk mencapai visi dan misi Unisba,” katanya.

Sistem Pendidikan, kata Warek II, saat ini  tidak relevan kecuali perguruan tinggi menjembatani bagaimana kehidupan mahasiswa sesuai dengan jamannya dan bagaimana mahasiswa belajar untuk menghadapi jamannya. Warek II berharap Unisba tetap menjadi kebanggan civitas akademika dan umat.

Dikatakan Warek II, strategi penguatan pendidikan bermutu di perguruan tinggi mampu diterapkan dari berbagai aspek seperti pada saat KBM di kelas dengan memperhatikan pola hidup, belajar, prilaku, kebutuhan terintegrasi ke dalam KBM pada setiap Mata Pelajaran/Mata kuliah. Di kampus dengan pembiasaan dalam kehidupan keseharian di satuan pendidikan, kemudian pada saat kegiatan ekstra kurikuler dengan pola hidup terintegrasi ke dalam kegiatan ektrakurikuler, karya inovatif nasional atau internasional dan kegiatan keseharian di rumah dengan  penerapan pembiasaan kehidupan keseharian di rumah. Menurutnya, cara belajar masing-masing pribadi dan cara belajar di Lembaga Pendidikan akan membentuk  kualitas pendidikan bangsa. (Sari/Eki)

 

Last modified on Rabu, 23 Mei 2018 06:49