Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Hari Pertama Mahasiswa Baru di Kampus Biru : Deklarasi Anti Rokok, Narkoba, dan Anti Redikalisme

Hari Pertama Mahasiswa Baru di Kampus Biru : Deklarasi Anti Rokok, Narkoba, dan Anti Redikalisme

KOMINPRO-Dinobatkan sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi unggul di Jawa Barat dan Banten, Universitas Islam Bandung (Unisba) berhasil menjaring 13.220 orang pendaftar pada penerimaan mahasiswa baru Unisba tahun akademik 2018/2019. Setelah melewati seleksi ketat, hanya 3292 orang resmi terpilih dan mengikuti pelantikan mahasiswa baru di Aula Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Senin (3/9).

Mahasiswa Baru mengucap Janji Mahasiswa di hadapan Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi,SH.,MH. sesaat setelah dilantik. Secara serempak, mereka juga mendeklarasikan “Anti rokok, Anti Narkoba, dan Anti Radikalisme”. Dengan berdeklarasi, semua mahasiswa Unisba bejanji dan bertekad untuk menjauhi ketiga hal tersebut.

Pelaksanaan Ta’aruf belangsung selama enam hari atau tepatnya dari 3 hingga 8 September 2018, dengan pembagian, dua hari pertama ta’aruf universitas, dua hari P3M (Pelatihan dan Pengembangan Pribadi 3M, Mu’min, Muslim, Muhsin), dua hari terakhir ta’aruf fakultas masing-masing. Penerimaan Mahasiswa Baru dan Ta’aruf Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2018/2019 ini bertema, “Membentuk Generasi Milenial yang Berkarakter Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M)”. Sesuai tema, dalam kegiatan ta’aruf ini mahaiswa baru diperkenalkan dengan pimpinan Unisba, sistem perkuliahan, kegiatan mahasiswa, serta lingkungan kampus.

“Khusus untuk rokok, saya membuat peraturan yang isinya melarang mahasiswa merokok di kampus,” terang Rektor.

Dikatakan Rektor, semua mahasiswa dilarang merokok di kampus dan tidak ada ruangan untuk merokok, kecuali kalau sudah berada di luar kampus. “Kalau di luar kampus, kami tidak  bisa apa-apa,” terangnya.

Sedangkan terkait narkoba dan radikalisme, menurut Rektor, sesuai dengan anjuran dan aturan negara. Ketiga hal tersebut sangat penting ditaati mahasiswa, karena Unisba merupakan kampus perjuangan dan dakwah. Perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan umat, serta berdakwah dengan karya nyata dari para dosen dan mahasiswa serta para alumninya. Hal ini sesuai dengan misi Unisba yakni menghasilkan  para pejuang (Mujahid), pemikir (Mujathid), dan pembaharu (Mujaddid), atau dikenal dengan istilah 3M.

Di sisi lain, prestasi yang diraih Unisba terus mengalami peningkatan. Unisba adalah perguruan tinggi dengan peringkat ke-30 secara nasional dan peringkat ke-2 untuk Jabar-Banten versi Sinta Kemenristekdikti. Serta peringkat ke-71 versi Kemenristekdikti atau masuk 100 besar PT di Indonesia.

Tak heran jika setiap tahunnya, Unisba bukan hanya mampu menarik perhatian calon mahasiswa baru di Jawa Barat tapi hingga luar pulau. Salah satunya adalah M. Daffa Aprisa Youhan, alumni SMAN 1 Samarinda yang kini resmi menjadi mahasiswa Psikologi Unisba. Akreditasi A yang dimiliki Unisba, kata dia, menjadi salah satu faktor dirinya memilih berkuliah di Unisba.

M. Daffa Aprisa Youhan

“Ketika tidak lolos SBMPTN, saya mulai cari informasi kira-kira Universitas mana yang memiliki akreditasi unggul dan terdapat jurusan Psikologi dengan kualitas yang baik. Setelah tahu akreditasi Unisba A dan Psikologi akreditasinya paling bagus dibandingakn Universitas swasta lain akhirnya saya putuskan untuk mendaftar ke sini,” ungkapnya.

