Phone (022) 420 3368 ext. 109 ||

Follow Us

  /  Berita   /  Akreditasi “A” Fikom Dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Unisba

Akreditasi “A” Fikom Dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Unisba

 

HUMAS – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar “Tasyakur Bini’mah” atas keberhasilan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ekonomi & Bisnis (Prodi Manajemen dan Akuntansi) meraih Akreditasi A pada Rabu, 25 Maret 2015 di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1 Bandung. Unisba juga memberikan penghargaan berupa uang sebesar 50 juta rupiah kepada tiga prodi tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba, Prof. Dr. dr. M. Thaufiq Siddiq Boesoirie, MS., Sp. THT-KL(K) mengatakan bahwa akreditasi A bisa dicapai atas kerjasama semua pihak, termasuk fakultas, universitas  dan yayasan. “Tasyakur ini menggugah prodi lain untuk lebih gigih mendapatkan hasil maksimal dengan perencanaan matang.” ucap Rektor.

 

Rektor: Jangan Hanya Batu Akik yang Diasah, Kualitas Kita Juga

 “Unisba ini penuh dengan batu akik yang belum diasah. Jangan hanya batu akik saja yang diasah, tetapi kualitas kita juga harus terus diasah”, ujar rektor yang dikenal sebagai dokter THT ini. “Akreditasi A itu berarti sudah di `asah`, B berarti `Belum diasah`, dan C berarti `cik geura diasah,” seloroh beliau. Rektor mengungkapkan semua hal bisa dicapai jika direncanakan secara sistematis dan disokong dengan doa. “Apabila hanya berdoa, Allah akan menertawakan kita dan apabila kita hanya berusaha saja, itu menandakan terlalu percaya diri. Dekan, ketua program studi dan seluruh jajaran harus saling bahu-membahu untuk meningkatkan kualitas, termasuk target menjadi universitas mandiri, maju, dan terkemuka di Asia pada tahun 2025”, tegas Pak Thaufiq. 

Pada acara syukuran tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Dikdik Tandika, SE., M.Sc. mengatakan akreditasi A diraih Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi atas rahmat Allah SWT.  “Kami ingin berbagi pengalaman dengan prodi lain yang hadir. Dalam akreditasi data borang lengkap, Kami tahu apa yang harus diperbaiki dalam borang sehingga pada saat visitasi lebih banyak pemeriksaan bukti fisik. Jumlah mahasiswa juga berpengaruh terhadap akreditasi”, ucap Pak Dikdik.  “Sebenarnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengalami dua kali rasa tegang karena visitasi Prodi Manajemen bertepatan dengan euforia kemenangan Persib sehingga jalanan Kota Bandung sangat macet”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. O. Hasbiansyah, Drs., M.Si. mengungkapkan kekhawatiran kurangnya pendaftar Fikom pada akhir tahun 90-an karena 40 persen perguruan tinggi swasta mengalami kolaps. “Justru ada anomali di Unisba, jumlah pendaftar meningkat dan paling menonjol adalah Fikom”, kata Pak Hasbiansyah. “Unisba sudah menunjukkan kekuatannya dalam persaingan dan akan tetap hidup serta terus maju sepanjang sejarah ke depan,” ujarnya.

Dekan Fikom mengatakan Fikom Unisba pernah memperoleh akreditasi B. “Sejak saat itu, Fikom semakin mempersiapkan diri untuk memperoleh akreditasi A. Setiap kegiatan harus dikaitkan dengan borang. Yang sulit dalam mempersiapkan borang adalah pengumpulan data penelitian dan tracer study,” katanya. “Kami harus mempersiapkan itu semua untuk mempertahankan akreditasi A yang sudah diperoleh sebelumnya,” ucap Hasbi. “Atas nama warga Fikom, kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor yang selalu memberikan semangat kepada kami untuk bekerja keras, termasuk dosen, karyawan serta mahasiswa Fikom Unisba.” kata Pak Hasbi.

Acara diakhiri dengan tausiyah salah seorang dosen Fikom Unisba, Dr. Aam Amiruddin, M.Si  mengenai mensyukuri nikmat Allah SWT, ”Tasyakur Bini’mah atas akreditasi ini sudah bagus karena memiliki cita-cita yang bagus, dibarengi dengan aksi yang bagus, dibingkai dengan kekuatan doa, dan yakin atas kuasa Allah SWT. Untuk sukses, diperlukan mental tawakal. Apabila sukses harus bersyukur dan apabila tertimpa musibah harus bersabar.” Kata Pak Aam. “Tidak ada kesuksesan yang 100 persen atas usaha kita. Semua adalah pertolongan Allah terlebih dahulu. Kita pun harus mempunyai mindset untuk sukses dan bingkailah dengan kekuatan doa.” ucap Aam. “Ketika cita-cita dilengkapi dengan aksi yang baik, itu adalah reputasi. Ketika cita-cita yang tidak dilengkapi dengan aksi, itu namanya fantasi. Ketika ada aksi tetapi tanpa mapping ataupun rencana, itu hanyalah sensasi”, tegas pimpinan Yayasan Percikan Iman ini.

Selamat kepada Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Akuntansi, dan Prodi Manajemen. Semoga prodi yang lain juga dapat memperoleh akreditasi A. (Fuad/Putri/Dwi)