Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Era Disrupsi Jadi Tantangan Berat Bagi Dekan Unisba

Era Disrupsi Jadi Tantangan Berat Bagi Dekan Unisba

KOMINPRO – Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah melahirkan banyak perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Era disrupsi telah menghentakan pikiran dan mendorong institusi pendidikan untuk bangun dan melakukan sesuatu yang tidak biasa.  Sebab jika tidak melakukan inovasi dalam pembelajaran, perguruan tinggi akan tertinggal dan tak mampu bersaing secara global.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Bandng (Unisba), Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH., saat melantik lima dekan baru Unisba masa bakti 2020-2024 melalui aplikasi video conference zoom, Kamis (23/4). Lima Dekan yang dilantik tersebut masing-masing, Dekan Fakultas Syariah, Titin Suprihatin, Dra. M.Hum., Fakultas Hukum (Dr. Efik Yusdiansyah, S.H., M.Hum.), MIPA (Abdul Kudus, S.Si., M.Si., Ph.D.), Teknik (Dr. Mohamad Satori, S.T., M.T.) dan Dekan Fakultas Kedokteran Prof.  Dr. dr. Nanan Sekarwarna. Sp. A (K). MARS.

Pada kesempatan itu, Rektor juga melantik Ketua Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) Dr. M. Wildan Bin H.M. Yahya. M.Pd. Jabatan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Dr. Wildan, karena pada periode sebelumnya, beliau pun diberikan amanah untuk memangku  jabatan yang sama.

 Rektor mengatakan, mahasiswa Unisba saat ini merupakan generasi milenial yang lahir dalam suasana berbeda. Tantangan yang dihadapi mereka lebih berat dibandingkan generasi terdahulu. Menurutnya pendekatan kepada mereka tidak bisa disamakan dengan metode pembelajaran yang diterapkan semasa dosen duduk di bangku kuliah.

“Dalam konteks ini, ucapan Ali Bin Abi Tholib patut kita resapi yaitu jangan didik anak-anakmu sebagaimana orang tuamu mendidikmu, sungguh mereka diciptakan untuk jaman yang berbeda dengan jamanmu”, katanya.

Selain itu, Rektor menjelaskan, lima fakultas yang para dekan pimpin lahir dari dari proses intelektual yang panjang. Oleh karena itu, beliau berharap mereka bisa mendekatkan diri dengan konteks merekatkan disiplin dengan realitas, bersifat egaliter dan menawarkan solusi yang berdampak. Menurutnya untuk mencapai semua itu diperlukan disiplin yang tinggi layaknya pasukan komando. Gerakan inovator sebagai ciri seorang mujaddid harus dilakukan tanpa lelah dan tidak kalah penting, eksekusi dari sebuah gagasan harus menjadi nyata.

“Mari kita menjadi insan yang rendah hati, tinggi harga diri, tanpa promosi, tinggi prestasi. Sedikit bicara, banyak berkarya. Hati-hati dalam pengunaan dana yang merupakan amanah dari orangtua Mahasiswa,” ujarnya.

Lebih Lanjut Rektor menambahkan, kebesaran Unisba hanya dapat terwujud apabila Unisba pandai membaca tanda jaman. Pandemi Corona telah menyadarkan kita bahwa teknologi informasi yang handal merupakan conditio cine quanon yang harus dimiliki Unisba untuk mendukung aksi nyata tersebut. Ke depan, beliau berharap penguasaan teknologi informasi bukan hanya sekedar sebagai pendukung operasional tetapi harus merupakan instrumen yang strategis. (Feari/Wiwit)