Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Cegah Corona, Unisba Terapkan Ujian PMB Online

Cegah Corona, Unisba Terapkan Ujian PMB Online

KOMINPRO – Menghindari penyebaran virus corona (COVID-19), Universitas Islam Bandung (Unisba) memutuskan untuk menggelar Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang 1 secara online. UJian tersebut rencananya akan dilaksanakan Minggu, 12 April 2020. Hal tersebut dilakukan usai ditetapkannya  virus Covid-19 sebagai pandemik oleh WHO dan keluarnya surat edaran pemerintah terkait metode pembelajaran daring.

Warek I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM. mengatakan, social distancing atau pembatasan sosial menjadi langkah penting dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 sehingga segala bentuk kegiatan yang bersifat kerumunan harus dihindari. Selain melaksanakan ujian berbasis online, Unisba juga menghapus sementara pelaksaan test psikotest yang rencananya akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2020.

“Dalam test online ini Unisba hanya bisa memberikan materi yang sifatnya kognitif. Maka untuk kegiatan yang bersifat psikomotorik itu ditiadakan. Pelaksanaan test psikotes ini juga kemungkinan tidak akan dilaksanakan pada penerimaan mahasiswa baru gelombang dua jika situasinya masih dalam kondisi darurat,” katanya.

Warek I mengatakan, Unisba sudah mempersiapkan sistem pembelajaran branded learning cukup matang sejak tahun 2019. Sehingga untuk menerapkan test PMB berbasis online bukan hal yang sulit meskipun baru pertama kali dilakukan. Adapun penggunaan aplikasi ujian online Unisba dilakukan dengan cara login melalui link eusm.unisba.ac.id. Calon mahasiswa baru hanya perlu memasukan username dan password yang dimiliki agar dapat mengerjakan soal yang meliputi tes potensial akademik (TPA)

Selain itu, Warek I menjelaskan pelaksanaan ujian online ini akan dibagi menjadi lima sesi, di mana pada setiap sesi, jenis soal yang diberikan berbeda sehingga kerahasiaan soal tetap terjaga. Alokasi waktu pengerjaan yang diberikan juga cukup singkat guna menghindari kecurangan seperti mencontek atau bekerja sama.

“Kalo misalkan ada yang membantu itu terlepas dari pelaksanaan di rumah. Kita tidak bisa menyamakan kegiatan yang dilakukan dengan pengawasan karena itu di luar kemampuan kita. Jika ujian sudah dilakukan secara online di rumah masing-masing maka kita harus menghindari praduga bahwa itu dibuat oleh joki atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi. Setiadi. SH., MH., turut mengapresiasi upaya yang dilakukan  panitia PMB Unisba atas terobosannya menerapkan sistem ujian calon mahasiswa baru menggunakan sistem online. Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk tetap bekerja dalam kondisi saat ini. Rektor berharap, berbagai pihak yang berkepentingan dapat memaklumi jika nanti pada pelaksanaanya masih terdapat kekurangan baik dari segi pengawasan maupun fasilitas.

“Saya harap jika pada pelaksanaanya masih terdapat kekurangan bisa dimaklumi karena alasan diberlakukan sistem online ini akibat adanya musibah dan ini juga baru pertama kali diuji coba. Bukan hanya Unisba, berbagai perguruan tinggi lain juga memberlakukan seleksi PMB secara online. Semoga wabah ini segela berakhir sehingga pelaksanaan ujian PMB gelombang dua dan tiga bisa berjalan seperti biasa,” katanya. (Eki/Feari/Wiwit)