Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  DR. Ir. Mohamad Satori, MT., IPU., Narasumber Eco Business Forum Asia Pacific di Jepang

DR. Ir. Mohamad Satori, MT., IPU., Narasumber Eco Business Forum Asia Pacific di Jepang

KOMINPRO-Kiprahnya dalam dunia lingkungan terutama dalam hal pengelolaan sampah tidak saja diakui oleh kalangan masyarakat Indonesia tetapi juga oleh dunia internasional. Sebagai salah seorang tenaga ahli dalam kerja sama antara Kota Bandung dan Kota Kawasaki, DR. Ir. Mohamad Satori, MT., IPU ditunjuk menjadi salah seorang pembicara mewakili delegasi Indonesia dalam Eco Bussiness Forum Asia Pacific yang digelar di Kota Kawasaki Jepang pada  7 Februari 2019 lalu.

Eco Business Forum Asia Pacifik adalah forum tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kawasaki Jepang bekerjasama dengan United Nations Environment Programme (UNEP) International Environmental Technology Centre yang diikuti negara-negara Asia Pacific. Forum tersebut diselenggarakan dengan tujuan membangun model kota yang berkelanjutan, hubungan yang harmonis antara industri dan lingkungan dengan menggunakan prinsip simbiosis industri.

Kota Kawasaki, memanfaatkan teknologi pengelolaan lingkungan dari berbagai perusahaan di kota tersebut serta pengalamannya dalam konservasi sumber daya alam dan lingkungan. Forum tersebut juga digunakan untuk mempromosikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membangun kota yang berkelanjutan. Dalam forum tersebut terdapat  dua kegiatan yaitu EcoTech Fair dan Seminar.

Dalam forum tersebut, Dosen Teknik Industri Unisba ini memaparkan bagaimana pengelolaan sampah di kota Bandung. Sebagai salah satu Kota Metropolitan di Indonesia, Bandung, kata Pak Satori, telah menyusun kebijakan dalam tata kelola sampah tidak lagi menggunakan pola end of pipe dimana sampah mayoritas dibuang ke TPA (tempat pemrosesan akhir), tetapi dengan menggunakan konsep 3R (reduce, reuse, recycle), atau dikenal dengan istilah KANG PISMAN (kurangi, pisahkan, manfaatkan).

“Pengurangan sampah ditargetkan mencapai hingga 30% pada tahun 2025 dilakukan dengan berbasis masyarakat. Oleh karena itu pemerintah kota perlu mendorong terciptanya pengurangan tersebut baik melalui kegiatan pemberdaayaan dan pendampingan hingga menyediakan sarana dan prasarana”, terangnya.

Dengan pengalamannya selama lima tahun dalam mengelola sampah berbasis masyarakat melalui Saung Edukasi 3R RW 22 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngemprah, Kabupaten Bandung Barat, yang dikelolanya bersama masyarakat, Mohamad Satori, yang juga mantan Ketua RW di kompleks tersebut, optimis pengurangan sampah di Kota Bandung akan berhasil. “Insya Allah akan berhasil apalagi Kota Bandung memiliki Walikota dan Wakil Walikota yang memiliki program pengurangan sampah sebagai prioritasnya,” pungkasnya.(Sari)