Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Karya   /  Dakwah dan Deradikalisasi

Dakwah dan Deradikalisasi

Bambang Saiful Maarif (Dosen  Fakultas  Dakwah-Universitas Islam Bandung) – Dakwah Islam merupakan tugas mulia untuk mengajak  muslim menjalankan agamanya, agar bahagia dunia dan akhirat. Persoalan kehidupan pun dijawab sesuai dengan norma agama yang berkembang dalam altar peradaban.

Dakwah Islam dilakukan dengan berbagai gaya, yaitu:  mimbariah (rhetorika public speaking); aksi sosial; seni dan budaya; perenungan dan dzikir dan pemberian ketenangan batin; pengobatan terhadap penyakit jiwa yang ada.  Semua agenda dakwah disesuaikan dengan kondisi objektif masyarakat yang diserunya.

Pada abad ke-20, kebanyakan negara Islam baru membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan. Kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan yang berat dan rahmat Ilahi. Kaum Muslimin berjuang untuk mendapatkan hak-haknya. Namun ketika hendak mengisinya ternyata tidak bisa leluasa,   karena pertemuan dengan bangsa-bangsa lain membawa masalah baru baik sosial, ekonomi maupun budaya. Terlebih ketika umat Islam dihadapkan pada kondisi era neo-imperialisme. Sehingga memunculkan reaksi yang cukup keras, dan sebagiannya bersifat radikal.

Umat Islam sering disibukkan oleh berbagai tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Di berbagai belahan dunia juga telah banyak aksi terorisme, seperti  Irlandia, dan Meksiko.  Sedangkan untuk Indonesia, kasus terror  mulai marak   sejak 1981,  ketika kelompok Imran di Masjid Istiqamah Bandung  menggebrak cakrawala ketenangan bangsa Indonesia.  Mereka  membajak pesawat Woyla di Bangkok.  Kemudian pada tahun 1983 terjadi  pengeboman candi Borobudur.  Dan setelah itu susul-menyusul peristiwa kekerasan di Indonesia yang mengatasnamakan agama.

Tidak semua kekerasan atas nama agama itu dilakukan orang Islam, namun pemberitaan media massa membuat stigma muslim sebagai teroris.  Salah satu penyebab utamanya adalah ideologi yang dikategorikan sebagai radikal yang ditindaklanjuti  oleh tindakan jaringan kelompok garis keras.  Dari situlah muncul pertanyaan bagaimana peranan dakwah Islam dalam  menangkal dan mengeliminir  paham  radikalisme.

Era Global dan Peranan Dakwah 

Era global mendekatkan berbagai belahan dunia. Media massa,  yang  disusul dengan media jejaring sosial,  membawa bangsa-bangsa di dunia kepada satu keterhubungan (connectedness). Informasi memainkan peranan penting dalam  wacana publik yang dinamis.  Era Global membawa kepada satu kesadaran baru dalam hubungan agama dengan berbagai sisi kehidupan melalui media.

Era  Global membawa kita kepada fenomena yang enigmatic; penuh pertanyaan.  Pada satu sisi, dakwah Islam abad ke-21 menunjukkan geliat-spirit (ghirah) yang semakin kuat dan meluas. Kaum Muslimin yang semula enggan -untuk tidak menyatakan  abai- menjalankan agamanya, kini mau mengkaji agamanya dengan lebih intens.  Trend mode busana muslimah, biro perjalanan ibadah umrah dan haji, pengajian eksekutif marak di mana-mana. Semua itu membawa kita pada investasi spiritual yang akan memperkuat eksistensi diri dan umat Islam. Kemudian mereka berupaya untuk melaksanakannya secara baik dan damai.  Berbagai macam media telah ikut berperan dalam menyiarkan  informasi dakwah di era Global. Namun pada sisi lain, Era Global menghadapkan dakwah pada tantangan baru, baik pemikiran  maupun tindakan.  Informasi diproduksi dan diseminasi secara cepat dan pervasif, dan paham keagamaan berhubungan satu dengan yang lainnya secara leluasa.

Informasi menjadi komoditi yang sangat berharga, tak terkecuali dalam  dakwah.  Suatu tindakan oleh figur  dakwah menjadi peristiwa yang menarik untuk disajikan media massa dan media sosial.  Kesadaran kita akan terbuka dengan informasi atau news yang ada.        Aktivitas dakwah memberi apresiasi yang besar dalam penambahan informasi masyarakat. Dakwah mengakurasikan informasi yang sampai kepada mereka.

Dakwah dan Deradikalisasi

Islam adalah agama dakwah yang damai. Namun kedamaian itu seringkali tertunda oleh tindakan kekerasan dari sebagian kecil Muslim. Seperti yang terjadi di Irak, Pakistan, dan Afghanistan. Tindakan kekerasan itu tidak lahir dengan  sendirinya tetapi karena hadirnya berbagai stimulus.  

Dakwah Islam dituntut untuk membimbing kehidupan beragama masyarakat dan sekaligus memberikan solusi terhadap problematika kehidupan.  Bimbingan keagamaan memandu rohani masyarakat sehingga dapat berlaku tenang dan menjauhkan jemaah dari tindakan kekerasan. Dakwah dituntut untuk meluruskan, mereduksi dan meredam gerakan kekerasan dan radikalisme yang mengancam keselamatan masyarakat,  seperti pada kelompok Boko Haram di Afrika. Mereka menolak sekolah ala Barat.

Dakwah menyampaikan informasi ke masyarakat akan pentingnya hidup damai, egaliter dan menciptakan atmosfir yang kondusif dalam multikulturalisme Indonesia. Muslim tidak menghujat agama lain, karena  pihak lain pun akan menghujat Islam (QS. 6: 108). Tidak merendahkan diri sendiri (Q.S. 49: 11), dan tidak pula mengunggulkan diri atau kelompok  sendiri (QS. 33: 53 dan 30: 32). Tidak memaksakan agama pihak lain.

Tata pergaulan dilakukan dengan cara yang baik, saling menghormati  dan memberi manfaat. Individu berhak untuk mendapatkan informasi, hidup damai dan bermata pencaharian yang layak sehingga Etika al-salam (damai) dalam Islam dapat terwujud. Islam adalah agama damai.