Ketertarikan Daffa  dalam membaca buku yang mengulas tentang kepribadian manusia mendorong minatnya untuk mempelajari Ilmu Psikolog. Mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi Paskibra di SMA ini berharap lingkungan Unisba akan mampu membawanya menjadi lulusan yang tidak hanya pandai tapi juga berakhlaqul kharimah.

Hal senada diungkapkan oleh mahasiswa kedokteran Rahmad Chairuddin Anwar. Menurutnya mengemban ilmu di Unisba akan mampu menjaga hafalan Al-qur’an mahasiswa karena kampus bernuansa islam tidak hanya mengajarkan basic akademik tapi juga agama. “Guru saya rata-rata bilang kalau mau kuliah jangan jauh dari Allah karen takutnya nanti kita kebawa pergaulan yang salah dan hafalan Al-Qur’an juga terganggu,” ujarnya.

Rahmad Chairuddin Anwar

Bercita-cita menjadi dokter adalah impian dari alumni Pondok Pesantren Daarul Qur’an ini dari SD. Setelah sukses menjadi seorang hafidz Qur’an di umur 15 tahun, Rahmad kini bertekad kelak dapat menjadi dokter yang dapat menginspirasi dan selamat dunia akhirat.

Empat hari berlalu, rangkaian kegiatan Ta’aruf dan P3M Unisba juga meninggalkan cerita berkesan bagi setiap mahasiswa. Wardah Nurul Izza misalnya, mahasiswa termuda angkatan 2018 ini membagikan kisahnya saat mengikuti acara ta’aruf Unisba. “Acara ini menyenangkan dan menarik sekali, susunan acaranya rapih membuat satu angkatan jadi kompak dan hiburan yang disajikan seperti Paduan Suara Mahasiswa tidak membuat kami mengantuk,” katanya.

Wardah Nurul Izza

Mahasiswa kelahiran 26 Januari 2002 tersebut kini  berkomitmen untuk dapat menyelesaikan studi di Unisba dengan IPK tinggi dan lulus tepat waktu. Dengan memilih Fakultas Farmasi, dia berharap kelak akan menjadi seorang apoteker handal dan berguna bagi kemaslahatan umat. Dia mengaku untuk dapat menjadi mahasiswa berusia muda bukan hal yang sulit jika seseorang memiliki niat yang kuat dan patuh terhadap orang tua. “Kiat-kiat kalo mau sukses menurut saya cukup nurut aja sama orang tua, jangan ngelawan dan selalu minta doa restu agar jalan yang kita pilih dimudahkan,” jelasnya.

Begitupun dengan Fina Pebriana, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi ini mengatakan, melalui kegiatan P3M dia mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana sejarah beridirnya Unisba.  “Materi yang dikasih asik banget, kaka tingkatnya juga baik. Setelah ikut P3M sekarang saya jadi tahu apa makna dari Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, tujuan dan bagaimana sejarah Unisba menciptakan itu,” ucapnya.

Fina Pebriana

Pengalaman berbeda diungkapkan Krisnawan Gumilar Putra Rahayu.

 

Krisnawan Gumilar Putra Rahayu

Mahasiswa Fakultas Hukum ini mengaku sempat khawatir akan adanya perpeloncoan pada agenda penerimaan mahasiswa baru di Unisba. “Awalnya ada perasaan takut sih kakak tingkatnya akan galak tapi ternyata tidak. Secara keseluruhan acaranya menarik senang bisa mengenal teman-teman baru walaupun berbeda fakultas,” jelasnya. (Feari/Sari)

 

Naskah asli Deklarasi:

 

Deklarasi Anti Rokok, Anti Narkoba, dan Anti Radikalisme

Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Kami bertekad

Menjadi generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala,

anti rokok, anti narkoba, dan anti radikalisme

Kami bertekad

Untuk berbakti kepada bangsa dan negara, serta meraih masa depan cemerlang tanpa rokok, narkoba, dan radikalisme

Kami bertekad

Menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba, bahaya asap rokok, dan tindakan radikalisme